NovelToon NovelToon
Unexpected Marriage

Unexpected Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Action / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: chiechi

Cerita berlatarkan negara luar

Meira seorang gadis berusia 21 tahun, ia tinggal bersama seorang ayahnya yang hanya tinggal sendiri karena kedua orangtuanya telah berpisah saat Meira masih berusia 7 tahun. Ibu Meira menikah lagi dengan seorang aktor terkenal, sementara Meira menjalani kehidupan seperti biasa bersama ayah nya yang hanya memiliki satu perusahaan kecil.

"Meira.. tolong teruskan perusahaan itu demi papa." ucap papa Meira, dan menjadi pesan terakhirnya sebelum ia meninggalkan putrinya untuk selamanya.

*
Suatu saat perusahaan mengalami penurunan drastis hingga Meira harus meminta pertolongan pada perusahaan besar yang di pimpin oleh pria dingin.

"Permohonan mu saya terima dengan satu syarat." ucap si pria itu.

"A-apa?"

"Menikahlah dengan ku."

Ucapan itu membuat Meira terkejut bagaikan di sambar petir di siang bolong. Namun rencananya terhalang oleh seseorang.

Simak yuk 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Suasana resepsi pernikahan Alexi dan Meira yang di gelar dengan party yang begitu meriah masih ramai dengan beberapa tamu undangan.

"kenapa kakak ipar terlihat seperti gak asing?" gumam seorang pria muda yang bersama dengan Alexi.

"kenapa kau menatap kakak ipar mu seperti itu?" tanya Alexi pada anak muda di sampingnya.

"gak papa, hanya aku lihat dia seperti terlihat mirip seseorang." ujar pria muda itu.

Alexi pun mengambil langkahnya dan menghampiri Meira. Ia meraih tangan nya dan berbisik untuk mengajak istrinya itu menemui adik sepupunya. Pada saat mereka berjalan, dengan kebetulan pria muda itu sedang mengarah ke arah lain hingga tidak melihat wajah Meira yang sedang berjalan ke arahnya.

"hei.. sapa kakak ipar mu." ucap Alexi pada pria yang membelakanginya.

pria itu pun berbalik dan betapa terkejutnya dia ketika melihat sosok gadis yang tak asing baginya itu. Begitu juga dengan Meira yang benar-benar di kagetkan dengan pertemuan di momen seperti itu.

"Meira?"

"Devan?"

Meira dan Devan saling menunjuk dengan kekagetannya masing-masing. Pria yang bernama Devan itu tak pernah menyangka kalau orang yang di maksud dia kemarin adalah kakak sepupunya sendiri, begitu juga sebaliknya dengan Meira yang tidak mengetahui kalau pria yang selama ini mendekatinya adalah adik sepupu dari suaminya sekarang.

"jadi kak Lexi yang kamu maksud kemarin?"

Meira hanya mengangguk sambil sedikit menunduk.

"bagaimana bisa semua ini terjadi?" gumam Devan yang mengepalkan tangannya.

"apa kalian saling mengenal?" tanya Alexi yang memperhatikan keduanya.

"ya, Meira teman satu kampus." ucap Devan yang menyembunyikan kekecewaannya.

"aku kesana dulu kak, sekali lagi selamat ya buat pernikahan nya, semoga kalian bahagia." ucap Devan.

Devan pun melangkahkan kakinya meninggalkan Alexi dan juga Meira, dengan perasaan yang begitu kecewa dan sakit hati yang begitu mendalam karena bagaimanapun juga ia belum bisa menerima kenyataan kalau wanita yang selama ini ia kejar menikah dengan kakak sepupunya sendiri.

*

Di tempat lain, tak hanya Devan yang begitu kecewa dengan pernikahan Alexi dan Meira, masih ada satu pria lain yang begitu marah melihat mereka menikah meski tidak melihatnya secara langsung. Ya, pria itu adalah Sakha yang juga terobsesi dengan Meira dan rasa ingin memilikinya.

praaaang. . .

