Bryona Martinez, seorang gadis yang sangat tidak percaya diri dengan penampilannya, terutama bagian dadanya yang terlalu besar. Ia selalu diejek dan dilecehkan. Hal itu membuatnya menutup diri dengan memotong pendek rambutnya, serta membebat tubuhnya, sehingga ia akan terlihat seperti laki-laki bertubuh tambun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pansy Miracle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#28
Bryona kembali ke kampus dan Freya kembali ke New York. Mereka selalu berpisah selama proses kuliah mereka. Namun, pekerjaan selalu menyatukan mereka.
“Bry!” sapa Adela yang menghampiri Bryona yang saat ini sedang berada di kantin. Bryona yang sedang menggunakan earphone tidak mendengar panggilan Adela. Ia masih terus menikmati snack dan minuman dingin sambil membaca sebuah buku.
“Bry!” panggil Adela sekali lagi sambil menutup buku yang dibaca Bryona.
“Adel!” Bryona kaget karena Adela tiba-tiba saja muncul di hadapannya. Ia melepaskan earphone-nya, “Ada apa? Aku kira hari ini kamu tidak kuliah.”
“Awalnya aku tidak ingin kuliah, tapi aku malas di rumah. Jadi akan lebih baik kalau aku pergi kuliah. Apa yang sedang kamu baca?” tanya Adela.
“Buku untuk kuliahnya Mr. Tom. Aku ketinggalan beberapa pelajaran, karena kemarin aku sempat tidak ikut kuliahnya.”
“Bry, apa kamu adalah Scarlett?” Adela langsung memperlihatkan pada Bryona sebuah majalah. Ia membuka lembaran di mana terdapat iklan Autumn and Spring Liptint.
Bryona mengambil tissue dan mengusap bibirnya. Ia memgambil sedotan dan menghabiskan minumannya. Ia sengaja melakukan beberapa aktivitas sebelum menjawab pertanyaan Adela. Ia harus mempersiapkan jawaban untuk Adela.
“Scarlett? Dari mana kamu bisa mengatakan kalau dia itu aku?” tanya Bryona.
“Aku sering bersamamu, Bry. Aku tahu dan bisa mengenalimu dengan mudah,” ujar Adela.
Bryona menelan salivanya perlahan. Sepertinya ia tak bisa menyembunyikan hal tersebut dari Adela. Di kampus ia sudah berusaha berpenampilan berbeda dan tidak menggunakan make up.
“Jadi … benarkan kalau kamu adalah Scarlett?”
“Ya, tapi tolong jangan katakan pada siapapun. Aku ingin berkuliah dengan normal. Aku tak ingin menjadi seperti selebritis karena itu sangat mengerikan,” kata Bryona.
“Tenanglah, aku tidak akan mengatakan pada siapapun. Tapi, bisakah kamu mengenalkanku pada Nicholas Gerardo?”
“Nicholas?”
“Ya. Jangan katakan padaku kamu tidak mengenalnya. Lihatlah di majalah ini, sangat terlihat kamu begitu dekat dengannya. Chemistry kalian sungguh bagus, itu berarti sebelumnya kalian sudah saling mengenal dan dekat.”
“Aku memang tidak mengenalnya dengan baik. Aku juga tidak bisa mengenalkannya padamu karena aku tidak pernah bertemu dengannya kalau bukan masalah pekerjaan.”
“Ahh!! Kamu pasti bohong! Atau jangan-jangan kamu takut kalau ia lebih menyukaiku dari pada dirimu?” Adela mulai meninggikam nada suaranya.
“Bukan seperti itu. Aku benar-benar tak bisa mengenalkanmu padanya, karena bertemu dengannya saja aku jarang.”
Brakkk!!!
Bryona kaget ketika melihat Adela menggebrak meja. Kini mereka menjadi sasaran pandangan orang-orang, membuat Bryona mengingat bagaimana ia dahulu selalu menjadi pusat tatapan orang-orang yang memandangnya dengan begitu jijik dan mengejek.
“Aku tidak percaya kamu seperti ini, Bry. Aku tahu kamu terkenal, tapi jika kamu tidak mau mengenalkan aku padanya, katakan saja. Tidak perlu banyak alasan, seakan-akan aku akan merebutnya darimu,” Adela memandang sinis ke arah Bryona dan langsung meninggalkannya.
