Hanya cerita fiksi‼️
Seorang wanita solehah bertemu dengan pria arogan pemaksa?.
Pria dengan sejuta pesonanya tapi dibalik wajahnya yang tampan terdapat sifat pemaksa, posesif dan bahkan pemarah.
"you are mine"
Dan sialnya pria itu adalah putra tunggal dari keluarga billionaire yang perintahnya tidak bisa di bantah siapapun.
Semua kemauan pria itu harus terpenuhi!.
Happy reading:)
Guys kalau ada kata-kata yang salah atau kalimat apapun itu. Komen ya karena aku juga baru belajar hehe.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blursky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
First Kiss
Dara duduk bersandar di ranjangnya ini sudah tiga hari sejak kejadian itu. Gadis itu menghela nafas lagi ini ke sekian kalinya Dara merasa bosan. Ellard benar-benar menghukumnya, dirinya tidak boleh turun dari ranjang bahkan hanya untuk kekamar mandi. Untuk pergi ke sekolah Dara tidak berani meminta ijin mengingat Ellard sudah memerintahkannya duduk diam dikamar.
Dan yang lebih parahnya lagi Ellard jarang untuk meninggalkan dirinya. Bahkan para pelayan harus mengantarkan makanan kekamar. Sholat pun ia harus mencuri waktu dari pria itu, bahkan sepertinya ia merasa kakinya bukan terkilir tapi lumpuh karena jarang digerakkan.
Ceklek
Suara pintu terbuka, membuat gadis itu melihat kearahnya. Ellard menutup pintunya lalu berjalan kearah Dara, dirinya merebahkan tubuhnya di samping tubuh Dara lalu memeluk perut gadis itu.
Sedangkan Dara hanya diam pasrah, sejak itu juga Ellard makin menempel padanya. Saat gadis itu mencoba menghindar ucapan Ellard membuatnya diam menurut.
"Bukankah kau sedang dalam masa hukuman? ingat kembali apa saja kesalahan mu."
Ellard mempererat pelukannya menduselkan kepalanya diperut Dara. Sedangkan Dara mengelus rambut Ellard membuat pria itu tersenyum ternyata ancaman hukuman itu berguna juga, pikirnya.
"Bagaimana kakimu?." Tanya Ellard.
"Kakiku sudah tidak apa-apa, sungguh!." Jawab Dara semangat agar pria ini percaya dan membiarkannya bebas.
"Kau menjawab seperti itu dari dua hari yang lalu." Jawab Ellard tanpa membuka matanya.
Dara menghela nafasnya lagi harus bagaimana lagi untuknya bisa bebas. Sepertinya mengerjakan tugas-tugas dari Feli atau Michel lebih baik dari pada mendapatkan hukuman dari Ellard.
Dara menghentikan aktivitasnya mengelus kepala Ellard ia sedang berpikir bagaimana untuknya bisa meyakinkan pria ini bahwa dirinya sudah baik-baik saja.
Ellard mendengus kasar saat Dara menghentikan aktivitasnya.
"Kenapa berhenti?." Tanya Ellard membuat Dara tersadar dari pikirannya.
"Apa?." Tanya Dara bingung menundukkan kepalanya untuk melihat Ellard.
Saat pria itu mendongakkan kepalanya menatap wajah gadisnya membuat Dara gelalapan saat melihat raut wajah datar pria itu.
"A-a Baiklah." Jawabnya lalu kembali mengelus rambut Ellard.
****
Tidak bisa seperti ini, ia harus bilang pada Ellard jika dirinya sudah baik-baik saja. Dirinya sudah tidak berangkat sekolah tiga hari memikirkan bahwa dirinya adalah murid beasiswa membuatnya takut jika membuat kesalahan. Satu-satunya cara agar bisa pergi sekolah adalah membujuk pria ini.
"Ell." Panggil Dara.
"Hmm."
Dara mengigit bibir bawahnya, ia tidak pandai dalam merayu. Tiba-tiba saja ia mengingat saat dikelasnya banyak siswi yang membicarakan Devan dibelakang pria itu dengan kata-kata manis yang mereka ucapkan.
"Devan kau sangat tampan."
"Devan bisakah aku menjadi milikmu?".
