NovelToon NovelToon
HAANIYA.

HAANIYA.

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Balas Dendam / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 5
Nama Author: vi_via

follow IG : Vi_via129.

" Karena kita tidak saling mencintai! aku ingin pernikahan ini hanya berjalan enam bulan saja setelah itu aku akan menceraikan Hani dan menikahi Nahla." Entah terbuat dari apa hati pria yang baru sehari aku nikahi itu! sehingga dengan begitu teganya ia berkata seperti itu didepan keluarga besar kami.

Aku tahu sejak kecil dia memang tidak pernah menyukaiku! tapi aku tidak tahu rasa itu sebesar ini sehingga ia dengan terang-terangan menunjukkannya di depan semua orang.

Aku harus bagaimana, andai aku dapat mengulang waktu aku tidak akan pernah meminta hal ini dari kakek.

Tolong siapapun jangan salah paham kepadaku, aku tidak pernah mengejarnya atau meminta dia menikahi, seperti yang kalian pikirkan. dan alasan semua ini bisa terjadi karena permintaan gadis tujuh tahun yang tidak mengerti apa itu perjodohan.

Aku HAANIYA, aku bukan istri pilihannya. karena istri pilihannya adalah Nahla bukan Hani.

Hai selamat datang di cerita ku yang ke 9. semoga kalian suka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Marah tanpa alasan.

Narendra baru keluar ruangan kerjanya untuk makan siang, lima belas menit setelah Hani, Meninggalkan meja kerjanya, untuk makan siang bersama Lita.

"Haaniya kemana?" Tanya Narendra kepada Nahla, karena saat itu hanya ada wanita itu disana. Seluruh staf sekertaris telah menuju kantin atau keluar perusahaan untuk mencari makan siang, begitu juga dengan Hani.

"Istri kamu udah keluar dari setengah jam yang lalu." Jawab Nahla sengaja berbohong." Mentang-mentang istri bos seenaknya! Dia nggak mikir apa tanggapan karyawan lain jika terus bersikap seperti itu. Ternyata benar ya apa yang di katakan Lisa." Sambungnya, sengaja ingin memanas-manasi Narendra berharap pria itu terbakar emosinya dan memarahi Hani, seperti di hotel waktu itu.

Suasana semakin bertambah panas, Saat Kevin keluar dari ruangannya dan ikut menyalahkan Hani serta menunjuk lebam di rahangnya." Liat nih, ulah istri kamu! di kasih tahu, baik-baik malah aku-nya yang di hajar. Emang kamu udah paling cocok tuh sama Nahla, lemah-lembut, baik dan udah pasti sayang sama kamu! Nggak kaya wanita bar-bar itu." Ucap Kevin Sembari merangkul pundak Narendra."Udah nggak usah bahas dia, nggak penting juga kan, mending kita ke kantin yuk, udah lapar nih." Lanjutnya lagi sembari menepuk pelan perutnya sendiri. Namum Narendra justru mengeleng-geleng kepalanya! Pria itu terlanjur kesal kepada Kevin, yang sudah berani mengata-ngatai Hani di depannya.

" Nggak, sebaiknya kalian berdua aja yang pergi, aku belum lapar." Sahut Narendra, sembari melepaskan tangan Kevin dari pundaknya dengan sedikit karas, Tak ingin mendengar kedua orang itu semakin menjelekkan istrinya, Narendra pun berbalik meninggalkan mereka, masuk ke dalam ruang kerjanya.

Pria itu tidak makan siang dan memilih untuk meneruskan pekerjaannya saja, karena sudah beberapa kali ia menghubungi Hani, namun seperti biasa, Hani tidak menjawab teleponnya bahkan pesan yang ia kirim pun di abaikan.

...\=\=\=\=\=\=\=...

Usai makan siang, Kevin masuk kedalam ruangan kerja Narendra, sembari membawanya makan siang yang mereka pesan di kantin untuk sahabatnya itu. " Makan dulu Ren." Ucap Kevin Sembari meletakkan makanan itu di depan meja kerja sahabatnya, membuat Narendra yang tengah fokus dengan layar laptop di depannya, sesekali mengetik sesuatu disana. Kini mendongak menatap kepada Kevin. " Nahla sengaja memesan ini, karena khawatir kamu belum makan siang." Ucapnya lagi. Membuat Narendra menautkan alisnya tajam. Narendra tahu, Kevin berbicara seperti ini karena Nahla yang memintanya, tapi dia sedang tidak berselera makan sekarang.

