NovelToon NovelToon
Jodoh Pengganti CEO Galak

Jodoh Pengganti CEO Galak

Status: tamat
Genre:CEO / Pengganti / Romansa / Tamat
Popularitas:645.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Titin Supriatin

follow igku @zariya_zaya

Aira terpaksa setuju menggantikan sahabatnya berkencan dengan pria yang dijodohkan dengan Anita dan bermaksud menggagalkan perjodohan tersebut karena Anita, tidak mau dijodohkan.

Siapa yang menyangka, kalau pria yang dijodohkan keluarga Anita adalah bos galaknya Aira sendiri. CEO tampan bernama Bimashena yang mendapat julukan kulkas 10 pintu saking dingin dan galaknya.

Untunglah Bima tidak mengenali Aira karena penampilannya sangat berbeda saat bekerja sebagai sekretaris Bima. Dengan begitu, Aira bersikap seperti wanita nakal untuk membuat ilfeel dan membatalkan perjodohan ini tanpa Bima tahu bahwa Aira hanyalah pengganti Anita.

Apakah yang akan dilakukan Bima jika dia tahu bahwa sekretarisnya adalah pengganti wanita yang dijodohkan dengannya? Simak kelanjutan kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 Pernikahan Tertutup

Melihat nona mudanya sudah mendapatkan tambatan hati, Bi Iyem turut bahagia juga meski ia baru saja dipertemukan kembali setelah hilangnya Aira. Namun, sekarang bukanlah waktu yang tepat untu bersantai ria.

Ada banyak yang harus mereka lakukan terutama mengambil kembali apa yang dulu diambil dari Aira. Salah satunya adalah perusahaan almarhum ayah Aira yang kini sudah jatuh ke tangan orang lain.

“Ehem.” Bi Iyem berdeham dan membuat pasangan sejoli itu jadi salah tingkah.

Meski tidak tahu seperti apa kisah lengkap muda mudi ini, Bi Iyem juga lega karena nona mudanya yang telah lama hilang, kini telah kembali. Yang lebih membuat wanita paruh baya ini semakin merasa senang adalah, nona mudanya yang dulu amat sangat imut, kini tumbuh menjadi wanita yang amat sangat cantik. Ditambah kini ia punya calon suami tampan dan tampak menyayangi Aira meski sifatnya agak menjengkelkan juga. Namun, itu tidak masalah selama Aira bahagia bersama Bima.

“Apa kalian yakin, mau menikah sekarang? Tidak ingin menyiapkan dulu …”

“Tidak usah,” sela Bima cepat. “Sebelumnya saya sudah menyiapkan semuanya dengan sangat sempurna, tapi ada yang kabur dan tersesat di sini. Lebih baik tidak usah disiapkan apapun. Lebih cepat lebih baik,” sindir Bima dan dapat lirikan tajam dari Aira. Padahal sebenarnya Bima sangat tahu alasan kenapa Aira melarikan diri di hari pernikahannya.

“Sepertinya, kalian berdua memang sudah tidak sabaran, anak muda zaman sekarang memang memang suka grusa grusu, tidak seperti orang zaman dulu,” komentar bi Iyem.

Yang dikomentari malah cengengas cengenges saja. Hujanpun akhirnya reda, Bima sudah tidak sabar menikahi Aira dan mengsahkan hubungan keduanya.

“Ayo Bi, tolong antarkan kami ke tempat yang bisa kami gunakan untuk menikah,” ujar Bima tidak sabar, tangannya terus saja menggenggam erat tangan Aira.

“Tidak perlu Tuan, kita tunggu saja suami saya pulang. Beliaulah yang akan menikahkan kalian.” Bi Iyem tersenyum. “Selamat untuk kalian berdua, semoga kalian hidup bahagia dan samawa.” Mata Bi Iyem berkaca-kaca dan Aira langsung memeluk bibi pengasuhnya sebagai pengganti ibu kandungnya sendiri di hari yang paling bahagia untuk Aira.