"Devan kau adalah cahaya bagi hidup ku, melihatmu membuat hariku kembali cerah.'
"Devan kau tau hidupku separuhnya adalah hidupmu jadi kumohon jangan pergi dariku atau aku akan kehilangan separuh nyawaku."
Dara langsung menggelengkan kepalanya saat mengingat ucapan-ucapan siswi itu. Sepertinya ia tidak bisa mendengar ucapan seperti itu apalagi harus mengucapkannya.
Tapi ini demi kehidupannya juga, sampai kapan dirinya harus berada di kamar ini. Duduk di kasur busa yang empuk dan luas walaupun ini adalah kehidupan impian banyak orang, tapi tidak untuknya ia malah seperti terkurung dalam sangkar emas, mewah tetapi tidak menyenangkan.
Tapi ia harus berusaha bukan untuk mencapai suatu tujuan?. Baiklah mengorbankan rasa malu untuk menggapai sesuatu yang ia inginkan, mungkin bisa ia coba. Dirinya harus memilih kalimat yang sederhana untuk diucapkan. Dara menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskanya perlahan.
"Ellard, kau tampan." Ucap Dara pelan lalu mengigit dengan keras bibir bawahnya, ia malu!!.
Ellard membuka matanya saat mendengar ucapan Dara, "Aku tau." Ucap Ellard lalu menutup matanya kembali.
Ya Allah. Batin Dara, bukan ini jawaban yang ia inginkan setidaknya pria ini tersenyum tapi kenapa malah jawaban percaya diri yang ia dapat. Walaupun memang tampan tapi pria itu terang-terangan memuji dirinya sendiri dihadapan orang lain, apa sopan begitu ?.
"Kau kurang pandai merayu." Ucap Ellard.
Dara terkejut lalu gelalapan menjawabnya, "A-aku, b-bukan merayu". Elaknya.
"Si jenggot bilang bohong itu dosa, lho."
"A-a ya." Jawab Dara.
"Mau ku ajari cara merayu yang benar?." Tanya Ellard mendongakkan kepalanya melihat wajah Dara.
Dara menundukkan kepalanya melihat wajah Ellard, eh kenapa wajah pria itu memerah?, pikir Dara.
"Akan ku ajari tapi kau hanya bisa mempraktekkannya padaku." Ucap Ellard.
"T-tidak p-."
"Sedikit ciuman mungkin bisa dibilang merayu ini termasuk hal yang paling mudah. Mau mempraktekkannya?." Tanya Ellard.
Dara langsung memalingkan wajahnya kearah lain,
"K-kalau begitu t-tidak perlu." Jawab Dara terbata.
"Baiklah karena diriku adalah pria baik hati, aku akan mengabulkan satu permintaan mu dan sebagai gantinya aku meminta satu syarat juga padamu." Tawar Ellard.
Ini kesempatan bagus untuknya bisa bebas dan pergi ke sekolah, bukan?. Tapi bagaimana jika syarat pria itu tidak masuk akal?. Baiklah mencobanya juga tidak ada salahnya karena cara pertama untuk merayu Ellard sudah gagal dan hanya ada cara ini harapanya bisa terwujud.
"Syarat apa?." Tanya Dara ragu.
"Beri aku ciuman."
"A-apa!." Ucap Dara terkejut.
"C-i-u-m-a-n."
"A-ah k-kalau begitu t-tidak u-usah, a-aku tidak m-meminta apa-apa." Jawab Dara terbata.
Ellard bangun dari tidurannya, ia menatap wajah gadisnya. "Yakin? aku mungkin akan memintamu diam disini seminggu lagi atau bahkan lebih." Ucap Ellard.
Dara yang mendengarnya langsung melebarkan matanya, seminggu lagi!! yang benar saja, tiga hari duduk dan tiduran disini ia mulai merasa bahwa kakinya tidak dapat digerakkan. Dan sekarang seminggu lagi? mungkin dia benar-benar tidak akan merasa kakinya ada, pikir Dara.
Ellard memincingkan matanya menunggu jawaban gadisnya. Dara melirik sekilas kearah Ellard lalu menelan salivanya sendiri saat tatapannya bertemu dengan bola mata biru Ellard.
