Jika ada yang mengatakan cinta pada pandangan pertama itu mustahil, itu tidak benar, karena Flora memang mengalaminya, saat ia di jodohkan dengan seorang pria yang berada di kursi roda dan tidak dapat berbicara, Flora tidak perduli, senyuman manis dan tatapan mata yang lembut tetapi tajam dibalik kaca mata minusnya, membuat Flora langsung jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Hajaaarrr !
Lukas bergerak cepat, setelah pembicaraan dengan Dewi di pertemuan pertama mereka dan Dewi banyak bertanya , keesokan harinya setelah jadwal of nya ,Lukas menemui orang tua Dewi, mengatakan tujuan kedatangannya yang akan segera melamar Dewi
tentu saja kedua orang tua Dewi sangat shock , tetapi karena Lukas datang bersama Ginta dan Flora , orang tua Dewi tidak mampu untuk menolak calon menantu sesempurna Lukas. sudah ganteng, muda , dokter lagi . ditambah dengan rekomendasi keterangan dari suami Flora, seperti mau melamar kerja saja ,pakai rekomendasi .
seminggu yang akan datang akan diadakan pertemuan antara keluarga Lukas dan keluarga Dewi, istilahnya, lamaran sekaligus menentukan kapan waktu yang cocok untuk pernikahan .
" kau sangat tidak sabar sepertinya " bisik Ginta ,agar istrinya yang sedang berada dibangku belakang tidak mendengar percakapan mereka kedua .
Ginta duduk di kursi penumpang , Lukas yang menyetir , ketiga nya baru pulang dari rumah Dewi. perkenalan diri.
" ngapain nunggu lama lama , aku ingin segera mengasah pedangku yang belum pernah ku gunakan " ucap Lukas lalu ngakak .
Ginta melotot karena istrinya ada dibelakang ,
Ginta menoleh kebelakang untuk melihat istrinya , Ginta menghembuskan napas lega ,karena ternyata Flora sedang bersenandung pelan mengikuti irama musik yang diputarnya melalui telepon genggam yang sedang dipegangnya .
Flora memang tidak berniat untuk mendengarkan pembicaraan suami dan temannya .
" mesum kau ,Luk , kenapa kau sudah berpikiran sejauh itu , pikirkan bagaimana konsep yang pernikahanmu , siapa siapa saja yang akan kau undang , kau justru memikirkan hal itu , sungguh sangat terkutuk pikiranmu " umpat Ginta dengan suara yang ditahannya.
" untuk urusan pernikahan dan segala yang merepotkan ,biar menjadi urusan para orang tua , aku hanya memikirkan diriku saja , dan aku pria normal , semua pria pasti memikirkan itu , Gin, sebenarnya aku iri dengan nasibmu " ujar Lukas
Ginta tertegun , bagaimana bisa Lukas iri padanya.
" apa yang kau irikan padaku ? "
melalui ekor matanya Lukas melirik istri sahabatnya lewat kaca spion atas yang berada tepat didepan Lukas .
" maaf Gin, ketika keadaanmu belum seperti ini , wanita yang ada di belakang itu , tanpa tapi seperti yang kau ceritakan padaku ,ia mau menjadi istrimu , nah aku ....kau tahu sendiri , aku tidak punya waktu untuk mencari perempuan yang mau ku jadikan menjadi istriku "
" kau saja yang terlalu pemilih , dirumah sakit kan banyak , kau tinggal memilihnya "
" banyak ? pasien maksudmu ? "
Ginta dan Lukas sama sama tergelak.
" jadi saranku, jangan kau terlalu berkhayal untuk urusan yang satu itu , pikirkan yang lebih penting , tidak perlu terlalu meriah dikondisi seperti ini , yang penting kan sah nya , baru .. hajaaarrr " Ginta tertawa sendiri.
Lukas tersenyum kecut .
" kenapa tertawamu terlihat menyedihkan seperti itu ? " tanya Ginta melihat bibir Lukas yang tersenyum terpaksa .
" kau bisa langsung menghajar istrimu ,kapan saja, nah aku , masih harus menunggu " tawa Lukas terdengar cukup keras sehingga Flora sedikit terjengkit kaget .
apa sich yang mereka bahas ? Flora ingin tahu , tetapi sungguh sangat tidak sopan jika ikut mencuri dengar pembicaraan keduanya yang berbisik bisik, mendadakan jika pembicaraan keduanya memang tidak ingin ia ikut mendengarkan .
ingin rasanya Ginta memberitahukan kalau Dewi sama mesumnya dengan dirinya tetapi itu akan merusak reputasi Dewi ,biarlah kelak Lukas akan tahu sendiri setelah mereka menikah , nah, keduanya sama sama mempunyai pikiran yang sejenis , bisa dibayangkan kehidupan rumah tangganya kelak seperti apa .
membayangkan itu ,Ginta tersenyum geli.
" kenapa kau tersenyum sendiri ? "sembur Lukas.
" bukan hanya kau ternyata yang tidak sabar menanti saat itu tiba, aku juga sudah tidak sabar " jawab Ginta dengan senyum tipisnya .
" kenapa kau tidak sabar ? apa yang coba kau sembunyikan ? " Lukas penasaran .
" aku hanya tidak sabar menunggu ceritamu tentang malam mengasah pedang , apakah sakti mandraguna atau sebagai pelengkap "Ginta menaik turunkan kedua alisnya lucu .
" kau tunggu saja ceritaku ! "
" pasti , kuharap tidak ada kata menunggu " saut Ginta
walaupun mereka kedua sudah tidak berbisik bisik seperti tadi , Flora tetap tidak faham apa yang dibicarakan oleh kedua lelaki yang berada didepannya.
▫️
▫️
▫️
💞💞💞💞💞