21++
Hanya cerita fiksi tidak suka skip!
Hidup bergelimang harta dan apa pun yang di inginkan bisa didapatkan, membuat Jane gadis cantik berusia 20 tahun begitu frustasi, setelah kepergian kedua orang tuanya yang membuat hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat, saat semua harta peninggalan kedua orang tuanya di sita oleh pihak bank.
Hingga akhirnya Jane yang tinggal bersama sang bibi, memilih cara cepat mendapatkan uang untuk membiayai kehidupan mewahnya, dengan cara memuaskan pria hidung belang.
Dan pada suatu malam ada pria misterius yang menyewa jasa Jane dengan tujuan lain, dan mengurung Jane untuk membalas dendam.
Siapakah pria misterius tersebut?
Apakah balas dendamnya dapat terwujud?
Penasaran? Cus langsung di baca, happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sugar Daddy
Jane yang sedang duduk bersebelahan dengan Jona di sofa bed yang berada di dalam kamar Jona, langsung memeluk Jona, setelah Jona menceritakan apa yang sedang di alaminya, jika semua anak buahnya yang berada di Paris sudah di tahan polisi, dan bisnis ilegalnya sudah tidak bisa lagi di pertahankan. Bagaimana dengan Jona sendiri? Untuk saat ini dirinya aman, entah untuk ke depannya, bisa saja suatu saat polisi membongkar indentitas nya, karena selama Jona tinggal di Paris dirinya memanipulasi kan Indentitasnya, dan sekarang samua harta benda yang berada di Paris di bekukan oleh polisi sebelum Tom memindahkannya.
"Semua tidak ada yang abadi Jona, untung kamu masih selamat dan tidak di tahan oleh polisi," ujar Jane sambil melepas pelukannya.
"Untuk sekarang, tapi tidak tahu nanti ke depannya Jane,"
"Maka dari itu mulai dari sekarang kamu tinggalkan pekerjaan kamu itu,"
Dan hembusan nafas kasar keluar dari bibir Jona mendengar perkataan Jane. "Kamu tahu banyak pekerjaan yang tidak membahayakan nyawa yang masih bisa kamu kerjakan,"
"Iya aku tahu, tapi tidak semudah itu Jane,"
"Tentu saja mudah, kamu tampan dan berkarisma tentu banyak perusahaan yang mau menerima kamu,"
"Bukan masalah itu, aku harus bersembunyi hingga kondisi benar-benar aman, bukan hanya itu Albert juga masih mengincar kita,"
"Iya aku tahu itu, bagaimana kamu akan memberikan aku hidup yang layak jika kamu tidak bekerja, kamu kan sudah berjanji padaku,"
Dan Jona langsung menautkan ke dua alisnya menatap Jane yang berada di sampingnya. "Kenapa kamu berkata seperti itu?"
"Ya karena aku tahu, kamu sekarang kere, tentu saja kamu tidak akan bisa memberikan hidup yang layak untukku,"
"Siapa bilang?"
"Aku," jawab Jane sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Aku akan selalu memberikan hidup yang layak untukmu Jane, apa lagi jika kamu mau jadi istriku, apa pun yang kamu mau aku kabulkan,"
"Oh no sory om," ujar Jane lalu beranjak dari duduknya.
"Tadi kamu bilang akan menganggap ku lebih dari kakak berarti jadi suami kan?" tanya Jona menghentikan langkah Jane, lalu menoleh ke arah Jona.
"Siapa juga yang mengatakan itu, tadi aku hanya ingin bilang akan menganggap mu sebagai papa aku,"
"Oke kalau begitu aku sugar dady mu, setuju,"
"Ish menyebalkan, bukan itu Jona! " ucap kesal Jane dan langsung meninggalkan Jona yang mengukir senyum dari ke dua sudut bibirnya, namun senyum itu hilang saat Jane sudah keluar dari kamar, di gantikan dengan umpatan mengingat lagi apa yang sedang di alaminya.
"Jona! Cepat turun, aku sudah memasak untuk kita sarapan!" teriak Jane dari lantai satu saat Jona belum juga turun dari kamarnya, hingga Jane sudah selesai memasak nasi goreng untuk sarapan dan ini pertama kalinya bagi Jane memasak. "Jo–" Jane tidak jadi meneruskan perkataannya ketika melihat Jona keluar dari kamar dan menuruni tangga.
"Memasak? Apa kamu bisa?"
"Tentu," jawab Jane lalu menarik tangan Jona yang sudah berada di lantai satu, kemudian menarik tangan Jona menuju meja makan. "Jeng jeng, ini adalah nasi goreng spesial ala chef Jane," ujar Jane bangga saat sudah berada di meja makan.
"Jane,"
"Jangan katakan apa pun, memang sedikit gelap tapi ini enak melebihi nasi goreng yang ada di hotel bintang lima,"
"Apa kamu sudah mencicipinya?"
"Belum," jawab Jane lalu menarik kursi dan mendudukkan pantat Jona, kemudian menaruh satu piring nasi goreng di hadapan Jona. "Dan aku persilakan kamu yang mencobanya terlebih dahulu,"
"Tapi Jane ini–" belum juga Jona meneruskan ucapannya Jane sudah terlebih dahulu menyendok kan satu sendok nasi goreng dan langsung menyuapi Jona.
"Buka mulutmu," perintah Jane dan Jona dengan ragu-ragu langsung membuka mulutnya dan menerima suapan dari Jane. "Enak kan?"
Dan Jona hanya menjawab dengan anggukkan dan coba mengunyah nasi goreng yang sudah berada di mulutnya.
"Tuh kan pasti enak, di bilangin tidak percaya," ujar Jane yang langsung memakan nasi goreng buatannya, dan seketika menyemburkan nasi goreng yang ada di mulutnya. "Wek, lidah kamu tidak berfungsi Jona, ini nasi goreng rasa tai kucing wek,"
"Apa kamu pernah makan kotoran kucing Jane?"
Bersambung..................
juminten jgn jual mahal donk... katanya mau suntik2an... biar tau rasanya... sekali tau nanti jad ketagihan 😂 🤣 🤣 🤣