NovelToon NovelToon
Hot Mother And The Bos Mafia 3

Hot Mother And The Bos Mafia 3

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Anak Haram Sang Istri / Dendam Kesumat / Mafia / Konflik etika / Single Mom / Tamat
Popularitas:39.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni Juli

Pahitnya kehidupan selalu dialami Kate apalagi saat dia dijebak oleh kakak tirinya sewaktu menjalankan misi di Las Vegas, Kate hanyalah anak haram dan dia adalah pencuri profesional.

"Aku akan menghancurkan hidupmu dan membuatmu menderita untuk seumur hidupmu, Kate."

Karena sebuah tragedi membuat kakak tirinya membenci Kate dan menyalahkannya telah membunuh tunangannya, hal itu membuat Casey sangat membencinya.

Malam yang kelam menghancurkan segalanya, harga diri dan bahkan merubah semuanya.

Dia memutuskan untuk pergi karena ayahnya benci padanya, saat dia pergi dia dibantu oleh sahabat baiknya dan demi membalas budi Kate rela mencuri di rumah Albert Smith, dia bahkan rela menyamar untuk mendekati Albert.

Hidupnya dan anaknya mulai terancam saat Casey mengetahui keberadaannya dan mengancam akan melenyapkan anaknya!

Mampukah Kate menyelamatkan anaknya dari Casey? Bisakah dia mencuri dari Albert Smith untuk membalas budi, sedangkan rencana demi rencana jahat Casey terus mengancamnya dan anaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita pemberani

Suasana direstoran semakin menegangkan karena tembakkan terus terjadi direstoran itu, peluru yang ditembakkan menghancurkan semuanya sedangkan jeritan demi jeritan terdengar dari pengunjung restoran.

Para penembak tidak main-main diluar sana dan tidak perduli dengan orang-orang yang terkena tembakan mereka, mereka terus menembak dengan membabi buta dan menghancurkan segalanya.

Kate memegangi tangannya yang masih terus mengeluarkan darah, ini tidak bisa dibiarkan dan dia harus segera mengeluarkan peluru yang bersarang dilengannya.

Dia segera membuka kemeja yang dipakainya hingga dia menggunakan tank top saja, dia harus mengikat tangannya supaya darahnya berhenti.

Kate mulai meraih tasnya yang dia letakkan ditempat duduknya tadi, dia juga membuka tasnya untuk mengambil pisau lipat dari dalam sana.

Albert dan Charlos melihat Kate dengan heran, apa yang mau dilakukan oleh Kate? Mereka masih belum memulai menembak karena tembakan diluar sana semakin membabi buta, jika mereka salah melangkah bisa-bisa mereka yang akan tertembak dan mati.

"Charlos, lihat posisi lawan dan kabari aku?" perintahnya.

"Baik master."

Charlos mulai mengendap untuk melihat posisi lawan sedangkan Albert mendekati Kate yang sedang merobek bajunya sendiri.

"Hei, apa yang mau kau lakukan?"

"Aku ingin mengikat tanganku untuk menghentikan pendarahannya dan mengeluarkan peluru yang ada ditanganku!" jawab Kate sedangkan dia hendak mengikat lengannya diatas luka yang terkena peluru menggunakan robekan bajunya.

"Apa kau bisa?"

Kate tersenyum pada Albert dan itu senyuman pertamanya untuk Albert.

"Aku sudah terbiasa!" jawabnya.

Dia memang sudah terbiasa mengeluarkan peluru sendiri karena tertembak pada saat dia melarikan diri dari kejaran polisi karena ketahuan sedang mencuri, dia pernah mengeluarkan peluru yang mengenai tangan dan kakinya seorang diri dengan obat dan alat seadanya.

Apa ayahnya akan mengobati lukanya dan membawanya kerumah sakit jika dia tertembak? Jelas tidak karena ayahnya tidak perduli dengan apa yang dia alami karena ayahnya hanya perduli dengan hasil curiannya saja.

"Sini aku bantu!" ujar Albert saat melihat Kate hendak mengikat tangannya dengan susah payah.

