NovelToon NovelToon
KAISAR 100.000 DUNIA

KAISAR 100.000 DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Kaisar Tertinggi sang Kaisar Xuan Wu penguasa 100.000 Dunia. Perang Terakhir itu menyebabkan Jiwa nya bereinkarnasi ke tubuh lemah seorang pemuda berna Lin Fan. Lin Fan pemuda dari keluarga Lin cabang. hidup keseharian nya selalu mendapat penyiksaan dari sepupu nya Lin Hao. Lin Fan dulu sudah mati yang ada sekarang adalah Lin Fan dengan jiwa Kaisar Xuan Wu. dengan pengetahuan masa lalu sebagai Kaisar dia mulai merangkak dari Bocah Sampah mejadi kultivator hebat di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Aroma Racun

Semifinal Turnamen Internal Akademi Langit Biru diadakan di hari ketiga. Suasana di arena lebih tegang daripada babak sebelumnya. Penonton tidak lagi bersorak liar; mereka mengamati dengan serius, karena dua peserta yang tersisa di sisi bawah papan klasemen adalah elit sejati.

Di satu sisi, Lin Fan, yang telah mengalahkan Gu Yichen dan Li Tianhao dengan gaya yang membuat seluruh akademi terguncang.

Di sisi lain, Su Qingxue, putri tunggal Klan Su, sang alkemis jenius yang belum sekalipun mengeluarkan senjatanya dalam turnamen ini. Semua lawannya kalah karena keracunan ringan atau kelelahan Qi sebelum sempat mendekat.

Wasit mengangkat tangan. "Pertandingan Semifinal Pertama: Lin Fan vs Su Qingxue. Mulai!"

Su Qingxue berdiri tenang di tengah arena. Ia mengenakan jubah putih bersih dengan bordir bunga lotus biru. Wajahnya dingin, tanpa emosi. Di tangannya, ia memegang sebuah kipas kertas tipis yang tampak rapuh.

Lin Fan menatapnya dengan hati-hati. Ia tahu siapa Su Qingxue. Dalam kehidupan sebelumnya, ia pernah bertemu dengan seorang Grandmaster Alkemis dari klan serupa. Mereka tidak bertarung dengan pedang, tapi dengan racun dan antidot.

"Kau tidak akan menyerangku secara fisik, kan?" tanya Lin Fan, suaranya datar.

Su Qingxue membuka kipasnya pelan. Angin sepoi-sepoi berhembus dari kipas itu, membawa aroma manis yang samar.

"Fisik adalah cara orang barbar," jawab Su Qingxue, suaranya sejuk seperti es.

"Aku akan mengujimu dengan logika. Jika kau bisa bertahan dari aromaku selama sepuluh menit tanpa pingsan atau menyerah, aku akan mengaku kalah."

Penonton bergumam. Sepuluh menit? Itu terdengar mudah. Tapi para tetua di tribun VIP mengerutkan kening. Mereka mengenali aroma itu.

Wangji San (Powder Wangji). Racun kontak dan inhalasi tingkat menengah yang menyebabkan kelumpuhan progresif dan halusinasi.

Lin Fan menutup hidungnya sesaat, lalu menurunkan tangannya. Ia tersenyum tipis.

"Aroma almond pahit, dicampur dengan jejak Daun Tidur Malam dan... sedikit Akar Ular Besi?" tebak Lin Fan.

Mata Su Qingxue sedikit melebar di balik ketenangannya. "Kau bisa mencium komponennya?"

"Aku bisa meraciknya," koreksi Lin Fan.

"Tapi resepmu tidak efisien. Kau menggunakan Akar Ular Besi untuk menstabilkan racun, tapi itu justru memperlambat penyerapannya. Jika kau menggantinya dengan Getah Pohon Darah, efeknya akan tiga kali lebih cepat."

Su Qingxue terdiam. Kipas di tangannya berhenti bergerak sejenak. Ini pertama kalinya seseorang mengkritik resep racunnya di depan umum—dan kritik itu benar.

"Kau sombong," kata Su Qingxue dingin. Ia mengibaskan kipasnya lebih kuat. Awan kabut ungu tipis mulai menyebar di sekitar kakinya, merayap menuju Lin Fan seperti ular hidup.

"Dan kau lambat," balas Lin Fan.

Ia tidak mundur. Sebaliknya, ia mengambil napas dalam-dalam. Bukan untuk menghirup racun, tapi untuk mengumpulkan Qi api di Dantiannya.

Kalau racun masuk melalui udara dan pori-pori, maka solusinya adalah membakar udara di sekitar tubuh.

Lin Fan melepaskan gelombang panas rendah dari pori-pori kulitnya. Udara di sekelilingnya bergetar karena perbedaan suhu. Kabut ungu yang mendekat tiba-tiba menguap, berubah menjadi asap hitam tak berbahaya sebelum menyentuh tubuh Lin Fan.

Su Qingxue menyipitkan mata.

"Teknik penguapan termal? Pintar dan Cerdik"

"Tapi apakah kau bisa mempertahankannya terus-menerus? Api membutuhkan bahan bakar. Dan bahannya adalah Qi-mu sendiri."

Benar. Lin Fan merasa energinya terkuras lebih cepat dari biasanya. Mempertahankan perisai panas konstan jauh lebih melelahkan daripada serangan sekali pukul.

Su Qingxue menyadari kelemahan itu. Ia mulai mengubah taktik. Ia tidak lagi mengandalkan satu jenis racun. Dengan setiap kibasan kipas, ia melepaskan campuran kimia yang berbeda:

Kabut asam yang mengkorosi lapisan panas.

