NovelToon NovelToon
Dari Pembantu Jadi Istri

Dari Pembantu Jadi Istri

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:132.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Volis

Di hari pertama masuk kerja di sebuah perusahaan besar tanpa sengaja di tengah jalan menuju perusahaan Safira menabrak sebuah mobil mewah. Karena terburu-buru Safira hanya bisa meminta maaf dan memberikan nomor ponselnya agar dia bisa ganti rugi.

Dan ketika Safira tiba di rumah pria tampan pemilik mobil itu, Safira tidak mampu membayar biaya perbaikan mobil yang terbilang sangat mahal baginya.

"Kebetulan saat ini saya sedang kekurangan pembantu. Jika kamu mau saya bisa membayarmu 10 juta perbulan."

Tawaran seperti itu, bisakah Safira menolak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Volis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Malam Absurd

Amar kembali ke kamar tamu dan melihat Safira yang baru saja ke luar dari kamar mandi. Amar berjalan ke Safira dan langsung memeluknya, membenamkan kepalanya di leher Safira.

Safira tertegun dengan tindakan Amar yang tiba-tiba. “Ada apa?” tanyanya khawatir. Dia bisa merasakan kerapuhan yang terpancar dari tubuhnya.

“Kamu wangi sekali. Kamu memakai parfum?” kata Amar mengangkat kepalanya dan melepaskan pelukannya.

Dia merasakan aroma yang berbeda, biasanya dia akan mencium aroma jeruk dan bengkuang yang berasal dari sabun dan losion yang biasa digunakan Safira.

Mendengar pertanyaan Amar membuat Safira mengalihkan perhatiannya dan langsung merasa malu mengingat apa yang diberikan Reyna untuknya.

“Ya, Reyna yang memberiku dan memintaku untuk mencobanya.” Safira berkata mengalihkan pandangan dari mata Amar.

“Wanginya enak. Tapi, aku lebih suka aroma yang biasanya. Aku akan mandi dulu,” ucap Amar menuju kamar mandi.

Safira melihat Amar yang sudah menutup pintu, dia ingat tidak ada handuk atau baju mandi lain di kamar mandi.

Safira menggelengkan kepala dan berjalan menuju lemari pakaian. Dia berhenti di langkahnya saat melihat sebuah rantai besi dan gembok terpasang di gagang pintu lemari. Safira melirik ke tempat tidur dan langsung frustrasi.

Tidak ada selimut di atas tempat tidur. Bagaimana mereka akan tidur?

Safira duduk di tempat tidur melirik baju mandi di tubuhnya. Di bawa baju mandi dia hanya mengenakan lingerie yang diberikan Reyna.

“Safira, bisa tolong ambilkan pakaianku dari lemari.” Terdengar suara Amar dari dalam kamar mandi.

Safira terdiam ragu-ragu, akhirnya dia memutuskan membuka baju mandi di tubuhnya dan memberikannya pada Amar.

Tidak ada pilihan lain, jangan sampai Amar tidak mengenakan pakaian apapun. Setidaknya dia masih memiliki ini, meskipun mungkin tidak terlalu berguna.

Safira turun dari kasur berjalan ke pintu kamar mandi dengan baju mandi di tangannya. Dia mengetuk pintu dan Amar membuka pintu sedikit mendengar suara ketukan. Amar hanya mengulurkan tangannya keluar dari balik celah pintu, Safira yang melihatnya segera meletakkan baju mandi itu di tangan Amar. Dia pun langsung berlari berbalik naik ke tempat tidur dan memeluk kedua lututnya.

Tidak lama kemudian Amar keluar dari kamar mandi sudah mengenakan baju mandi yang diberikan Safira.

“Kenapa kamu tidak memberikan pakaianku?” tanya Amar bingung.

“Lemarinya tergembok,” jawab Safira yang saat ini duduk di atas tempat tidur masih memeluk kedua lututnya.

Mendengar itu, Amar melihat ke lemari dan memang benar adanya. “Siapa yang melakukannya?” tanya Amar yang juga melihat tidak ada selimut di atas kasur.

“Apa itu Reyna,” ucap Amar yang merupakan kalimat pernyataan.

Amar berjalan ke tempat tidur dan baru memperhatikan pakaian yang dikenakan oleh Safira ternyata sangat tipis, hampir tembus pandang.

“Apa yang kamu kenakan?” tanyanya terkejut.

“Aku ....” Safira ragu harus menjawab apa.

“Reyna benar-benar keterlaluan! Aku akan menemuinya sekarang,” kata Amar berbalik menuju pintu kamar.

