NovelToon NovelToon
QIRRERA LOVE YOU

QIRRERA LOVE YOU

Status: tamat
Genre:Romantis / Chicklit / Tamat
Popularitas:235k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Diskripsi

Namaku Qirrera Binar Kenzo, umur 18 tahun. Aku gadis blasteran dari Ibu Indonesia-Inggris dan Bapak Jepang. Bisa dibayangkan kecantikanku dan pesonaku yang menggila. Wajahku bule banget dan rambutku blonde.

Saat ini tinggiku 172cm dan berat badanku 55 kg, sungguh ideal dan sexy habis. Kulitku putih susu dan mataku coklat berbinar jernih pokoknya perfect banget dah.

Sayang sekali nasibku kurang beruntung, aku adalah korban sepasang kekasih yang tidak bertanggung jawab. Waktu masih dalam kandungan orang tuaku berusaha menggugurkanku dengan segala cara. Rupanya takdir berkehendak lain, bayi mungil itu memberontak lahir. Dalam hitungan hari kelairanku sudah bisa memenjarakan orang tuaku yang membuangku di depan rumah seorang ninggrat yang kaya raya.

Sayang sekali pada saat aku tamat kuliah, aku harus ke Bali karena Mama angkatku yang berada di Bali mendadak sakit keras dengan meninggalkan utang yang segunung. Akulah yang ditunjuk sebagai "alat" untuk melunasi utang-utang keluarga.

Dengan berjalannya waktu mampukah aku melunasi utang keluarga atau malah aku menyerahkan kegadisanku kepada Om Brata yang menjerat mamaku dalam undang-undang perdata dan mengancam mamaku untuk di penjara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GALAU

Sepanjang aku bekerja baru kali ini aku ijin dengan alasan tidak enak badan. Aku mengurung diri. Tidak peduli berapa kali Bibik memanggilku untuk sarapan.

"Non...turun sarapan, nanti Non sakit. Bibik takut nanti Nyonya Maya marah kepada kami kalau Nona sakit." kata Bibik Inah di luar pintu.

"Jangan khawatir Bik, nanti kalau lapar aku akan turun." sahutku lirih.

Andre mungkin sudah pergi, aku berusaha tidak peduli. Walaupun setiap saat air mataku keluar. Aku melampiaskan kesedihanku dengan main saham, aku trading.

Sekitar pukul.13.45 wita pintuku di ketok dari luar. Aku tidak peduli, aku tahu itu Andre.

"Sayank keluarlah, aku mau bicara."

"Maaf aku mau tidur, tolong jangan ganggu aku." sahutku kencang.

"Aku tahu kamu trading saham, keluarlah." suara Andre memaksa.

"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, pergi kamu dari hadapanku." bentakku.

Lama terdiam, tidak ada suara dari Andre. Aku bangun dari depan laptop dan kembali menumpahkan kesedihanku dengan menangis. Sakit sekali hatiku. Aku sangat mencintai Andre aku tidak kuasa melepaskannya. Tapi semua ini harus berakhir karena dia sudah punya jodoh.

Aku meraih ponselku ketika berdering, suara kak Maya terdengar cemas.

"Qi..kamu sakit? apapun masalah yang kamu hadapi, jangan sampai kamu tidak makan."

"Ya kak, sebentar aku makan." sahutku pelan.

"Kamu adik kakak yang kuat dan hebat, berpikirlah jernih, jangan terbawa emosi. Semua manusia punya masalah, asal pintar memilah-milah, jangan cepat memutuskan sesuatu sebelum kamu tahu permasalahan yang sebenarnya."

"Aku tidak punya masalah, besok aku kerja." sahutku supaya kak Maya berhenti ngoceh.

"Syukurlah kamu tidak punya masalah, berarti kamu harus turun makan."

"Kak..siapa yang mengatakan aku belum makan?" tanyaku kesal. Aku heran setiap gerakku kak Maya seolah tahu. Apa Bibik yang mengadu?.

"Tidak ada yang mengadu, kakak ibarat seorang Ibu, punya feeling tajam. Jika kamu sedih kakak tiba-tiba sedih, jika kamu belum makan, kakak merasakan dari sini."

"Begitukah? apa kakak mendadak menjadi seorang indigo" sahutku lelah. Aku mendengar tertawa kak Maya.

Lebih baik aku turun makan, aku menaruh ponsel di Nakas dan keluar dari kamar. Aku kaget ternyata Andre ada didepan kamarku duduk di lantai. Dia cepat bangun dan memelukku.

"Aku mencintaimu, jangan menyuruh aku pergi dari sini. Aku bisa mati." katanya lirih. Aku berusaha melepaskan diriku, tapi tenaga Andre sangat kuat.

"Aku benci kamu, sangat benci!!" sahutku dibarengi tangisku. Dia menyeret aku ke kamar dan mengunci pintu.