Kate memundurkan tubuhnya sedangkan Albert kembali berkata:

"Jangan takut, aku hanya membantumu dan tidak akan menyakitimu!"

Kate mengangguk sedangkan Albert mulai mengikat tangan Kate agar darahnya berhenti mengalir.

Setelah selesai Kate merangkak kedepan,dia ingin mengambil sesuatu yang ada diatas meja dan dia berharap peluru yang masih ditembakkan oleh orang-orang diluar sana tidak mengenai benda itu.

Kate meraih benda yang dia inginkan dengan cepat setelah itu dia kembali lagi mendekati Albert.

"Hei apa yang ingin kau lakukan?" tanya Albert saat melihat Kate kembali merangkak mendekatinya dengan sebotol wisky ditangannya.

"Tuan Smith, apa kau punya pemantik api?"

"Charlos, pemantik!"

Charlos mengambil pemantik api dari dalam saku jasnya dan melemparkan benda itu pada bosnya, setelah menangkap benda itu Albert segera memberikan pemantik api yang diberikan Charlos pada Kate.

"Tuan Smith, bisa kau bantu aku?" pintanya.

"Katakan apa yang harus aku lakukan!"

"Tolong bakar pisau ini." pinta Kate.

"Hei apa kau gila? Setelah ini kita kerumah sakit saja."

"Tidak tuan Smith, tolong bakar pisau itu untukku karena aku tidak bisa membakar pisau ini sambil menyalakan pemantik api."

"Oke baiklah."

Albert mulai membakar pisau yang diberikan oleh Kate sedangkan Kate mulai membuka botol wisky dan menuang cairan beralkohol yang tinggal sedikit diatas lukanya sampai habis, perih itu yang dia rasakan.

Kate memejamkan matanya dan menggertakkan giginya menahan sakit yang luar biasa ditangannya.

"Tuan Smith, keluarkan pelurunya sekarang!" pintanya disaat sakit yang dia rasakan akibat alkohol masih terasa.

Albert mengangguk dan meraih tangan Kate, dengan cepat pula dia mulai menggores tangan Kate yang berlubang karena peluru dengan pisau yang sudah dia sterilkan.

Kate menjerit dan tanpa sadar dia memegangi bahu Albert, sakit, sakit yang luar biasa saat pisau semakin dalam masuk kedalam lengannya dan pada saat Albert mengeluarkan peluru dari sana.

Sudah lama dia tidak merasakan sakit seperti itu dan dia tidak menyangka dia akan merasakannya lagi malam ini.

Setelah peluru itu keluar dengan cepat Albert menyeka darah yang mengalir dari lengan Kate yang terluka, dia bahkan membuka jasnya untuk menekan luka itu supaya darahnya berhenti.

Kate tampak terengah-engah saat Albert memperban lukanya dengan kain dari robekan baju Kate. Baiklah, ini pertama kalinya dia bertemu dengan wanita yang sangat berani seperti Kate, tidak takut dengan rasa sakit dan bisa menahan rasa sakit yang dia rasakan, sungguh dia sangat kagum dengan keberanian Kate.

"Master." Charlos memanggil saat suara tembakan berhenti.

"12 orang dan mereka sedang mengisi peluru senjata api mereka."

"Baiklah sekarang!"

Albert bangkit berdiri begitu juga dengan Charlos, mereka melompat keluar jendela kaca restoran yang sudah hancur.

"Charlos, disana ada 12 orang jadi buruanmu harus lebih banyak dariku jika tidak, kau yang harus membayar makan malam hari ini."

"Baik master, aku akan membayarnya saat restoran ini sudah dibangun kembali."

"Bagus!"

Setelah berkata demikian mereka mulai menembakkan senjata api mereka kearah musuh yang sedang sibuk mengisi peluru mereka yang telah habis sambil mengitung.

Tembakan kembali berbunyi diluar sana, Albert dan Charlos menembaki musuh satu persatu sambil menghindari peluru yang ditembakkan kearah mereka.

