NovelToon NovelToon
SANG PEMBURU KEGELAPAN

SANG PEMBURU KEGELAPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:424
Nilai: 5
Nama Author: AL

Mengerahkan segenap kekuatannya, Arya menyerang Alam Dewa!

Awalnya Arya ditugaskan para dewa untuk memburu Pangeran Kegelapan yang telah menciptakan berbagai teror di dunia. Namun, di balik tugas ini, ada konspirasi yang busuk!

Para dewa rupanya berusaha melenyapkan keabadian dan kekuatan sang ayah yang ada di dalam dirinya. Kelak Arya akan memimpin perang melawan para dewa. Di perang besar ini dia akan menunjukkan kehebatan dan kesaktiannya yang tiada tara!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SPK 21

Arya melepaskan tali yang mengikat pedang di punggungnya. Setelah itu dia melemparkan pedang langit ke arah Ki Santoso.

Dengan sigap, Ki Santoso menangkap pedang langit yang melayang kepadanya. Setelah memeriksanya sebentar, dia baru percaya jika Arya tidak berniat buruk kepadanya.

"Sekarang katakan padaku apa tujuanmu kemari?"

"Aku ingin bicara denganmu, Ki," balas Arya. Tatapan matanya menunjukkan sikap bersahabat.

Ki Santoso menghela napas perlahan. Setelah itu dia melemparkan pedang langit kembali kepada Arya. Pengalamannya mengatakan jika sosok pemuda itu tidak memiliki niat buruk kepadanya.

Pemuda bermata sipit tersebut menangkap pedangnya lalu melontarkan senyumnya kepada Ki Santoso. "Apakah sekarang kau sudah percaya padaku, Ki?"

Ki Santoso mengangguk, "Masuklah ke dalam!"

Senopati Mandala kagum dengan cara yang dilakukan Arya untuk meluluhkan hati Ki Santoso. Padahal jaminannya adalah pedang pusaka andalannya bisa saja dimiliki Ki Santoso, andai lelaki tua itu memiliki niat buruk.

Arya dan Senopati Mandala memasuki rumah kecil yang rapi dan tertata itu. Di dalam hanya ada tikar pandan yang tergelar di lantai tanpa ada properti lain seperti meja kursi ataupun yang lainnya.

Arya duduk bersila berhadapan dengan Ki Santoso, sedang Senopati Mandala duduk di sampingnya.

"Aku minta maaf jika kemarin sudah berniat buruk kepadamu," ucap Ki Santoso tiba-tiba.

"Aku sudah memaafkanmu sejak setelah kejadian kemarin, Ki. Aku tahu kau tidak pernah punya masalah denganku. Kau melakukan itu hanya karena dibayar," balas Arya. Tak lupa senyum tersungging di bibirnya menambah hangatnya suasana pertemuan kali ini.

Ki Santoso terkejut dengan betapa mudahnya Arya memaafkan dirinya. Lelaki tua itu berdiri kemudian masuk ke dalam. Tak lama dia keluar lagi sambil membawa kendi yang terbuat dari tanah liat dan 3 gelas bambu.

"Silahkan diminum, hanya ini yang aku punya di rumah ini," ucapnya, seraya meletakkan kendi dan gelas yang dibawanya di atas tikar.

"Apa kau selalu tinggal di sini, Ki?" tanya Arya. Tangannya menuang air ke dalam 3 gelas bambu, lalu memberikannya kepada Ki Santoso dan Senopati Mandala.

"Aku selalu tinggal di rumah ini jika tidak ada yang membutuhkan jasaku," jawab Ki Santoso pelan, tatapannya tertuju kepada Senopati Mandala yang langsung menundukkan kepalanya.

"Aku penasaran denganmu, Ki. Kau memiliki organisasi jasa pembunuh yang cukup terkenal, dan pastinya bayaran yang kau terima tidak sedikit. Tapi kenapa kau masih tetap tinggal di rumah kecil ini dengan penuh kesederhanaan?"

Ki Santoso mendesah kuat. Matanya menerawang menatap atap rumahnya yang terbuat dari daun pandan. "Sebenarnya, aku tidak pernah sekalipun memakan hasil dari jasaku membunuh," ucapnya lirih.

Arya terkejut, begitu juga dengan Senopati Mandala. "Apa kau tidak berbohong, Ki? Lalu kemana hasil yang kau dapatkan selama ini?"

"Aku memberikannya semua kepada orang-orang yang membutuhkan. Mereka yang hidupnya di bawah garis kemiskinan di kerajaan ini sangat banyak," jawab Ki Santoso sebelum menghembuskan napas berat.

Arya menatap mata Ki Santoso lekat-lekat. Dia tidak melihat ada tanda-tanda kebohongan di dalamnya.

"Aku dengar dulu kau adalah pejabat istana, tapi kenapa kau mengundurkan diri dan mendirikan organisasi Iblis Kematian yang dari namanya saja begitu menakutkan?"

