NovelToon NovelToon
Love Of A Nurse

Love Of A Nurse

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:25.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anita Rachman

Aneska seorang perawat yang bekerja di salah satu rumah sakit terkenal di ibu kota.
Tiba-tiba dia mendapatkan tawaran tentang pemindahan tugas. Yang mana bayarannya empat kali lipat dari gajinya.

Akankah dia menerima tawaran itu atau tidak?
Kira-kira siapa yang bisa membayar dengan nominal sebanyak itu.

Penasaran???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Rachman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Waktu sudah menunjukkan jam sebelas tepat. Aneska bergegas keluar kamar, mengenakan tas ransel, celana panjang dan jaket. Dia mengikuti saran Zidan untuk menunggu di taman dekat garasi. Dari kejauhan Aneska bisa melihat Zidan sedang masuk ke dalam mobil. Aneska buru-buru masuk ke garasi.

"Cepat masuk." Ucap Zidan.

Aneska langsung masuk ke mobil baris kedua.

"Tutupi badan kamu dengan kain itu." Ucap Zidan sambil menunjuk kain yang ada di jok mobil bagian belakang. Aneska mengikuti saran pria itu, dia menutupi tubuhnya dengan kain.

Zidan mulai melajukan mobilnya. Dan berhenti di dekat pintu gerbang.

"Mau ke mana malam-malam begini pak." Tanya penjaga gerbang.

"Saya ada urusan di luar, buka gerbangnya." Perintah Zidan.

"Baik pak." Ucap penjaga.

Aneska mendengarkan semua percakapan itu, dia bisa mendengar suara pagar yang sedang di buka. Zidan melajukan kembali mobilnya, setelah cukup jauh pria itu memberhentikan mobilnya.

"Sudah cukup bersembunyinya." Ucap Zidan.

Aneska membuka kain yang menutupi tubuhnya.

"Pindah ke depan." Ucap Zidan lagi.

"Aku di sini saja." Aneska menolak.

Zidan tidak bergeming, dia sama sekali tidak melajukan mobilnya.

"Kok enggak jalan." Tanya Aneska.

"Kamu pikir aku supirmu." Jawab Zidan ketus.

"Halo bapak Zidan, tidak baik kalau dua orang yang berbeda jenis kelamin di dalam satu mobil, nanti yang ketiga akan muncul setan." Jawab Aneska.

"Ya sudah kamu turun di sini saja." Ucap Zidan.

Aneska memperhatikan sekelilingnya, semuanya hutan dan hanya ada penerangan seadanya.

"Aku turun di sini? kamu kalau mau bawa kabur jangan nanggung dong." Gerutu Aneska.

"Makanya pindah, aku bukan supirmu." Ucap Zidan.

"Kamu harus berjanji kepadaku, kalau kamu tidak akan melecehkanku." Ucap Aneska.

"Iya." Jawab Zidan singkat. Aneska langsung pindah dari celah kursi.

"Waduh, kenapa dari sini. Kamu kan bisa turun dulu." Ucap Zidan bingung dengan tingkah Aneska yang seperti anak kecil.

"Pertama aku takut akan hantu, yang kedua khawatir kalau aku turun nanti kamu tinggal." Jelas Aneska.

Zidan memperhatikan tingkah gadis di sebelahnya sambil menggelengkan kepalanya. Pria itu melajukan mobilnya sambil sesekali melirik Aneska. Perawat itu terlihat sangat mengantuk sesekali dia menguap.

"Kalau mengantuk tidurlah, aku akan menjagamu."

"Aku masih bisa menahan kantukku." Jawab Aneska. Sebenarnya Aneska sangat mengantuk, tapi dia harus waspada kalau Zidan akan mengambil keuntungan dari dirinya, jadi Aneska berusaha untuk menahan kantuknya.

"Baiklah kalau memang begitu, aku tidak akan memaksa." Ucap Zidan sambil melirik Aneska.

Keadaan di mobil cukup hening, hanya terdengar suara mesin mobil dan binatang malam yang ada di dalam hutan.

Untuk menghilangkan rasa bosan, Zidan memulai pembicaraan lagi.

