NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI CEIRA: TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA

TRANSMIGRASI CEIRA: TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Status adik angkat tak pernah membuatku aman dari mereka."

​Bertransmigrasi ke tubuh figuran yang diangkat anak oleh keluarga Sterling, Ceira berniat kabur dari alur novel. Namun, jiwa barunya yang tangguh justru memicu obsesi gelap Kaiser dan King Sterling.

Satu tubuh adik angkat, dua raga kembar, dan empat jiwa penguasa yang terobsesi mengunci hidupnya. Lari bukanlah opsi saat jerat liar mereka sudah mengunci mati.

"Mampukah dia lolos dari jerat liar mereka?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan Pengintai dan Keputusan Sang Predator

​Deru helikopter patroli swasta yang melintas rendah di atas kawasan kampus seakan meredam sisa-sisa ketegangan yang masih menguar di udara. Di atas hamparan rumput taman belakang fakultas, pemandangan yang tersaji benar-benar di luar nalar akal sehat mahasiswa lain. Lima belas orang preman berbadan kekar berbalot jaket hitam tergeletak tidak berdaya, mengerang kesakitan dengan tulang patah dan luka lebam parah di sekujur tubuh mereka.

​Di tengah lapangan sunyi itu, Scarlett berdiri tegak dengan dagu terangkat tinggi tanpa menyisakan secercah rasa gentar pun. Manik mata merah pekatnya menyapu sekeliling dengan tatapan dingin, memastikan tidak ada satupun musuh yang masih mampu bangkit untuk melawan. Napasnya teratur, tanpa ada isak tangis maupun kepanikan yang mencoreng ketenangannya.

​“Hih, sekumpulan sampah menjijikkan!” umpat Scarlett dalam hati, menyuarakan rasa jijiknya terhadap preman-preman suruhan Clara tersebut. “Katakan pada si wanita bodoh itu, kalau dia berani mengirim anjing-anjingnya lagi, kita sendiri yang akan mendatangi kediamannya untuk merobek lehernya!”

​Seketika itu juga, Scarlett menarik kesadarannya mundur. Pendar merah pekat di netranya berangsur-angsur meredup dan kembali memudar, digantikan oleh warna cokelat jernih milik Ceira.

​Begitu kesadaran Ceira kembali mengambil alih, gelombang rasa sakit yang luar biasa dahsyat langsung menghantam sekujur tubuhnya. Lemas, pusing, dan nyeri akibat hantaman benda tumpul di bahunya tadi langsung mendera tanpa ampun. Meskipun wajahnya menyiratkan ringisan kesakitan yang hebat, Ceira menolak untuk mengeluarkan air mata. Ia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat hingga berdarah, menahan rasa sakit itu dengan sisa-sisa harga diri yang masih ia miliki. Ia bukan lagi gadis lemah yang akan cengeng meratapi nasib di setiap sudut ruangan.

​"Argh..." gumam Ceira tertahan, memegang bahunya yang membiru. Tubuhnya sempat limbung, hampir saja tersungkur jatuh kembali ke tanah jika saja sebuah tangan kekar tidak bergerak cepat menyambar pinggangnya dari arah belakang dengan cengkeraman posesif.

​Ceira mendongakkan kepala dengan tatapan tajam, mengira preman lain masih ada yang bangkit. Namun, manik matanya justru langsung terkunci pada sosok pria berjas gelap dengan rahang tegas dan tatapan mematikan yang sangat ia kenali.

​Kaiser.

​Atau lebih tepatnya, kesadaran Zero yang baru saja mengambil alih raga mereka dengan kecepatan kilat, tiba di lokasi kejadian tepat setelah pertempuran usai melalui jalur evakuasi khusus. Manik mata kelam Zero memindai kondisi fisik Ceira dari ujung kepala hingga ujung kaki, memastikan tidak ada luka serius yang mengancam keselamatan "istrinya".

​"Kau ceroboh, Kucing Kecil," bisik Zero rendah, suaranya terdengar dingin namun di saat yang sama menyiratkan letupan emosi posesif yang luar biasa membara. "Sudah kubilang, tidak ada tempat di luar sana yang aman untukmu."

​Ceira menatap pria itu lurus-lurus tanpa rasa takut. Alih-alih menciut atau menangis ketakutan seperti sebelumnya, ia justru mendengus dingin. "Bukan aku yang mencari masalah, tapi orang-orang suruhan wanita bodoh yang kalian pelihara di luar sana!" balas Ceira tajam, menegaskan bahwa ia tidak akan tinggal diam diperlakukan semena-mena.

