Dien Moretz adalah sarjana pengangguran yang selalu gagal dalam wawancara kerja, karena memiliki kekurangan bibir sumbing yang menyebabkan komunikasinya tidak lancar dan dianggap sebuah beban. Suatu hari saat sedang mencari pekerjaan, tiba-tiba ada monster yang muncul dan memangsa orang-orang. Dien yang selamat akhirnya menyadari bahwa ada dunia lain, dunia yang berbeda dari yang dia jalankan selama ini. Dien yang tertarik dan tidak mendapatkan pekerjaan akhirnya memilih menjadi bagian dari dunia tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YT FiksiChannel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Steven
Sebagai praktisi spiritual lima elemen Freya mengalirkan energi spiritual ke pistolnya memanfaatkan angin untuk memperkuat daya kecepatan dan daya rusak peluru pistolnya. Freya melepaskan tembakan yang sangat cepat dan merusak dari dalam layaknya angin yang meledakkan balon. Tembakan Freya menghancurkan batu besar yang dimuntahkan roh jahat tersebut.
Freya memanfaatkan sinar matahari menciptakan peluru api untuk memperkuat daya rusak pelurunya.
DOR!
Roh jahat ikan buntal menghindar, lalu bergerak cepat menyerang dengan memuntahkan belasan paku tajam layaknya menembak.
Freya terus-terusan menghindar, lalu menjauh menjaga jarak, dan melepaskan tembakan pada roh jahat ikan buntal di setiap kesempatan yang dia dapatkan.
“Sudah 10 menit, waktunya aturan berubah.” Freya tersenyum.
“Kecuali kecepatan peluru, kecepatan dilarang disini!” Pekik Freya dengan moncong pistol diarahkan kepada ikan buntal.
Roh jahat itu dipaksa bergerak pelan, membuat gerakan larinya begitu lambat, seakan-akan kecepatannya diambil paksa.
DOR!
Freya melepaskan tembakan, menghancurkan setengah tubuh roh jahat ikan buntal yang tidak sempat berubah menjadi gumpalan energi dan berpisah.
“Seperti itu! Wanita itu berhasil mengenai tubuh aslinya.” Ucap pak tua semangat melihat keberhasilan Freya menembak roh jahat tersebut.
“Ya ampun, dia wanita yang hebat dan jenius. Dia akan menjadi praktisi spiritual wanita yang sangat kuat dan berbahaya, lebih berbahaya dari muridku yang bodoh!” Ucap pak tua memuji Freya.
Aamon hanya mendengus kesal.
Freya kembali melepas tembakan dan benar-benar menghancurkan tubuh roh jahat tersebut.
“Kau punya dua pilihan. Menjadi budakku atau mati!” Ucap Freya memberikan pilihan kepada roh jahat yang regenerasi, lalu kembali melepas tembakan sebelum regenerasi roh tersebut sempurna.
Roh jahat ikan buntal tidak menjawab, namun dari tatapan matanya orang tahu bahwa dia sangat marah dan membenci Freya.
Tubuh roh jahat ikan buntal yang regenerasi perlahan-lahan pulih, melihat itu Freya siap melepaskan tembakan untuk menghentikannya. Ikan buntal mulai menggembungkan diri dengan sangat lambat akibat pembatas buatan Freya.
Freya menyipitkan mata, siap melepaskan tembakan.
Tiba-tiba seseorang muncul di belakang roh jahat ikan buntal, lalu mencengkram kepala iklan buntal dengan tangannya yang diselimuti energi spiritual.
“Yap. Terima kasih atas kerja kerasnya. Mulai sekarang aku ambil alih.” Ucap pria tersebut dengan senyuman.
Ikan buntal yang menggembung perlahan-lahan meramping. Tubuhnya yang hancur berhasil regenerasi dan pulih seperti tidak pernah hancur.
Entah apa yang dilakukan pria berpakaian hitam kepada roh jahat ikan buntal hingga mampu membuat ikan itu tenang dan tidak bisa melawan balik.