"Sebagai pejabat, aku tidak bisa bergerak mendapatkan uang untuk membantu mereka-mereka yang membutuhkan bantuanku. Hampir setiap berkeliling ke daerah-daerah, aku melihat anak kecil yang menangis kelaparan. Hatiku berontak melihatnya, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa," jawab Ki Santoso. Tatapan matanya nanar menggambarkan kepedihan yang ada di dalam pikirannya.

"Jadi karena itu kau mendirikan Iblis kematian? Bukankah ada jalan lain untuk mencari uang?" tanya Arya lagi. Dia butuh penjelasan lebih banyak sebelum mengambil kesimpulan.

"Ada, tapi tidak bisa cepat menghasilkan uang. Jika harus menunggu uang datang, berapa banyak nyawa yang mati kelaparan di luar sana?"

Arya berpikir cepat merespon keluhan yang disampaikan Ki Santoso.

"Jika aku bisa meyakinkan Paduka untuk membantu rakyatnya yang kelaparan di luar sana, apakah kau mau kembali ke istana dan menjadi pejabat lagi?"

Ki Santoso terhenyak. Raut mukanya menunjukkan keterkejutan yang begitu besar.

"Jika kau mau kembali ke istana, aku akan meminta paduka menjadikanmu patih menggantikan Mahasura," lanjut Arya.

Senopati Mandala terkejut. Hatinya ingin protes dan berontak karena merasa dia lebih pantas menduduki jabatan patih, tapi kemudian dia sadar jika Arya sudah menyelamatkan nyawanya dari kesalahan besarnya.

"Apa kau yakin bisa meyakinkan Paduka?" tanya Ki Santoso.

"Kalau aku tidak yakin, kenapa aku berani memberimu harapan?" Arya tersenyum lebar.

Ki Santoso diam untuk sejenak. Berikutnya dia mengangguk setuju dengan permintaan Arya.

"Baiklah. Jika aku sudah berhasil meyakinkan Paduka, nanti Tuan Senopati akan menyusulmu kemari," ucap Arya.

Senopati Mandala kembali dibuat terkejut, tapi dia tidak bisa membantah sedikitpun karena rasa takutnya kepada Arya begitu besar.

Setelah berbasa basi sebentar, Arya berpamitan kepada Ki Santoso untuk kembali ke istana.

Sekeluarnya dari rumah Ki Santoso, Arya bisa bernafas lega. Dari pengakuan yang diberikan lelaki tua itu, Arya yakin jika Ki Santoso sangat layak menjadi Patih kerajaan Kanjuruhan. Jiwa seperti Ki Santoso-lah yang nantinya akan membuat kerajaan Kanjuruhan semakin berkembang.

Dua hari dalam perjalanan, akhirnya Arya dan Senopati Mandala tiba di istana kerajaan Kanjuruhan.

Putri Citra berlari menyambut Arya yang baru memasuki pintu gerbang istana. Rasa rindunya kepada pemuda itu begitu besar dan serasa tak bisa digantikan oleh apapun.

"Kenapa kau lama sekali?" Putri Citra memasang wajah cemberut.

Arya menggaruk kepalanya. "Bukannya cuma empat hari?"

"Empat hari itu lama buatku! Kenapa kau tidak peka sebagai lelaki?" Putri Citra memasang wajah cemberut dengan bibir yang sedikit dimajukan.

Arya semakin bingung dan tidak paham dengan maksud Putri Citra. Wajar saja jika Arya seperti itu. Selama ini dia tidak pernah bergaul dengan wanita manapun, kecuali ibunya. Jadi dia tidak bisa memahami perasaan Putri Citra yang menaruh hati kepadanya.

"Ayo kita masuk, ada yang mau aku bicarakan dengan ayahmu."

"Apakah sepenting itu?" Gadis cantik itu semakin cemberut.

"Ini demi kerajaan Kanjuruhan juga. Setelah aku bicara dengan Paduka, nanti kau bisa ke kamarku dan kita bicara sampai puas, bagaimana?"

"Janji tidak berbohong?"

Arya mengangguk. Senyuman yang tersungging di senyumnya membuat putri Citra melayang ke langit ketujuh.

Setelah berada di dalam aula, Arya menceritakan semua tentang pertemuannya dengan Ki Santoso. Tak lupa pemuda itu juga menyampaikan alasan hingga Ki Santoso mengundurkan diri dari jabatannya.

Raja Gajayana merasa bersalah mendengar cerita Arya. Dia merasa gagal sebagai raja yang harus bisa mensejahterakan rakyatnya.

"Baiklah, Arya. Sesuai permintaanmu, aku akan mengangkat Santoso sebagai Patih kerajaan Kanjuruhan menggantikan Mahasura. Selain itu, dia nanti juga yang akan berwenang untuk menangani masalah yang terjadi pada rakyatku."

1
anggita
like👍, 2x☝☝iklan. untuk dukung novel laga nusantara
anggita
bocah kuckuk🤔🤭😅
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
🚬🗿☕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!