Sebuah benda di lemparnya mengenai sebuah kaca yang terpajang dalam ruangannya. Amarah yang membludak tidak bisa ia kendalikan dengan mudah.

"Bai.....!!!" teriak Sakha yang menggema di seluruh ruangan.

Regan yang berada di ruangan tersebut tidak bisa berkutik sedikitpun melihat kemarahan Sakha hingga akhirnya sekretaris Bai datang dan menghampirinya. Ia membungkuk di hadapan Sakha yang masih terduduk di hadapannya.

"apa semua ini?!"

"kamu bilang akan memberikan semuanya! nyatanya apa? dia menikah dengan pria lain yang jelas-jelas saingan ku sendiri!"

"hukuman apa yang pantas kamu terima untuk semua ini hah?!" bentak Sakha yang begitu marah dengan sekretaris Bai.

"maaf tuan, saya tidak tahu kalau semuanya akan seperti ini, ini benar-benar di luar dugaan"

"aku udah memberikan jabatan yang kamu inginkan dengan sebuah perjanjian kalau kamu akan memberikan NH dan gadis itu, sepertinya kau sedang mempermainkan ku" ucap Sakha dengan suara yang naik turun.

Pria yang sedang membludak dengan amarahnya itu melemparkan sebuah buku tepat pada wajah sekretaris Bai yang berada di hadapannya. Bai hanya menunduk dan menerima semua apa yang di lakukan Sakha terhadapnya dengan rasa marah dan takut yang campur aduk.

"Alexi Monarch.. beraninya dia mengambil gadis yang seharusnya menjadi milikku." gumam Sakha yang mengeluarkan aura iblis nya.

"Regan! lakukan apa yang kamu lakukan." ujar Sakha pada asistennya.

"baik tuan."

Regan bergegas keluar dari ruangan itu meninggalkan Sakha dan sekretaris Bai. Ia berjalan sampai berpikir apa yang di maksud dengan perkataan bos nya itu.

Sakha adalah sesosok pria yang mempunya dua karakter dan bisa melakukan apapun untuk mencapai tujuannya walau harus dengan pertumpahan darah sekalipun. Ia di kenal dengan pria yang baik juga ramah oleh orang yang baru mengenalnya, namun tidak dengan orang yang telah bekerja lama dengan nya.

**

Hari menjelang sore, Meira dan Alexi telah kembali ke rumahnya untuk beristirahat sejenak sebelum di lanjutkan dengan acara party di malam hari. Di sebuah kamar Meira duduk di tepi ranjang dengan masih di balut gaun pengantin. "aku masih gak menyangka menikah secepat ini." gumam Meira dalam lamunannya. ia menghela nafas panjangnya dan kemudian merebahkan dirinya secara telentang.

Beberapa detik gadis itu memejamkan matanya, dan ketika ia membuka nya kembali telah terlihat seorang pria tampan yang berdiri di hadapannya. "astaga!!" ucap Meira kaget dan langsung membalikkan tubuhnya menjadi tengkurap.

Alexi hanya berdecak, dan kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang telah lengket. Dalam hitungan menit Meira membalikkan tubuhnya kembali dan melihat Alexi telah menghilang.

"gila.. kenapa aku malah berhalusinasi kalau dia disini?" ucap Meira yang terbangun dari posisi rebahan nya dan duduk di tepi ranjang.

Setelah terdiam sejenak, ia mendengar suara percikan air dari dalam kamar mandi, dengan penasaran gadis itu berjalan menuju kamar mandi dan memastikan kalau semua itu hanya pendengaran nya semata. Sesampainya di depan sebuah pintu, dengan perlahan Meira membuka pintu nya yang tidak di kunci dan melihat suaminya yang sedang mandi di bawah shower.

"kyaaaaa...." teriak Meira sambil berlari memutar balik keluar dari kamar.