Setelah bisa menahan rasa sakit dilengannya, Kate bangkit berdiri untuk melihat kejadian diluar sana. Saat melihat aksi Albert dia jadi teringat dengan kedua putranya, apakah bakat mereka didapat dari Albert?

Memang tidak diragukan lagi saat dia melihat Albert mendekati musuh dan menghindari peluru yang melesat kearahnya dengan mudah.

Albert juga menembaki setiap musuh tepat dikepalanya hingga sang musuh langsung bersimbah darah dan mati.

Kate menelan ludahnya, siapa sebenarnya Albert Smith? Jangan-jangan ayah dari kedua anaknya bukan orang biasa!

Selama dia tinggal di California, dia tidak memperdulikan apapun karena sibuk berjuang untuk kedua putranya.

Setelah selesai menembaki musuh, Albert menginjak salah satu musuh yang telah mati dan melihat wajahnya, siapa orang-orang yang telah menyerang restoran?

Apa mereka hanya perampok yang ingin merampok restoran itu malam ini?

"Charlos apa kau mengenali wajah mereka?"

Charlos berjongkok dan melihat wajah musuh yang lainnya dan menggeleng.

"Tidak master."

"Cih, orang-orang bodoh yang tidak sayang nyawa!"

Albert menyimpan pistolnya kembali dan melangkah pergi, dia ingin melihat keadaan Kate tapi Kate sudah berdiri tidak jauh darinya sambil memegangi lengannya yang tertembak.

"Kate bagaimana dengan tanganmu?"

"Tidak apa-apa."

"Ayo kerumah sakit untuk menjahit lukamu."

"Tidak perlu tuan Smith, terima kasih. Terima kasih juga untuk makan malamnya, aku harus segera pulang."

"Hei,aku antar."

Kate kembali tersenyum dan berkata:

"Tidak perlu, terima kasih tuan Smith."

Albert diam saja menatap kepergian Kate dan pada saat itu Charlos mendekati bosnya dan berkata:

"Master jika kau sudah bosan bermain dengannya tolong berikan padaku."

"Kenapa?"

"Aku suka wanita kuat."

"Jadi kau ingin rebutan wanita denganku!"

"Tidak, aku bilang jika Master telah bosan bermain dengannya."

Albert menyunggingkan bibirnya dan berjalan pergi sedangkan Charlos mengikutinya, mereka pergi sebelum polisi datang ketempat itu.

"Pencuri bodoh ini semakin membuatku tertarik." kata Albert hati.

1
Alessandra
puas kali aku baca ini, entah sudah yg ke berapa banyak kali 😀
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
naah kann cuma pura2 tobat.
emang org kyak casey jgm dikasih ampunn
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
what ? peter punya anak sama casey 😱
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
gilaaa sadis banget albert
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
udah feelling aja nih kate
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
wkwkwkw emamgnya kamu pikir Albert bodoh apaa 🤦‍♀️🤣
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
selamat menghayal.😂😂
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
astagaaa..
oeeekkk 🤮🤮
duhh si.kembar nihh 😅😅🤣
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
gilaaaa emang casey
sandra ini siapaa yaa lupita aku
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
ohh Luke menitipkan ke Bart krn dia dipenjara
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
dasar bodoh kamu peter, lawanmu itu Albert Smitt
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
wahh datang tepat pada waktunyaa
ibunya pasti bahagia bs melihat pernikahan Kate
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
please peter jangan mau dibodohi casey
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
hahaha padahal krn ulahmu lah casey, Kate bs bertemu dgn Albert dan punya 2 anak itu
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
tak segampang ituu ferguso
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
lhooo ohh berarti kenal sama ayah kandungnya Kate
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
wkwkw mnghayal jngn ketinggian nanti jatuhnya sakit wkwkw eh ssngsara malah 🤣🤣
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
astagaa kocakk bocah2 ituu 😂😂😂
Rita Wati
Kl ada Darla udah dijadiin bahan praktek pisau bedahnya. Jantungnya jadi mainan untuk Daren.
Rita Wati
Mafia with angel's heart
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!