NovelToon NovelToon
Jerat Kakak Angkat

Jerat Kakak Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cinta Terlarang / Playboy
Popularitas:506.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Titin

Memiliki dua kepribadian yang bertolak belakang membuat Alvaro terjerumus dalam kesalahan besar. Sayangnya lagi kesalahan yang dia lakukan bukan dengan orang lain, melainkan dengan adik angkatnya sendiri.
Menyadari kesalahannya Alvaro berusaha lepas dari jerat yang menyiksa itu. Tapi sayang perasaannya terlanjur dalam. Lalu bagaimana dengan Irene, adik angkatnya yang menjadi korban kepribadian gandanya. Mungkinkah Irene merasakan perasaan yang sama. Untuk cerita setengahnya baca kelanjutannya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 28

Brak...!

Alfaro menutup pintu mobil dengan kasar.Lalu dengan langkah lebar dia meninggalkan mobil berjalan masuk kedalam rumah.

Langkah kakinya baru berhenti setelah sampai di depan kamar Iren.

"Iren." panggilnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Seakan tau kalau Iren masih terjaga dalam kamarnya.

Tak lama terdengar ketukan langkah kaki Iren mendekati pintu.

Ceklek..!

Pintu terbuka setengah, terlihat Iren menyembulkan separuh tubuhnya. "Ada apa ka..." kalimat Iren terputus karena Alvaro mendorong tubuhnya masuk.

"Kak. Ada mama sama kak Tery di bawah. Mereka belum tidur tau?!" omel Iren panik, sembari mendorong paksa tubuh Alvaro. Alvaro tau itu, sebab dia sempat melihat kamar mamanya terbuka dan ada Tery di dalam sana. Tapi lelaki itu tak perduli, dia sudah terlebih dulu menutup pintu dan menguncinya rapat rapat.

"Apa saja yang kau lakukan dengan pria breng sek itu?!" tanya Alvaro dengan wajah mengelam. Sebelah tangannya mencengkram dagu Iren kuat kuat. Sampai meninggalkan bekas kemerahan di sekitar jarinya. Sementara tangan satunya lagi mencengkram bahu gadis itu.

Iren menarik nafas dalam, tangannya berusaha menepis tangan Alvaro dari wajahnya. Tapi lelaki itu malah mencekal tangannya kuat kuat.

"Jawab Iren! Jangan buat aku marah!" bentaknya. Suaranya menggema ke seantero kamar.

"Kak, bisa tidak tenang sedikit. Mereka belum tidur."

"Makanya jawab!" pintanya tak sabar. Lalu menciumi Iren membabi buta. Wanita itu sampai kehabisan nafas. Menyadari Iren kehabisan nafas Alvaro melepas ciumannya dengan kasar.

"Kak! Hahh..hahhh.. kau ingin membuatku mati!"

"Aku bilang jawab!" ulangnya entah untuk yang keberapa kali. Iren menyeka bekas saliva Alvaro yang tertinggal. Lalu menatap lekat lekat bola mata Alvaro.

"Hanya makan sambil ngobrol. Udah, terus pulang." sahut Iren.

"Bohong!" geram Alvaro. Bola matanya bergetar saat menatap Iren. Bukan tatapan dingin seperti biasa. Iren melihatnya seperti tatapan bocah yang meminta mainannya di kembalikan.

"Kakak pasti sudah mendapat laporan dari orang suruhan kakak bukan. Kakak tau aku tidak bohong."

"Lepas ini sakit." imbuhnya lagi, sembari menyentuh tangan Alvaro yang mencengkram dagunya kuat kuat.

Alvaro melepas Iren. Pria itu duduk di tepi ranjang lalu membuka jasnya. Kemudian menaruhnya di sampingnya.

Iren masih berdiri di tempat semula sembari memperhatikan gerak Alvaro. Tak sengaja matanya menangkap luka lecet pada buku buku-buku jari Alvaro.

Apa dia berkelahi?

Setelah di perhatikan lagi, wajah Alvaro terlihat begitu lelah. Seperti orang yang tidak tidur selama berlari hari.

Iren mendekat, lalu duduk di samping Alvaro. Pria itu tidak mempan di kasari, malah dia bisa semakin kasar. "Kak, balik gih kekamar kakak. Istrahat di sana, wajah kakak kelihatan lelah tuh." bujuk Iren.

Alvaro menatap ke Iren, lalu terlihat garis tipis di sudut bibirnya. "Kau benar, aku butuh istrahat." sahutnya. Kemudian pria itu bangkit sembari menarik pergelangan tangan Iren. Gadis itu terpaksa berdiri dan mengikuti langkah Alvaro menuju kamarnya.

"Kak." panggil Iren dengan suara pelan. Alvaro tak perduli langkahnya malah semakin cepat membuat Iren nyaris berlari mengikuti langkahnya.