“Tidak bisa. Kamarnya terkunci dari luar,” Safira buru-buru menyela.

“Tidak ada pilihan lain. Kita tidur saja seperti ini untuk malam ini,” bujuk Safira.

Amar tidak bisa berbuat apa-apa. Keduanya hanya bisa berbaring di tempat tidur dan mencoba tidur seperti ini.

Safira yang hanya mengenakan pakaian yang sangat tipis merasa kedinginan. Dia meringkuk seperti bayi.

“Kemarilah. Aku akan memelukmu,” kata Amar melirik Safira yang meringkuk karena dingin.

Safira berbalik dan melihat Amar dengan waspada.

“Tenanglah. Aku tidak akan berbuat macam-macam,” ucapnya meyakinkan.

Safira yang tidak lagi tahan dengan rasa dingin akhirnya setuju dan bergerak mendekat masuk ke pelukan Amar.

Amar meletakkan tangan kirinya di atas bantal dan tangan kanannya melingkari pinggang Safira. Pakaian Safira benar-benar tipis dan hampir transparan, ini membuat Amar bisa melihat segalanya secara samar.

Tubuh Amar seperti kompor yang menghantarkan panas, membuat Safira langsung merasa hangat berada dalam pelukannya.

“Seorang wanita cantik berada dalam pelukanku. Apakah aku munafik jika aku tidak tertarik?” kata Amar bercanda.

Safira langsung mencoba menarik diri keluar dari pelukan Amar mendengar ucapannya.

“Jangan bergerak! Aku khawatir aku akan benar-benar melakukan sesuatu jika kamu terus bergerak,” ancam Amar.

Safira segera berhenti bergerak, dia bisa merasakan benda itu menunjukkan kehadirannya dan mungkin Amar sungguh akan melahapnya malam ini, jika dia terus bergerak.

Merasakan kepatuhan Safira membuat Amar tertawa kecil. “Seorang pria yang baik harus memiliki integritas. Dia tidak akan pernah menyentuh wanita yang bukan miliknya dan tanpa persetujuan wanita itu.” Ungkapnya menatap mata Safira tulus.

“Seorang wanita harus dihargai, dicintai, dan dilindungi. Bukannya disakiti. Jika kau menyukai seorang wanita, kamu harus menghargainya dengan tulus dan memperlakukannya sebagai harta yang tak ternilai. Wanita itu pasti akan memperlakukanmu dan menghargaimu lebih dari apapun.”

“Aku selalu mengingat kata-kata itu dan menantikan hari di mana aku memiliki wanita seperti itu. Aku tidak tahu apakah pesan nenek akan berguna atau tidak. Tapi, aku ingin hal itu akan berlaku dalam hidupku.” Amar berkata dengan tegas.

‘Dan aku ingin wanita itu adalah kamu, Safira.’ Amar tidak mengatakan hal ini pada Safira.

“Amar, apakah kamu mencintaiku?” Safira akhirnya menanyakan pertanyaan yang selalu ingin dia tanyakan. Mendengar pengakuan Amar membuatnya berani mengatakan hal itu.

“Aku tidak tahu. Tapi, aku tidak merasa buruk saat bersamamu,” jawab Amar ragu.

“Saat kamu mencintaiku. Saat itulah kamu akan mendapatkan tubuhku. Jika kamu dapat mencintaiku selama hidup ini. Tidak, jika kamu dapat terus memperlakukan aku dengan tulus seperti ini selama hidupku. Aku akan memberikan hatiku padamu,” ungkap Safira tegas.

Dia lalu membenamkan kepalanya di dada Amar.

“Aku tidak yakin. Aku akan berusaha,” ucap Amar memeluk tubuh Safira lebih erat. Hubungan mama dan papanya membuat Amar takut untuk berkomitmen meski dia menyadari dirinya saat ini telah menyukai Safira.

“Selamat malam,” ucap Safira yang sudah mengantuk.

“Selamat malam,” balas Amar mencium rambut Safira.

°°°°°

Hari baru di mulai, sementara Reyna yang usil kemarin malam mendapatkan balasan dari Amar.

Semua kartu kreditnya di bekukan oleh papanya, dia harus bekerja di perusahaan selama satu bulan jika ingin kartunya di cairkan kembali.

Ruang rapat.

Pak Bram, Leon, Reyna, dan beberapa petinggi perusahaan lainnya saat ini sedang berada dalam ruang rapat.

“Leon, pekerjaan kamu bulan ini kenapa? Proyek yang begitu bagus bisa-bisanya hancur di tangan mu! Untungnya seorang investor ingin bergabung dan memberikan dana tambahan, jika tidak proyek ini hanya bisa ditinggalkan untuk sementara.” Teriak Pak Bram tidak puas.