"Maaf mungkin ini masalah yang sangat sensitif, tapi aku mau bertanya, hemmm." Zidan diam sesaat.

"Apa?" ucap Aneska.

"Apa kamu dan tuan muda melakukan hal itu." Tanya Zidan.

"Apa maksud kamu dengan melakukan?" Aneska bingung.

"Hubungan badan." Jelas Zidan.

"Enak saja, kami tidak melakukan itu, memang dia telah menciumku dengan paksa." Jujur Aneska.

Tiba-tiba Zidan memberhentikan mobilnya membuat Aneska kaget.

"Kamu kenapa?" Aneska bingung.

Zidan mendengus kesal, dia terbakar rasa cemburu.

"Apa saja yang kalian lakukan di dalam kamar." Selidik Zidan.

"Halo bapak jangan memberi pertanyaan seperti itu, kesannya kami melakukan itu dengan senang hati. Yang ada aku malah benci sama dia." Jelas Aneska kesal membayangkan dia di cium paksa oleh Abian. Zidan masih cukup kesal dan cemburu, tapi mendengar penuturan perawat itu, dia merasa lega, karena gadis itu tidak menyukai Abian.

Suasana di dalam mobil kembali hening, Zidan tidak ingin menanyakan apapun. Dia sudah merasa cukup tenang dengan pengakuan Aneska. Setelah melewati malam yang panjang akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang cukup besar.

"Ini di mana." Tanya Aneska bingung.

"Di rumahku, ayo turun." Ucap Zidan lagi.

"Hey kenapa di bawa ke sini, bukannya kamu harus membawaku kabur." Teriak Aneska.

"Cepat masuk, nanti kamu bisa mati kedinginan di sini." Ucap Zidan yang sudah berlalu meninggalkan Aneska. Perawat itu turun dari mobil dan memperhatikan sekelilingnya. Sebuah perbukitan itu pikirnya.

"Kita di mana." Tanya Aneska lagi. Zidan tidak menjawab dia sedang memutar kunci rumahnya.

Ceklek pintu terbuka.

"Masuklah." Zidan masuk ke dalam rumahnya di ikuti oleh Aneska.

Perawat itu memperhatikan setiap detail rumah itu, tidak ada debu sama sekali, rumah itu sangat terawat itu pikirnya.

"Tempat apa ini? kenapa aku di bawa ke sini." Ucap Aneska bingung.

"Ok, aku belum menjelaskan kepadamu." Zidan duduk di sofa. Aneska ikut duduk berseberangan dengan pria itu.

"Aku tidak akan mengirimmu pulang, karena akan sia-sia."

"Sia-sia? maksud kamu apa." Aneska bingung.

"Kalau kamu pulang sama saja, karena tuan muda akan menjemputmu kembali dan akan tetap menikahi kamu. Jadi untuk sementara kamu bersembunyi di sini." Jelas Zidan.

"Ini sama saja aku tetap di kurung." Gerutu Aneska.

Zidan menghela nafasnya dia bingung harus memulai dari mana untuk mengatakan kepada Aneska.

"Ada satu cara agar kamu terhindar dari tuan muda." Ucap Zidan.

"Apa." Tanya Aneska sambil menatap tajam wajah pria di depannya.

"Menikah denganku." Ucap Zidan.

"Apa!" Aneska kaget sambil berdiri tegak.

"Tenang Aneska, hanya ini caranya agar tuan muda tidak memaksa kamu untuk menikah dengannya." Jelas Zidan.

"Tapi kenapa harus kamu." Ucap Aneska bingung.

"Karena hanya aku yang bisa melindungi kamu." Ucap Zidan lagi.

"Apa ini seperti pernikahan rekayasa." Tanya Aneska lagi.

"Bisa di katakan seperti itu." Ucap Zidan.

"Kenapa aku harus terjebak dengan ini semua." Gerutu Aneska sambil mondar mandir di depan Zidan.

"Apa kamu tau? kalau pernikahan itu bukan sebuah permainan, itu sebuah ikatan suci." Jelas Aneska.

"Iya aku tau, dan aku tidak akan mempermainkan ikatan itu. Kecuali kamu mau mengakhirinya dengan terpaksa akan aku kabulkan." Ucap Zidan.

