NovelToon NovelToon
Camelia

Camelia

Status: tamat
Genre:Kontras Takdir / Tamat
Popularitas:64.5k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Seorang gadis desa yang di jerumuskan oleh ayah tirinya sampai harus bekerja di rumah bordill. Camelia, 16 tahun benar-benar merasa muak bekerja di rumah bordill itu, dia merasa dia harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan pada gadis muda yang bekerja di sana karena paksaan seperti dirinya. Camelia ingin merubah aturan kehidupan di desa Muara itu. Dia tidak ingin lagi melihat ada wanita yang nasibnya sama dengannya. Dia ingin menutup semua rumah bordill di desa itu, bahkan di desa-desa yang lain. Meski tidak mudah, tapi Camelia tidak akan pernah menyerah sampai nafas terakhirnya untuk mengangkat derajat kaum wanita di desanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Gandara pergi dengan membawa seluruh hartanya dan barang-barangnya. Juga semua pengawalnya, Gandara menoleh sekilas ke arah lentera malam. Wanita tua itu tidak bisa membiarkan wanita yang pengalamannya rendah, yang tadinya hanya sarang kembang yang selalu dia siksa jika tidak menuruti perintahnya, mempermalukan dirinya seperti ini.

Gandara bahkan berjanji di dalam hatinya kalau dia tidak akan pernah membiarkan Camelia hidup tenang. Lentera malam, tidak akan pernah mendapatkan tamu. Itulah yang sedang di rencanakan Gandara.

Gandara kembali ke rumahnya, dimana dulu dia belum menjadi apa-apa dan hanya menjadi seorang wanita yang bekerja di sebuah pabrik rokok. Awal mula Gandara bisa membuka sebuah Lentera malam itu juga karena kelicikannya, dia menjual temannya sendiri pada seorang mandor.

Mengetahui kalau dengan menjadi seperti itu dia akan mendapatkan banyak uang maka terpikirlah olehnya untuk membuka sebuah rumah bordill yang memang saat itu belum banyak di desa muara.

Dia mengajak teman-temannya yang dia jebak sendiri untuk bekerja kala itu. Sampai persaingan di dunia seperti itu semakin ketat maka dia pun mulai pergi ke desa-desa lain kemudian mencari gadis-gadis muda dan mengiming-imingi keluarganya dengan uang yang banyak kalau mereka mau menjual gadis-gadis muda dari keluarga mereka ke Lentera malam. Dan jadilah lentera malam seperti sekarang.

Gandara memegang kuat cangkir tehnya yang baru saja dia minum. Dia kesal, ini tidak bisa memikirkan kenapa dia sampai kecolongan seperti itu. Bagaimana bisa dia tidak tahu kalau Camelia diam-diam telah mengumpulkan banyak sekali pasukan. Dan yang sebanyak itu, bendera memang tidak pernah menyangka kalau Camelia akan mendapatkan uang sebanyak itu.

Tapi karena memang semuanya sudah terlambat jadi kendara hanya bisa untuk menghancurkan bisnis Camelia. Gandara memanggil semua anak buahnya yang tersisa dan meminta mereka untuk menunggu di perbatasan jalan di mana tamu-tamu akan pergi ke Lentera malam. Gandara menginginkan anak buahnya mengancam dan kalau mereka para tamu itu tidak mendengarkan apa perkataan dari para anak buah bandara tersebut, di antara bahkan akan bertanggung jawab untuk beberapa orang yang tewas pada malam itu. Sangking kesalnya dia pada Camelia. Gandara bahkan tidak peduli lagi berapa uang yang harus dikeluarkan untuk bisa menghancurkan bisnis Camelia.

Tapi sayangnya, usaha yang dilakukan oleh Gandara itu percuma saja. Camelia bahkan tidak membuka Lentera malam, malam ini.

Camelia, justru mengumpulkan semua kembang dan para pelayan yang setia kepadanya di aula utama.

Pertanyaan pertama yang kami lihat ajukan kepada para kembang dan para pelayan itu adalah.

"Jika kalian masih ingin di tempat ini, maka tinggallah. Tapi jika kalian ingin pergi, maka pergilah. Lentera malam, yabg dikenal sebagai rumah bordill akan aku tutup mulai malam ini. Tempat ini akan menjadi tempat kursus, menjahit, dan membuat kerajinan lain seperti aksesoris perhiasan berupa anting, kalung dan gelang juga tas dan juga selendang sulam" kata Camelia yang mendapat saran itu setelah berunding dengan Laila dan Hani.

Para kembang tempat terkejut tapi ada kebahagiaan di wajah mereka, mereka saling berbicara satu sama lain.

"Benarkah?"

"Ini artinya kita tidak harus menjadi kembang lagi?"

"Kita bisa kembali ke desa? ke keluarga kita?"

"Aku tidak percaya ini?"

Beberapa kembangnya masih punya keluarga mereka sangat senang karena mereka bisa kembali ke keluarga mereka masing-masing dan tidak harus menjadi wanita penghibur lagi.

Namun sebaliknya, lagi pada kembangnya tidak punya keahlian dan sudah tidak punya keluarga lagi mereka justru merasa bingung.

"Aku tidak punya keahlian, aku juga tidak punya keluarga, aku harus apa?"

"Benar, kita tidak tahu gak lain selain melayani para tamu"

"Lagipula kalau kita kembali ke desa, apa warga desa di tempat kita mau menerima kita yang sudah kotor ini?"

Pertanyaan itu terdengar oleh Camelia. Dia merasakan hal yang sama. Tatapan para warga di desa tempat dirinya tinggal dulu juga sama seperti apa yang dikatakan oleh wanita yang terakhir bertanya.

