NovelToon NovelToon
My Possessive Billionaire

My Possessive Billionaire

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Percintaan Konglomerat / Pernikahan Kilat / Pengganti / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Menjadi pengantin tanpa mempelai, Syakil Agha Mahendra menelan pil pahit di hari pernikahannya. Sakit, malu dan bingung menjadi satu kala calon istrinya menghilang tanpa kata beberapa saat sebelum akad.

Sejak hari itu, Syakil memandang dunia begitu berbeda. Tidak ada kehangatan dalam dirinya, yang ada hanya kerja, kerja dan kerja. Sibuk meniti karir dan mengepakkan sayap di dunia bisnis hingga dirinya berhasil menjadi miliarder ternama di usia muda.

Tanpa terduga, takdir justru mempertemukannya dengan seorang gadis yang begitu mirip dengan kekasihnya. Pertemuan yang merupakan awal muculnya obsesi Syakil untuk mendapatkan kembali wanita itu.

"Lepaskan!! Aku bukan wanita yang kamu maksud!!" - Amara Nairy

"Sampai mati kau adalah milikku, jangan coba-coba pergi jika ingin hidupmu baik-baik saja." - Syakil Agha Mahendra.

-----
Follow ig : desh_puspita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 - Memulai (Sendiri)

Seharian, Syakil memilih pergi meninggalkan Amara setelah mandi pagi. Menyesal? Tidak juga, Amara hanya sedikit takut Syakil marah sebenarnya.

Demi apapun tadi pagi dia hanya shock dan belum siap jika harus dipaksa. Amara memungut pakaian Syakil yang berserakan di lantai dengan tangan gemetarnya, selama Syakil masih di kamar wanita itu bersembunyi dibalik selimut.

"Apa aku keterlaluan ya?"

Sudah setengah jalan, bahkan sebenarnya Amara sudah terbuai dengan semua sentuhan Syakil. Akan tetapi, aneh sekali kenapa tadi dia justru bergidik ngeri kala Syakil sudah hampir saja membobol pertahannya.

Amara duduk di lantai sembari bersandar ke tempat tidurnya, pakaian Syakil kini berada dalam pelukannya. Parfum Syakil begitu melekat, padahal pakaiannya keringat semua ketika dia pulang ke rumah.

Sementara di sisi lain, pria itu tengah duduk di sofa ruang keluarga sembari menikmati kartun kesukaannya, ya tidak berbeda jauh dari sang kakak, Syakil juga suka.

Pria itu berselonjor dan menikmati potongan buah melon yang dia minta dari Ida sebelum memilih sendiri begitu.

"Apa aku terlalu kasar?"

Bingung sebenarnya, salahnya dimana. Apa memang dia yang terlalu buru-buru dan terkesan memaksa hingga membuat Amara ketakutan, akan tetapi Syakil yakin caranya sudah benar.

"Atau mungkin karena dia memang polos?"

Entahlah, Syakil juga polos jika secara tindakan. Akan tetapi jika teori dia jago bahkan kemampuannya sudah menandingi Mikhail.

"Ck, aku rasa Zia dulu juga polos ... umur mereka juga tidak jauh berbeda, aneh sekali jika sampai itu alasannya."

Apapun alasannya, hati Syakil tetap dongkol. Meski Syakil tidak memperlihatkan jika dia marah, tetap saja dia kesal luar biasa lantaran kepalanya nyut-nyutan.

"Aarrghhhh!!!"

Syakil memukul angin lantaran kesalnya sudah berada di ubun-ubun. Pria itu kemudian melemparkan garpu yang dia gunakan untuk menikmati buah segar itu.

Dengan kekesalan yang masih begitu luar biasa, pria itu meraih ponselnya kemudian menghubungi Mikhail untuk menanyakan dimana kesalahannya. Tentu saja dia tidak akan bercerita bagaimana secara detail, cukup katakan kata kunci biasanya Mikhail akan paham sendiri.

"Boddoh, bagaimanapun caramu pemanasan kalau maksa ya takut!! Lagipula ini masih pagi, dimana orang yang melakukan itu di pagi hari? Melanggar hukum malam pertama namanya, Syakil.

