Terlahir menjadi anak orang kaya raya pemilik Qolb Corporation pengusaha di bidang perhotelan. Zhafira Pradipta Qolb memilih hidup sendiri tanpa nama besar ayahnya menjalani kehidupan biasa.
Ketika menjalani kehidupan biasanya dia bertemu dengan Barra yang berhasil merebut hatinya namun bagaimana jika ada pria mapan dan tampan yang sudah mengincarnya sedari lama ingin memiliki Zhafira yang sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zha..., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
supraise
....
Kesokanya benar saja Zhafira langsung menuju ruangan ceo, Zhafira tipe pemimpin yang keras, dan sesuai dengann ucapannya, setelah beberapa hari berlalu Faderiel sudah mulai menerima kenyataanya, hubungan nya sudah membaik denga Zahfira, Nina juga mereka bersikap profesional kala dikantor, dan menjadi selayaknya kawan saat diluar kantor .
Penyelenggaraan pesta penyambuatan direktur baru pun berjalan lancar, Zhafira tampil elegan dalam pesta yang di hadiri berbagai kalangan dari kolega bisnis saudara pemuka negeri dan berbagai perusahaan yang mungkin akan bekerjasama kedepanya, pesta yang di hadiri hampir seribuan, tak luput media televisi dan surat kabar, berjalan lancar dan sukses.
Selama sebulan wajah Zhafira mondar mandir di tabloid bisnis, dan berbagai surat kabar dan berita televisi, seorang gadis bilioner yang berotak cerdas meraih posisi dengan kerja keras, tak hanya itu berbagai ekskutif pembisnis dari berbagai penjuru berbondong bondong melamar Zhafira, hingga membuat Stevanus kewalahan, siapa sangka niat Stevanus memperkenalkan ahli waris malah menjadi ajang pencari jodoh.
Siapa yang tidak tertarik dengan gadis cantik pintar kaya raya, membuat para pelamar pun tidak main main kalah ganteng dan berstatus tinggi bahlan seorang pangeran pun sempat mengutarakan keinginanya secara langsung di media, namun jawaban tetap sama Zhafira tidak ingin cepat cepat.
Hingga 3 bulan berlalu pemberitaan sudah mulai menghilang rumor pria tampan yang berbondong bondong melamar juga sudah tenggelam karna tak satu pun yang mendapatkan tanggapan dari Zhafira.
Hubungan nya dengan Faderiel nina dan Gladist semakin baik pertemannya, dengan Federik juga namun tetap pada pendriannya Federik yang selalu berusaha mendekati Zhafira dengan arogan dan kerasnya, dan hubungan dengan Barra malah lebih dekat.
....
"Kurasa hari ini sudah cukup zhaf, kau tak berencana pulang" ucap Meka menghmpiri Zahfira dimeja kerjanya yang tengah membaca beberapa dokumen ditangannya.
"Sebentar lagi" seraya melihat jam ditangnya sudah menunjuk pukul 9 malam.
"pulang lah dulu 10 menit lagi aku pulang"
"Akan ku suruh rio dan rian kesini menemanimu"
Zhafira tak bersua dia masih fokus dengan dokumen didepannya, hingga tepat pukul 10 malam Zhafira menyelesaikan pekrjaannya, keluar dari perusahaannya di dampingi Rio dan Rian yang setia mengawal Zhafira.
Didalam mobil Zhafira merasa kelelahan hingga tertidur, sesampainya di mansionnya Rio dan Rian tak berani membangunkan nonanya yang tertidur kelelahan, hingga akhirnya setelah 25 menit menunggu Zhafira terbangun.
"Kenapa kalian tidak membangunkan ku"
"Kami tidak berani nona, anda terlihat lelah"
Zhafira keluar dari mobil dan memasuki rumah nya.
SUPRAAAAAISSSSSSS....
Teriak semua orang yang berada diruang tamu Zhafira, sudah tersaji berbagai makanan dan minuman serat hiasan pesta kecilan.
Zhafira terkejut dan benar benar tersadar dari kantuknya, bahkan dia sendri lupa hari ini hari ulang tahunnya, ada papa Stevanus ada kak Zhafran beserta keluarga ada Meka beserta anak dan bi Dina ada Nina Gladist dan Faderiel, teman teman nya dan team Barra tak lupa rumah mungil itu terlihat ramai.
Zhafira berjalan mendekat dan mendapat berbagai kecupan pelukan selamat, pesta dimulai tengah malam itu bercanda bergurau.,
"Meka kau merencanakannya"
"Semua ini ide tuan stevanus, jika di buatkan pesta pasti kau tak berkenan, aku undang saja yang kiranya dekat dengan mu, "
"Sini peluk papa" ucap Stevanus menengadahkan tanganya Zhafira pun menyambut hangat pelukan papa yg begitu hangat.