Aneska menjatuhkan badannya di atas sofa, dia tidak tau harus menjawab apa. Bayang-bayang Abian selalu menghantuinya. Di satu sisi dia tidak mau jadi istri boneka Abian, di sisi yang lain dia juga tidak mau menikah dengan orang yang belum di cintainya yaitu Zidan.

"Kalau kamu setuju besok aku akan mengantarmu ke rumah orang tuamu, sekaligus melamar kamu." Jelas Zidan.

"Secepat itu." Ucap Aneska bingung.

"Semakin cepat semakin bagus, karena lambat laun tempat persembunyianmu akan ketahuan, tapi beda halnya jika kamu sudah menikah, tuan muda tidak akan berani mengganggumu." Jelas Zidan.

Aneska hanya mendengarkan saja, dia tidak tau harus menjawab apa.

"Kamar kamu di atas, kamarku ada di bawah." Ucap Zidan menunjukkan kamarnya dan kamar Aneska.

"Pikirkan dengan baik, aku butuh jawabannya besok pagi." Ucap Zidan sambil membuka pintu kamarnya. Kemudian pria itu membalikkan badannya sambil melihat ke arah Aneska.

"Aku melakukan ini karena aku perduli denganmu dan keluargamu." Ucap Zidan.

"Apa dampaknya kalau aku tidak menikah denganmu." Tanya Aneska.

"Kamu belum mengenal tuan muda, dia punya pendirian yang cukup kuat, bisa saja keluargamu jadi incarannya."Jelas Zidan.

"Aku akan kabur dengan keluargaku, agar dia tidak menemukanku." Ucap Aneska lagi.

"Terserah yang jelas aku sudah mengatakan kepadamu, pikirkanlah selamat malam." Ucap Zidan.

Bersambung.

Vote untuk kedua karya author "Menikah Karena Ancaman" dan "Love of a Nurse" agar updatenya tambah semangat, makasih

1
Rokhyati Mamih
lah kok tamat ?
Mira Fitriani
❤️
Mira Fitriani
asli.....penuh kejutan 😁
Mira Fitriani
horor banget tu istana......ampun dah🫣
Ayu Achmad
😍😍
Indra Listiana
thur . ampuun...di mn mn seorg yg kerja di tmpt ..hrs ikuti atur yg berlaku.. jg soal seragam .....
Indra Listiana
di hukum aja bu ...
Indra Listiana
thur ..knp di kasih yg kek gimi....tny mulu.. secara sdh di ksh tau ... haduuh
💕febhy ajah💕
kepoin ini dlu
zira zico dah lama bnget di baca
Jelo Muda
mantappp
Vitry Momy'Na Alesha
hp q d upgrate,,, untung ingat jdul nya he3e
Leni Hendarni
ceritra bagus
Leni Hendarni
Keren abis
Yesi Karean
Aneska ga jujur sih dari awal, jadinya salah paham kan
tukang nyimak
keadaan kamar gelap gulita!
siapaun yg masuk bakalan kena amuk!

boleh bingung gk sih soal... ngasih makannya bagaimana? bersih2 kamar bagaimana? apalagi kamar mandinya?

jadi.. jadi.. 🤔🤔🤔🤔
mikir deweklah...
tukang nyimak
wkwkwkwkwk... aku ngakak bwt bu Tatik yg kena bogem mentah 🤣🤣🤣🤣

jujur aku sempet gk paham alurnya di beberapa bab
tp karena jiwa kesel ku nungguin si cwo nya gk nongol alhasil aku nyimak aja kali2 ada kejutan mustahil bakalan lanjut apa gudbay

ok.. ok.. komenku jg gk penting2 amat..
lanjutlah.. ✌✌👍🏼👍🏼
Linda Latif
mantapp
ahyuun.e
kek tong kosong nyaring bunyi melambangkan aneska, perwat yg asli gak bnyak omong dan tertib aturan dan sllu bicara sesuai arahan, lah ini nyasar dri planet mana si aneska ini
Desii
karakternya terlalu agresif banget dab terlalu crewet pingin tahu semuanyaa...
abu😻acii
dia ngk stress 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!