NovelToon NovelToon
Tuan Muda Mengendalikan Hidupku

Tuan Muda Mengendalikan Hidupku

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:228.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

"Belum ketemu juga!? Kalian akan mati jika tidak menemukannya!" Bentak Rafanda Airen, mengacaukan acara pertunangannya sendiri.

"Rafa, semua orang---" Kalimat Titania disela.

"Aiyue menghilang. Jadi jangan menggangguku dengan acara konyol ini." Pemuda yang melangkah hendak meninggalkan area ballroom.

"Dia hanya sekretaris! Asisten! Pembantu! Aku calon istri yang setara denganmu!" Teriak Titania, memegang jemari tangan Rafanda, bersamaan dengan beberapa pengawal yang menghalanginya pergi.

"Bukan! Aku yang memberinya nama Aiyue, sedangkan namaku Airen." Rafa tertawa dalam tangisannya mengeluarkan senjata api dari dalam jasnya.

Dor!
*
Bagaimana tentang seorang anak berusia 7 tahun, yang tersenyum dengan sengaja memilih bayi mungil untuk menemani hidupnya. Memberinya nama Giovani Aiyue, serupa dengan namanya Rafanda Airen.

Mengendalikan hidupnya bagaikan boneka, Aiyue adalah boneka kecil dalam kendalinya. Boneka yang pada akhirnya retak meninggalkannya,karena telah memiliki hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Cinta Yang Dibawa Hingga Ke Surga

Setiap detik terekam dalam ingatannya. Bagaimana dirinya membesarkan Aya Himawari. Anak manis yang pandai menari, walaupun banyak yang mengatakan rupa putrinya tidak mirip dengan rupanya.

Ada juga yang mengatakan Aya kurang cerdas selalu mendapatkan rangking tiga dari belakang. Berbeda dengan kakaknya Yoshida yang selalu mendapatkan peringkat umum pertama.

Emi selalu menguatkan dan menghibur putrinya. Mendukung putrinya Aya Himawari walaupun hanya untuk menjadi penari latar.

Aya Himawari hanya pandai menarikan dance modern. Menjadi profesional dancer adalah impiannya. Tidak ada yang pernah mengekangnya, dirinya dimanjakan dengan penuh cinta.

Mungkin karena itu Aya Himawari merahasiakan, bahkan memalsukan golongan darahnya.

Kata-kata sang putri beberapa bulan sebelum kematiannya. Kala menjalani kemoterapi di rumah sakit.

"Ibu sudah tau bukan, golongan darahku AB. Aku bukan anak kalian." Ucap anak itu tersenyum penuh keikhlasan, tubuhnya kurus, tidak ada rambut yang menutupi kepalanya. Hanya topi rajutan yang hangat.

"Kamu tetap anak ibu. Yoshida, ayahmu, hati semua orang tidak akan berubah untukmu." Sang ibu menghentikan kursi roda, kini berjongkok di hadapan putrinya. Air matanya menggenang di pelupuk matanya.

Memang kenapa jika bukan anak kandung? Dirinyalah yang mengajari Aya Himawari berjalan. Dirinya yang menyusui putrinya, ASI? Mungkin darah yang mengalir melalui ASI sudah cukup menjadi alasannya untuk mencintai putrinya.

Aya menunduk, air matanya mengalir, bibirnya bergetar berusaha tersenyum."Ibu, jika dia datang temani dia. Dia sudah pasti pintar dalam segala hal seperti kakak. Aku tau kalian kecewa padaku yang hanya bisa menari, tidak seperti kakak yang kini menjadi seorang jaksa. Tidak seperti ayah direktur perusahaan besar. A...aku hanya beban selama ini."

"Tidak, Aya bukan beban, percayalah pada ibu. Bahkan setelah saudarimu kembali, kamu tetap putri ibu. Kita berlima akan hidup bahagia." Emi menghapus air mata putrinya. Mengepalkan tangannya berusaha terlihat setegar mungkin.

"Dia akan membenciku. Aku merebut segalanya darinya. I...ibu aku terlalu malu untuk bertemu dengannya. Aku bahkan merahasiakan golongan darah kita berbeda. Ji...jika bisa aku ingin mati sebelum kedatangannya. Aku takut...takut dibenci..." Aya Himawari terisak dalam tangisannya. Pelukan sang ibu, bagaikan selimut pelindung yang hangat.