"usia yang semakin matang, cepat pilih pendamping zhaf, papa sudah capek selalu beralasan pada pria pria yang serius melamar mu, tapi kau belum memikirkan keaarah itu" ucap Stevanus karena sampai sekarang pun masih saja ada teman atau kenalan yang meminta Zhafirà kepada nya secara terang terangan.
"Papah, oke akan ku fikirkan setelah ini" ucap Zhafira yang disambut ceria semua penghuni pesta.
Benar saja Zhafira suka perayaan yang sperti ini berkumpulnya orang orang tersayank, tak perlu undang banyak orang tak penting cukup orang orang yang Zhafira kenal dan nyaman berada di dekatnya, bener-bener peata yg disukai Zhafira.
...
Pagi jam 7 Zhafira selesai berenang di belakang, pesta semalam tidak menyurutkan semangat Zhafira pagi ini menjaga tubuhnya tetap bugar, dia lalui rutinitas seperti biasa tepat pukul delapan Zhafira sudah di dalam mobil menuju kantor QC.
Seperti biasa kedatangan Zhafira di sambut ramah securty dan resepsonis di lobi, tak ada yang berbeda hal biasa yang dilaluianya senyum tipis yang Zhafira balas utuk karyawannya.
Sesampainya dilantai 19 Zhafira berjalan menuju ruangnya melirik sekilas Meka sudah berada di meja depan ruangnya, Zhafira memasuki ruangan dan menutup kembali terlihat ada seseorang duduk membelakanginya yang tengah duduk didepan meja kerjanya, dan kursi itu memutar menampakan pria gagah berjamban tipis tengah duduk dengan buket bunga mawah merah yang merekah.
Zhafira mengatur nafasnya untuk berjalan dan melewati pria itu, selalu dia merasa gugup untuk berhadapan dengannya, iya %ederik lelaki tampan yg sudah terang terangan menyukai Zhafira sejak lama, namun masih danggap sebelah mata oleh Zhafira.
Derik meletakan buket itu tepat dihadapan Zhafira.
"Pesta nya sudah selesai, kau terlamabat" ketus Zhafira.
"Aku tau, aku hanya ingin hadir sendri untuk mu"
"Kau pembual" Zhafira melingkarkan kedua tangnya didada.
"Aku tak ingin berhadapan dengan pria itu kau tau"
Derik berjalan menuju shofa di ikuti Zhafira di belakangnya dan duduk berhadapan.
"Kenapa kau sangat membencinya, kau punya dendam pribadi" tanya Zhafira.
"tidak, aku tidak bisa membencinya tetapi aku menyimpan dendam yang tidak bisa dibalas"
"dendam... apa kesalahanya "
"aku tak ingin menjawabnya"
"Dia lelaki baik, kau harus lebih mengenalnya" ucap Zhafira membolak balikan berkas yang dibawa Derik tadi.
"Aku jauh lebih baik darinya"
"Kau terlalu percaya diri tuan derik"
"Oke dinner tonight, "
"maaf, ada makan malam bersama papa nanti malam"
"baiklah lain kali kau tak boleh menolak"
Menyerahkan dokumen tadi kepada Derik, Zhafira berdiri dan kembali duduk ke meja kerjanya, Derik berjalan meninggalkan ruangan direktur.
Kemudian Meka memasuki ruangan dan membacakan agenda hari ini yang berakhir di restoran prancis pertemuan dengan presiden direktur Milean Crop.
...
Disebuah rumah makan mewah, tempat pertemuan Zhafira dengan direktur Milean Crop, membicarakan kerjasama baru antara kedua perusahan yang sedang ingin saling terikat.
"Nona zhaf kerjasama yang baik, anda begitu memahami pokok masalahnya saya sangat paham dengannpe jelasan anda, kerja cepat yang memuaskan" tutur direktur Milean.
Seorang pria berusi 30 tahun tampan berkarisma sopan, namun tetap tak ada tatapan tertarik dari Zhafira berbeda dengan bebrrapa wanita penikmat makanan di restoran tersebut yang sedari tadi mencuri pandang terhadap teman bisnisnya, Zhafira bersikap profesional tak ingin mencampur adukan masalah pekerjaan dengan pribadi.
"Saya berusaha yang terbaik untuk perusahan saya, tentunya untuk kedua belah pihak sama sama di untungkan bukan" jelas Zhafira.
pertengahan cerita sedikit bosan
dilanjut karena penasaran endingnya ternyata bagus ceritanya, mungkin karena kurang menikmati saja saya hehe...
tatanan bahasanya keren
ceritanya bagus tapi kayanya hanya berputar² di peran laki² yang memperebutkan zafira
agak bosan sedikit sampe sini hehe
semangat aja Thor berkarya