cerita ini di mulai dari seorang gadis cantik bernama sindi..yang mempunyai pacar bernama alex
sindi dan alex menjalin hubungan selama 7 tahun ..
sindi sangat mencintai alex dan alex pun juga sangat mencintai sindi
hingga saat itu alex pun di perintah orang tua nya menikah dengan wanita yng mereka jodoh kan kepada nya .. karena wanita ini adalah anak teman papa nya alex yng mempunyai
banyak saham di perusahaan papa nya alex.. yang sangat lah kaya raya.. sehingga papa nya alex pun memaksa dan mengancam alex..untuk bunuh diri kalau alex tidak menuruti ke inginan nya
alex yang sangat sayang dengan orang tua nya pun menyetujui apa yng di katakan papa nya..
dia pun meninggal kan sindi.. dan menikah dengan wanita yng di jodoh kan papa nya kepada nya..
alex mempunyai sahabat bernama Tio.. dia menyuruh Tio untuk menikah dengan sindi karna alasan dia tidak mau sindi sakit hati terlalu dalam karena ulah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nandi ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
siang panas
bab 28
Sindi pun telah tiba di ruangan kerja Tio.
"Sin," ucap tio
" Iya, Mas," sahut Sindi yang hendak membuka rantang yang di bawa nya tadi.
"Kamu bawa makanan apa? kaya nya enak banget."
"Ini, Mas. Aku bawain sup ayam , sama ayam panggang , ayam goreng, ayam geprek, ayam KFC. Hehe! ma'af, Mas soal nya aku suka ayam. Jadi menu kita siang ini ayam aja ya, Mas," ucap Sindi cengengesan sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal.
" Iya, Sayang! apa aun yang kamu bawa kan. Aku pasti suka," sahut Tio sambil mencubit pipi Sindi .
Sindi pun tersipu malu. "Ya udah, Mas. Kita makan aja yuk," ajak Sindi kepada Tio. Sindi pun mulai menyendok kan nasi beserta sup dan ayam di piring Tio dan seketika porsi makan di piring Tio pun sangat banyak.
"Waduh, Sayang. Banyak banget sihh! nanti kalau aku gemuk gimana?" Tio sangat ter kejut dengan porsi makan nya, yang di buatkan Sindi.
"Ya gak papa lah, Mas! sekali-kali, kamu itu harus sehat dan kuat kalo mau bikin, Anak," ucap Sindi yang memaksa Tio agar makan lebih banyak.
Tio pun ber semangat sa'at mendengar ucapan Sindi yang mau bikin anak. Karna Tio juga sangat menginginkan seorang bayi yang mungil dan imutssss.
"Ya udah deh, Sin. Kalo kamu mau bikin anak, aku akan menghabis kan makanan ini," ucap Tio dengan semangat nya.
"Wkwkwkwkwk!" sahut Sindi.
Tio dan Sindi pun makan bersama, menikmati menu ayam yang di bawa kan Sindi tadi.
"Emmm nyamm, nyamm!" Tio pun menghabis kan makanan nya dengan tanpa sisa. "Enak banget, Sin, makanan nya. Siapa yang masak?"
"Aku Mas, yang masak. Di bantu sama bi minah, tadi kebetulan si Tori juga ikut bantu, jadi masak nya cepat selesai." Sindi pun memberes kan rantang dan piring yang kotor agar ruangan Tio kembali bersih.
"Sin."
"Iya, Mas."
"Tadi kan kamu bilang mau bikin anak? sekarang aja yuk. Mumpung di ruangan ini hanya ada kita berdua," ucap Tio sambil tangan nya yang mencoba nyosor kesana kesini.
"Uuuuugggghhh, Masss." Sindi pun mendesahh.
"Kenapa, Sin. Enak ya di gini'in," ucap Tio yang membelai Sindi, sambil tangan sebelah nya meremas bontelan melon kembar milik Sindi.
Walau pun merasa malu tapi Sindi tak bisa bohong. Sindi pun menjawab dengan jujur pertanyaan Tio.
"He'eh, Mas enak! campur geli-geli gituh, " sahut Sindi cengengesan.
"Kita mulai aja yuk, Sin." Tio pun ber jalan menjauh dari Sindi untuk menekan tombol kedap suara yang ber ada di ruangan itu dan mengunci pintu, agar tidak ada yang mengganggu mereka.
Tio menarik Sindi menuju ruangan istirahat nya, yang ber ada di ruangan kerja nya. Ada sebuah pintu di dalam ruangan kerja Tio, di dalam ruangan istirahat Tio. Sudah ada ranjang empuk, kamar mandi, dan toilet. Tio sengaja membuat ruangan istirahat nya agar ketika lelah dia bisa istirahat di ruangan itu.
Tio merebahkan Sindi di ranjang dan melucuti pakaian Sindi. Satu persatu kancing baju Sindi pun di lepas kan Tio.
kini Sindi sudah berbaring tanpa sehelai benang pun dan begitupun dengan Tio.
