NovelToon NovelToon
SUAMI 500 JUTA

SUAMI 500 JUTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Office Romance
Popularitas:45.9k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

Nayara Kirana seorang wanita muda berusia 28 tahun. Bekerja sebagai asisten pribadi dari seorang pria matang, dan masih bujang, berusia 35 tahun, bernama Elvano Natha Prawira.

Selama 3 tahun Nayara menjadi asisten pria itu, ia pun sudah dikenal baik oleh keluarga sang atasan.

Suatu malam di sebuah pesta, Nayara tanpa sengaja menghilangkan cincin berlian senilai 500 juta rupiah, milik dari Madam Giselle -- Ibu Elvano yang dititipkan pada gadis itu.

Madam Gi meminta Nayara untuk bertanggung jawab, mengembalikan dalam bentuk uang tunai senilai 500 Juta rupiah.

Namun Nayara tidak memiliki uang sebanyak itu. Sehingga Madam Gi memberikan sebuah penawaran.

"Buat Elvano jatuh cinta sama kamu. Atau saya laporkan kamu ke polisi, dengan tuduhan pencurian?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Bapak Mau Bertanggung Jawab? ( 21 ++++ )

Elvano tiba di penthouse pukul setengah dua siang. Selain karena mampir membeli makanan, pria itu juga terjebak dalam kemacetan jalanan yang membuatnya mengumpat berulang kali.

Ia pun meletakan kantong berisi kotak makanan itu di meja dapur. Kemudian bergegas untuk mencari keberadaan Nayara.

Ketika hendak menapaki tangga, tanpa sengaja ia melihat kaki menjulur di atas sofa ruang tamu. Pria itu pun memutar langkahnya.

Hati Elvano berdebar lebih cepat ketika melihat Nayara tidur di atas sofa. Ia pun menekuk lututnya di samping wanita itu.

Wajah tanpa riasan itu, terlihat begitu damai dalam tidurnya.

“Kamu pasti sangat kelelahan.” Elvano mengusap kening Nayara dengan lembut.

Pandangan pria itu tanpa sengaja tertuju pada meja di hadapan sofa. Ada ponsel Nayara, gelas air putih dan juga mangkok bekas mie instan.

“Kamu pasti kelaparan menunggu saya pulang. Maafkan saya, Ra.” Pria itu kemudian mengecup kening sang asisten pribadi.

Dan kali ini, wanita itu pun terbangun dari tidurnya.

“Pak.”

Nayara sontak menarik tubuhnya untuk duduk bersandar. Dan Elvano dengan sigap membantunya.

“Maaf karena saya menganggu tidur kamu.” Ucap pria itu sembari duduk di samping Nayara.

Nayara menggeleng pelan. “Kenapa bapak sudah pulang? Ini masih siang. Rapatnya sudah selesai?”

Elvano berdecak mendengar pertanyaan wanita itu.

“Saya pulang karena khawatir sama kamu. Saya sudah janji untuk membeli makan siang. Dan rapat si—alan itu membuat saya pulang terlambat.”

Nayara menyunggingkan sudut bibirnya. Ia kemudian mengusap wajah tampan pria itu.

“Jangan berkata seperti itu. Saya tidak suka mendengarnya. Bapak memiliki tanggung jawab di kantor. Dan saya tidak keberatan jika bapak tetap bekerja. Saya sudah makan mie tadi.” Nayara menunjuk ke arah mangkok di atas meja.

Elvano meraih tangan gadis itu. Kemudian mengecupnya dengan lembut.

“Tetapi saya juga memiliki tanggung jawab kepada kamu, Ra.”

“Bapak mau bertanggung jawab pada saya?” Pancing wanita itu.

Sebab, masih segar dalam ingatan Nayara semalam di pesta resepsi itu, Elvano mengatakan belum berpikir untuk menikah.

“Hmm. Papi dan mami saya baru kemarin terbang ke London karena ada kerabat mami yang meninggal. Mungkin disana dua atau tiga minggu. Setelah mereka pulang, saya akan mengajak mereka bertemu dengan orang tua kamu.”

Nayara menelan ludahnya dengan kasar. Mata gadis itu mengerajap beberapa kali.