Tatapan mereka memang seolah jijik dan ingin menghindari jauh-jauh Camelia. Hal itu pasti juga dirasakan oleh semua kembang nanti jika mereka pulang kembali ke desa mereka masing-masing.

"Sebab itu aku katakan, jika ingin tinggal. Maka tinggallah, akan ada yang mengajari kita menjahit, membuat pakaian, menyulam selendang dan perhiasan, untuk sementara sebelum usaha kita itu bisa menghasilkan uang maka segala keperluan kalian akan ditanggung oleh lentera malam" kata Camelia yang memang belum memikirkan nama lain untuk usaha yang akan dia rintis nanti.

Semua itu terdengar begitu menyenangkan di telinga mereka, mereka sangat senang dan mereka menyambut itu dengan sangat antusias mereka sudah bisa membayangkan bagaimana mereka tidak perlu melayani para pria namun mereka tetap mendapatkan uang untuk mereka simpan dan kebutuhan mereka.

Keesokan harinya, kabar tutupnya Lentera malam sudah terdengar oleh beberapa rumah bordill lain. Tentu saja, hal itu tidak luput dari campur tangan Gandara.

Dia memerintahkan anak buahnya untuk menyebarkan isu kalau Camelia telah menghasut semua kembang untuk memberontak.

Bahkan Gandara juga mengatakan kepada para pemilik rumah bordill lain untuk hati-hati dan waspada, karena bisa saja Camelia meminta anak buahnya untuk menghasut ke para kembang yang bekerja di rumah bordill mereka juga. Dan hal itu membuat tiga orang pemilik rumah bordill lain mendatangi Camelia dengan sikap yang tidak bersahabat.

Mereka berteriak diluar lentera malam, dengan membawa banyak anak buah. Membuat semua wanita yang tinggal di lentera malam menjadi panik dan ketakutan.

Namun, Camelia tetap tenang dan menyambut mereka dengan sopan.

"Apa maksudmu, kenapa kamu menghasut para kembang yang bekerja di sini untuk melawan Gandara? apa maumu? mau merusak bisnis kami?" tanya Bulan, pemilik rumah bordill istana kembang.

"Jangan macam-macam kamu, kamu pikir kamu bisa bertahan sampai sekarang kamu hanya modal para kembang saja, tidak ada orang kuat di belakang kami? kami bisa membakar tempatmu ini sekarang juga!" gertak Salome, pemilik rumah bordill Anggun.

Mendengar semua ancaman dan gertakan dari para pemilik rumah bordill lain, Camelia tetap tenang. Padahal Laila dan Hani yang berdiri di samping kanan dan kiri Camelia sudah pucat dan gemetaran. Mereka tahu, kalau semua ancaman dan gertakan yang disampaikan oleh para wanita itu benar-benar bisa mereka lakukan.

Camelia malah tersenyum melihat para pemilik rumah bordill lain itu.

"Apa yang sudah Gandara katakan pada kalian? aku menghasut? jadi dia tidak katakan, kalau dia menjual lentera malam ini padaku?" tanya Camelia.

Para pemilik rumah bordill lain itu saling pandang. Apa yang dikatakan oleh Camelia itu mustahil rasanya.

"Mana mungkin kamu punya uang sebanyak itu?" tanya bulan.

"Jadi kalian tidak pernah dengar, kalau aku Camelia, adalah satu-satunya kembang di desa ini yang bisa menghasilkan 150 ribu bahkan 200 ribu dalam semalam?" tanya Camelia membuat ketiga pemilik rumah bordill itu tercengang.

Camelia harus membuat mereka percaya dengan hal itu. Jika tidak mungkin mereka juga akan mengincar rumah makan yang di miliki Camelia, dan Camelia tidak bisa membiarkannya. Di tambah Jeky yang tidak ada kabar selama beberapa waktu ini. Camelia merasa lumayan tertekan, ternyata dia masih sangat jauh dari cita-citanya. Menutup lentera malam, hanya awal dari semua masalah yang akan dia hadapi nantinya untuk sampai pada mimpinya.

***

Bersambung...

1
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
up
kiran
kenapa tidak dilanjutkan ceritanya 😭😭
Asti •§͜¢•🦢🍒
Camelia 👍💪
Asti •§͜¢•🦢🍒
Camelia semoga selamat 🤲
Saliha
Suka banget sama cerita ini
Afika
Sangat menyukainya novel ini
Yulia
Suka benar lah sama novel ni
Rieke
Luar biasa
Marimar Perez
Suka banget
Muhamad Bardi
tidak bisa berkata apa apa kak thor aq terharu banget😭😭😭😭😭 sama perjuangannya camelia, akhirnya camelia bisa memuwujudkan impiannya🤧🤧🤧🤧
Asti •§͜¢•🦢🍒
rasakan
Asti •§͜¢•🦢🍒
sangat menarik 👍👍👍
Muhamad Bardi
udah cerain aja jie istri kaya gitu mah dia ga pantas jadi pendamping hidup kamu, semoga kedepannya kamu mendapatkan kebahagian🤲🤲
Muhamad Bardi
rasain kamu cokrodima riwayatmu telah berakhir, dan hukuman seumur hidup itu pantas kalian dapatkan..
semangaaat camelia aq yakin kamu pasti pemenangnya💪💪💪👍👍👍
Anonim
Jeky tdk dipeluk Camelia. Jeky juga berjasa lho Camelia. Kl tdk menikah kan tdk jd bisa kandidat.
Ninis
Suka sekali, sama Camelia dan Laila dan Hani juga dan Adjie juga
Nudu
Terus semangat berkarya nya, bagus kak
Wisyia
Kisah Camelia ini bagus, menginspirasi
Qiara
Bagus, kerja bagus kak
Jasmine
Ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!