Aran Abisaka adalah pendekar dari tanah Nusantara. Dari bayi hingga dewasa ia dibesarkan oleh seorang pria tua yang kemudian ia sebut sebagai Master/Guru.
Selain mencari jati dirinya dan menjalankan tugas dari Masternya, ia juga memiliki cita-cita untuk mengelilingi dunia ini dan bisa memiliki banyak teman serta kerabat.
Cerita ini mengisahkan Perjalanannya di Nusantara yang berlanjut menyusuri lautan samudera hingga Kerajaan Malaya dan dataran tengah yang begitu luas.
Aran adalah pendekar yang sangat menjunjung tinggi nilai persahabatan dan kekerabatan.
"Siapapun didunia ini, tidak ada yang boleh menyakiti sahabat dan kerabatku. Selama mereka semua berada di jalan yang benar"
Mohon bijak dalam membaca cerita ini.
Minimal umur pembaca 18thn.
*Ini hanyalah cerita fiksi, tidak ada hubungannya dengan nama tempat dan para pemerannya*
Instagram : @yukishinamt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuki shina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harapan
Dengan terpaksa Ketua Lembah Setan melakukan ritual pelepasan ikatan antara dirinya dan Pedang Hantu Giok. Terlihat dari luar menara, Ketua Lembah Setan duduk bersila dan beberapa kali melakukan segel tangan.Tiba tiba dia memuntahkan banyak darah dari mulutnya.
Pedang Hantu Giok dalam sekejap mengeluarkan cahaya, cahaya itu lama kelamaan kembali meredup dan hilang.
Ratu Ular Putih menatap Pedang Hantu Giok yang kini berada dalam genggamannya. Dia merasakan aliran energi didalam pedang itu. Energi ini begitu murni namun menakutkan.
Ratu lalu mencoba pedang itu dengan beberapa jurus miliknya.
"Tidak buruk" gumam Ratu Ular Putih sambil sesekali menggerakkan pedang hantu giok.
Melihat Ketua Lembah Setan yang begitu lemah. Ratu lalu menghilangkan formasi array yang mengurung Ketua Lembah Setan. Dari menara keluar cahaya cahaya indah yang memancar ke penjuru mata angin. Cahaya cahaya itu lalu menghilang.
Kini terlihat Ketua Lembah Setan yang terduduk di tanah. Dia duduk bersila melakukan meditasi untuk memulihkan tenaganya yang hilang.
Seven Ghost langsung mengelilingi Ketua Lembah Setan sambil berlutut.
"Berdirilah tidak perlu khawatir, aku tidak apa apa. Tolong biarkan aku meditasi selama beberapa jam"
Serangan balik dari pelepasan segel jiwa telah melukai jiwanya. Seven Ghost berdiri mengelilingi Ketua Lembah Setan. Menjaganya dari gangguan luar.
Ratu Ular dan pasukannya menjaga jarak dengan orang orang dari Lembah Setan.
"Ratu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Delima.
"Kita tunggu sampai Ketua Lembah Setan memulihkan tenaganya"
Mendengar ucapan Ratu, semua anggota Clan Ular Putih menganggukan kepala.
Setelah sekian lama akhirnya Ketua Lembah Setan menyelesaikan meditasinya.
"Ketua!" Ucap Seven Ghost sambil memberi hormat.
Ketua Lembah Setan melambaikan tangannya, menandakan bahwa dirinya baik baik saja. Ketua langsung berjalan ke tempat Ratu Ular Putih diikuti Seven Ghost.
"Ratu"
"Kakek Tua"
Mendengar Ratu menyebutnya Kakek Tua, Ketua Lembah Setan hanya tertawa.
"Terima kasih atas kemurahan hatimu Ratu"
“Sudah lupakan saja. Aku wanita yang selalu menepati janji"
Ratu lalu mengambil sesuatu dari balik bajunya. Itu adalah sebuah botol Giok berwarna putih.
"Kakek Tua, ambil ini" Ratu melemparkan botol tersebut ke arah Ketua Lembah Setan.
Ketua Lembah Setan langsung menangkapnya.
"Itu adalah penawar racun untuk muridmu. Minum itu sehari sekali selama tiga hari. Setelah tiga hari jangan menggunakan tenaga dalam selama dua hari"
"Terima kasih Ratu, saya akan mengingatnya" Jawab Ketua Lembah Setan sambil menangkupkan kedua tangannya. Lalu Ketua mengambil sesuatu dari balik bajunya. Itu adalah sebuah kotak kayu yang berisikan Ginseng Roh seribu tahun.
"Ratu, ini Ginseng Roh seribu tahun. Mohon diterima" Ketua memberikan kotak kayu tersebut kepada Ratu.
Ratu lalu mengambil kotak kayu yang diberikan Ketua Lembah Setan dan langsung membukanya. Terlihat didalamnya Ginseng berwarna coklat keemasan.
"Terima kasih kakek tua, apa kalian semua ingin berkunjung ke tempatku" Ratu berkata kepada kelompok Lembah Setan.
"Kami sebaiknya segera kembali ke tempat kami, mungkin lain waktu kami bisa berkunjung ketempat Ratu"
"Baiklah jika begitu, Terima kasih untuk semuanya"
"Sama sama Ratu, kami pamit dulu"
Setelah berpamitan Ketua Lembah Setan dan pasukannya segera meninggalkan wilayah Ratu Ular Putih.
Melihat kepergian kelompok Lembah Setan, Ratu membawa anggotanya untuk kembali ke dalam markas mereka.
Di dalam markas, Ratu langsung menuju ke tempat Aran.
Ratu melihat bahwa wanita manusia tersebut sudah sadar. Walau tubuhnya masih sangat lemah. Jadi dia hanya bisa berbaring di tempat yang disediakan Ratu. Dimana tempat tersebut merupakan baru Giok alami yang dapat memulihkan tenaga. Sehingga membuat tubuh merasa nyaman.
"Siapa kamu" Ucap wanita itu dengan suara yang sangat pelan.
"Hmm, Aku adalah Ratu Ular Putih"
"Ratu Ular Putih?, jangan jangan Ular besar yang aku lihat itu adalah... "
"Ya itu aku" Jawab Ratu.
Mendengar ucapan Ratu Ular Putih menyebabkan dirinya langsung shock. Membayangkan Ular Besar yang dilihatnya sebelumnya, membuat seluruh tubuhnya langsung merinding.
Terbayang jelas di ingatannya ular berwarna putih yang sangat besar dengan taring yang sangat tajam. Membayangkan ular besar itu sekarang ada di hadapannya, langsung membuat tubuhnya lemas dan kembali pingsan.
"Aissh, kenapa wanita ini penakut sekali" Gumam Ratu Ular Putih.
sukses slalu