“Wuah, kebetulan sekali kalau begitu. Kapan beliau pulang?” tanya Bima lagi.

“Bulan depan,” jawa Bi Iyem santai dan senyum Bima langsung menghilang. “Bercanda Tuan, jangan manyun begitu, sebentar lagi suamiku pulang.”

Bima langsung keki sendiri mendengar candaan garing dari Bi Iyem. Hampir saja ia mau protes tapi tidak jadi.

***

Malampun tiba, suami Bi Iyem yang kesehariannya bekerja di tegal hutan, akhirnya pulang. Pria paruh baya itupun kaget dengan kedatangan Bima dan Aira. Namun setelah mendengar penjelasan dari bi Iyem, suami Bi Iyem yang bernama Pak Safar akhirnya mengerti. Ia akhirnya ikut bahagia melihat nona mudanya yang sudah dewasa akhirnya bisa mendapatkan jodoh sempurna seperti Bima.

Sungguh, ini kejadian tak terduga. Bertahun-tahun pasangan suami istri terus mencari di mana keberadaan nona mudanya sampai akhirnya mereka menyerah dan menganggap Aira telah tiada. Tapi ternyata, Aira masih hidup, sehat walafiat dan tumbuh menjadi wanita hebat. Sebagai mantan pengasuh, pastinya mereka bangga dan juga turut senang.

“Terimakasih sudah mau menerima nona muda kami Tuan Bima. Saya mewakili almarhum kedua orangtua nona Aira, mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua,” ujar pak Safar pada Bima.

“Sayalah yang harus berterima kasih pada kalian berdua, saya lega. Aira masih punya keluarga untuk mendampinginya menjadi istri saya. Saya butuh bantuan Anda, Pak.” Bima bersikap santun di depan orang yang jelas statusnya lebih kecil darinya.

Apalah pak Safar dan Bi Iyem yang cuma pengasuh dari kaum sudra, bila dibandingkan dengan Bima yang merupakan seorang anak sultan. Namun, sikap Bima yang menghormati pasutri paruh baya itu menjadi poin plus bagi Bima. Semakin terpesonalah Aira yang selama ini mengira Bima adalah pria tergalak yang pernah ia temui. Kini, semua prasangka buruk tentang Bima telah sirna.

Pernikahanpun di gelar, pak Safar meminta beberapa rekan kerjanya yang ada di sekitar desa, untuk menjadi saksi pernikahan Bima dan Aira. Acara pernikahan dilakukan secara tertutup mengingat orang-orang jahat yang mengincar nyawa Aira dan Bi Iyem masih berkeliaran di luar sana. Keduanya bisa selamat hingga sekarang, berkat campur tangan teman-teman pak Safar yang pandai menutupi jejak keberadaan Pak Safar dan Bi Iyem.

Akhirnya, pernikahan Bima dan Aira berjalan dengan lancar dan mereka kini sah menjadi pasangan suami istri meski hanya disaksikan segelintir orang. Hal itu tidak masalah bagi Aira dan Bima yang penting pernikahan mereka sudah memenuhi persyaratan. Berkas-berkas pernikahan juga sudah mulai Bima siapkan. Tinggal di tanda tangani oleh mereka berdua saja.

Teman-teman Pak Safar yang tadi diundang, langsung diantar kembali ke rumah mereka oleh pak Safar secara diam-diam agar tidak diketahui banyak orang. Sebab, sebagian besar penduduk desa sangat membenci pak Safar dan Bi Iyem karena hanya mereka berdualah yang ngotot tidak mau mengikuti perintah kepala desa. Kepala desa itulah yang membuat bangkrut dan merebut perusahaan ayah almarhum Aira serta mengincar wasiat yang disembunyikan rapat-rapat.

“Sudah, sampai di sini saja, jaga dirimu baik-baik. Bagaimana dengan surat wasiatnya? Apa masih aman?” tanya salah satu teman baik pak Safar.