​Zero menatap respons penuh perlawanan itu dengan binar mata yang semakin menggelap penuh ketertarikan. Tanpa membuang waktu, dengan satu gerakan mudah, ia mengangkat tubuh mungil Ceira ke dalam gendongannya, membawanya menjauh dari kerumunan mahasiswa yang mulai berdatangan dari kejauhan karena penasaran. Dua unit mobil pengawal khusus keluarga Sterling langsung merapat, membukakan pintu untuk membawa ratu mereka pulang ke dalam sangkar besi.

​Sementara itu, di lantai dua gedung utama, Zayn Al-Fayed yang sedari tadi menyaksikan seluruh adegan tersebut dari balik dinding kaca mengepalkan perlahan tangannya. Alih-alih merasa ngeri, senyuman miring penuh tantangan justru terukir di bibirnya. Melihat bagaimana Kaiser—atau para penguasa Sterling—begitu cepat merespons dan mengamankan gadis itu, membuat darah petualang Zayn mendidih.

​"Mereka mengurungnya rapat-rapat," gumam Zayn pelan pada dirinya sendiri, sementara bayangan manik mata merah Scarlett terus berkelebat di dalam benaknya. "Tapi singa betina itu tidak diciptakan untuk hidup di dalam sangkar besi. Dan aku akan memastikan, kamilah yang akan merobohkan sangkar itu dari luar."

​Zayn membalikkan badan, berjalan meninggalkan jendela kaca dengan langkah pasti, menyusun rencana besar yang siap mengguncang dominasi dunia bawah.

​Di belahan kota yang lain, kemewahan megah Mansion keluarga Clara mendadak diwarnai kepanikan luar biasa. Clara mondar-mandir di ruang tamu pribadinya dengan wajah pucat pasi setelah menerima laporan rahasia bahwa seluruh preman bayaran sewaan mereka gagal total dan kini diamankan oleh pihak kepolisian bayaran keluarga Sterling.

​"Ayah! Bagaimana ini?!" pekik Clara histeris kepada ayahnya yang duduk dengan wajah mengeras di sofa utama. "Lima belas orang preman bayaran kita tumbang dalam waktu kurang dari sepuluh menit! Dan anak buah keluarga Sterling sekarang sedang melacak aliran dana kita!"

​Ayah Clara menggebrak meja marmer dengan keras, rahangnya mengetat menahan amarah sekaligus ketakutan yang mulai merayap. Keluarga Sterling bukanlah lawan yang bisa diremehkan; mereka adalah monster yang menguasai nadi perekonomian dan hukum dunia bawah.

​"Tenanglah, Clara!" bentak Ayah Clara tegas, mencoba menutupi kegusarannya sendiri. "Jangan panik dulu. Kita masih memiliki satu kesempatan terakhir. Perjamuan besar sindikat lusa nanti adalah satu-satunya jalan keluar. Kita jalankan rencana cairan perangsang itu tanpa celah. Jika salah satu dari mereka terjebak, keluarga Sterling terpaksa harus menikahi dan melindungi posisimu!"

​Clara menelan ludah dengan susah payah, mengangguk kaku menyetujui rencana nekat tersebut. Ambisi gila untuk menaklukkan si kembar Sterling telah membutakan seluruh logika sehatnya, menyeret keluarganya masuk ke dalam jurang kehancuran yang telah digali sendiri.

​Kembali ke Kediaman Sterling, suasana di dalam kamar utama terasa begitu hangat namun mencekam secara bersamaan. Ceira baru saja selesai mendapatkan perawatan medis darurat dari dokter pribadi keluarga. Luka lebam di bahunya telah diolesi salep khusus, dan ia kini berbaring di atas ranjang king-size mengenakan piyama tidur sutra yang lembut.

​Kaiser—yang kesadarannya kembali mengambil alih—duduk di tepi tempat tidur, menatap lurus ke arah Ceira yang membuang muka ke arah jendela dengan ekspresi keras kepala.

​"Besok, aktivitas kuliahmu dihentikan sementara," ucap Kaiser dingin tanpa bantahan. "Tidak ada lagi alasan untuk keluar dari mansion ini sampai perjamuan besar lusa malam tiba."

​Ceira menolak menunduk. Ia berbalik menatap Kaiser tajam, memancarkan sorot mata menantang yang membuat sang penguasa dunia bawah terpaku sejenak. "Kalian tidak bisa terus-menerus mengurungku seperti tahanan politik! Aku manusia, bukan burung peliharaan yang bisa kalian perlakukan sesuka hati!"