"Jangan berkata seperti itu. Kamu bilang sifat kami akan mirip bukan? Saudarimu akan memiliki sifat yang sama dengan kami. Menyayangimu. Kamu harus tetap hidup untuk kami..." Emi terisak mendekap tubuh putrinya erat dalam lorong koridor rumah sakit.

Hari demi hari berlalu, bahkan ulang tahun Aya Himawari tetap diadakan. Senyuman tulus tidak pernah luntur dari wajah mereka.

Seorang gadis dengan bibir memutih meniup lilin ulang tahunnya.

"Aku ingin, Aya Himawari yang asli segera ditemukan. Agar jika aku pergi, ayah, ibu dan kakak tidak akan sedih. Aku juga berharap, Engkau memanggilku sebelum kedatangannya, karena aku bukan orang yang baik. Aku terlalu serakah akan cinta keluarga ini. Itu saja..." Harapan yang disebutkan dalam hatinya tanpa diucapkan, meniup lilin ulang tahunnya.

Hadiah pakaian baru dari ibunya. Peralatan makeup dari ayahnya, sedangkan sang kakak membelikan beberapa rambut palsu untuk adiknya.

Hari-hari yang indah dimana dirinya dapat berdandan secantik mungkin. Segalanya tetap sama seperti impian Aya Himawari.

Tapi rasa bersalah itu tetap ada, apa adik kandung kakaknya masih hidup? Apa putri kandung ayah dan ibunya menderita di luar sana?

Terkadang dirinya menatap ke arah pasien tabrak lari di rumah sakit, seorang gadis yang seusia dengannya."Apa mungkin itu Aya Himawari yang asli?" Itulah yang ada di benaknya penuh rasa bersalah.

Bahkan kala kakaknya membawanya keluar jalan-jalan dari rumah sakit saat keadaannya membaik. Seorang wanita penghibur seusia dengannya, berciuman dengan pria tua saat malam hari di area taman. Dirinya kembali berfikir."Apa Aya Himawari yang asli mengalami kehidupan seberat gadis itu? Apa dia harus menjadi wanita penghibur untuk bertahan hidup?" Kalimat yang tersimpan dalam hatinya menangis seorang diri penuh rasa bersalah.

Andai saja dirinya jujur kala mendapatkan pemeriksaan kesehatan saat sekolah menengah pertama bahwa golongan darahnya AB. Aya Himawari yang asli mungkin akan ditemukan lebih awal.

Membayangkan nona muda asli yang seharusnya dicintai oleh kedua orang tua dan kakaknya mengalami kehidupan yang buruk. Jika...yang tertinggal kata jika. Dari dirinya yang begitu egois, berusaha tersenyum di siang hari di hadapan keluarganya. Namun, menangis penuh rasa bersalah di malam hari.

Hati yang egois, namun hati yang juga terlalu baik. Karena sejatinya tidak ada hati yang memiliki kebaikan sempurna, kecuali malaikat.

Hingga tiba di akhir hidupnya. Semua orang panik dalam kebingungan. Emi, ibunya menangis terisak menatap beberapa dokter dan perawat yang menanganinya. Sedangkan Yoshida sang kakak memegangi ibunya. Yang meronta-ronta ingin terus bersama putrinya.

Bahkan ayahnya hari ini membatalkan perjalanan dinasnya. Alat bantu pernapasan masih terpasang menutupi mulut dan hidungnya.

Dirinya berusaha keras tersenyum memberikan salam terakhir yang tidak dapat diucapkan olehnya.

"Kakak, jangan hanya fokus bekerja. Carilah kekasih, kamu tidak selamanya akan hidup sendiri bukan?"

"Ayah, jaga ibu. Ibu memang egois, tapi sebenarnya ibu adalah orang yang paling peduli pada ayah."

"Ibu, jangan terlalu banyak bersedih untuk kepergianku. 21 tahun ini, terimakasih sudah mencintaiku."

"Kalian adalah keluarga bagiku. Aku bahagia, walaupun ini kebahagiaan yang tidak sengaja aku curi. Tolong, kalian juga berbahagia lah..."