Serbuk beku yang mencoba mendinginkan tubuh Lin Fan secara drastis.

Gas berat yang menekan dada, membuatnya sulit bernapas.

Ini adalah serangan kombinasi elemen yang rumit. Su Qingxue bukan sekadar alkemis; ia adalah strategis perang kimia.

Lin Fan berkeringat. Wajahnya mulai pucat. Pertahanan panasnya retak di beberapa titik. Asam mulai membakar ujung jubahnya.

"Menyerahlah," kata Su Qingxue.

"Qi-mu akan habis dalam dua menit. Aku masih punya sepuluh jenis racun cadangan."

"Haha" Lin Fan tertawa pendek, meski napasnya berat. "Kau pikir ini hanya tentang daya tahan?"

Ia tiba-tiba menghentikan perisai panasnya.

Su Qingxue terkejut. "Apa yang kau—"

Sebelum kabut racun berikutnya mencapai Lin Fan, ia melemparkan sesuatu ke tanah. Bom asap? Tidak. Itu adalah bubuk putih halus.

Saat bubuk itu bercampur dengan kabut ungu Su Qingxue, terjadi reaksi kimia instan. Warna ungu berubah menjadi biru terang, lalu menjadi bening. Aroma pahit hilang, digantikan oleh aroma mint yang segar.

Netralisasi.

Lin Fan telah menyiapkan antidot universal berbasis basa lemah yang bereaksi spesifik dengan komponen asam dalam racun Su Qingxue. Ia tidak melawan racun itu; ia mengubahnya menjadi obat penenang ringan.

Su Qingxue terpaku. Kipas di tangannya turun perlahan. Ia menatap Lin Fan dengan ekspresi yang sulit dibaca: kekaguman, kekesalan, dan rasa hormat.

"Kau... mempelajari komposisi racunku hanya dari baunya?" tanya Su Qingxue, suaranya bergetar halus.

"Aku memperhatikan," jawab Lin Fan sederhana.

"Dan aku tahu bahwa setiap racun memiliki pasangan penawarnya. Kau terlalu fokus pada serangan, sehingga lupa pada pertahanan dasar kimia."

Hening melanda arena. Para tetua saling pandang takjub. Siswa baru ini tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga menguasai alkimia tingkat tinggi?

Direktur Feng tersenyum lebar. "Anak ini... dia adalah permata kasar yang paling berharga yang pernah kita miliki."

Tetua Wang, di sisi lain, tampak gelisah. Kemenangan Lin Fan semakin sulit dibantah. Bahkan dengan manipulasi, sulit untuk mendiskualifikasi seseorang yang menang dengan kecerdasan murni.

Wasit memeriksa area tersebut. Tidak ada pelanggaran. Racun telah dinetralkan. Lin Fan masih berdiri, meski lelah. Su Qingxue tidak diserang secara fisik.

"Pemenang... Lin Fan!" declared wasit, suaranya penuh kekaguman.

Su Qingxue menatap Lin Fan lama. Lalu, ia memberikan salam hormat kecil dengan kipasnya.

"Kau menang," katanya.

"Tapi ingat, Lin Fan. Di dunia nyata, tidak semua musuh akan memberimu waktu untuk menganalisis baunya. Suatu hari, kau akan bertemu racun yang tidak bisa dinetralkan dengan logika."

"Aku akan siap," jawab Lin Fan.

Su Qingxue berbalik dan meninggalkan arena. Langkahnya tetap anggun, tapi bahunya sedikit lebih rileks. Ia telah menemukan seseorang yang sepadan dengannya secara intelektual.

Lin Fan menghela napas panjang, kakinya gemetar karena kelelahan Qi. Pertarungan tadi hampir menguras habis cadangannya. Tapi ia berhasil.

Satu langkah lagi menuju final.

Di tribun, Bao Da dan Zhang Wei bersorak gembira. Tapi Lin Fan tidak mendengar mereka. Matanya tertuju pada pintu masuk arena di seberang.

Lawan finalnya sudah menunggu.

Sosok itu tinggi, berotot, dan mengenakan armor hitam berat. Wajahnya ditutupi oleh helm besi dengan celah mata yang menyala merah. Tidak ada nama di papan pengumuman.

Hanya tulisan: -Peserta Undangan Khusus-

Lin Fan mengerutkan kening. Peserta undangan? Ini tidak biasa. Turnamen internal seharusnya hanya untuk siswa angkatan baru.

Siapa sosok misterius ini? Dan mengapa Direktur Feng mengizinkannya masuk ke babak final?

Angin di arena tiba-tiba menjadi dingin. Bau darah tercium samar-samar dari arah sosok berbaju besi itu.

Lin Fan mengepalkan tinjunya. Ia tahu, pertarungan terakhir ini tidak akan seindah duel dengan Su Qingxue. Ini akan menjadi pertarungan hidup dan mati.

1
Ihya Ilmi
Ayo thor cepat update
Ihya Ilmi
Jenius apanya🤣🤣dibandingkan dgn Lin Fan gak ada apa-apa nya mereka itu🤣🤣
Ihya Ilmi
Ceritanya terlalu janggal, kuda masih ada setelah kena amukan naga dicelah sempit, kereta juga masih ada(celah sempit bisa kah lewat kereta?), terus Pengawas Chen ngapain ngebiarin Lin Hao ada padahal tau bapaknya yg ngirim penjahat?
Ihya Ilmi: Iya sih walau akhirnya meledak juga karena terjepit dan tergesek dinding goa 😂😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!