​Alih-alih marah, sudut bibir Kaiser justru terangkat membentuk seringai tipis. Pria itu meraih dagu Ceira dengan lembut namun tegas, memaksa gadis itu mempertahankan tatapannya. "Di dunia ini, keselamatanmu adalah hukum mutlak, Ceira. Dan setelah apa yang dilakukan gadis bodoh dari keluarga Clara serta ancaman dari Zayn Al-Fayed... aku tidak akan mengambil risiko apapun."

​Sebelum Ceira sempat membalas argumen tersebut dengan kata-kata pedasnya, daun pintu kamar terbuka perlahan, menampilkan sosok Lucid—alter ego dari King—yang melangkah masuk dengan senyuman misterius di bibirnya.

​"Biarkan dia mendebat sepuasnya, Kaiser," suara bariton Lucid mengalun tenang, mendekati sisi ranjang yang lain. "Karena lusa malam, di hadapan seluruh petinggi dunia bawah pada perjamuan agung, kita akan menunjukkan kepada semua orang—termasuk Audrey dan Clara—siapa ratu mutlak yang memegang takhta di sisi keluarga Sterling."

1
xuer jinghao
lanjut semangat kak 💪😍
namice: 😘😘😘, siap kak, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan juga supportnya 😘😘😘💪🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Irsyad layla
kok jadi penakut sih padahal kemarin berani loh
namice: karena ceira memiliki sisi rapuh kak, nanti akan ada dimana masa lalu Ceira kenapa memiliki alter ego kak😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku kaj😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
xuer jinghao
lanjut semangat kak 💪
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak supportnya dan juga telah membaca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹💪
total 1 replies
°RhaiKen™
gak sabar pengen adegan bucin nya para tuan ni sama Scarlett dong kak 🤭🤭✌️💞💞
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Syadza
Aaaa lanjut kam thorrr, semangat moga update nya byk ya😍
xuer jinghao
lanjut semangat kak 😍
xuer jinghao
lanjut semangat kak 😍💪
xuer jinghao: sama'
total 2 replies
Irsyad layla
lagi thor GK cukup 1
namice: 😍😍😘😘😘, sudah aku kirim satu bab lagi kak😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Irsyad layla
up banyak banyak lah thor nggak cukup ini
namice: 😄😄, nanti aku tambahkan satu bab kak.... terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹
total 1 replies
Restu
kasihan clara😭😭😭
namice: 😄😄, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Restu
lanjut........
namice: 😍😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Restu
good
namice: 😍😍😘😘😘😘, terimakasih banyak ya kak bintangnya 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 6 replies
Restu
semangat Thor......lanjut
namice: 😘😘😍, terimakasih support dan terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 3 replies
Restu
mampir thor.jangan setengah jalan thor🙏
aku tunggu👍👍👍👍
semangat......
Restu: sama-sama
total 2 replies
°RhaiKen™
/Scare//Scare/ ngeri nya KLO jdi MC cwe..
gak jdi tuker tempat ma kamu ah..atutt 🤣🤣🤣🤣 jiwa halu ku meronta 😩😩
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
°RhaiKen™
Keren abis pokonya...
namice: 😍😘😘🌹 dan ❤️ rose🌹 dan love ❤️ untukmu sekebon juga😘😘😘
total 5 replies
°RhaiKen™
Makin seru ceritanya..🥰🥰
aahhh...gak sabar up lgi..👏👏👏
namice: 😘😘😘... terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Adidatur Rizki
kok sama sih ka,
namice: maaf kak salah kirim, sudah aku hapus dan aku ganti🙏🙏, terimakasih banyak ya infonya 🙏🙏🙏
total 1 replies
Syadza
lanjut secepatnya dongs🥰
Semangat
namice: 😍😍, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku.. besok aku update doubel kak..ini novel baru tapi setiap hari nanti aku doubel up.. terimakasih banyak ya kak 😘😘😘😍😍😍
total 1 replies
Feni sang penulis novel
saya izin memberikan komentar ya dan saya izin memberikan bintang 5 kita saling bantu aja ya kak saling mendukung aja karya kita masing-masing
Feni sang penulis novel: terima kasih atas sukanya kak boleh kak di sebarluaskan ke teman-teman dari aplikasi kakak bawa novel saya yang berjudul jalan menuju masa depan tolong promosikan oleh kakak dari novel kakak pun akan dipromosikan oleh saya ke teman-teman saya terima kasih kak assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!