Kalimat demi kalimat yang tidak terucap olehnya sama sekali. Napasnya benar-benar pendek, tidak dapat bicara sama sekali hanya sorot matanya menatap ke arah keluarganya yang dilarang mendekat.

Anak yang mati menghadap Tuhan, dengan bibir tersenyum, mata terbuka menatap betapa indah keluarganya.

"Maaf..." Ucap dokter, setelah memeriksa mata Aya Himawari, napas serta denyut jantungnya yang telah terhenti. Sang dokter memejamkan mata yang masih terbuka tersebut. Terbuka tanpa nyawa di dalamnya.

"Aya! Ibu ikut! Ibu ingin bersamamu! Yoshida! Kenapa diam saja! Ki...kita bawa adikmu ke Texas seperti rencanamu seminggu lalu. Katamu disana mungkin akan ada harapan." Ucap Emi mengguncang tubuh putranya yang hanya menunduk sembari terdiam. Air matanya mengalir, seorang adik yang begitu disayangi olehnya. Adik yang selalu berisik kini telah pergi.

"Emi, putri kita sudah tidak ada." Ucap Enlai.

"Masih ada harapan. Yoshida mengatakan masih ada harapan..." Emi berbalik menatap ke arah suaminya.

"Harapan ada jika orang itu masih hidup. Tidak ada rumah sakit yang dapat menghidupkan orang mati! Sadarlah!" Teriak Enlai, tapi istrinya hanya menatap dengan tatapan kosong. Perlahan air matanya mengalir. Tidak melawan atau membalas pelukan suaminya.

Kondisi mental yang terguncang. Kala menatap tubuh putrinya yang dibesarkan selama 21 tahun tertutup kain putih. Putrinya telah pergi ke Surga.

*

Sudah dua tahun sejak kematian Aya Himawari. Emi hanya terdiam, terkadang dapat diajak bicara. Terkadang pula tidak merespon.

Selalu menanyakan kapan Aya akan pulang dari les tari.

Namun, kini Enlai menggenggam jemari tangan istrinya, dalam pesawat tujuan Singapura."Aya Himawari-mu yang lain sudah pulang. Cintai dia ya?"

Tidak ada jawaban, wanita paruh baya yang menatap ke arah jendela pesawat. Bayangan awan yang indah. Betapa indahnya surga itu? Apa putrinya telah bahagia?

1
✨Susanti✨
😩😩 ga ada lanjutannya kah kak?
✨Susanti✨
ga kebayang malunya gimana 🤣
✨Susanti✨
drama keluarga ini benar-benar membagongkan 🤣
✨Susanti✨
ini dia hiu megalodonnya 🤣
✨Susanti✨
🤣🤣🤣🤣🤣
✨Susanti✨
🤣🤣🤣🤣
✨Susanti✨
ya ampunn bengekk 🤣🤣🤣😭
✨Susanti✨
semua baru berasa kalo dah hilang
✨Susanti✨
🤣🤣🤣🤣
✨Susanti✨
hadirrr
sukensri hardiati
dah tamat aja...
sukensri hardiati
itu istrimu bau matahari krn ikut cari nafkah...nggak pantes jadi guru...
sukensri hardiati
ketahuan sama yoshida
Dila Dilabeladila
ko ngegantung ceritanya
...
kisah ponakan nya Dimas di cerita Valentino
mimief
huaaaa
masa tamat begitu aja🙄😭😭😭

but
aku puas banget,Rafa ketulah sama omongannya sendiri ya ttg bapaknya

nice ending
beautiful story'
love full buat othorrrrr
aku makin padamu
mimief
mending jangan senyum ini orang
malah jadi takut kita
mimief
wah rame .
aku suka keributan ini
kuaci udah abis Ama othor,CK
bentar lagi farell Dateng
makin serruuuu
Fitri ahmad: benar kak kalau ayah dtg.... aq suka keributannn
total 1 replies
mimief
kalau mau nyari alesan..ada 1001 alesan buat selingkuh
tapi kalau mang dr sana nya kau setia
ada 1001 alesan buat kau setia
hidup itu pilihan bukan,sekali lagi?
mimief
lagian kampung yg aneh yaa
biasa pada celap celup sama bini orang apa
kok kyk gitu di normalisasi kan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!