“Sejauh ini aman. Kita tinggal menunggu kehancuran orang yang sudah menghancurkan keluarga nona Aira. Dan juga … tolong rahasiakan ini dari semua orang. Tidak ada yang boleh tahu kalau nona Aira ternyata masih hidup.” Pak Safar memberikan pesan pada teman-temannya.

“Tenang saja, tidak akan ada yang tahu. Kami pergi dulu, seminggu lagi ada jumpa pers peresmian pabrik baru. Apa kau akan datang?” tanya teman pak Safar.

“Entahlah, aku dan istriku masih belum punya rencana apapun. Ya sudah, jika ada info lagi, tolong kabari kami.”

Teman-teman pak Safar mengangguk dan mereka semua berpisah untuk kembali ke rumah mereka masing-masing.

***

Malam itu, adalah malam pertama Aira dan Bima. Tanpa dihadiri keluarga besar Bima, mereka berdua telah di sahkan sebagai pasangan suami istri. Sebagai salah satu tuan muda dari keluarga sultan, Bima berhasil mencoreng nama keluarga besar bagi Leo karena salah satu anaknya menikah secara sederhana tanpa ada embel-embel apa-apa. Mas kawin aja hanya seadanya. Sangat berbeda dengan pernikahan Leo dan Shena yang digelar begitu megah dan dilengkapi dengan segudang drama ikan terbang.

Pastinya apa yang dilakukan Bima merupakan penurunan kualitas keluarga besar Pyordova. Namun, Bima tampak santai-santai saja dan bahkan dengan bangga memberitahu ayahnya kalau ia dan Aira sudah resmi menikah.

Muntaplah si Leopard setelah tahu anaknya menikah tanpa kehadirannya tepat ditengah hutan belantara pula. “Dasar Bekantan kau Bimaaaa! Ada di mana kau sekarang, ha! Akan ku cincang kau jadi gulungan tikar! Bagaimana aku bisa punya anak bekantan sepertimu!” teriak Leo dari seberang saat Bima meneleponnya.

“Maaf Ayah! Aku tidak dengar suara Ayah. Sinyal di sini sangat buruk, bye Ayah, aku mau bulan madu dulu. Akan kubuatkan cucu yang sangat luar biasa untukmu!” Bima langsung menutup sambungan teleponnya sebelum Leo kembali kalap.

***

1
gembulers ancak
mlh ngurusin ibu hml
gembulers ancak
menggarap ladang to menyenangkan dan bikin candu
gembulers ancak
ya bikin yg kembar ai...bima jg aneh.gmn kl semuanya cewe.ngg jd kesebelas an donk
gembulers ancak
ekonomi syulit...gaya elit
gembulers ancak
jgn" mlh km sendiri yg pcran m sopir
gembulers ancak
kirain kadrun itu kadal gurun.
gembulers ancak
dsr Anita ny jg terlalu totalitas mlh kebablasan
gembulers ancak
aira ditumbalkan pd tuan muda...omlh sm om" bangkotan
gembulers ancak
bekantan... monyet /beruk/orang hutan khas Kalimantan.
gembulers ancak
waduh...jerman lawan Belanda
gembulers ancak
org bertamu itu sampurasun, assalamu'alaikum.bkn nodongin pistol.y shock lah
gembulers ancak
terong jerman masih kalah sm rudal rusia.jermanh bnyk yg terong mkn terong.hiyy...
gembulers ancak
orglain pengen cowokny peka...kl cewe pengen cpt dinikahi.ini mlh kebalikanya
gembulers ancak
bukanya sofi.kok jd sandra
gembulers ancak
wah..gercep
gembulers ancak
mafia gesrek
gembulers ancak
ngg ad nm laon ap thor...bima bosnya.kl jd mantu mertua ny bimo
gembulers ancak
haish...dikasih ap sm bima bisa lgsg tepar.pdhl waktu diculik j bisa lolos berkali"
gembulers ancak
jd kyk drakor...gherrrr
gembulers ancak
kykny kl diceritakan gimna aira bisa lolos dr penculikan ny lbh seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!