Nalendra Adiwijaya terpaksa menerima perjodohan dengan Kinan Artanegara, karena kekasih hatinya kabur di hari pertunangan mereka.
Kinan yang sudah lebih dulu jatuh cinta pada Nalen sejak usia remaja pun begitu bahagia saat bisa menikah dengan pria itu.
Sayang, indahnya pernikahan yang diimpikan oleh Kinan bertolak belakang dengan pernikahan yang dia jalani bersama dengan Nalen.
Karena sikap acuh Nalen, Kinan pun harus merasakan kesakitan dan kecewa yang teramat mendalam karena kerap di abaikan oleh suaminya sendiri.
Lalu, bagaimana dengan nasib pernikahan Kinan dan Nalen? Saat masa lalu Nalen kembali. Bahkan di saat Kinan belum bisa meluluhkan hati sang suami??
yukk simak kisah mereka di sini....
Bantu follow ya...
ig :author_triyani
tiktok :triyani_87
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CAS.Bab 27
...🌸🌸🌸...
...~Happy Reading~...
*
Jantung Kinan kian berdetak kencang saat Nalen berjalan mendekati dirinya dengan keadaan tubuh yang hanya berbalut handuk yang dililit di pinggang. Sedangkan bagian atasnya, dibiarkan terbuka dan mempertontonkan tubuh kekar dan berotot milik Nalen.
Kinan menelan saliva nya dengan susah payah saat Nalen sudah berdiri di depan nya dengan jarak yang begitu dekat. Hingga aroma sabun yang Nalen pakai pun menyeruak masuk ke dalam indra penciuman milik Kinan.
"I_ini baju nya Mas," ucap Kinan menyodorkan satu set piyama yang akan digunakan oleh Nalen malam ini.
"Iya, terima kasih. Sana, mandilah setelah mandi kita makan malam." Jawab Nalen sambil mengambil piyama yang ada di tangan Kinan.
"Iya Mas," dengan langkah cepat, Kinan pun langsung berlari menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tidak lupa Kinan juga membawa serta baju ganti yang akan dia pakai di dalam kamar mandi. Masih terlalu kaku dan terlalu canggung untuk melakukan itu di depan Nalen.
Meski keduanya sudah sepakat untuk rujuk, namun. Masih butuh proses hingga mereka sampai di titik yang paling intim.
*(Jadi yang berharap Kinan dan Nalen unboxing. Mohon bersabar karena semua masih butuh proses ya. Hihihi)
Nalen sendiri hanya bisa tersenyum tipis saat melihat tingkah Kinan saat ini. Di mana Gadis itu masih terlihat malu-malu dan canggung saat berhadapan dengannya.
Sepeninggalan Kinan yang sudah masuk kedalam kamar mandi, Nalen pun segera memakai pakaian nya yang tadi diberikan oleh Kinan. Sambil menunggu istrinya selesai dari kamar mandi, Nalen terlihat membuka laptop untuk memeriksa beberapa pekerjaan yang dia tinggalkan karena harus menghadiri sidang mediasi bersama dengan Kinan.
Dan setelah 30 menit berlalu, akhirnya Kinan pun terlihat keluar dari dalam kamar mandi sudah dengan pakaian tidur yang lengkap.
"Sudah?" Tanya Nalen sembari menutup laptop nya saat Kinan berjalan mendekatinya.
"Iya, sudah." Jawab Kinan masih merasa canggung saat berhadapan dengan Nalen dalam mode baik dan juga lembut.
"Kalau begitu, kita makan sekarang ya? Sepertinya makan malam nya juga sudah siap," ajak Nalen yang di angguki oleh Kinan.
"Boleh," jawab Kinan singkat.
"Ya sudah, ayo,"
Deg
Jantung Kinan menari nari saat tangan Nalen terulur lalu menggenggam erat tangan Kinan untuk membawa gadis itu pergi menuju ke lantai bawah.
Dimana Bi Marsih sudah menyiapkan makan malam spesial untuk keduanya. Keduanya tampak berjalan bergandengan tangan menuju ke ruang makan.
Melihat itu, Bi Marsih pun ikut merasa senang. Akhirnya, majikan nya itu kembali bersama dengan istrinya. Setelah drama Kinan yang pergi dari rumah lalu menggugat cerai sang suami karena sudah tidak tahan lagi dengan sikap Nalen yang cuek dan abai terhadapnya.
"Selamat malam, tuan, nyonya. Mari, makanan anda sudah siap," sambut Bi Marsih saat Kinan dan Nalen tiba di ruang makan.
"Iya Bi, terima kasih." Jawab Kinan cukup terharu dengan sambutan yang diberikan oleh Bi Marsih untuk keduanya karena memutuskan untuk rujuk.