"Jangan kira aku tidak bisa melawan, aku paling benci dibohongi. Enyah kau dari sini, sebelum aku naik darah." suaraku sudah tidak terkontrol saking geramnya.

"Pukulah aku atau bunuh aku, kalau itu membuatmu senang." sahut Andre melepaskanku dan pasrah menerima pukulanku. Walaupun aku tidak serius melakukannya, Andre tetap pasrah. Andre tahu kelemahanku, tidak mungkin aku akan menyakitinya karena aku sangat sayang padanya.

"Teganya kau bermesraan di depanku dan tidak mau peduli akan keberadaanku. Dasar pecundang. Kau pikir aku mainanmu."

"Aku membiarkan semua itu terjadi supaya kamu melihat. Aku tidak pandai bercerita, jadi setelah kamu melihat, aku harap kamu mengerti dan aku pasrah atas keputusanmu. Cuma aku mohon biarkan aku tetap disini melihatmu, walaupun kamu membenciku. Aku mencintaimu dan sangat menyayangimu."

"Apa yang kau inginkan dariku, apa kau melihat warisanku atau kau ada niat lain. Aku benci manusia sepertimu!!" kataku kasar. Wajahnya memerah tapi dia diam. Aku sebenarnya kasihan melihatnya, tapi aku kesal, ingin meninju pipinya yang dikecup gadis itu. Brengsekk!!.

Akhirnya aku membiarkannya dan aku turun makan. Bik Inah dan Bik Narti melihatku dari jauh. Mereka seolah tahu apa yang terjadi dan tidak ikut campur. Kedua orang tua itu sangat perhatian padaku dan sangat sayang.

Selesai makan aku naik ke atas, aku melihat Andre tidur di sofa panjang di luar kamarku. Aku masuk kamar dan mengunci pintu. Aku kembali membuka laptop dan sebuah lagu dari Naff mengalun lembut. "Kau Masih Kekasihku"

Di layar laptop terlihat tulisan yang dibuat Andre.

"Aku tidak butuh uangmu apalagi hartamu, aku cuma mencintaimu dan menumpang disini sekedar berteduh, biarpun kamu tidak memberi aku makan, tidak apa-apa. Tidak usah aku diberi gaji, aku dapat gaji dari bengkel."

Tulisan itu terus aku baca sambil menangis. Aku sangat kasihan jadinya. Setelah berpikir aku putuskan dia tetap disini. Aku sendiri sebenarnya tidak bisa jauh darinya. Cinta itu menyakitkan, sangat menyiksa.

Perlahan aku keluar kamar melihat dia tertidur di sofa, hatiku luluh. Aku ke kamar mengambil selimut, dan menyelimuti tubuh kekar itu. Ingin sekali aku memeluknya dan menangis di dada itu, tapi aku tahan.

Aku cepat kembali ke kamar dan berusaha tidur.

Pagi ini aku bangun seperti biasanya. Menjalani rutinitas, berusaha membuang pikiran sedih yang membelenggu jiwa. Aku bercermin memperhatikan lingkaran hitam di mataku. Wajahku sedikit pucat. Tidak bisa dipungkiri kesedihan ini terpancar dari sinar mataku.

Aku membuka pintu kamar berharap Andre masih tidur di sofa, tapi dia tidak ada. Aku mengambil selimutnya yang sudah dilipat rapi dan menaruhnya di kamar. Bau tubuh Andre menempel di selimut, membuat hatiku galau.

"Nona, sarapan dulu." Bibik menghampiriku ketika aku sudah ada di bawah.

"Ya Bik, Andre sudah berangkat?" tanyaku pelan.

"Berangkat kemana Nona? tadi dia kebelakang ada Bule yang komplain."

"Apa dikatakan oleh Bulenya?" tanyaku ingin tahu.

"Mereka berbahasa Inggris saya tidak mengerti. Coba nanti tanyakan Tuan Andre. Bibik rasa kolam Jaquzzi yang bermasalah." sahut Bibik membuka tudung saji.

"Tuan Andre yang menyiapkan semua sarapan Nona. Ini katanya Juss sayur dan buah supaya Nona sehat." kata Bibik tersenyum.

"Andre sudah sarapan?" tanyaku.

"Katanya dia makan diluar saja. Dia bilang bosan masakan rumah." jawab Bibik memandangku. Aku terdiam sambil makan.

"Bik tolong nanti Andre disuruh makan, ini sarapannya aku sudah bagi dua, ini terlalu banyak." kataku membagi dua sarapanku.

"Ya Nona semoga dia mau makan, kadang-kadang dia keras kepala kalau hatinya galau."

"Trimakasih ya Bik, tolong titip gajinya Andre dan ini gajinya Bibik berdua. Nanti gaji yang lain aku sendiri yang ngasi" kataku mengeluarkan amplop berisi uang.

