Frankey Christoper seorang miliarder yang tidak suka dengan kata pernikahan, ia jauh dari semua wanita dan tidak memikirkan untuk menikah. ia hanya menghabiskan semua waktunya untuk bisnis keluarga. karena ia berambisi mengembangkan bisnisnya ke beberapa negara lainnya.
Akan tetapi paksaan dari sang ayah yang sudah tua dan sakit kritis memintanya menikah demi penerus masa depan keluarganya.
Valencia Valentina yang dijual oleh keluarganya kepada Frankey. mulai dari saat itu nasibnya berubah menjadi sangat menyedihkan, pria itu selalu saja memperkosanya hingga hamil demi ingin mendapatkan keturunan untuk ayahnya yang hidupnya tidak bertahan lama.
Bagaimana nasib Valencia setelah melahirkan? memilih tinggal atau pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Frankey Menjatuhkan Fasio
"Usulmu yang bagus, di mana alamatnya? aku merasa penasaran dengan wanita hamil," tanya Tores.
"Aku akan mengirim alamat untuk mu, tapi ingat jangan sakiti putraku. lakukan saja saat putraku tidak ada di rumah!"
"Kalau wanita itu mampu membuatku mendapatkan banyak keuntungan untuk apa aku menyakiti putramu."
"Baiklah, sesuai janjimu!"
Setelah tidak lama kemudian mereka memutuskan panggilannya. setelah berhenti berbicara terlihat sepasang mata yang mengintip dari luar pintu ruangan Josio. seseorang yang telah mencuri dengar semua pembicaraan antara Josio dan Torres.
Josio masih duduk dengan bersandar karena merasa yakin dengan rencananya untuk menyingkirkan wanita yang tidak berdosa sama sekali.
"Ingin uangku...jangan berharap! ketika wanita itu bisa menjadi alat untuk menyelamatkan uangku tentu saja harus ku korbankan," ucap Josio.
Di sisi lain Frankey yang sedang menyetir ia mendapatkan pesan singkat dari seseorang yang selama ini sering memberinya info mengenai Josio.
Saat Frankey membuka dan membaca isi pesan tersebut ia langsung menghentikan mobilnya. dan menatap kesal dengan mata besarnya.
"Kurang ajar, Josio...," teriak Frankey yang sambil menghantam setirnya.
Tidak lama kemudian Frankey menghidupkan mesinnya dan melajukan mobilnya.
"Josio... selama ini aku bersabar denganmu, kali ini kau benar-benar sudah terlewat batas," ketus Frankey dengan mata berkaca-kaca.
Frankey menekan nomor tujuan dihandphonenya dan menhubungi seseorang yang di seberang sana.
"Hallo, Tuan," sahut Ken yang menjawab panggilan.
"Ken, lakukan dua hal untukku! lebih cepat lebih bagus!" perintah Frankey.
"Iya, Tuan."
Setelah Frankey memberi perintah kepada asistennya ia pun memutuskan panggilannya.
Mansion Frankey.
Saat Frankey tiba ke kediamannya ia melangkah masuk ke dalam dan disambut oleh Valencia dengan ramah.
"Frankey, sudah pulang," sambut Valencia yang menghampiri Frankey yang wajah datar.
Frankey tidak menyahut sapaan Valencia dan hanya bersikap dingin dan duduk di sofa sambil menarik dasinya
"Frankey, apa kamu sudah makan? aku baru siap masak?" tanya Valencia yang berdiri di hadapan pria itu.
"Pergilah!" sebut Frankey dengan singkat, Valencia yang mendengar ucapan pria itu ia sama sekali tidak mengerti maksudnya.
"Frankey...,?
"Kamu hanya ingin uang, bukan? kalau begitu ambil uangnya dan pergi!" ucap Frankey dengan tegas.
"Kenapa kau tiba-tiba..."
"Aku hanya bosan, setiap hari melihat wajahmu, aku akan mengatur tempat tinggalmu menjelang kelahiranmu, kau akan tinggal diluar negeri," sambung Frankey yang melangkah pergi.
"Aku tidak mau pergi! untuk apa aku harus ke tempat lain?" tanya Valencia yang merasa sedih
"Jangan lupa satu hal! aku yang membayarmu dan perjanjian kita belum berakhir. sebelum berakhir aku masih ada hak mengaturmu ke mana saja yang ku inginkan," jawab Frankey dengan tegas.
"Tapi...kenapa harus mengirimku ke keluar negeri?"
"Karena rumah ini akan ada yang tinggal bersamaku," jawab Frankey yang melangkah menuju ke kamarnya.
Valencia merasa terluka saat dirinya harus pindah ke luar negeri hanya karena ada yang akan tinggal di rumah yang dia tempati itu. kemudian ia pun ikuti langkah Frankey ke kamar.
"Frankey, siapa yang akan tinggal di sini sehingga aku harus pindah keluar negeri?" tanya Valencia dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu tidak perlu tahu, kemas barangmu dan asisten ku akan mengantar mu pergi besok!" jawab Frankey dengan cuek dan duduk di kasur sambil membolak balikan majalah padahal tidak ada yang mau dia baca.
"Aku sedang hamil anakmu, Frankey. aku akan pergi setelah aku melahirkan. aku berjanji. dan aku hanya meminta jangan mengusirku saat ini karena aku butuh kamu di sisiku. aku sangat takut karena ini pertama kali bagiku," ucap Valencia yang menetes air mata.
"Baiklah, kamu tidak ingin pergi, aku tidak akan memaksamu. dan aku juga ingin memperingatkanmu, jangan usik di saat ada yang tinggal di sini bersamamu!"
"Siapa yang akan tinggal di sini sehingga kau tega mengusirku?"
"Kau akan tahu malam ini," jawab Frankey yang bangkit dan melangkah keluar dari kamar
"Kenapa harus mengusirku? apa salahku sebenarnya sehingga aku harus menerima perlakuanmu yang seperti ini," batin Valencia.
Frankey menuju ke ruangan lainnya dan berbicara dengan seseorang lewat handphone miliknya.
"Detektif, saya ingin Anda menangkap mafia penyeludup senjata!"
"Tuan Christoper, katakan di mana mereka sekarang?"
"Mereka akan datang ke tempatku, dan selama ini Josio bertemanan dengan mereka, kali ini mereka ingin ke sini atas permintaan Josio sendiri!"
"Josio adalah orang tua Anda?"
"Iya, dia adalah papaku, papaku yang ingin menghancurkan hidup wanita yang sedang hamil cucunya," jawab Frankey.
"Kapan mereka akan mendatangi rumah Anda?"
"Aku tidak tahu, karena belum ada infonya. dan selain itu aku berharap kalian bisa melindungi seseorang untukku hingga keluar negeri. kita tidak tahu kapan mereka datang. tapi aku ingin menbuat persiapan awal agar mereka tidak melukainya."
"Baiklah, kami mengerti."
"Valencia, lebih baik kau membenci ku dari pada kau terluka. dari awal aku sudah tahu rencana papaku dan selama ini aku diam hanya karena menunggu kesempatan untuk menjatuhkan dia. kini dia sepakat dengan mafia itu dan aku bisa mengunakan alasan ini untuk menuntutnya. bukan hanya itu, selama ini dia juga sudah membohongiku soal kesehatannya. agar aku bisa mendengar perintahnya untuk berhubungan dengan semua wanita yang dia pilih,"batin Frankey.
"Untuk sementara saja, setelah mafia itu dan papaku tertangkap aku akan menjumpaimu lagi. maaf aku belum bisa berterus terang denganmu, karena jika kau mengetahuinya kau pasti akan ketakutan," gumam Frankey.