Begitu masuk, Alvaro langsung mengunci pintu kamarnya rapat rapat. Lalu menghempaskan tubuh Iren ke atas ranjang empuk miliknya. Iren terpekik tertahan.

"Kak.." rengeknya saat lelaki itu merangkak naik ke atas tubuhnya.

"Kenapa? Apa karena pria itu kau menolakku?" tanyanya dengan wajah mengelam. Iren menggeleng tegas.

"Bukan. Kita sedang di rumah, ada mama, juga mbak Tery di sini. Gimana kalau mbak Tery tiba tiba datang kekamar kakak."

"Aku sudah mengunci pintunya." sahut pria itu datar, lalu menyusupkan wajahnya di balik ceruk leher Iren. Iren mendesah ringan saat bibir basah itu menyentuh kulit tubuhnya. Tak hanya menyentuh, tapi juga menyesap hingga meninggalkan ruam pada permukaan kulitnya yang putih.

Alvaro mengangkat wajahnya, menatap Iren dengan senyum sinis. "Apa dia bener benar tidak menyentuh mu?" ungkitnya, dengan sorot mata tajam. Pria ini benar benar susah lupa pada hal yang dia benci.

Iren yang tadi sempat melayang oleh sentuhan Alvaro, mendadak merasa kesal. "Aku bilang tidak! Apa kakak lihat aku wanita yang gampang di sentuh?!" ujarnya garang, sembari mendorong tubuh Alvaro dari atas tubuhnya. Tapi tubuh pria itu sama sekali tak bergeming.

Alvaro menundukkan wajahnya, mengecup ringan bibir Iren yang cemberut. "Jangan menyiksaku seperti tadi," ucapnya dengan suara lembut.

Iren hanya diam memperhatikan sosok Alvaro. Lelaki itu kadang bisa juga berlaku lembut. Seperti dia memperlakukan Tery.

"Malam ini, kau tidur di sini ya." pinta Alvaro, terdengar seperti bujukan. Iren tersenyum lalu mengangguk setuju. Kalau dia menolak, memangnya boleh?

Lelaki itu juga tersenyum, membuat Iren terpana. Dia sangat tampan saat tersenyum. Lalu melabuhkan ciuman lembut ke bibir Iren. Mengecap rasa manis yang sedari tadi ingin dia reguk. Iren mendesah, karena satu tangan Alvaro menyusup ke balik bajunya.

menjami dua benda kenyal itu dengan remasan kasar.

Alvaro baru saja membuka dua kancing baju Iren, ketika terdengar suara ketukan di pintu kamar.

Tok..!

Tok...!

"Varo, kau sudah tidur?" terdengar suara lembut Tery di luar kamar. Suaranya terdengar jelas karena Alvaro belum mengangtifkan alat kedap suara di kamarnya.

Iren kaget, dia buru buru mendorong tubuh Alvaro di atasnya. Lelaki itu yang tidak bersiap terguling kesamping oleh dorongan Iren.

"Ada apa?!" tanyanya heran. Membuat Iren melotot marah.

"Kakak gak dengar ada kak Tery di luar?!" ucapnya dengan suara pelan.

"Memangnya kenapa?" sahut Alvaro acuh.

"Kenapa kakak bilang, kalau dia tau aku di sini. Habislah aku.." wajah Iren terlihat sangat panik.

Alvaro mengambil remot di nakas, lalu mengangtifkan pengedap suara. "Udah bisa tenang sekarang?" tanyanya datar.

Iren menggeleng. "Aku keluar aja ya." bujuknya. Kini Alvaro gantian yang menggeleng.

"Aku butuh kamu di sini." sahut Alvaro, lalu merengkuh tubuh Iren. Kemudian pria itu kembali mencumbu gadis itu, tanpa perduli pada apapun. Tubuh Iren menegang, saat bibir basah Alvaro menyesap lembut puncak merah jambu milik Iren. Seperti bayi menyusu pada ibunya. Sementara jarinya yang panjang menyusup kebawah sana, melepas pengait segitiga lalu membuangnya kesembarang arah.

Sementara di luar kamar. Tery sedang berusaha memanggil Alvaro. Saat di kamar ibu, dia melihat Alvaro baru pulang. Tidak mungkin pria itu tidur secepat itu.

Kini tatapannya beralih ke kamar Iren yang terlihat terbuka. Apa alvaro ada di sana. Dia cepat menepis bayangan itu. Walau akhir akhir ini dia curiga pada mereka berdua.

Tery melangkah dengan hati hati mendekati kamar Iren. Tak ada pergerakan sama sekali, kamar itu sepertinya kosong. Atau Iren sudah tertidur. Tapi kenapa pintunya di biarkan terbuka.

Tak ingin penasaran dan menduga duga. Tery menerobos masuk kekamar Iren. Mencari sosok lelakinya siapa tau bersembunyi di sana.