"Kau yakin tidak mau? ku hitung sampai tiga jika ingin berubah pikiran."
"One." Ucap Ellard mulai menghitung membuat Dara berpikir keras.
"Two."
"Thr-." Cup
Dara mengecup sekilas bibir membuat pria itu berhenti menghitung. Dara menundukkan kepalanya, Ya Allah apa yang ia lakukan?, pikirnya. Ia malu! sangat malu bahkan untuk mendongakkan kepalanya ia tidak bisa, bagaimana jika tatapannya bertemu tatapan Ellard nanti, apa yang harus ia katakan?. Ellard memang suaminya tapi tetap saja dirinya merasa seperti wanita agresif.
Sedangkan Ellard terdiam mematung sedikit terkejut karena tindakan Dara yang tiba-tiba. Lalu setelahnya pria itu menarik kedua sudut bibirnya membentuk lengkungan.
"Itu bukan ciuman." Ucap Ellard membuat Dara mendongak menatap serius kearah Ellard.
"Apa?." Ucap Ellard mendongakkan dagunya saat melihat tatapan Dara yang tidak terima.
"B-bukankah aku sudah m-melakukanya?." Ucap Dara.
Apa pria ini hanya bermain padanya? tidak bisa! dirinya sudah merelakan rasa malunya tapi pria ini seenaknya saja bilang itu salah, pikirnya.
"Ini baru ciuman." Ucap Ellard lalu menarik tengkuk gadis itu dan menempelkan bibirnya ke bibir Dara. Dara membelalakkan matanya terkejut, apalagi saat ia merasa bibirnya dilumat oleh pria itu.
Emphhh
"Buka Al." Ucap Ellard dengan suara serak.
Dara langsung memundurkan kepalanya membuat ciuman panas itu terhenti. Ellard langsung menatap Dara sejenak, apakah ia keterlaluan? sepertinya tidak pikir Ellard.
"Kau kurang ahli Al, aku akan selalu mengajari mu bagaimana caranya ciuman yang benar." Ucap Ellard sambil menyeka bibirnya.
"Tapi manis juga." Ucap Ellard tersenyum menggoda lalu melangkah kekamar mandi sepertinya ia harus menahan hasratnya pada Dara mengingat gadis itu terkejut hanya karena sebuah ciumannya.
Sedangkan Dara diam mematung ditempatnya masih belum percaya apa yang baru saja ia lakukan. Ia menyeka bibirnya mengunakan lengan baju yang ia kenakan.
*****
Lay menendang kaki Frank untuk kesekian kalinya, membuat pria itu mengeram kesal tapi Arlay tidak mempedulikannya. Menurutnya pemandangan didepan mereka lebih menarik daripada kekesalan pria itu.
Frank berdeham sebentar lalu membuka suaranya, "Kau sakit?." Tanya Frank.
Sejak tadi mereka berdua melihat hal yang sedikit langka, Ellard sudah duduk di ruang PS bersama mereka sekitar setengah jam yang lalu. Tapi pria itu sama sekali tidak membuka suaranya terlebih pria itu selalu tersenyum sendirian sambil memegangi bibirnya.
"Aku?." Tanya Ellard sambil menunjuk dirinya sendiri, ah akhirnya membuka suaranya pikir Frank dan Lay.
Lay dan Frank mengangguk menanggapinya, nah benar bukan?! pria itu bukanya menjawab malah tersenyum lagi. Sadar atau tidak tapi bulu kuduk Lay berdiri melihat Ellard tersenyum, karena hal konyol saja jarang tapi ini? bahkan tidak ada apa-apa pria itu tersenyum! apa bosnya sudah gila? pikirnya.
"Apa aku tampan?." Tanya Ellard lalu tersenyum lagi dan memegangi bibirnya.
"A-apa?!." Ucap Lay dan Frank bersamaan.
"Aku tampan?." Tanya Ellard sekali lagi menatap mereka berdua menunggu jawaban.
"Y-ya." Jawab ragu Lay.
"Aku tau." Ucapnya lalu tersenyum kembali.
"Sepertinya dia memang sakit." Ucap Frank berbisik pada Lay. Dia lebih memilih Ellard yang sedang marah-marah atau Ellard yang sedang menjadi brandal, dari pada Ellard yang sekarang terlihat seperti pria bodoh, pikirnya.