Bryona menghela nafasnya pelan. Ia langsung menutup buku dan memasang earphonenya kembali. Ia sedikit menundukkan kepalanya agar tak melihat bagaimana pandangan orang-orang terhadap dirinya. Ia pun segera keluar dari sana.
**
“Bagaimana? apa kamu sudah menemukan semua informasi yang kubutuhkan?”
“Sudah, Tuan,”jawab Leo. Ia mengambil sebuah map dan memberikannya kepada atasannya.
Oscar membuka map tersebut dan membacanya dengan teliti. Ia menautkan kedua alisnya dan mengernyitkan dahinya.
“Apa kamu yakin dengan semua informasi ini?”
“Sangat yakin sekali,” jawab Leo dengan sangat tegas.
Leo memang baru bekerja dengannya selama 5 tahun. Ia seumuran dengan Nicholas, tapi cara kerja dan ketelitian serta kegesitannya, tidak perlu diragukan sama sekali.
Sebelumnya Oscar tidak memiliki asisten secara tetap, mereka selalu berganti-ganti. Selain cara kerja mereka yang lambat, mereka juga sangat mudah untuk disuap, bahkan tak segan menjual informasi milik perusahaan. Oleh karena itu, ketika melihat Leo yang begitu loyal hingga saat ini, ia akan mempersiapkannya untuk menemani Nicholas saat putranya itu memimpin G-Corp.
“Carlos Martinez … akhirnya aku menemukan putrimu,” gumam Oscar.
Di dalam mobil, Oscar melihat sekali lagi informasi yang diberikan oleh asistennya. Di sana tercantum bahwa putri mereka dirawat oleh Paman dan Bibinya, yakni Thomas dan Dorothy Alberto. Dulu, Oscar pernah mencari keberadaan putri dari Carlos setelah kecelakaan, namun tak menemukan. Asisten yang ia perintahkan saat itu selalu kembali dengan tangan kosong dan mengatakan bahwa putri keluarga Martinez juga ikut meninggal dalam kecelakaan.
“Aku akan mempersiapkan semuanya. Setelah ia cukup umur, aku akan mengembalikan semua harta yang kamu titipkan padaku kepada putrimu,” gumam Oscar.
**
Bryona merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia meletakkan lengannya tepat di atas mata, seakan memejamkan mata saja tak cukup.
“Hanya Freya yang benar-benar menyayangiku. Itulah kenapa aku tak akan pernah mau menyakitinya. Yang lain mendekatiku karena memiliki maksud terselubung, menyebalkan!!” Bryona menumpahkan kekesalannya. Menjadi Bryona yang tenang dan menutup diri, sepertinya akan terus seperti ini. Kalau tidak diejek, dibully, maka ia akan dimanfaatkan.
Sementara itu di tempat lain,
“Kamu bodoh!” teriak Luna pada temannya melalui sebuah panggilan video.
“Kenapa kamu mengatakan aku bodoh?”
“Seharusnya kamu itu terus berada di dekatnya. Berpura-pura baik padanya. Saat ia sudah percaya denganmu, baru kita menghabisinya,” gerutu Luna.
“Bagaimana kita bisa membuat dia percaya, bahkan aku meminta untuk dikenalkam dengan Nicholas Ferardo saja dia bilang dia tidak terlalu mengenal. Bukankah itu sama saja kita melakukan sesuatu yang sia-sia?”
“Ishh, kamu ini! Besok kamu minta maaf padanya. Katakan saja hari ini kamu sedang PMS sehingga emosimu sedang tidak terkontrol. Aku ingin kamu dekat dengannya, lalu ….,” Luna terus memberikan beberapa rencana pada temannya itu.
“Kamu mengerti kan sekarang?” Temannya itu pun mengangguk.
“Lalu bagaimana dengan bayaranku?”
“Tenang saja. Jika kamu berhasil kembali mendekati Bryona, aku akan membayarmu 10% dari kesepakatan kita.”
“Baiklah kalau begitu. Ini pekerjaan yang mudah!”
“Kalau begitu cepat laksanakan! Jangan membuat rencanaku gagal lagi hanya karena emosimu,” kata Luna.
🌹🌹🌹
lihatlah luna hancur leticia hancur dengan sendirinya dan si thomas jadi berengsek karna ketamakannya juga.
kemakan omongan sorangan.
akhirnya m-tec kembali pada pemilik nya.
akhirnya nic di maafkan.