“Pak.. apa harus secepat itu? Kita, bahkan tidak memiliki hubungan —

“Kita sudah sejauh ini, dan kamu mengatakan kita tidak memiliki hubungan? Apa kamu mau perut kamu membesar dulu, baru mengakui kalau kita memiliki hubungan?”

Nayara menggelengkan kepalanya. Tangan wanita itu tanpa sadar mengusap perut ratanya.

Ya. Mereka melakukan hubungan itu tanpa pengaman, dan Elvano menumpahkan semuanya di dalam rahimnya. Ada kemungkinan jika sebentar lagi Nayara akan mengandung benih pria itu.

Elvano kemudian meraih pinggang Nayara.

“Saya sudah mengatakannya semalam. Setelah kamu setuju, saya akan sering mengajak John untuk bertamu. Jadi, mau tidak mau, kita harus segera menikah, Ra.”

Tangan pria itu mulai bergerak nakal. Menyusup masuk ke dalam cela jubah mandi yang Nayara gunakan.

“No underwear?”

“Saya malas ke kamar. Rasanya sangat lemas untuk berdiri.” Wanita itu menggigit bibir bawahnya.

Elvano menyeringai, kemudian mengangkat tubuh Nayara.

“P— pak. Kita mau kemana?” Wanita itu gelagapan.

“Makan siang dulu. Setelah itu, baru mengajak John bertamu.”

Meski saat ini John sudah mulai menggeliat, namun Elvano bisa menahannya. Ia tidak sekejam itu, membiarkan Nayara kelaparan hanya karena ingin memu—askan has—ratnya.

Dirinya juga perlu mengisi tenaga, agar kuat menggendong Nayara di setiap sudut yang ia inginkan.

.

.

.

Nayara kembali duduk di atas sofa ruang tamu, dengan kedua kaki tertekuk di samping tubuhnya.

Jubah mandi yang ia gunakan tidak lagi terikat sempurna. Sehingga menampakan bagian depan tubuhnya yang tidak menggunakan apapun.

Sementara itu, Elvano berada di hadapannya. Duduk lesehan di atas lantai, dengan wajah tepat berada diantara kedua pa—ha Nayara yang terbuka lebar.

“Emhhh.” Nayara melenguh, ia meremat rambut Elvano dengan keras. Seluruh tubuhnya menegang hebat.

“Pakhh.”

“Panggil nama saya dengan benar, Ra.” Ucap Elvano di bawah sana.

“El—vanohh.”

“Yes, baby.” Pria itu mendongak. Tangannya menggantikan apa yang baru bibirnya lakukan di bawah sana.

“Kamu cantik sekali, sayang. Saya sangat suka melihat kamu berantakan seperti ini.” Pria itu sedikit bangkit, dan menekuk lututnya. Ia melabuhkan kecupan lembut pada bibir sang asisten pribadi.

“Buka pakaian saya, Ra.” Perintah pria itu pada Nayara. Tangannya sedang sibuk bermain di bawah sana, jadi ia tidak bisa melepaskan pakaiannya sendiri.

Dengan tangan yang bergetar hebat, Nayara membuka satu persatu kancing kemeja pria itu. Kemudian beralih pada ikat pinggang, lalu menurunkan resleting celana bahan itu.

Karena membuat tidak nyaman, Elvano pun mengambil alih. Ia lepaskan tangannya dari dalam Nayara. Membuat wanita itu menghela nafas panjang dan tersengal.

Pria itu melepaskan semua kain yang menempel pada tubuhnya. Lalu kembali berlutut di hadapan Nayara.

“Katakan, sayang. Kamu suka gaya apa? Biar saya bisa memanjakan kamu.”

Nayara menggeleng pelan. Ia kemudian meraih wajah pria itu, lalu mengecup bibirnya dengan sangat rakus.

“Pelan - pelan, Ra. Kita aman disini. Saya hanya milik kamu.”

“Bapak membuat saya tidak bisa berpikir jernih.” Bisik wanita itu.

Elvano menyeringai. Ia kemudian duduk di samping Nayara. Dan John telah berdiri dengan sempurna.