Bukannya memberikan solusi, Mikhail justru mengomel sana sini. Pria itu banyak sekali protesnya, memang dasar pria aneh yang tidak jelas dalam segala hal, gerutu Syakil kemudian.

"Terus harusnya bagaimana? Aku cuma latihan tapi dia nangis sungguhan, aku bingung, Kak." Syakil mendengkus kesal sekali lagi.

Latihan dengkulmu!! Masuk setengah berani nyebutnya latihan?Sudah tau istri takut masih dipaksa ... stres!!

"Aaaaah sudah diam kau, benar-benar tidak menyelesaikan masalah." Mendengar Mikhail yang justru menyalahkan dirinya, Syakil menutup sambungan teleponnya dan lebih memilih mencari informasi di berbagai sumber untuk memperbaiki kesalahannya tersebut.

Amara bukan lagi anak dibawah umur, tapi kenapa rasanya seperti Syakil tengah meminta seorang remaja untuk melayaninya. Sudah dilakukan dengan cara halus, apa mungkin caranya mengecup Amara kelewatan? Dia berpikir berkali-kali tentang ini.

.

.

.

Semburat jingga di ufuk sana kini berganti, tergantikan oleh malam bersamaan dengan meredupnya hingar bingar ibu kota. Mertuanya masih belum pulang juga, Amara berpikir memang mereka sengaja.

Syakil benar-benar mendiamkannya, sejak siang hingga selesai makan malam Syakil tidak berada di samping Amara. Pria itu juga lebih memilih diam dan hanya melewati Amara setiap mereka berdekatan.

"Apa sudah benar? Ih apa yang ditutupi jika begini?"

Geli, dia sedikit kaku melihat bayangannya di cermin. Lingerie yang kini membalut tubuhnya membuat Amara merasa asing dengan tubuhnya sendiri.

"Tapi ini pilihan kak Zia, aku rasa sudah benar."

Amara mengangguk pasti seraya mengerucutkan bibirnya. Kata Zia, suami akan tunduk jika istrinya memberikan kesenangan dan berusaha membuatnya tersenyum setiap harinya, dan salah satu cara paling jitu adalah begini.

Beberapa menit Amara menunggu, suaminya belum juga kembali. Setelah makan malam Syakil pamit untuk ke ruang kerja papanya di lantai satu, ya meskipun cara Syakil pamit sedikit dingin tetap saja dia lakukan karena tidak ingin Amara berpikir macam-macam.

Lima menit, lima belas menit dan hampir tiga puluh menit Amara menunggu di dalam kamar namun Syakil belum juga kembali. Nalurinya berkata untuk segera keluar mencari kemana sang suami berada.

Hanya dengan mengenakan lingerie tipis berwarna merah merona yang begitu kontras dengan kulitnya, Amara menuju ruangan yang dia yakin itu adalah ruang kerja Ibra, sang mertua.

"Syakil ... aku masuk."

Dia berani? Sebenarnya memberanikan diri. Andai saja mertuanya ada di rumah mana mungkin Amara berani keluar kamar dengan baju kurang bahan begini.

Dari jarak beberapa meter, suaminya yang tampak sibuk dengan laptopnya, kini mendongak dan menatapnya setajam itu. Sedikit panik kala Amara menghampiri dengan pakaian yang begitu, akan tetapi dia berusaha untuk tetap diam dan memperlihatkan wajah datarnya.

"Kenapa?" tanya Syakil dingin namun tubuhnya sudah luar biasa panas sejak melihat kehadiran bidadari dengan pakaian yang kini membuat gelora cinta Syakil kembali membara.

"Masih sibuk ya?" tanya Amara sedikit kaku, dia semakin bingung kala Syakil tampak biasa saja padahal sudah dijemput dengan cara yang begini.

"Lumayan," jawabnya mengalihkan pandangan, Syakil tidak berbohong. Memang ada beberapa pekerjaan yang dia lakukan malam ini.

"Lanjutin kalau masih sibuk, aku tunggu kamu sampai selesai." Amara yang sudah terlanjur malu masih berusaha terlihat biasa saja dan memilih untuk duduk di sofa yang tak jauh dari sana.