Nafasnya terasa berhenti di tengoroan, saat pandangannya terpaku pada benda yang sangat dia kenali sebagai milik Alvaro. Dengan jantung berdetak kencang dia mendekati ranjang Iren, mengambil jas Alvaro yang tergeletak di sana. Ini jelas jas yang dia kenakan tadi pagi. Lalu kenapa ada di kamar Iren.

Pikirannya sudah tak karuan. Berusaha membaca suasana kamar Iren, mencari sesuatau yang mencurigakan. Ada jas Alvaro tertinggal di sini, lalu kemana perginya gadis itu?

Sementara di kamar sebelah, keduanya sedang bergumul dengan panasnya.

Alvaro tak mungkin bisa mengabaikan sosok Iren sedetikpun. Saat tiba inginnya, dia takkan perduli pada apapun. Bahkan sosok Tery sekalipun.

"Aahh.." desah Iren lolos dari bibir seksinya. Saat Alvaro kembali menjamahi tubuhnya setelah permaian singkat mereka tadi. Sepertinya Alvaro kembali menginginkannya lagi, padahal permainan mereka masih membekas.

Tubuh kekar itu kembali menaiki tubuhnya. Menghimpit dengan begitu hangat di atasnya. Akvaro juga ingin berhenti kalau dia bisa, tapi berada di samping tubuh polos Iren. Juniornya seakan tak kenal batas waktu.

Tubuh polos itu kembali di jamahi oleh Alvaro. Membuat Iren menggeliat dan mendesah berat. Padahal tubuhnya masih gemetar oleh dahsatnya permaian Alvaro tadi. Walau hanya bermain singkat, tapi tekanan yang lelaki itu berikan membuat Iren menyerah kalah. Lelaki ini memang memiliki stamina luar biasa.

"Eegghh.. Kak..." desah Iren kembali lepas. Darahnya terasa mendidih, membakar tubuhnya. Alvaro mencumbunya dengan sangat intens.

Sementara Alvaro sangat menikmati setiap permaianannya. Geliat dan desah Iren, memberinya kepuasan tersendiri. Bahkan penolakan Iren pun membuatnya bergairah. Ekspresi Iren yang memohon untuk berhenti, malah membuat Alvaro ingin menghujamkan miliknya semakin dalam.

Dia tau bahwa ada sesuatu yang tak normal pada dirinya. Tapi Alvaro tak kuasa menghentikannya. Seperti saat ini, betapa nikmat rasanya melihat ekspresi Iren antara ingin berhenti tapi juga sangat menikmati.

.

Bersambung

1
Anne Siregar Siregar
kenji atau Rey????
Anne Siregar Siregar
gila alvaro🤭🤭🤭
Itha Fitra
di ajak nikah,msih di pertimbangkan .di ajak kawin oke" aja,gk pke mikir
Itha Fitra
pergi ke LN cepat bnget y,serasa pergi ke kampung sblh.holang kaya mah bebas
Itha Fitra
kirain mau mnyatukan iren ama alvaro,sblm dia tunangan
Itha Fitra
pasti kakak sulung iren si glen yg menculik iren
Itha Fitra
siap " aja kau varo,khilangan gadis yg kau buntingin.
Itha Fitra
mana orang bayaran si tery ya?
Itha Fitra
knp iren gk jujur sih,ama alvaro?
Itha Fitra
hrs ksih tahu lah,biar dia gk make lu dg kasar lg.apapun yg akan terjadi,lu hrs siap menerima resiko ny
Itha Fitra
knp ortu varo ribut,aplg ibu ny sampai pingsan?
Itha Fitra
laki" penjahat kelamin
Itha Fitra
udh tau sisi buruk varo,msih mau di jd kn suami? mikirrrrrr..
Itha Fitra
varo ny egois
Itha Fitra
knp alvaro gk trus terang aja sih,ama ortu ny.bhw dia suka ama iren n udh merawanin adik angkat ny itu.supaya ortu ny cepat mnghalal kn kedua anak ny itu
Itha Fitra
hilda mau besuk iren,sdng kn iren blm mnyebut kn dia tinggl dmn
Itha Fitra
mama ny alvaro jg aneh,udh tahu tery ada hubungan dengan alvaro.knp di suruh tinggl satu atap? budaya bebas di LN di bw masuk ke dlm negeri
Itha Fitra
s'moga saja ibu alvaro sgera tahu,perbuatan kedua ny.sblm ibu ny pergi ke LN
Itha Fitra
klu hny sekali melakukan hubungan intim,itu nm ny khilaf.klu udh berkali" nm ny ketagihan
Itha Fitra
nasehat ibu angkat,atau calon ibu mertua? gmn klu iren kburu hamil,apa nasehat ibu masih berlaku?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!