IG : Srt_tika92
Adrian Putra Haidar adalah Pria tampan berprofesi sebagai sutradara terkenal, dia pria yang memiliki banyak kekasih. Tidak sedikit wanita yang mengejarnya demi popularitas.
Dunianya berubah saat menikahi gadis cantik akan kesederhanaan nya yaitu Elsa yang baru di kenalnya. Pernikahannya terjadi karena suatu kesalahan.
Akankah pernikahan mereka berjalan semestinya?
Apakah cinta akan tumbuh di antara mereka?
Ini karya ke 2 ku
Baca juga karya pertama ku yang berjudul Cinta Pertama Ceo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S2 Sekertaris Adrian
Hai guys sesuai permintaan kalian, Author akan melanjutkan kisah cinta mereka.
Tapi gak bisa up tiap hari ya, Author hanya bisa up 2 hari sekali jika tidak ada halangan.
*
Happy Reading..
*
Kehamilan Elsa kini sudah menginjak empat bulan. Di usia kehamilan yang terbilang masih muda, Elsa masih tetap aktif dalam kegiatannya. Tidak terasa seminggu lagi Elsa akan wisuda, mengakhiri study nya dan mendapat gelar sarjana.
Gelar yang sedari dulu ia nantikan, perjuangan nya untuk mencapai titik ini sungguh cukup menguras otak dan tenaganya. Masih teringat betapa dirinya berjuang keras untuk membayar biaya kuliahnya, tidak cukup satu perkerjaan yang ia geluti.
Meskipun di akhir perjuangan menyelesaikan study nya Elsa mendapat dukungan financial dari suami tercintanya. Namun nilai yang Elsa dapat kan tidak seperti harapan nya. Bagaimana tidak? selama ini Elsa tidak bisa fokus menguasai pelajaran nya meski ia tak lagi bekerja, tapi Elsa harus mengurus bayi besarnya yang sangat manja itu, siapa lagi kalau bukan Adrian.
Hari ini, Wina mengajak Elsa untuk berkunjung ke perusahaan suaminya. Kedekatan mereka cukup menyita perhatian seluruh staff kantor.
Elsa sudah merubah penampilannya menjadi wanita elegan, tentu saja itu atas keinginan Wina. Ibu mertuanya itu tidak ingin Elsa di pandang sebelah mata oleh para kolega keluarga besar Haidar.
" Mas, " sapa Elsa yang baru saja masuk ke ruangan Adrian. Elsa baru pertama kali ini menginjakan kakinya di perusahaan milik keluarga suaminya itu.
" Sayang, " Adrian menghentikan aktivitas, dirinya tidak menyangka jika Elsa akan mengunjunginya.
Adrian bangkit dari duduknya lalu menghampiri Elsa dan mengajaknya duduk di sofa, tidak lupa ia mencium kening istrinya itu.
" Apa aku ganggu kamu mas, keliatannya kamu sangat sibuk. " Elsa.
" Nggak lah sayang, justru aku senang bisa liat kamu, aku tambah semangat kerjanya. " Adrian mengelus perut Elsa yang sudah terlihat buncit. " Gimana kata dokter? apa dia baik - baik aja di sana? "
Elsa mengangguk. " Perkembangan baby nya cukup baik. "
Tok.. tok.. suara pintu ruangan Adrian di ketuk.
" Masuk! " seru Adrian.
Datang lah sekertaris Adrian dengan membawa beberapa file yang perlu di tanda tangani oleh Adrian.
Elsa melebarkan kedua matanya saat melihat penampilan sekertaris Adrian yang tampak menggoda, langkahnya yang terlihat gemulai dan suaranya yang sengaja di buat - buat, terdengar sekali nada yang penuh rayuan.
" Ini pak, file yang perlu anda tanda tangani. " ucap sekertaris itu sembari memberikan dokumen penting itu, matanya sedikit melirik ke arah Elsa yang sedang memandangi nya penuh telisik.
" Oke, kamu boleh keluar. " titah Adrian.
Dan di angguki oleh sekertaris nya.
" Mas! pantesan kamu betah di kantor, ternyata oh ternyata ya.. dapat pemandangan gratis! " ucap Elsa penuh sindiran setelah sekertaris Adrian keluar dari ruangan itu.
" Heheh... kamu cemburu? " tanya Adrian.
" Iiihh sebel deh! kamu itu emang gak pernah berubah! " gerutu Elsa.
Adrian meletakkan dokumen itu di atas meja, dia tau istri nya sedang merajuk " Sayang, percaya deh, aku gak tertarik dengan wanita lain selain dirimu. " Adrian menangkup pipi Elsa dengan kedua tangannya.
" Yakin gak tergoda? bohong banget kamu! " seru Elsa yang masih tak percaya.
" Iya sayang kam-- " ucap Adrian terpotong.
" Dia sexy banget loh.. depan belakang oke. tipe cewek kamu banget tuh! " cetus Elsa.
Adrian menghela nafasnya, harus bagaimana lagi caranya agar Elsa percaya padanya yang sudah bertobat bergonta-ganti wanita.
" Yasudah kalo kamu gak percaya, besok aku ganti sekertaris ku. " ucap Adrian agar Elsa tidak berprasangka buruk padanya.
" Iya harus ganti! kalo perlu yang udah menikah, ibu-ibu, udah tua.. biar kamu gak jelalatan! " gerutu Elsa.
Adrian terkekeh mendengar permintaan Elsa. " Iya, besok aku cari seperti yang kamu mau. "
" Jangan ngambek lagi dong! " Adrian mengerti keadaan Elsa yang semenjak kehamilan nya selalu sensitif akan hal apapun apalagi mengenai wanita yang dekat dengan Adrian, berbeda sekali seperti Elsa yang dulu sangat cuek.
Elsa mengangguk.
" Nah gitu dong. " Adrian mencubit gemas dagu Elsa.
" Mas ngapain? " tanya Elsa yang merasakan tangan Adrian mulai nakal di bagian tubuhnya.
Adrian hanya terseyum dan menaik turun kan kedua alisnya seraya menggoda.
" Apaan sih! " Elsa pura - pura tidak mengerti.
" Sayang, gak peka banget sih. " Adrian mulai menciumi pipi Elsa dengan gemas. " Aku mau minta vitamin lah. "
Elsa menepak bahu Adrian, " Mas, ini di kantor. "
" Gak peduli. "
Bukan Adrian namanya, kalo tidak bisa membuat Elsa jatuh luluh dalam pelukannya.
*
*
*
Kisah Karin dan Umar akan di lanjut disini yak, tunggu eps berikutnya...
Bye.. bye..