"Ya Nona, hati-hati di jalan. Nona jangan sedih, semoga Nona bisa melewati cobaan ini. Bibik sayang Nona." kata Bik Surti sendu. Aku merasa terharu melihat mereka berdua. Walaupun belum begitu lama bekerja tapi mereka membuat rumahku bewarna.

"Aku juga sayang Bibik, tolong suruh Andre makan ya Bik."

"Beres Nona." sahut Bik Surti mengantarku sampai mobil. Bik Inah cuma mengangguk.

Sepanjang perjalanan menuju Hotel pikiranku tidak bisa lepas dari Andre. Rasa cintaku bercampur dengan benci. Aku berpikir Andre bekerja di bengkel supaya bisa bertemu dengan Natalia, tentu dia tidak mengatakan kepada gadis itu bahwa dia tinggal di rumahku dan juga tidak mengatakan bahwa dia sudah punya pacar.

Pikiranku membuat gejolak jiwaku merana. Terus terang aku tidak berdaya. Tapi aku harus tegar!!. Sampai di Hotel aku langsung parkir di Lobby karena hari ini aku jadwal pemotretan. Seluruh Crew sudah berkumpul di Lobby, mereka tentu lama menunggu kedatanganku.

"Morning ....." sapaku tersenyum. Aku sengaja memakai kaca mata hitam supaya mereka tidak melihat mataku bengkak.

"Morning too....,halo sayank kita akan keluar Daerah. Owner dari Hotel Weston sekarang berada di Ubud, dia menyewa kita. Kamu dipilih sebagai modelnya untuk mempromosikan Hotelnya." kata Mas Bayu fotograferku. Dia memang agak lebay.

"Koq mendadak sekali, bukankah kita sudah sepakat dengan Bu Dewi untuk endorse di Boutiquenya?"

"Untuk Ibu Dewi dia sudah setuju kalau kita besok ke Boutiquenya. Jadi tidak ada masalah."

"Okay, aku menurut saja." kataku menanda tangani kontrak.

"Trimakasih sayank, kamu memang dewi keberuntungan." kata Mas Bayu senang. Aku melihat wajah Crew gembira semua. Tidak mungkin aku mengecewakan mereka, walaupun saat ini aku merasa lelah lahir batin. Sebelum aku berangkat terlebih dahulu aku menelepon kak Maya.

"Kak, aku akan ke Ubud ada pemotretan, aku sudah memberitahu Pak Nadir untuk menghandle Agen dari Jakarta." kataku menghubungi kak Maya.

"Fotografermu sudah melapor tadi pagi. Hati-hati di jalan, jangan lupa makan." sahut kak Maya.

"Trimakasih kak, aku akan jalan."

"Okay sayank, good luck." kata kak Maya. Aku menutup ponselku.

****

1
❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⧗⃟ᷢʷ☘ᴰᶦᵃⁿᵃ𝓡𝓳.
sudah jadian kah mereka ini/Grievance/
❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⧗⃟ᷢʷ☘ᴰᶦᵃⁿᵃ𝓡𝓳.
seketika batin mengump@t ya😅
Yani Cuhayanih
Ceritanya berwarna penuh lika liku...
ayumi: tq kk udah mampir
total 1 replies
Yuyun Asri
aku suka tokoh wanita yang kuat tidak mudah ditindas seperti qierra
ayumi: tq kk udh hamil
total 1 replies
🦋⃟ℛ⭐ʀᴀᴅɪsʏᴀ⭐🦋ᴬ∙ᴴ࿐
TOP LABEL⭐⭐⭐⭐⭐

SEMOGA MAKIN SUKSES KARYA NYA

GOOD JOB👍👍👍
ayumi: tq kk
total 1 replies
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅
wow q mau juga dong thor tinggal di sangkar emas seperti itu🤧💃💃💃
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅: wkwkwkwk 👍
total 2 replies
Wira Astuti
amazing
Wira Astuti
omg
Wira Astuti
keren thor
Wira Astuti
mantap qirrera yg tangguh
𝐙⃝🦜しÏA ιиɑ͜͡✦ᵉ𝆯⃟🚀ʰⁱᵃᵗᵘˢ
Good story Thor...baru baca bab awal sdh terasa bagus bgt ceritanya...semangat ya Thor karyamu selalu luar biasa... God Bless always
🙏🤗❤️
ayumi: tq kk atas supportnya
total 1 replies
Wira Astuti
lanjut thor
Wira Astuti
genius
Wira Astuti
gadis cantik
🐰Far Choinice🐰
main cerdas Qii
🐰Far Choinice🐰
semua akan indah pada waktunyaaa
🐰Far Choinice🐰
Lanjutt lagii.. tabah Qiii
🐰Far Choinice🐰
semangat Qirrera... duh, namanya kece..
Serry (Я люблю тебя) нилетто
jahat amat tuch si leon
Serry (Я люблю тебя) нилетто
nyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!