Hingga terjadilah hubungan antara suami dan istri itu dengan begitu panas nya. Di iringi suara desah men desah mereka berdua yang tengah di mabuk cinta.
***
Kini jam telah menunjukkan 04:30 sore.
Tio dan Sindi pun telah selesai dengan pergulatan mereka. Entah berapa ronde mereka melakukan nya, sehinga untuk ber nafas pun mereka ter engah-engah. Mereka pun istirahat sejenak karna sudah terlalu lelah.
"Makasih ya ,Sayangg kuhhh!" ucap Tio dengan senyuman bahagia nya, karna sudah di beri kan Sindi nikmat nya surga dunia itu.
"Iya sama-sama, Mas," sahut Sindi yang masih mengatur nafas nya..
Tanpa sadar Sindi dan Tio pun tertidur karena kelelahan.
Kringg kringg kringg
Telpon Sindi ber bunyi. Dengan mata yang masih berat Sindi pun mengangkat telpon itu.
"Iya, Haloo."
"Haloo, Nak kamu di mana? Mami dan Papi sudah ada di rumah kalian loh."
"Hahhh. Astagfirullah ... Miiii aku ketiduran di kantor nya mas Tio, tunggu ya, Mi. kami akan segera pulang."
" Iya, Nak. Kami tunggu ya."
Mami pun memutus sambungan telpon.
"Mas, Mass... Bangun, Mass."
" Huammmmm ... Kenapa, Sin?"
"Itu, Mas. Mami sama Papi sudah ada di rumah. Mereka nungguin kita!"
"Yaudah, kamu mandi dulu gihh," ucap Tio dengan tenang.
"Ihhhh, Mas Tio. Kelama'an kalo kita mandi gantian."
"Lahh, terus? "
"Mandi bareng aja, Mass! supaya cepet kasian Mami sama Papi kalo nunggu lama."
"Okeee." Tio pun ber semangat untuk mandi bareng Sindi. Karna Tio sudah merencanakan sesuatu ketika sudah ber ada di kamar mandi.
Lahhh kok semangat sekali sih dia, perasa'an ku mulai gak enak, batin Sindi.
Mereka pun mandi ber sama dan ber akhir
dengan satu ronde lagi. Karna Tio sudah ketagihan, alhasil Sindi pun mandi lagi.
Setelah selesai mandi. Sindi mempoles wajah nya dengan sedikit bedak dan lipstik yang ber ada di dalam tas nya. Agar wajah nya terlihat lebih segar.
"Sudah siap, Sin?" ucap Tio yang telah selesai lebih dulu.
"Iya, Mas... Ayo kita pulang," sahut Sindi yang sudah terlihat sangat cantik dan anggun.
Tio pun tak habis- habis nya memandangi Sindi yang terlihat sangat cantik. Namun Tio diam saja.
Tio menekan tombol kedap suara sekali lagi agar kembali normal dan membuka kunci pintu ruangan nya.
Cek lek ... Pintu pun di buka oleh Tio dan begitu ter kejut nya Tio ketika melihat beberapa karyawan kantor, ber ada di depan pintu ruangan nya.
"Astaghfirullah halazim."
"Kenapa, Boss? kok terkejut gitu? kaya lagi liat setan ajee," ucap Angga cengengesan.
"Elo itu lebih serem dari pada setan!" sahut Tio. Tio bingung kenapa para karyawan ini diam di depan pintu, sambil bawa karpet lagi, dengan santai nya mereka duduk lasehan di situ sambil makan cemilan.
"Kalian ngapain duduk di depan pintu ruangan saya?"
"Kami hanya mau bilang kalo hukuman dan kerja'an kami sudah selesai, Bos! sekarang kami mau pamit pulang sama, Bos. Tapi si Bos malah gak keluar-keluar dari ruangan nya. Jadi kami tungguin aja di depan pintu nya, Bos."
"Ya kalo mau pulang, ya pulang aja! ngapain malah nungguin saya?" sahut Tio kesal.
"Ya kan sebagai karyawan yang baik dan jujur kami harus ijin dulu kepada, Bos dan memberi tahu kalau hukuman kami telah selesai. Toilet-toilet di kantor ini semua sudah bersih dan kinclong, Bos!" sahut Angga dengan bangga nya.
"Ya udah kalo mau pulang ya pulang aja! atau mau saya tambah kan lagi hukuman nya?"
"Ehhhh jangan, Bos. Yaudah kami permisi dulu ya, Bos. Asalamualaikum."
"Waalaikumsalam." sahut Tio yang masih terlihat kesal.
jadi penasaran gimana lanjutan nx.. mantappp
pertahan kan orang yg sdh tulus mecintai mun sin..alex masa depan mu sin ,jd lah wanita yg kokoh ,setia
sma pasangan nya.gk mudah goyah..
lanjut thor