Siallan!! Syakil tidak akan mampu pura-pura bersikap dingin kala panas di sekujur tubuhnya sudah menjalar seperti ini. Cepat-cepat dia mematikan laptopnya kemudian menghampiri Amara yang kini duduk manis di sofa empuk itu.

"Kamu ... menggodaku lagi?" tanya Syakil mengusap wajahnya kasar, melihat Amara yang kini mendongak tanpa rasa bersalah jelas saja membuat Syakil ingin menerkamnya detik ini juga.

"Pakai pakaian begini biar apa? Mau menyiksa lagi, Amara? Kepalaku sakit luar biasa, Sayang tadi siang ... jangan sejahat itu, Ra." Syakil menyerah, dia resah dan kini mengacak kesal rambutnya.

"Kita lanjutin yang tadi, aku nggak akan nangis lagi ... janji."

Saat Syakil tengah berada di puncak kegelisahan, Amara datang dan memperlihatkan lampu hijau secepat itu. Jelas saja Syakil meninggi hingga ke langit ketujuh.

"Bohong, nanti kamu nangis lagi." Syakil curiga Amara akan sama seperti wanita yang lainnya.

"Nggak akan! Sumpah ... tapi kamu jangan maksa kayak tadi, aku kaget," pinta Amara dengan bibirnya yang kini maju beberapa centi, rasanya ingin sekali Syakil menggila, demi apapun istrinya tidak terlihat tengah menggoda tapi Syakil sudah kehilangan setengah kadar warasnya.

"Kamu yang minta, kalau sampai nangis awas saja ... aku nggak akan berhenti, Amara." Syakil menekan setiap kata-katanya, pria itu menarik Amara begitu dekat dalam pelukannya, sang istri yang meminta maka tidak akan ada alasan untuk Syakil berhenti.

"Iya, aku yang minta," tutur Amara kemudian mengecupnya singkat tanpa Syakil minta.

.... Gacukup satu bab, lanjut aja ya.

1
nobita
awal yang menarik thor
Siti Maulidah
ceritanya selalu menarik /Good//Good//Heart//Heart/
Ismu Srifah
bhahahaha babu mikhail
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wihhhh temen berantem zean ma sean nih pasti nanti 🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
harus banget ya mereka. dateng😜🤣
Kai, kaisar 🗡️⚔️
,,🤣🤣🤣
Dewi Novita
judul cerita kendricks dan ganeta apa judulnya
Naja Naja nurdin
syakil maunya siang pertama ya
Naja Naja nurdin
syakil bibir mana nih yang ketemu
Arry Desember
aku pkir ganeta anaknya cakra darmawangsa huffff
Siti Nurhasanah
kok bisa Amara tidur kepalanya di pangkuan Syakil? gimana Syakil kendaliin persneling mobilnya?
Ela Anjani
egois sich menurutku si syakil.
dia selalu bertindak diluar nalar tanpa sadar kalau perbuatannya menyakiti pasangannya
Ela Anjani
sebenernya kasian sich sama Amara. dinikahi karena kenangan masa lalu syakil.
semoga tidak menjadi bencana dimasa depan saat Amara tahu alasan syakil menikahinya
Khairul Azam
lucu sekali si syakil ini memastikan perasaan katanya? hanya orang gila yg begitu
ShiShaFeA
gak ada hukumnya malam pertama itu harus malam ya, kan udh jelas datang bulan ya wajar aja sehabis itu kan
ShiShaFeA
saya mau nanya gimana bisa sambil nyetir, istri tidur di pangkuan, bukannya mobi2 skrg, di antara kursi pengemudi dan kursi penumpang di sebelahnya ada semacam jarak utk konsol tengah gitu ya? mobilnya apa sih?
ans-anl: mobil model lama kali
total 1 replies
Mari Anah
aku udh baca thor,,seru jg cerita y
Rahmi Mamimima
akhirnya mikhail bnr2 punya bayi prempuan kembar , g sia² dy program hamil anak kembar prempuan
Rahmi Mamimima
zidny dan laura ini kyknya mmg spesialis ibu2 mlahirkan 😂
sllu ada d manapun ada ibu2 mau mlahirkn
Rahmi Mamimima
🤣🤣 kok jadi ktularan zia , pas hamil kpgn paus bakar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!