"Aku belum lapar Vin, kamu bawa keluar saja makanan itu." Ucap Narendra. " Dan satu lagi Vin! Kamu masih sahabatku bukan?" Tanya Narendra membuat Kevin terkejut.

"Tentu saja aku masih sahabat kamu! Lagian apa yang membuat kamu ragu kepadaku?" Jawab Kevin seraya balik bertanya kepada Narenda. Pria itu menjawab dengan gelengan kepala. " Terus kenapa kamu bertanya seperti itu kepadaku, Ren?"

Kevin seakan tak puas dengan jawaban yang di berikan Narendra. " Aku kan hanya bertanya! Apa tidak boleh?" Kevin pun terdiam sesaat, Sebelum kembali membuka suaranya untuk pamit keluar ruangan itu.

"Vin," Panggil Narendra, Sebelum tangan Kevin meraih handel pintu dan menghentikan langkah pria itu.

"Ya."

"Jika kamu tidak bisa berdiri dibelakang istriku dan mendukung dia dalam hubungan kami, cukup diam saja! Jangan pernah menjelekkannya, untuk alasan apapun. Jangan lupa jika aku pernah menolak puluhan wanita yang datang, termasuk Lisa. Semua itu hanya untuk satu wanita! Silahkan kembali berkerja. Jika dia sudah kembali, tolong minta dia keruang saya." Ucap Narendra begitu dingin dan ambigu, membuat Kevin terkejut seketika. Dia tahu hal itu dan dia sering melihatnya menolak wanita-wanita yang terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi menunjukkan perasaan mereka kepada Narendra, saat sekolah maupun kuliah dulu. Tapi dia tidak tahu wanita itu siapa.

Jika di tanya kenapa dia tidak ingin mencoba menjalin hubungan dengan wanita, sementara Kevin sendiri, Arga, kai sudah sering mengonta-ganti kekasih, Narendra hanya menjawab! Dia punya empat orang adik perempuan, dia tidak ingin laki-laki lain mempermainkan permainan perasaan mereka! Hanya karena dia mempermainkan perasaan wanita-wanita itu dan dia juga harus menjaga perasaan wanita itu. Entah siapa yang di maksud wanita itu karena Narendra tidak pernah menyebut namanya. Apa mungkin itu Hani, rasanya nggak mungkin tapi barusan itu apa. Sudah jelas empat Adik yang dia maksud, Naela, Nayna, Anara anaknya Tante Rania dan Hana. Adiknya Hani.

Mengingat nama Hana yang selalu Narendra tekan sebagai adik, membuat Kevin kembali menengok kepada Narendra, seakan ia baru saja menemukan sesuatu tapi enggan untuk memastikannya.

Pria itu kemudian melanjutkan langkahnya, meninggalkan ruangan itu, walaupun ia masih sangat penasaran dengan semuanya.

Beberapa menit setelah Kevin pergi, pintu ruang kerja Narendra kembali di ketuk dari luar, pria itu pun mempersilahkan orang yang mengetuk pintu itu untuk masuk. " Dari mana kamu?" Tanya Narendra. Tatapannya begitu serius.

"Aku habis makan siang sama Lita! Lagian aku keluar juga udah waktunya makan siang. Kenapa kamu bersikap seperti ini. Memangnya aku salah apa lagi kali ini." Tanya Haaniya. Ya orang yang baru masuk keruang kerja Narendra itu adalah Hani.

"Kamu masih bisa menjawab seperti itu. Haaniya, kamu itu sudah menikah harusnya yang kamu utamain itu aku suami kamu, bukan orang lain."

"Lita bukan orang lain, dia adalah sahabat aku." Sahut Hani tak suka saat Narendra menyebut Lita sebagai orang lain.

"Aku nggak peduli tapi sebagai seorang istri harusnya kamu penting itu aku, suami kamu. Tahu tanggung jawab nggak sebagai istri." Entah apa yang merasukinya hingga ia terus marah-marah kepada Hani nggak jelas gini." Kamu tahu aku sampai tidak makan siang karena kamu."