Leon hanya diam tidak membantah.

“Saya akan memberimu kesempatan sekali lagi, tapi kali ini Reyna akan membantu kamu.”

“Terserah!” teriak Leon meninggalkan ruang rapat.

“Leon!!” teriak Pak Bram marah lihat tindakan Leon yang seenaknya saja.

“Tenang, Pa. Reyna akan membujuk Kak Leon,” ucap Reyna menepuk punggung tangan papanya.

Reyna juga meninggalkan rapat dan mengejar Leon.

“Kak Leon! Tunggu!” panggil Reyna.

“Kenapa Kakak selalu seperti ini? Tidak bisakah Kakak mendengarkan papa saja?” tanya Reyna menghadang Leon.

“Itu bukan urusanmu!” ketus Leon.

“Aku tahu Kakak sudah berusaha dengan baik selama ini. Tapi, Kakak juga harus belajar untuk menundukkan kepala kepada orang lain jika ingin sukses,” nasihat Reyna.

“Aku akan membantu Kakak membuat proyek kali ini berhasil dan mendapat untung besar. Kakak jangan menyerah!” Reyna menyemangati Leon.

“Apakah menurutmu aku juga harus menundukkan kepala kepada kakakmu Amartya?! Dengan begitu perusahaan akan bisa mendapatkan lebih banyak manfaat. Aku harus menyanjungnya juga, hah?!” bentak Leon kesal.

Reyna tertegun tidak mengerti mengapa Leon begitu memusuhi Amartya. Mereka semua adalah keluarga, sebagai keluarga mereka harus bersatu dan saling membantu.

“Tidak seperti itu juga. Tidak bisakah kamu berteman dengan kak Amar. Lagi pula kita semua masih saudara. Tidak baik jika kita saling bermusuhan,” nasihat Reyna.

“Nggak salah, lo, suruh gue berteman sama dia! Apa lagi jadi saudara? Nggak mungkin! Dia hanya akan selalu menjadi musuhku!” sinis Leon.

“Hanya kamu yang menganggapnya sebagai musuh, tapi kak Amar tidak pernah peduli kan sama kamu!” cibir Reyna mulai kesal juga.

Leon benar-benar nggak bisa dinasihati, dia sangat arogan, hanya memikirkan pendapatnya sendiri, tanpa peduli dengan orang lain.

“Kalau kamu terus seperti ini, kamu memang nggak akan pernah bisa sebanding dengan kak Amar! Jangankan kak Amar, aku mungkin bisa melampaui kamu! ” omel Reyna berbalik meninggalkan Leon.

°°°°°

1
kalea rizuky
lah jenis kelaminnya apa
Upriyanti II
kan kak Leon sma kak naomi yg menculik kak safira
Lusia Wulandari
kenapa Aditya yg ditangkap ? kan ini ulah Leon ???
Volis: Aku nggak sadar klo ternyata salah nama 😔. Nanti ku ganti 😁
total 1 replies
Viney
Ceritanya bagus, Thor.
Queenzele
Semangat thor jgn lupa mampir ya
nesaric
otw kakkk
nesaric
masih bayi langsung dijodohin 😭😭😭
kasian itu
Ruiyun
Bayinya cowok apa cewek sih, Thor? Kok nggak di jelasin?
aichan
ijin mampir kak dari grup nohuman❤️
nesaric
semangat kak volis
Volis: Iya, Kak. Makasih~
total 1 replies
nesaric
siappp kakkkk
♥️♥️♥️♥️
nesaric
semangat kakkk
Nur Mastina
Semangat, Thor 🥰

Suka banget cerita kayak gini, tentang CEO konglomerat yang baik hati dan nggak angkuh.
nesaric
ahahahah suka suka
ROSSET
Keren bangettt! Pemeran utama prianya punya identitas tersembunyi kayak gitu. Amar tuh jadi kek serba bisa gitu, dia nggak takut lawan apapun. Malah orang jadi segan sama dia. 👍👍👍
Volis: Makasih dukungannya 🤗
total 1 replies
Ruiyun
Semangat, Thor~🤗
Mommy Lingling
mobil tuan muda itu pasti😆jangan lupa di folback dan mampir yaa kakk
Otakunime
mampir dong kak di novel Cyberpunk ke dunia Isekai
李慧艳
Luar biasa
李慧艳
semangat Thor ..
ayo ajukan kontrak...
agar mkn bnyak pembaca..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!