Melihat itu, Nayara pun turun dari tempat duduknya. Kini giliran wanita itu yang menekuk lututnya di atas lantai. Tepat diantara kedua pa—ha Elvano.

Nayara memanjakan John dengan tangannya yang sedikit gemetar. Elvano pun berinisiatif untuk memegang rambut pendek wanita itu.

“Oh, Nayara. Kamu yang terbaik, baby. Saya akan berikan apapun pada kamu. Manjakan dia, baby. John sangat suka sama kamu.” Pria itu merancau ketika Nayara mulai memanjakan John dengan mulutnya.

Sungguh Elvano tidak pernah berpikir akan berbuat me—sum seperti ini dengan Nayara.

“Sayang. Berdiri. Saya tidak mau keluar di dalam mulut kamu.” Elvano menuntun Nayara untuk berdiri.

Setelah itu, ia membimbing sang wanita untuk duduk di atas John yang berdiri tegak menantang dunia.

“Huh.”

“Iya, sayang. Seperti itu.” Tangan Elvano berada di pinggang Nayara. Membantu wanita itu bergerak secara perlahan.

“Kita sama - sama belajar, baby. Dan kamu, sangat cepat menangkap apa yang kita pelajari.” Geram pria itu.

“Saya akan belajar lebih banyak cara untuk memanjakan si John.” Nayara melenguh pelan di akhir kalimatnya.

“Jangan di tahan, sayang. Di tempat ini, kita hanya berdua. Kamu bebas berteriak. Dan kita pun bebas melakukan dimana saja.” Elvano membawa tubuh Nayara bangkit dari atas sofa.

“El.. aku takut jatuh.” Nayara mengeratkan kedua kakinya pada pinggang pria itu. Yang membuat Elvano menggeram keras karena John masuk semakin dalam.

“Oh, si—al, Nara. Kamu sangat luar biasa.” Pria itu membawa Nayara ke atas meja makan.

“Lepas jubah mandi kamu di atas meja.” Perintahnya. Nayara menurut dan melepaskan jubah mandinya di atas meja.

Elvano kemudian meletakkan tubuh wanita itu di atasnya.

...****************...

Author — *YANG PANAS - YANG PANAS MUMPUNG LAGI HUJAN* haaaa haaaa…. Kabooorrr!!!

1
Dian Rahmawati
wah el mantap
neni onet
dan Andrian sudah tau klo dia pasti kalah saingan sama EL 😄
Naufal Affiq
manusia aneh,
Ariany Sudjana
ibu Juwita mata duitan, tega sekali menjual putrinya supaya bisa hidup kaya raya
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
paling kesal lihat ibu seperti bu juwita. dituduh jual anak gak terima, tapi nyatanya memang anaknya ditawarkan kemana-mana 😏😏😏😏😏
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
belum tentu naya hamil, el
😝😝😝
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
dengerin dirga sebelum nyesal. ish...
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kelamaan el
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kecewa boleh, tapi jangan lama-lama
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
jangan ngambek sampai karatan ya el.
Siti Patimah
wong mual2 asam lambungnya kumat ya ra bukan hamil, si ibu minta lahan segitu doang mah kecil ya el, sama juragannya sekalian jangan lupa el di beli
Ass Yfa
huh..genesh deh ama El...so sweet
Naufal Affiq
yang terbaik kamu el
Ika Shanti Budipertiwi
elvano 👍👍👍👍
Ariany Sudjana
kan sudah dibilang itu atasannya nayara, dan pasti kaya raya. masa dianggap remeh juga sama Juwita? kayaknya mata atau kuping Juwita bermasalah
Siti Patimah
saking takutnya jodohmu di ambil orang el sampe hal yg prifasi pun kamu beberkan satu satu🤣🤣🤣
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
elvano punya cukup modal untuk menikung Adrian bu.. 🤣🤣
Naufal Affiq
aku suka dengan gaya mu el,gak pintar jaga rahasia,langsung tembak terus aja,sampai ibu nya nara senam jantung
Dian Rahmawati
🤣🤣
Ika Shanti Budipertiwi
ga mau dibeliin lahan sama dibikinin rumah gedong sama elvano bu? 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!