cerita cinta seorang gadis remaja dengan cinta masa lalu nya. namun berbagai hal menghalangi kisah cinta mereka. banyak konflik di antara mereka hingga keyla gadis remaja itu bertemu cinta di negara yang berbeda.
apakah cinta pertama keyla akan kembali ?? atau mungkin itu hanya cinta pertama yang tidak harus memiliki??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imas Gustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Paham
~○~
Ku berjalan menuju ruang makan, ku coba mencari ian dengan pandanganku di ruang makan. tak terlihat ian duduk di sana hanya sheila dan keluarga ian serta omma.
"Hey brayen!! Key!! Sini makan bareng" ujar sheila
Keluarga ian dan omma menoleh ke arah kita.
" kalian gak sama ian tadi" ujar omma
" emang ian kemana omma " tanyaku
"Tadi ian pergi katanya ada urusan bentar" jawab omma
Sebenarnya dia pergi kemana dan kenapa dia pergi gak mencariku dari tadi,apa memang dia benar benar lupa sama aku.
Terus ngapain aku berjam jam dandan untuk kencan sama dia agar tampil baik di depannya namun hasilnya kayak gini.aku harus jadi orang ke 2 di depan mereka.
"Kalian berdua sini duduk makan dulu sampai kapan kalian berdiri terus" ujar omma
"Iya omma" ujar ku
Aku dan brayen berjalan menuju tempat duduk kosong di sebelah sheila . Namun tak segera ngambil makan kita hanya terdiam saling menatap ntah apa yang ingin di bicarakan brayen padaku.apa mungkin dia tau perasaanku sedang gundah.
"Kenapa kalian tetap diam, ini ayo makan" ujar sheila dengan mengambilkan nasi serta lauk untukku
" baiklah aku makan, tapi kamu apa gak makan"ujarku mencoba baik pada sheila agar tak menimbulkan salah paham di keluarga ini. Aku tau semua disini sayang sama sheila kalau aku cari gara gara pasti mereka semua marah berbalik membenciku. Aku harus tetap tenangkan suasana. Harus coba lebih tahan hati .
"Oya ian tadi bilang ke kamu gak mau kemana" ujar sheila
Gimana aku jawabnya kalau aku bilang "gak" dia pasti semakin memanfaatkan keadaan dan pasti mengira aku lagi berantem sama ian. Aku harus cepat berfikir.agar dia tak curiga padaku.
"Di bilang aku cuma pergi sebentar ada urusan dengan temanya kayaknya urusan penting dia terburu buru tadi" ujarku dengan menatap brayen agar tidak berbicara apa apa.brayen seakan mengerti kode yang aku berikan dia tetap diam dan makan sambil melihat ku dan sheila berbicara .
" tapi kenapa kamu tadi tanya omma ian kemana" ujarnya
Kenapa aku merasa sheila semakin memojokkanku ya.kayaknya dia ada maksud tertentu bertanya padaku. aku harus tetap tenang dan jangan sampai kebawa emosi.
" ou tadi aku kira omma tau dia ada urusan apa" ujarku
"Ya udah kamu lanjut makan dulu aja key" ujar sheila
" baiklah" ujarku
" oya nanti kamu pulang di antar brayen, cewek gak boleh pulang malam sendirian. Berubung ian masih ada urusan kamu di antar brayen dulu" kata omma
"Baik omma" ujarku dengan tersenyum pada omma agar omma gak curiga kegundahan hatiku
"Brayen kamu harus antar tunangan kakak kamu sampai rumahnya, dia kan juga akan jadi kakak iparmu nanti"ujar omma
" siap omma, pasti aku akan antar kakak ipar sampai dengan selamat tanpa lecet sedikitpun" ujar brayen dengan senyum senang
Kita sumua pun asyik ngobrol sampai lupa sudah jam 11 malam.namun ian juga tak kunjung tiba ntah di mana dia.
~○~
PROV IAN
Key sebenarnya kamu dimana? kenapa dari tadi aku cari kamu sepanjang jalan gak ada. ku coba datang Ke rumahmu tapi kata pelayan kamu belum pulang sebenarnya dimana kamu key.
