Warning !! Kalau nggak suka sama cerita ini bisa langsung SKIP saja yaa..
Attarazka Desta Firmansyah menikah dengan gadis yang berprofesi sebagai Dokter bernama Clara Adelin. Setelah enam tahun menikah mereka belum di karuniai keturunan.
Sikap Clara mulai berubah saat diri nya kembali bertemu dengan mantan kekasihnya yang berprofesi sebagai dokter juga di Rumah Sakit tempat dia bekerja.
Dalam gejolak Rumah Tangganya , Attar di pertemukan dengan Gendhis Anindita Nastiti yang menjadi sekretaris barunya.
Dalam konflik rumah tangga nya Attar membuat keputusan untuk menikahi Gendhis dengan sebuah kesepakatan.
Bagaimana akhir nya jika pernikahan Attar dan Gendhis di ketahui Clara dan nyatanya dua istri Attar adalah sahabat dari masa SMA.Apa Gendhis akan mundur setelah tahu jika kakak madunya adalah orang yang dulu dia anggap sahabat namun nyatanya pernah mengecewakan dia di masalalu?
ikuti kisahnya ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Kebahagiaan Masing-masing.
Luna bahkan sampai ternganga lebar mendengar kebenaran tentang hubungan Gendhis dan Attar.
" Lun, kamu baik-baik saja kan?"
Gendhis merasa khawatir dengan keadaan Luna yang benar-benar merasa terkejut.
"Kamu minum dulu,atur nafas kamu."
Gendhis menyodorkan sebuah gelas berisi air putih ke arah Luna. Dangan masih dalam keadaan gemetar Luna mengambil alih gelas yang ada di tangan Gendhis.
Dangan sekali teguk air minum itu sudah tandas.
"Sudah lebih baik?"
Gendhis mengusap punggung sahabatnya itu. Luna pun mengangguk membuat hati Gendhis sedikit lebih tenang.
"Kamu oke Lun?"
Sekarang ini Attar yang bertanya,hal itu langsung membuat Luna tersadar bahwa semua yang dia dengar tadi itu adalah nyata.
"Kalian kenapa bisa menikah? Dis,Lo nggak ngelakuin hal buruk kan?"
" Nggak lah, kamu kenal aku lama kan? Mas Attar yang ngelamar aku dan dapat ijin dari istri pertama serta Keluarga ku dan keluarga dia pun tahu kalau kita menikah.l"
"Syukurlah,tapi emang nggak pernah di sangka ternyata jodoh mu bahkan bos kamu sendiri. Apalagi kamu baru bekerja di Atarikza bahkan belum genap sebulan penuh.
Drrrt drrrt
Terlihat ponsel Attar tiba-tiba berdering dan dengan cepat Attar melihat siapa yang telah menghubungi dirinya.
📞Cla Calling..
"Kalian terusin aja ngobrol nya,saya mau angkat telpon sebentar."
Kedua sahabat itu pun mengangguk patuh.
Attar pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menuju ke arah balkon.Dia pun langsung menggeser ikon hijau untuk menerima panggilan.
"Assalamualaikum."
Terdengar tidak ada sahutan dari seberang sana akhirnya Attar mengulang salamnya.
"Assalamualaikum,Cla..!"
Kali ini Attar mengulang kembali ucapkan salam pada Clara.
" Ini beneran nomer kamu honey, astaga aku sampai kaget takut salah telepon tahu..hehehe."
" Ini nomer telpon suami kamu sendiri, kenapa kamu nanyanya begitu? Ada yang salah ?"
"Emm..nggak sih, cuma heran saja biasanya kamu nggak pernah ucapkan salam kalau lagi angkat telpon makanya aku kaget. Aku kira malah salah sambung."
"Ya kalau ada yang ucapkan salam pun wajib di jawab loh.."
Sindiran halus Attar membuat Clara diseberang sana menahan tawanya.
"O.. oke, Wa'alaikum salam.. suamiku tercinta.."
" Yakin masih cinta? Bahkan aku minta kamu buat batalin ke Korea saja kamu menolak loh, se- cinta apa memang nya kamu. Bahkan kamu lebih sering membangkang akhir-akhir ini."
Suara Attar yang mendengar lantang membuat Clara terkejut dan langsung merasa ketar ketir dibuatnya.
"Honey, kenapa harus bahas tentang itu lagi sih, aku cuma minta waktu buat aku realisasikan cita-cita aku."
"Kamu bilang kalau ambil estetika,itu kan kamu sudah lakukan dulu, terus sekarang kamu sebenarnya mau ambil spesialis apa?"
"Aaa..itu sebenarnya aku ingin ngambil spesialis jantung tapi aku rasa agak sedikit ragu jadi aku mau ambil spesialis anestesi."
Mendengar ucapan Clara pun membuat Attar membuang nafasnya dengan kasar.
" Jadi kamu minta aku buat nunggu empat tahun lagi baru kamu mau kembali sama aku dan kamu mau mengandung anak kita?"