"Silahkan menikmati makanan nya, Bibi tinggal dulu ya tuan, nyonya," lanjut Bi Marsih yang meninggalkan pasangan yang baru saja berdamai itu untuk menikmati makanan nya berdua saja.
"Sini Mas, biar aku ambilkan makanan nya," ucap Kinan mengambil piring milik Nalen setelah mereka tinggal berdua saja, karena Bi Marsih sudah beranjak pergi ke kamar nya yang ada di bagian belakang rumah itu.
"Mau makan sama lauk yang mana Mas?" Tanya Kinan saat melihat jika di atas meja tidak hanya ada dua macam lauk, melainkan ada lima macam lauk yang dimasak oleh Bi Marsih untuk makan malam keduanya.
"Pilihkan saja, aku akan makan apapun yang kamu berikan." Jawab Nalen yang memang bisa makan apa saja, tanpa pilih pilih makanan.
Meski terlahir dari keluarga kaya, namun Nalen dididik cukup keras hingga Nalen tidak diperbolehkan memilih makanan. Harus makan apa yang ada di rumah.
Buah, daging, dan sayur semua harus Nalen makan dan harus Nalen sukai sebagai tanda rasa syukur karena telah diberikan rezeki untuk makan. Begitulah pesan Mama Reni dan juga Papa Andra terhadap Nalen.
Dan akhirnya, meski Nalen anak tunggal dan lahir dari keluarga kaya. Namun Nalen tidaklah semanja anak anak orang kaya lain nya. Bahkan tidak jarang Nalen akan makan di warteg jika tengah dalam tugas lapangan.
"Ini makanan nya, silahkan di makan," Kinan pun menyerahkan kembali piring milik Nalen yang sudah terisi penuh oleh makanan.
"Terima kasih," jawab Nalen saat Kinan menyediakan makanan di depan nya.
Keduanya pun mulai makan dalam diam, lebih tepat nya sama sama bingung harus memulai pembicaraan tentang apa saat mereka bersama seperti ini.
Hingga pada akhirnya membuat keduanya sama sama terdiam. Bahkan sampai acara makan malam berakhir pun tidak ada yang memulai pembicaraan.
"Sudah, biarkan saja. Biar Bi Marsih yang akan mencucinya besok. Ayo, lebih baik kita istirahat saja," ucap Nalen menarik tangan Kinan lalu membawanya kembali ke kamarnya saat Kinan akan memulai mencuci piring kotor bekas makan keduanya.
Kinan sendiri tidak bisa protes dan hanya bisa mengikuti keinginan dari suaminya itu. Kecanggungan pun kembali mereka rasakan saat keduanya tiba di dalam kamar.
Kedua nya terlihat salah tingkah dan tidak tahu harus berbuat apa di saat mereka hanya berdua saja di dalam ruangan itu.
Drrrtttt
Drrrtttt
Di tengah tengah suasana canggung dan kikuk. Tiba tiba ponsel Nalen berbunyi, menandakan ada panggilan masuk ke dalam ponsel itu.
Nalen pun berjalan mendekati nakas untuk mengambil ponsel miliknya yang terus memekik mengeluarkan bunyi yang cukup nyaring.
Nalen pun terlihat menghela nafas panjang saat melihat nama si penelpon yang masuk ke dalam ponselnya. Nalen pun menyimpan ponselnya yang masih mengeluarkan bunyi itu kembali di atas nakas tanpa berniat mengangkat sambungan telepon itu.
"Siapa Mas? Kok nggak diangkat?" Tanya Kinan saat melihat Nalen mengabaikan telepon yang masuk ke ponsel pria itu.
"Pak Anto, sudah biarkan saja. Besok Mas akan bicara dengan nya di kantor. Ayo, lebih baik kita tidur. Ini sudah malam," jawab Nalen sembari merangkak naik ke atas ranjang nya, bersiap untuk tidur.
Sementara Kinan sendiri masih berdiri mematung tidak jauh dari ranjang. Kinan terlihat bingung dan ragu ragu saat Nalen mengajak nya untuk tidur di ranjang yang sama.
"Kenapa melamun? Ayo sini, kita harus istirahat," lanjut Nalen saat melihat Kinan hanya diam di tempatnya.
Akhirnya, dengan perasaan yang tak karuan dan juga dengan jantung yang berdebar kencang. Kinan pun mulai melangkahkan kakinya mendekati ranjang. Lalu mulai merangkak naik ke atas ranjang tepat di samping Nalen yang sudah berbaring di sana.
Sreettt
Kinan tersentak kaget saat Nalen menariknya hingga gadis itu jatuh terjerambab masuk ke dalam pelukan pria itu.