Hani mengerutkan keningnya. "Memangnya aku kenapa? Kamu tinggal ke kantin atau ke ke restoran untuk makan siang. Kenapa jadi marah-marah ke aku, lagian ini perusahaan bukan rumah." Keduanya terus saja berdebat.

"Yang bilang ini rumah itu siapa."

" Terus?"

"Haaniya, harusnya kamu tahu! Saat kita berdua bersama, kamu tetap harus melakukan tugas kamu sebagai istri. Tapi jika kamu keberatan kamu boleh kembali bekerja. Maaf karena sudah marah-marah tanpa alasan ke kamu." Ucapnya, hari ini pria itu terlihat begitu sensitif. " Tolong bawa makan itu sekalian kepada Nahla, tapi dia menitipkannya kepada kevin untuk di berikan kepada ku." lanjutnya sembari menunjuk makan yang di bahwa Kevin. sekaligus menjelaskan dari siapa makanan itu.

Dan Hani pun mengambil makanan itu kemudian di bawah keluar, kemudian di letakkan di atas meja kerja Nahla. " Besok-besok, nggak usah repot-repot siapin makanan buat suami saya lagi. karena saya masih sanggup untuk melakukannya.

Wanita itu pun melangkah ke arah lift, ia harus ke kantin untuk mencari makan siang buat Narendra. walaupun ia kesal kepada pria itu. namun ia tetap melakukan tugasnya sebagai istri.

1
Umi Badriah
dari cerita emaknya lanjut ke anaknya thor,bagus ceritanya.bakal nyesel tu si narendra
Rika
bagus
Siti Aminah
trm ksh jg thor...yg sdh menyuguhkan kisah yg sungguh menarik aku suka ceriya ny. gaya bahasa/kosa katanya berkelas wlw pun msh banyak tipo sana sini. aku siap meluncur ke novelmu yg lain.
Siti Aminah
dssar Hani...sekali jatuh cinta langsung bucin.
Siti Aminah
akhirnya si kembar akan lahir
Siti Aminah
bnr kan...Lita hamil . pasti suaminy Arga kisah Luna terulang kembali
Siti Aminah
hamil nya Haniii...bikin yg baca jg jd gemes dan gk tau mau bilang apa
Siti Aminah
Bumil bikin hati suami jungkir balik kaya rollcoaster. sabaaar Ren
Siti Aminah
aku nyesek rasany baca di part ini...keluarkan lah semua isi hati km Hani ...semua unek2 yg slma ini mengganjal di hatimu setelah itu berdamailah dgn keadaan krn semua manusia tdk luput dr segala salah dan dosa .
Siti Aminah
semoga Hani mau berdamai dgn keadaan dan memaafkan kesalahan2 mami dan daddy nya....agar hidupnya tenang dan damai begitu pun hatinya.
Siti Aminah
aman dah baca ny thor...tanpa hrs was2 dan deg2an he...he...othor bs aj nih bikin cerita good job thor...you the best
Siti Aminah
waduh...sepertinya ada sesuatu yg terjadi...yg menimpa Lita ..apakah dia ada yg memperkosa..?..klo iya apakah Regan atw Arga...?thor kok gambarnya serem penuh darah gt yah...
Siti Aminah
aku kdng bingung dgn cara berfikir Rendra. sllu mengambil keputusan Yg slh.maksud dia baik tp tanpa sadar keputusan ny itu akan merugikan orang lain.
Siti Aminah
ganteng dan cantik...aku suka visualny thor klo bs ksh jg visual pemain2 intinya thor...
Siti Aminah
mdh2an Arga gk jd nikah sm Lita seperti sahabatny Kai yg gk jd sm Amna. kasihan Arga akan menjadi atm berjalan ny Lisa dan ibuny. krn itu sdh di rencanakan oleh ibunya Lisa
Siti Aminah
ya iya lah hati siapa yg tfk skt dan kecewa melihat dan mendengar langsung ucapan penolakan suaminy di dpn keluarga dan ap lg d dpn pacar suaminy. harga diri istri d taro di mana
Siti Aminah
seru thor...
Siti Aminah
semoga permasalahan keluarga Hani cpt terselwsaikan dan kembali rukun dfn Lisa yg keluar dr rmh Dion
Siti Aminah
kapan rahasia si Lisa sm obuny terbongkar thor aku ssh tsk sabar
Siti Aminah
cantiknyaaa visualnya thor...aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!