karena kekasihnya tidak bisa mempunyai anak Leo terpaksa menerima perjodohan yang direncanakan orang tuanya yaitu menikahi Aletha.Leo menerima perjodohan itu agar keluarganya mempunyai keturanan tidak ada cinta dalam pernikahan mereka karena selama nya leo hanya mencintai angel kekasihnya.
bagaimana perasaan aletha ketika megetahui suaminya tidak mencintainya?sedangkan perlahan-lahan aletha mulai mencintainya leo suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juwitaapr_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MH-27
Mood Aletha benar-benar buruk hari ini membuat Leo jadi kebingungan sendiri. Pagi tadi Aletha tiba-tiba mengamuk karena Leo tidur disebelah nya alasan nya karena Leo bau Aletha tidak suka.
Leo juga dibuat mandi bolak-balik oleh Aletha, kata nya Leo masih bau. Apalah daya Leo yang bisa menuruti keinginan Leo.
"Mandi lagi" ujat Aletha membaut bahu Leo merosot begitu saja.
"Lagi" ujar Leo pelan, Aletha mengangguk mengiyakan. Leo pasrah ia harus mandi yang ke lima sekarang, kalau pun nanti Aletha menyuruh nya mandi lagi pun Leo pasti menuruti.
Leo keluar dari kamar mandi, badan ya sudah menggigil sekarang, badannya pun sudah pucat, bibir nya membiru karena kedinginan.
Aletha mendekat kearah Leo, ia menarik tangan Leo menuju lemari pakaian.
Ia kasian plus merasa bersalah, karna hormon kehamilan nya Leo jadi kedinginan seperti ini.
Dengan gerakan telaten Aletha memakai kan pakaian kerja untuk Leo. Leo jangan ditanya betapa senang nya dia karena aletha memakai kan nya setelan kerja.
Terakhir Aletha memakai kan dasi untuk Leo, Aletha memeluk Leo setelah dasi nya sudah terpasang.
"Maaf" katanya didalam pelukan Leo.
Leo mengecup pelipis Aletha sayang,
"Tidak apa, aku senang" jawab Leo membuat Aletha tersenyum. Leo berkata benar jika ia tau Aletha akan memakai kan ia baju pasti disuruh mandi berkali-kali lagi ia sanggup.
"Nanti kau makan siang dirumah ya" pintar Aletha pada leo.
"baiklah"
"Ayo kita sarapan, kau dan anak daddy harus memakan asupan yang sehat setiap hari nya" ujar Leo mengajak Aletha keluar.
Setelah sarapan Leo langsung pergi kekantor, rutinitas yang harus ia lakukan. Bekerja mencari nafkah untuk istri dan calon anak nya.
Aletha dibantu oleh bik surti sedang beres-beres rumah.
"Neng, biar bibik aja, neng Aletha istirahat saja" tutur bik surti hati-hati. Aletha tersenyum kearah bik surti.
"kata dokter aku harus banyak gerak bik, jadi ga apa kan kalau aku bantu bibik" kata Aletha membuat bik surti mengangguk kepala.
Pukul dua belas siang, Aletha sudah memasak makan siang untuk dirinya dan juga Leo, tapi yang ditunggu-tunggu belum pulang. Perut Aletha sudah keroncongan hebat, tapi dia tetap menunggu Leo karena Leo sudah berjanji tadi kalau pria itu akan makan siang dirumah.
Setengah jam aletha menunggu tapi Leo belum juga pulang, untuk mengganjal perut nya aletha membuat susu.
Susu Aletha habis disaat itu juga Leo muncul dibalik pintu.
Leo menghampiri Aletha diruang makan. Matanya membelak karena istri nya belum makan siang.
"Kenapa belum makan hm" kata nya mencium pelipis Aletha, satu kebiasaan leo sekarang pulang pergi kerja selalu mencium pelipis Aletha.
"Menunggu mu apa lagi" jawab Aletha menyiapkan nasi kepiring Leo. Leo meringis kalau bukan tiba-tiba ada rapat mendadak dia pasti tidak akan membuat Aletha menunggu lama. Didalam hati Leo juga menggerutu kesal seandainya Leo pulang sore pasti Aletha akan makan sore, diam-diam Leo menghela nafas lega karena ia bisa menyisakan waktu untuk Aletha.
Selesai makan leo disuruh aletha untuk pergi lagi kekantor.
"Im boss" jawab Leo sambil memeluk bahu Aletha sayang.
"I know, tapi tetap saja kau harus kembali bekerja memberi contoh yang baik untuk karyawan" jelas Aletha membuat Leo langsung pergi kekantor
"Aku pergi" ujar nya mencium pelipis Aletha
"Hati-hati" jawab Aletha tersenyum sangat indah menurut Leo membuat Leo ingin sekali mengurungkan niat nya untuk pergi kekantor.
Sepeninggal nya Leo, Aletha langsung pergi kekamar memeriksa berkas pengeluaran dan pemasukan caffe yang tadi diberikan oleh Dewi.
Tidak terasa jam begitu cepat berjalan, Leo bahkan tidak sadar jika sekarang sudah pukul sepuluh malam. ia segera membereskan semua nya dan bergegas pulang.
Leo pulang bekerja namun dia tidak disambut oleh Aletha, Leo jadi gusar ia segera melangkahkan kaki menuju kamar. Pintu kamar terkunci, Leo mengetuk-ngetuk pintu namun tidak pintu tidak dibuka oleh Aletha.
"sayang, tolong buka pintu nya" ujar Leo memelas.
"Tidak, kau tidur diluar saja" pekik Aletha dari dalam. Leo mengelus dada, hormon Aletha memang suka dibatas wajar, jadi Leo harus memaklumi nya.
"Sayang, tolong la. Masa kau tega membuat suami mu yang tampan ini tidur diluar" ujar Leo lagi tapi tidak ada sahutan dari dalam, Leo lagi-lagi pasrah ia harus tidur disofa malam ini. Ah garagara telat pulang Leo harus tidur diluar, Leo mengumpat lalu berjalan menuju kamar-kamar yang lain namun naas untuk Leo karena semua kamar punya terkunci, mencari nya pun percuma karena pasti sekarang kunci-kunci itu sedang bersama Aletha. Mengapa Leo kesan nya cemburu pada kunci yang notebe nya benda mati. Leo menggeleng-geleng kan kepala. Gila.
Aletha terbangun karena merasa tenggorokan nya kering. Ia berjalan kedapur namun belum sempat ia sampai dapur Aletha melihat Leo tertidur pulas diatas sofa yang kekecilan untuk ukuran Leo. Terselit rasa bersalah Aletha kembali lagi kekamar lalu mengambil kan selimut untuk Leo, rasa haus nya mengambang entah kemana.
"Maaf, aku juga tidak tau mengapa aku begini, tiba-tiba saja aku sangat jengkel ketika kau pulang larut"
Aletha mengusap kepala Leo lalu mencium bibir Leo pelan, kemudian Aletha masuk kembali kekamar nya.
Sepeninggal nya Aletha, Leo membuka mata.
"Aku yang minta maaf"
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
To be continue,