"Siapa di sana?" tanya seorang gadis yang merasa ada sesuatu yang tak beres.
Saat gadis cantik itu keluar rumah, betapa terkejutnya dia menemukan seorang pria terduduk di bawah pohon mangga rumahnya.
Melihat pria itu yang lemah, gadis itu pun ingin berteriak minta tolong, tapi tanpa di duga, pria itu lari dan membekapnya.
"Tutup mulut mu jika masih ingin selamat," katanya lirih dan menyeret wanita itu masuk kedalam rumah.
Siapa pria itu?
Dan apa yang akan terjadi pada mereka?
Apa gadis itu selamat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hancur
Sagara pun marah besar, baru kali ini dia merasa di pecundangi oleh musuhnya, di tambah pria itu berani membawa istrinya pergi darinya.
sudah seminggu berlalu, tapi Sagara belum bisa melacak keberadaan dari Anita.
ya mau bagaimana pun, kondisinya juga masih butuh perawatan yang intensif agar segera bisa keluar dari rumah sakit.
Lea dan Virgo sudah bekerja dari tiga hari yang lalu karena keduanya tak menerima racun yang di berikan oleh Harry.
"boleh aku keluar dari rumah sakit, percuma meminta ku tetap di sini, kamu juga tak akan bisa membuat ku sembuh dari ketidakberdayaan ini bukan," kata Sagara dingin
"ya kamu benar Saga, tapi jangan lupa jika aku tak di sini, kamu bisa mendapatkan kesulitan besar, dan berhenti bertingkah seperti bocah," merah dokter Nirwan.
Sagara yang mendengar bentakan itu hanya tersenyum dan kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
dia memang tidak bisa berjalan, tapi dia bisa jika harus melakukan pekerjaan yang ada di perusahaan miliknya.
akhirnya dokter Nirwan mengizinkan pria itu pergi dari rumah sskit, dengan catatan beberapa peralatan medis harus ada di rumahnya.
tentu dengan mudah Sagara mengiyakan, karena dia tak boleh mati dulu sebelum dia bisa menemukan istri dan calon anaknya.
di sebuah rumah, terlihat seorang wanita makin kurus, ya dia sudah tidak makan karbohidrat selama sepuluh hari ini.
dia hanya makan buah dan minum air saja, sudah beberapa hari ini dia mendapatkan makanan dari infus.
"ada apa dengannya dokter, apa dia tak masalah dengan kondisinya,terlebih dia sedang hamil," tanya Harry pada dokter yang merawat Anita.
"sebenarnya bahaya, tapi untungnya bayi nyonya sangat kuat, tdpi sebaiknya anda menuruti semua keinginan nyonya," perintah dokter itu.
"itu mustahil, karena aku tak ingin adikku tinggal dengan seorang pria pembunuh berdarah dingin," kata Harry yang sudah mengikat tangan adiknya itu ke ranjangnya.
setelah itu dia mengantar dokter itu keluar, dan memerintahkan bawahannya untuk memastikan dokter itu tak membuka mulutnya.
"aku harap putra mu nanti membawa kejayaan bagi keluarga kita, dan semoga dia jadi musuh terbesar ayahnya," gumam Harry yang sudah membayangkan hal yang kemungkinan besar sulit terjadi.
Sagara sampai di rumah, di sana semua pelayan sudah menunggunya.
"selamat datang tuan,"
"Hem..." jawab Sagara.
pria itu masuk dengan di antar Virgo, terlihat foto pernikahan dirinya dan Anita masih terpasang di dinding.
dia pun tak menyangka jika semua akan jadi seperti ini, "Virgo aku mau bagaimana caranya aku ingin istriku di ketemukan,"
"baik bos," jawab Virgo.
dia benar-benar tak habis pikir kenapa Harry harus membawa pergi istrinya.
toh jika dia ingin membunuh dirinya silahkan saja, karena bagi Sagara Anita adalah hidupnya.
hari-hari berlalu, kondisi kandungan Anita juga semakin besar, awalnya Anita masih meneruskan aksinya mogok makan.
tapi kemudian dokter mengatakan jika anaknya kekurangan gizi dan takut malnutrisi.
jadi sekarang dia makan apapun yang dia inginkan, dia juga bisa berkeliling vila mewah itu.
tapi kerinduannya pada suaminya membuatnya sedih, sampai saat tiba-tiba Harry melempar sesuatu di meja.
"kamu terus menangis karena merindukannya bukan, lihatlah suamimu itu akan menikah dengan seorang wanita kaya, dia bahkan tak mengingat mu sedikit pun, jadi berhenti menangis untuknya dasar gadis bodoh," kata Harry marah.
Anita mengambil majalah itu, dan ternyata itu benar suaminya sedang berfoto sebagai sampul depan dengan tajuk yang membuat Anita tersayat hatinya.
"apa pernikahan bisnis ini akan mengancam ekonomi dunia?" suara Anita yang membaca tajuk berita itu.
jangan lupa mampir ya k heheh...