Gadis itu berdiri di depan pintu kamarnya dengan posisi membelakangi pintu. Perasaan yang tidak karuan dan degupnya jantung yang berdebar lebih cepat dari biasanya ia rasakan. "kenapa jadi aku yang malu sendiri? bodoh, gak seharusnya kamu melakukan itu Eira." gumam gadis itu pada dirinya sendiri.

ceklek. . .

Pada saat posisi Meira bersandar, sebuah pintu terbuka hingga membuat ia terjatuh dalam pelukan Alexi yang berada di belakangnya. "ehh.. kok gak sakit?" ucap Meira sambil terus menggerakkan kepalanya di dada bidang Alexi. "wait..." sambung gadis itu yang masih belum menyadarinya.

"kok hangat, dan ada suara. . ." ucapannya terhenti, ia berbalik mengarah samping dan mendengarkan suara detak jantung Alexi yang terdengar begitu nyaman.

Setelah satu menit, Meira membuka mulutnya dan membelalakkan matanya ketika ia menyadari akan suatu hal. gadis itu pun mendongak dan melihat wajah datar suaminya yang sedari tadi memperhatikannya. Dengan refleks Meira mendorong Alexi dan mundur beberapa langkah menjauhinya.

"yaakkk!! kau...!"

"hm?"

"aishhh . . belum juga satu hari, kenapa aku udah stress sendiri." gumam Meira sambil menggigit ujung kukunya.

"apa yang kau lakukan disini?" tanya Alexi.

"i-itu. . . akan segera mandi." ucap Meira yang menerobos masuk dan menuju kamar mandi.

Sesampainya di dalam kamar mandi, ia terdiam sejenak dan mengingat kembali kejadian beberapa menit lalu. "aisshh... sungguh memalukan.. tapi kenapa dia tidak merasa malu sedikit pun? apa dia tidak punya rasa malu?" ucap Meira yang kemudian masuk ke dalam bathtub dan berendam dengan aroma lavender yang membuatnya lebih tenang.

***

Bersambung. . .

Mohon untuk selalu dukungannya ya.. jangan lupa like + gift makasih 🙏☺️

1
Jiong Fauziyah
thor apa kamu mengantuk
Jiong Fauziyah
katanya pinterrr gimana seh
Jiong Fauziyah
harusnya ayumy kan
Jiong Fauziyah
Meira Meira
katanya gadis pintar tapi kok bodoh
selalu bertindak tanpa pikiir terlebih dahulu
Jiong Fauziyah
kadang suka keuheul ka tokoh cerita anu hese di bejaana.
Jiong Fauziyah
aseek suthornya ngantuk ya harusnya Lexy thoor bukan Nino😁🙏
Jiong Fauziyah
apakah ruang Presdir bisa dengan mudah ditemukan oleh orang yang baru pertama kali memasuki kantor?
meski Meira udah 2 kali ke kantor Lexi ttp aja yang pertama kan dia hanya di bagian depanperusahaan
Ni MadeRose Kartoediharjoe
aku nangis thor...nyesek banget ya😭
Anita Kumala Sari
meira juga oon dh punya laki msu aja diajak pergi cwo, biar kt sodara jg bisa jahat ah P. A
Anita Kumala Sari
hhaahh gampang amat, apa dksh obat tidur...
fian widy
👍🏻
Marhaban ya Nur17
ih g kelar" konflik 😀 cmn muter" itu doank
Marhaban ya Nur17
y kan akting
Marhaban ya Nur17
masuk perangkap lu berdua wkwkkw
Marhaban ya Nur17
alexi lg ekting kali y 😁 pura" tuh ama yuri
Marhaban ya Nur17
lagian lakinya udh bilang supaya jangan dekat" ama devan eh malah msh mau aja diajak keluar 🤔 oon padahal kuliah huufff
Marhaban ya Nur17
apakabar Lexi tuh di bar
Marhaban ya Nur17
sukurin lu sok" an se , lembek lu g tegas sikapnya
Marhaban ya Nur17
klasik ,,, di campur sesuatu keminuman
Marhaban ya Nur17
meira sok"an tau se klo ada apa" diem bae g bilang" uh capek kaya gini mh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!