“Kau siapa?” Tanya Freya mengarahkan moncong pistolnya dengan lambat kepada lawannya tersebut.
“Sial! Aku belum bisa merubah aturan!” Batin Freya kesal sendiri akibat pembatas yang dia buat membuatnya lambat bergerak.
Steven tersenyum kecil, lalu menghilang dan muncul di depan Freya dengan melepas pukulan telapak tangan. Freya terhempas dan memuntahkan darah, membentur beberapa pohon hingga patah, dan berakhir di sebuah rumah warga.
“Kamu tidak perlu tahu.” Ucap Steven tersenyum dingin, lalu menghilang dari kehampaan.
Penghuni rumah langsung menjauh dari Freya. Mereka tidak ingin terlibat pertempuran antar praktisi.
“Untung aku sudah menyebarkan ramuan ketakutan di sekitar sini.” Ucap Freya melihat penghuni rumah kabur ketakutan, karena efek ramuan ketakutan yang dibuat khusus untuk memastikan warga biasa secara naluri menjauh dari lokasi pertarungan yang melibatkan praktisi spiritual.
Aturan yang ditetapkan Freya membuat orang yang lari seperti berjalan dan orang yang berjalan seperti melangkah pelan.
Freya mengeluarkan lentera ingatan untuk mengambil ingatan mereka yang sesuai. Hal itu dilakukan untuk memastikan keberadaan praktisi spiritual tidak diketahui masyarakat luas.
Setelah melakukan itu Freya menatap dimana Steven sebelumnya berada.
“Orang itu… tidak terpengaruh Otoritas Aturan?” Batin Freya menganalisis kekuatan lawan.
“Tidak!” Freya menggeleng kepala menolak analisanya.
“Aturan tidak bisa dilawan, apalagi aturan yang mempengaruhi semua orang termasuk aku sendiri. Orang itu sepertinya menggunakan teknik teleportasi. Iya, dia pasti menggunakan teknik teleportasi untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat mengabaikan dan menipu aturan.” Gumam Freya menemukan masalahnya.
Freya menghela nafas dan membatalkan aturannya. Dia mengeluarkan sebotol ramuan penyembuh dan meminumnya.
“Ah benar juga. Kenapa aku tidak membatalkan aturannya agar bisa bergerak cepat. Sialan!!!” Freya menyadari kebodohannya.
Aamon yang bisa bergerak normal tanpa terikat aturan dengan cepat sudah berada di depan Freya yang terluka parah. Terlihat Freya sembuh setelah menenggak ramuan penyembuh, wanita itu tersenyum kepada Aamon yang menatap dingin.
“Maaf! Aku membuat roh jahat itu diambil orang lain.” Freya tersenyum canggung dan meminta maaf.
“Kau harus mengganti semua kerugian ku.” Aamon tidak peduli dan meminta ganti rugi atas semua miliknya yang hilang.
Rumah warga, pinggir jalan desa.
Dien yang sedang berlatih mengolah energi spiritual tiba-tiba merasakan tekanan energi spiritual yang sangat besar. Dien segera mencari siapa pemilik tekanan energi spiritual tersebut, dan menemukan seorang pria berpakaian hitam.
“Mudah sekali! Aku mendapatkan roh ini tanpa melakukan usaha apapun. Haha.” Gumam Steven tertawa senang.
Steven menarik tekanan energi spiritualnya yang digunakan untuk menekan roh jahat ikan buntal, karena sang target sudah tenang dan tidak memberontak lagi.
“Roh itu… bukankah itu penyebab anomali di desa ini?” Gumam Dien fokus melihat roh ikan buntal yang dibawa Steven.
Roh jahat ikan buntal itu terlihat berada di sebuah sangkar segi empat, sebuah sangkar yang terbuat dari energi spiritual.
Dien langsung menghentikan langkah Steven.
Wajah Steven kehilangan senyumannya untuk sesaat sebelum kembali tersenyum dengan senyuman menyapa orang tak dikenal.
