Jadwal Update : Sesuka hati🤣
Kenyamanan bekerja di sebuah perusahaan yg kita dambakan merupakan sebuah anugrah yg tidak dimiliki oleh semua orang. Namun, bagaimana jadinya saat kita sedang nyaman bekerja diusik oleh seseorang di masa lalu yg datang secara tiba-tiba dan mengacaukan kenyamanan kita dalam bekerja?
Syabila Aishah seorang Karyawati di sebuah perusahaan ternama bertempat di bagian devisi pemasaran. Dia baru saja bergabung dengan perusahaan selama enam bulan. Namun, kenyamanan bekerja sudah ia rasakan sejak awal bergabung dengan perusahaan. Sampai suatu hari, terjadi pergantian CEO Perusahaan oleh anak tunggal pemilik Perusahaan bernama Jovan Mahendra yg ternyata mantan kekasih Syabila sewaktu ia duduk di bangku SMA. Kebencian yg masih dalam diantara keduanya menyebabkan, hari-hari bekerja Syabila terusik oleh ulah Jovan yg dengan sengaja ingin membalaskan dendam terhadap kejadian di masa lalu.
Lantas hal apakah yg akan dilakukan Syabila untuk mengantisipasi ulah Jovan kedepannya?
Jangan lupa Like, Vote, dan Good commant nya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri febri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
Hai Kakak-Kakak semua jangan lupa yah buat like dan vote serta tinggalin jejak good commentnya! Biar aku selalu semangat update nya.
Happy reading guys
Akhirnya Sekitar 20 menit mereka sampai direstauran bintang 5 yg hanya dikunjungi oleh orang-orang tertentu. Disana sudah terlihat Hermawan dan Ayumi sedang duduk bersama.
"Yuk dah siap, kan?" tanya Jovan.
"Iya," ujar Syabila.
"Bentar-bentar rambut Kamu tuh," gerakan tiba-tiba Jovan membenarkan rambut Syabila yg berantakan akibat terkena angin saat berkendara tadi.
"Nih orang tingkahnya lama-lama bikin hati lumer aja." Batin Bila.
Tak lama mereka berdua pun bergegas segera masuk dan tiba-tiba tangan Jovan meraih kemudian menggandeng tangan Bila sontak membuat sang punya terkejut.
"Van lepas gak!" bentak Bila.
"Diem bisa nggak, biar keliatan deket ngerti gak sih," jawab Jovan pelan seraya tersenyum kepada para pelayan yg ia lewati.
"Hai Pah," Sapa Jovan
"Loe kok Kamu bawa dia sih Sayang," sambar Ayumi tiba-tiba.
"Gak nanya!" ketus Jovan.
"Loh kamu kan Sya, Sya ...," jawab Hermawan mengingat.
"Syabila Pak, Saya Kar ..." ucapanya tiba-tiba terpotong.
"Karyawan dikantor Om itu lho bawahannya Jovan." sambar Ayumi kembali.
"Duduk dong Ay, Kamu kok berdiri aja," ucap Jovan sembari menarik tangan Syabila untuk duduk disebelahnya.
"Hah kenapa sih panggilan itu lagi." Batin Bila.
"Hehehe, iya Pak ...," jawab Bila kikuk.
"Kok Pak sih ini bukan dikantor Ay, heran Aku sama Kamu deh masih aja sungkan dan satu lagi panggil Papah jangan Pak tp Om biar tambah akrab iya gak Pah," jawab Jovan yg tiba-tiba merangkul Syabila.
"Loe apa-apaan sih Van cari gara-gara," bisik Bila.
"Diem turutin aja apa kata gue," bisik Jovan
"Sayang kok Kamu kaya bau aroma jalanan sih," ucap Ayumi tiba-tiba.
"Kenapa loe gak suka yaudah pulang aja!" Ketus Jovan.
"Udah dong kita kan mau makan kenapa malah ribut sih," ucap Hermawan sembari memanggil pelayan.
"Oh iya Syabila Saya inget Kamu yg bekerja didevisi pemasaran itu kan," ucap Hermawan seraya tersenyum.
"Iii ... iya Om."
"kamu tau, Jordi sering cerita tentang Kamu dirumah. Dia bilang kamu anaknya mandiri, sopan dan juga rajin katanya Kamu sangat tepat jadi pendamping di ...," ucap Hermawan terpotong.
"Pah ... apaan sih kenapa tiba-tiba bahas bang Jordi," kesal Jovan yg langsung menaruh garpu dan sendoknya lalu pergi."
"Sayang Kamu mau kemana," ucap Ayumi sembari mengejar Jovan.
"Apasih ngikutin mulu!" bentak Jovan dengan penuh kekesalan sebenarnya ia sangat menginginkan Syabila yg mengerjarnya bukan Ayumi.
"Hah ... Kamu pake motor sejak kapan?" tanya Ayumi yg terkejut melihat Jovan menaiki motor.
"Kenapa gak boleh Hah!" ketus Jovan.
Disisi lain Syabila yg kaget melihat Jovan tiba-tiba pergi kemudian ia pun bergegas segera pamit kepada Hermawan untuk mengejarnya.
"Pak maaf, Saya kejar pak Jovan dulu yah," ujar Bila seraya tersenyum.
"Udah gapapa Syabila. Dia emang seperti itu tempramental," jawab Hermawan santai.
"Iya Pak. Saya permisi," ucap Bila kemudian berlari untuk mengejar Jovan.
"Pak ..." ucapnya dari kejauhan.
"Kok tiba-tiba pergi sih, kan kita baru aja mulai," ucap Bila sesampainya diparkiran.
"Males!" ketus Jovan.
"Bapak marah gara-gara ucapan pak Hermawan tadi," sanggah Bila.
"Cepet mau pulang gak. Saya cape mau istirahat," ucap jovan.
"Pak tadi padahal si Ayumi udah kesel banget tau mukanya tp kenapa Bapak tiba-tiba pergi sih," ucap Bila kembali namun, Jovan tak mengubrisnya sama sekali.
"Masih sempetnya Papah bahas bang Jordi padahal, kan dinner ini acara Gue, mana jodoh-jodohin si Bila lagi." Batin Jovan.
"Pak?" tanya Syabila.
"kenapa jadi kepikiran gini sih, cih." Batin Jovan yg penuh rasa kesal.
"Dari tadi Kamu tuh cerewet banget sih kenapa," ucap Jovan ketus.
"Itu rumah Saya sudah sampe," ucap Bila ketakutan melihat raut wajah jovan.
"Hah kok gak kerasa udah nyampe aja," ucap Jovan kemudian.
"Ya iya lah gak kerasa dari tadi bawa motor kaya mayat hidup." Batin Bila.
"Ayo Pak, masuk dulu," ucap Bila.
"Bil bisa gak sih jangan panggil Pak!" sentak Jovan tiba-tiba.
"Yg lebih bagus dikit, kan banyak lagian ini bukan dikantor kenapa gak panggil ...," ucapnya kemudian terhenti.
"Terus harus panggil apa?" tanya Syabila.
.
.
.
Tbc.
.
.
Biar gak ketinggalan setiap update nya jadiin novel ini sebagai novel favorit kalian yah.
Salam Author Bye🙂
INI MLH DIBANTU RIZAN, JTUH TU HARGA DIRI JOVAN..