Tok...Tok....Tok
Ceklek
"Tuan saya mengantarkan beberapa camilan dan minuman." Ucap Adam yang baru saja masuk di ikuti dua pelayan dibelakang sambil membawa nampan.
Adam meletakan makan diatas meja, sedangkan Lay lebih dulu mengambil kaleng minuman bersoda lalu meneguknya.
"Adam, apa aku tampan?."
Uhuk...Uhuk...Uhuk
Adam menengok kearah Ellard dengan wajah terkejut sedangkan Lay langsung terbatuk mendengar kalimat itu dari mulut Ellard lagi.
"Ya, tuan muda anda tampan." Jawab Adam ragu dan binggung dirinya melihat kearah Frank, pria itu mengangkat bahunya acuh sambil memakan biskuit dimeja.
"Aku tau, pergilah." Ucap Ellard mengibaskan tangannya.
"Baik tuan muda, nikmati makanan anda." Jawab Adam lalu menundukan kepalanya diikuti dua pelayan yang sama-sama menunduk.
"Ya." Jawab Ellard.
Saat Adam akan membuka pintunya suara Ellard membuatnya menghentikan langkahnya.
"Adam."
Adam berbalik lalu memerintahkan dua pelayan itu untuk keluar, mereka menundukkan kepalanya lalu berjalan keluar.
"Ya tuan?."
"Persiapkan semua kebutuhan sekolah Dara, besok dia bisa sekolah." Ucap Ellard membuat Lay dan Frank sama-sama menatapnya.
"Baik tuan, ada lagi?." Tanya Adam.
"Sepertinya tidak."
"Baik tuan muda, saya permisi." Ucap Adam menundukan kepalanya lalu melangkah keluar.
"Dara bisa bersekolah besok?." Tanya Frank.
"Ya, kenapa?." Tanya Ellard.
"Apakah kondisinya sudah membaik?."
"Kenapa kau menanyakan itu?." Tanya Ellard menatapnya sengit.
"Bukan apa-apa, kau mengurungnya dikamar tiga hari ini, wajar aku khawatir dengan keadaannya." Jawabnya lalu mengambil chips dimeja dan memakannya.
"Aku ini suaminya tidak mungkin aku akan melukainya." Jawab Ellard lalu mengambil sebungkus rokok didepan Frank.
"Itu artinya bos Ell akan kesekolah besok?." Tanya Lay.
Ellard mengangguk menjawabnya, ia menghempitkan batang rokok di sela jari tengah dan telunjuknya. Lalu mendekatkannya kebibir, saat akan mematikkan korek apinya Ellard terdiam sebentar lalu meletakan kembali batang rokoknya di meja. Membuat Lay dan Frank menatapnya aneh apalagi saat melihat pria itu menyentuh bibirnya lagi.
*****
Ceklek
Ellard masuk kedalam kamar hal yang pertama ia lihat adalah Dara yang sedang tidur membelakanginya.
Pria itu berjalan kearah ranjang lalu meletakkan ponselnya di meja kemudian duduk bersandar disamping tubuh Dara.
"Kau tidak pandai berpura-pura Al." Ucap Ellard sambil menyelimuti kakinya sampai kepinggang.
Perlahan Dara membalikan badannya, Ellard tersenyum saat melihat wajah merah muda gadis itu bukankah ia sudah meninggalkannya cukup lama tapi kenapa Dara masih saja malu, pikirnya.
"Emm itu." Ucap Dara ragu-ragu dirinya ingin menagih janji Ellard sebelum pria itu melupakannya atau bahkan pura-pura lupa.
Ellard mengangkat salah satu alisnya menunggu ucapan yang keluar dari mulut gadisnya. Walaupun dirinya sudah tau apa permintaan gadis itu pasti tidak jauh dari kebebasan hukuman dan kesekolah, pikirnya.
"Apa aku sekarang boleh minta permintaan?." Tanya Dara pelan menurutnya mengucapkan itu sama saja mengungkit kejadian yang tadi dilakukan pria itu.
"Ya. Kau ingin apa?." Tanya Ellard memangku kepalanya menghadap kearah Dara.