Coba hubungi kamu hp kamu gak aktif dari tadi. Jangan bikin aku khawatir seperti ini.
apa ku coba hubungi siska aja siapa tau dia sama key.
tutt...tutt...
"hallo" ujar siska
"ka kamu sama key gak?"ujarku
"bukanya dia sama kamu kenapa kamu malah tanya ke aku"ujar siska
" gini key tadi dia pergi ntah kemana dan sekarang aku lagi cari dia"
"sebenarnya kalian ada apa, key pergi pasti ada sesuatu yang nyakitin hatinya gak mungkin key pergi gitu aja.sampai aku tau kamu nyakitin dia aku sebagai sahabat key gak akan tinggal diam sahabat aku di sakiti gitu aja" ujar siska dan langsung menutup telfonya
key kemana kamu, maaf mungkin tadi aku terlalu sibuk sama sheila.Bentar kenapa aku gak kepikiran tanya pelayan di rumahku si. Kan setiap sudut rruangan dan arah keluar gerbang ada cctv juga kenapa gak kepikiran dari tadi.ku pun memutuskan memutar balik mobil untuk kembali ke rumah dengan kecepatan tinggi.mulai ku bejalan menuju ke ruang cctv, ku lihat setiap detail rekaman cctv selama 2 jam tadi. Kalau memang dia keluar dari rumah pasti akan terlihat di luar.ku coba lihat satu persatu rekaman cctv yang ada di monitor, membuatku terkejut seketika apa yang aku lihat.
ternyata dari tadi ia di taman bunga duduk sendirian, mungkin apa aku yang salah tadi biarin dia sendiri , kenapa aku gak ingat kalau dia pasti jalan jalan di sekitar rumah gak mungkin pulang duluan.terus ku lihat rekaman itu sampai satu jam lebih dia masih di situ dan ku melihat kenyataan yang beda ternyata brayen ada di sana apa mungkin mereka bertemu di taman karna aku gak mungkin cari dia di taman mmdia tau kalau aku alergi sama bunga.ternyata itu sebab kamu pergi key diam diam kamu bertemu sama brayen. Kalau memang itu maumu baiklah key. Ku coba tuk iklhaskan semua semoga kalian bisa bahagia. aku kira itu semua salahku namun ternyata kamu juga begitu di belakangku.
krekk...
terdengar pintu terbuka, ku pun langsung menoleh ke belakang.
"sheila!!" ujarku
"ian ternyata kamu disini, kamu coba lihat apa" ujar sheila dengan berjalan mendekat ke arahku
"bukanya itu tunangan kamu, kenapa dia berduaan di taman sama brayen.apa mungkin mereka ada hubungan khusus.mereka begitu mesra berdua seperti sepasang kekasih dan juga tadi brayen juga dengan senangnya nganterin key pulang" ujar sheila
"key di antar sama brayen? dengan nada keras
,maaf aku harus pergi dulu. lebih baik sekarang kamu tidur lagian juga udah malam" ujarku
ku pun membalikkan badan dan melangkah pergi, sheila tiba tiba memelukku dari belakang.
" ian jangan pergi aku tau kamu terluka jangan sembunyiin semua dari aku kita kan teman,kalau ada masalah di hatimu cerita ke aku" ujar sheila
" aku pun melepaskan tangan sheila dari pinggangku dan mulai ku tatap matanya .
"shel mungkin suatu hari aku akan cerita tapi sekarang izinkan aku sendiri dulu,aku mau nenangin pikiran ku" ujarku
"baiklah " ujar sheila dengan langsung sigap mencium bibirku dengan lembut. ku pun melepaskan ciumannya dan pergi ninggalin dia tanpa sepatah kata pun.
"waktu liburan sekolah nanti aku akan ajak kamu pergi liburan kamu harus ikut ya" ujar sheila dengan berteriak ke arahku yang mulai menjauh.
ku pun mendengar ucapanya namun tetap berjalan pergi tanpa menjawabnya.
semua sekarang beda ntah aku akan bisa menerima kenyataan atau tidak .mungkin semua akan berubah di makan waktu. cinta dan sayang pun juga akan berubah, apa mungkin aku juga harus bisa bahagia meskipun tanpanya, apa munkin aku terima tawaran sheila untuk ngilangin kegundahan hatiku.