NovelToon NovelToon
Aku Bukan Laki-laki

Aku Bukan Laki-laki

Status: tamat
Genre:Romantis / Identitas Tersembunyi / Chicklit / Tamat
Popularitas:536.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rani

Demi mama, aku rela membohongi dunia dan menyembunyikan identitas asliku. Bahkan, aku juga mengorbankan rasa cinta yang aku punya pada seorang laki-laki. Semua aku lakukan demi mama yang selama ini telah berjuang demi aku. Aku yakin, doa dan restu mama, adalah hal terpenting dalam hidupku.

Apakah aku sangup, tetap menahan rasa ini. Mungkinkah, aku mampu mengubah pandagan lelaki itu padaku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

"Mulya, kenapa kamu malah menghentikan preman itu?" ucapku saat ingat bagaimana Mulya muncul dari kegelapan.

Mulya diam, ia melihat lurus kedepan. Melihat jalan yang hanya di terangi lampu jalan yang begitu remang-remang.

"Aku tidak mungkin membiarkan Babang melawan perempuan," kata Mulya sambil terus melihat kedepan.

"Alasan yang sangat lucu dan tidak masuk akal."

"Lalu, apa alasan yang ingin kamu dengar dari aku?"

"Tidak ada."

Sesaat, tidak ada kata yang terucap dari mulut masing-masing. Kami hanya terdiam dengan pemikiran kami masing-masing.

"Aku akan antar kamu pulang sekarang Alin," kata Mulya memecah kesunyian di antara kami.

"Lho, kamu yakin ingin mengantarkan aku pulang kerumah."

"Iya yakin, apa yang harus aku takutkan. Asal kamu tahu, aku ini Mulya, orang yang tidak pernah takut pada apapun."

"Maksud aku bukan itu Mulya. Apa kamu yakin ingin mengantarkan aku pulang? Tidakkah kamu berniat untuk menyandera aku, atau menghabusi aku sekalian?" kataku dengan tatapan dingin.

"Jangan bodoh Alina, aku ini manusia normal dan punya hati. Aku tidak akan melakukan hal yang tidak bisa di terima oleh hatiku."

"Maksud kamu?"

"Tidak ada. Aku hanya tidak mungkin menyingkirkan seseorang yang tidak ingin aku singkirkan."

"Lagian, aku tahu kalau kamu hanyalah sebuah pion catur," kata Mulya lagi.

"Apa kamu bilang!" kataku sangat emosi sekarang.

"Lupakan saja. Nih pakai apa yang seharusnya kamu pakai," kata Mulya sambil melemparkan rambut palsu yang selalu aku gunakan selama ini.

Tidak habis pikir aku sekarang dengan laki-laki yang sedang duduk di sampingku saat ini.

Ntah apa yang sedang ia rencanakan, aku juga tidak tahu. Karna Mulya tidak mudah di tebak, dan sangat sulit untuk mengetahui apa yang ia pikirkan.

"Mulya, apa yang sedang kamu rencanakan sekarang?" kataku dengan penuh penasaran.

"Aku tidak punya rencana apapun Alina. Hanya saja, aku ingin lihat apa yang sedang mama kamu inginkan. Aku ingin mengikuti apa yang mama kamu rencanakan."

"Apa yang akan kamu lakukan dengan mama ku?"

"Tidak ada," jawab Mulya singkat.

Aku terdiam sekarang, aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang Mulya pikirkan.

"kenapa kamu terlihat sangat bingung?"

"Tidak, aku tidak bingun kok."

"Hmz, jangan bohong padaku, aku tahu apa yang kamu rasakan. Baiklah, aku punya satu pertanyaan padamu Alina."

"Apa itu?"

"Apakah kamu senang dengan apa yang kamu lakukan sekarang? Aku ingin kamu jawab dengan jujur dari hati kamu yang paling dalam. Jika jawaban kamu benar-benar dari hati dan tidak bohong, maka aku akan berpura-pura tidak tahu, siapa kamu sebenarnya."

"Itu pertanyaan mudah Mulya, kamu tidak perlu meminta aku bohong atau jujur. Yang jelas, aku akan menjawab dengan jawaban yang sesui dengan apa yang aku rasakan."

"Kamu tahu Mulya, aku hanya punya satu pilihan dalam hidupku. Aku tidak bisa memilih untuk jalan hidup yang aku tempuh. Aku tidak suka, melakukan apa yang saat ini aku lakukan. Aku tidak suka membohongi semua orang dengan penyamaran yang aku gunakan saat ini," ucapku sambil berlinangan air mata.

"Aku tahu kalau kamu hanyalah sebuah pion catur. Dari jawaban kamu pertama saja, aku sudah bisa merasakannya."

Aku kaget saat Mulya membantu aku untuk menghapuskan air mataku yang jatuh secara perlahan, dengan sebuah tisu putih. Mulya melakukannya dengan sangat lembut.

Aku tahu sejak awal Mulya bilang aku adalah pion catur. Yang membuat Mulya tidak tertarik untuk melukai aku, mungkin alasannya karna aku adalah sebuah pion.

Aku tidak bisa bilang kalau aku ini bukanlah pion catur yang mama jalankan. Karna pada kenyataannya, aku ini memang tidak bisa berjalan sesui yang aku inginkan.

"Jangan sedih, aku akan antarkan kamu pulang kerumah," kata Mulya dengan suara yang sangat lembut.

Ketika Mulya menyentuh lembut pundakku, aku merasakan perasaan nyaman untuk pertama kalinya.

Laki-laki dengan wajah garang dan terlihat sangat berkharisma ini, ternyata, juga bisa bersikap lembut dan penuh kasih.

1
sakura
...
Agni Rizkita Fauziah Amanda
bagus memuaskn
Kenzi Kenzi
mika yg cemburu dhnmu lin....disaat tumbuh rasa ke babang,babang malah hengkang dan.nemplok sama kamu
Kenzi Kenzi
semoga aja bener an adik ryan....adik.kandung ryan...
Kenzi Kenzi
blm bi2r...
hehhehe
Kenzi Kenzi
kasian ryan,tdk direstui sama ortu.mika
Kenzi Kenzi
mosok bronies e mamamu,
Dora Husien
anak laki apa perempuan yg benar?
Nur Setyowanti
bagus
Siti Sri Wahyuni
mampir
Ce Edoh
bagus ceeitanya
Rani: makasih banyak yah
total 1 replies
Salmah
wah.......mama durhakim ini namanya.......udah tw anaknya cwe masa di suruh jadi lesby
Salmah
untung masih ingat jati dirinya......low kebablasan jadi tomboi gimana?
Salmah
kasian anaknya jadi korban keegoisan ortunya.......😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Diandra
Emang gak ada jakunnya
Uvie El Feyza
jgn" mama sendiri yg jahat ya,,
Jilioni MD: KEPEMILIKAN adalah cerita dalam novelku, mampir ya terimakasih 😊
total 1 replies
Sopian Hadi Irawan
kerenn
Ran's 02
bagus ceritanya thor....sukses selalu....
saking ngebut ya maaf sampe ga sempet komen hehehe
Sriwarsini
aku suka ceritanya bagus👍
Sriwarsini
wah ternyata Nino bukan anak kandungnya yachh.....pantesan tegaaa....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!