"Bolehkah aku kesekolah?." Tanya Dara sambil memilin sprei tempat tidurnya.
"Kakimu-."
"Sudah sembuh! sungguh!." Ucap Dara agak keras karena ia tau kelanjutan kalimat yang keluar dari mulut pria itu dan tanpa sadar dirinya membentaknya.
"Kau membentak ku?." Tanya Ellard menunjuk dirinya sendiri.
"T-tidak b-bukan begitu a-aku-." Jawab Dara terbata lalu menundukan kepalanya.
"Maaf." Ucapnya pelan.
"Baiklah besok kita bisa bersekolah." Ucap Ellard membuat Dara mendongak menatapnya.
"Benarkah?." Tanya Dara senang.
"Tentu." Jawabnya.
Keputusan Ellard bukan semata karena sebuah ciuman, pria itu sebelumnya sudah menanyakan perkembangan kondisi Dara. Dan sebenarnya gadis itu sudah diperbolehkan mengerakkan kakinya dua hari setelah bengkak tapi karena Ellard adalah pria keras kepala ia menambahnya satu hari. Karena dirinya menikmati saat gadisnya menurut hanya karena sebuah ancaman penambahan hukuman. Dan terlebih ia bisa selalu bersama Dara, mengurung gadis itu dikamar adalah hal terbaik baginya.
Dara terdiam sebentar lalu melihat kearah Ellard, "Apa?." Tanya Ellard saat merasa gadisnya ingin mengucapkan sesuatu.
"Kita?." Tanya Dara.
"Ya aku dan kau, bukankah aku juga ikut membolos bersama mu."
"M-membolos?!. Kita tidak mengirimkan surat ijin kesekolah?" Tanya Dara terkejut.
"Aku lupa." Ucap Ellard seadanya. Bukan lupa hanya tidak sempat menyuruh Adam membuatnya menurut dirinya hal seperti itu tidaklah penting.
"Astagfirullah." Ucap Dara lalu menangkupkan kedua tangannya diwajahnya.
"Kenapa?." Tanya Ellard sambil menarik tangan Dara untuk melihat wajah gadis itu.
"A-artinya k-kita harus menghadap konseling karena tanpa keterangan selama tiga hari." Jawab Dara pelan. Mengingat ia hanya siswa beasiswa membuatnya pasti akan mendapatkan masalah yang besar.
"Tenanglah, kita tidak akan menghadapinya dan kalaupun iya bukankah ada aku? lalu apa yang kau takutkan?." Tanya Ellard.
"Ell, aku adalah siswi student exchange program bukankah ini adalah masalah untukku?." Tanya Dara lesu.
"Lalu kenapa jika kau siswi beasiswa? tidak akan ada yang berani mengeluarkanmu dari sekolah itu walaupun beasiswa mu sudah dicabut." Jawab Ellard.
Haruskah ia senang dengan jawaban pria itu? bukankah sia-sia jika beasiswanya harus dicabut mengingat banyak yang dirinya korbankan saat menuju kemari. Dan terlebih jika beasiswanya dicabut dirinya tidak bisa lagi mendapatkan beasiswa kejenjang yang lebih tinggi atau kuliah. Dara juga yakin jika dirinya mau ia bisa meminta Ellard untuk dimasukkannya ke universitas ternama di manapun juga. Tapi sayangnya dirinya bukan wanita yang seperti itu, ia lebih memilih mencapai semuanya dengan usahanya sendiri. Bukankah ia akan terlihat seperti wanita pecinta uang jika selalu mengandalkan pria itu? pikirnya.
"Sekarang tidurlah." Ucap Ellard lalu mengambil remote control lampu diatas nakas.
Bersambung.......
MWEHEHEHE ELLARD MEGSALTING ( ˘ ³˘), OH IYA WARNING!! ADEGAN DIATAS BUAT YANG UDAH NIKAH YA!! ʘ‿ʘ
Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.
(Q.S Al-Ma'idah 90)
Manager juga harusnya bisa kan tanya dan bicara baik2,Udah 2 tahun Dara kerja,gak pernah berbuat ulah kan?Tapi langsung dimaki2..Manager yg songong,mampos tuh loe..