“Ada apa tuan menghentikanku?” Tanya Steven sopan dan merendah.
“Apakah kamu penyebab anomali di desa ini?” Tanya Dien langsung memastikan.
Steven mengerutkan kening dan bertanya dengan kebingungan. “Anomali? Apa maksudmu, tuan?”
Dien menunjuk roh ikan buntal yang dikurung dalam sangkar energi spiritual.
“Kau tidak bisa menipuku, karena aku seorang praktisi spiritual.” Ucap Dien apa adanya.
Faktanya selain praktisi spiritual atau orang yang sedikit istimewa, tidak ada seorangpun yang bisa melihat roh. Steven yang pura-pura tidak tahu, membuat Dien berpikir Steven menganggapnya manusia biasa yang tiba-tiba bertanya hal random.
“Sobat, kau siapa dan dari organisasi praktisi mana kamu berasal? Jangan-jangan kau adalah praktisi liar atau praktisi yang berasal dari organisasi jahat?” Tanya Dien menatap tajam menyelidik.
“Haha. Kau tidak perlu tahu, yang harus kau tahu adalah aku berhasil menangkap roh ini dan membantu kalian menyelesaikan tugas. Bersyukurlah dan jangan menghalangi jalanku.” Ucap Steven tertawa jaim.
Steven sebenarnya berniat menyerang, namun karena malas membuatnya memilih negosiasi dan menghindari pertarungan yang tidak berguna dan sia-sia.
Steven melangkah pergi, melewati Dien yang membiarkannya untuk pergi.
“Aku anggap kau praktisi liar.” Ucap Dien berbalik badan.
Tusukan tajam!
Tiba-tiba Steven melancarkan tusukan tajam ke wajah, beruntung Dien reflek menghindar dengan menarik kepalanya ke belakang. Dien melompat mundur, lalu melepaskan pukulan angin yang diperkuat energi.
Steven tiba-tiba sudah berada di belakang Dien dan melancarkan tusukan terarah ke jantung.
“Itu hampir saja.” Ucap Dien menghindar sedikit ke samping.
Pukulan!
Pukulan!
Tangkisan!
Pukulan!
Dua orang itu saling serang dan tangkis hingga berakhir mundur menjaga jarak satu sama lain. Tiba-tiba belasan tombak tanah meluncur dari bawah, mengincar Dien yang menghindar dengan susah payah.
“Semburan naga api!” Pekik Steven melancarkan semburan api yang membakar apapun.
Dien menciptakan dinding energi.
“Praktisi spiritual lima elemen atau diatasnya?" Batin Dien menebak kekuatan dan tingkat lawannya tersebut.
“Di dunia praktisi spiritual yang kejam dan penuh bahaya perbedaan tingkat antar praktisi memang tidak menentukan hasil pertarungan secara mutlak, namun tetap saja praktisi lebih rendah tidak bisa melakukan beberapa hal yang bisa dilakukan praktisi diatasnya. Ini sangat sulit.” Batin Dien mengingat buku “Dasar-dasar dunia spiritual” pemberian kapten Medi, sekaligus buku pedoman bagi praktisi pemula sepertinya.
“Tapi aku tidak akan mundur!” Dien memang tidak yakin bisa mengalahkan Steven, namun dia percaya diri menahan Steven hingga Aamon dan Freya datang membantu.
Setelah pertarungan yang intens Steven memilih mundur menjaga jarak.
“Aku menyadari satu hal… kamu tahu setiap pergerakanku.” Ucap Steven dengan petir menyelimuti tangannya.
Steven mengangkat telunjuknya dan mengarahkannya ke Dien, menunjuk jauh ke dalam jiwa Dien.
“Kamu kemungkinan memiliki insting yang sangat kuat atau memiliki kemampuan yang sesuai. Melihat masa depan misalnya.” Ucap Steven tersenyum lebar seakan-akan menemukan rahasia besar lawannya tersebut.
Bersambung.