"I_iya, semoga nanti kita akan cepat punya anak setelah selesai pendidikan aku. Kamu bisa kan honey?"
" Baik. Sekarang kita buat kesepakatan."
" Kesepakatan, kesepakatan apa maksud kamu?"
"Aku kasih kamu kebebasan untuk meraih cita-cita mu. Aku pun disini ingin mendapatkan apa yang aku inginkan.Adil kan?"
"A_apa maksud kamu honey,kamu jangan pernah berpikir untuk menduakan aku.Itu tidak akan mungkin kamu sanggup melakukan nya!!"
" Terserah kamu, sudahlah..aku lelah . Assalamualaikum."
Tampa menunggu jawaban dari Clara, Attar memutuskan panggilan nya.
Setelah itu dia pun membuang nafas kasarnya dan berteriak sekeras nya.
"Aaaaakhhhh..Anj*ng Lo,baiklah jal*ng kalau itu mau kamu,akan ku buat kamu menyesal sudah menyia-nyiakan aku dan berani bermain di belakang aku !!"
Attar bahkan memberikan tinjuan nya ke udara. Rasanya sakit saat tahu di bohongi dan bahkan di khianati oleh orang yang masih dia cintai.
"Mas..,mas Attar, kamu baik-baik saja !!"
Gendhis benar-benar terkejut mendengar teriakan Attar. Saat dia ingin memberitahu kalau Luna sudah pulang, dia mendengar teriakkan Attar dengan jelas saat dia akan masuk ke dalam kamar.
Tidak ada sahutan dari arah balkon,membuat Gendhis sedikit khawatir dengan keadaan suaminya.
Dia pun langsung melangkah menuju ke balkon guna mengecek apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya.
Ceklek.
Suara pintu balkon terbuka dan Gendhis bisa melihat jika suaminya sedang duduk di atas lantai dengan menekuk lutut dan bahkan dia menyembunyikan wajahnya diantara kedua lututnya.
Gendhis mendekati sang suami dan bersimpuh di depan Attar.Dia menyentuh tangan Attar.
"Mas,kamu baik-baik saja?"
Pertanyaan itu meluncur dari bibir Gendhis. Dia bingung dengan situasi saat ini. Gendhis melihat sosok suami nya yang terlihat tidak baik-baik saja saat ini.
Attar yang mendengar suara Gendhis pun langsung mendongakkan kepalanya. Terlihat mata bening istri keduanya itu.
"Mas...
Belum juga selesai bicara, tiba-tiba Attar langsung memeluk tubuh Gendhis. Hal itu membuat Gendhis terkejut karena semuanya begitu mendadak baginya.
Bahkan tubuh Gendhis sesaat merasa tegang namun saat Attar mengeluarkan suaranya membuat Gendhis sedikit rileks.
"Aku cuma ingin seperti ini sebentar Dis, aku sangat butuh kamu saat ini."
Ucapan itu membuat Gendhis langsung berpikir jika terjadi sesuatu pada suaminya.
" Apapun masalah kamu, bersabar lah. Semua masalah di dunia ini pasti ada jalan keluarnya. Kamu percaya kan, kalau Allah itu menguji hambanya seberat dam sesulit apapun, Allah sudah menyiapkan jalan keluar yang terbaik."
Gendhis yang mulai terbawa suasana. Saat ini bahkan Gendhis sudah membalas pelukan Attar.
Attar pun melepaskan pelukannya dan menangkupkan kedua tangannya di kedua sisi pipi Gendhis.
"Pernikahan kita sah dan kita sudah jadi suami istri, aku pun bersyukur karena sudah memberikan menantu yang diinginkan oleh kedua orang tua ku. Terimakasih sudah menjadi bagian dari hidup ku. Aku ingin kita janji, kita akan sama-sama lalui bersama apapun itu masalahnya."
" Tentu mas, kita itu partner .Apapun yang terjadi kita akan sama-sama hadapi. Mas, apapun masalah yang dihadapi mas sekarang, semoga segera mendapatkan jalan keluar nya. Kalau mas mau sharing tentang masalah juga aku siap menjadi pendengar. Kalau mas rasa tidak percaya dan tidak perlu aku tahu juga nggak masalah."
"Masalah ku sudah punya jalan keluar nya. Kamulah jalan keluar nya. Aku ingin kita melewati semuanya dengan semestinya.Aku ingin membuka hati ku untuk kamu dan aku harap kamu bisa juga pintu hatimu untuk aku."
Ucapan Attar membuat Gendhis mengernyitkan dahinya. Apa benar suaminya akan bisa mencintai nya dengan sepenuh hati. Sedangkan ada seseorang yang masih menjadi penunggu hatinya sejak lama.Mampukah Gendhis mengikis rasa cinta Attar pada kakak madunya. Dia tidak ingin serakah akan hal itu. Dia pun akan selalu ingat jika dia adalah seorang wanita kedua bagi hubungan mereka.
Bersambung