NovelToon NovelToon
Kerinduan Cinta Mafia Muda

Kerinduan Cinta Mafia Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:185k
Nilai: 4.9
Nama Author: kiia sari

"Aku merindukan mu"
itulah ungkapan setiap malam. Kanza Mahendra
saat harus berjauhan dengan Rasyi Syakilla.

Gadis ceria yg berhasil mengambil hati manusia dingin. yg bahkan tak tersentuh. namun kini saat berjauhan hati Kanza selalu merindukan nya.

Setelah melewati banyak perjuangan. hingga kini mereka telah benar benar bersama. membuat Kanza ingin selalu bersama dengan wanita yg saat ini telah memenuhi hati nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiia sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 27

*

Damian yg sudah sampai daritadi di depan rumah Rani. masih enggan buat turun dari mobil nya. dengan membuka kaca mobil nya menatap ke arah balkon. terlihat seorang gadis yg duduk melamun sendirian disana.

Damian mengambil ponsel dari saku nya. untuk menelpon Rani tapi Rani sama sekali tidak mengangkat dan mengabaikan nya.

"Sebenernya lo kenapa sih Rann"

akhirnya Damian memilih keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah Rani. setelah bertanya pada satpam.

"Damian" sapa tante Marsha

"siang tan"dengan senyum ramah Damian membalas sapaan tante Marsha.

"Siang, kamu cari Rani"

"iya tan, Rani ada kan"

"ada di dalam kamar nya. dari pagi Rani tidak keluar dari kamar nya tante tidak tahu kenapa"

"Kalau gitu boleh saya masuk tan"

"iya, masuk lah kamar nya ada di atas"

tante Marsha menunjuk kamar Rani. dan membiarkan Damian masuk.

Berjalan di tangga menuju kamar Rani. jantung Damian terus berdetak. namun karena tidak ingin Rani terus mendiami nya damian memberanikan diri menyapa nya.

Terlihat pintu kamar tidak tertutup rapat. Damian tanpa pamit masuk pelan pelan ke kamar Rani. Damian yg tahu sejak di mobil tadi kalau Rani ada di balkon ingin menghampiri nya. namun langkah Damian terhenti saat melihat beberapa foto berserakan di ranjang.

Terlihat ada kotak usang sedang dan beberapa foto berserakan di sekitar nya. damian memilih duduk di ranjang dan melihat foto foto tersebut.

"Foto gua"

kaget Damian melihat begitu banyak foto nya. dari zaman SMA sampai kuliah. Damian terus melihat nya. saat sedang melihat isi kotak Damian menemukan buku diary. tanpa pamit dengan yg punya Damian membaca nya.

Ada seuntai senyum saat Damian membaca tiap lembar isi dalam diary. tapi saat ada tulisan terbaru di buku itu wajah damian terlihat terkejut dengan mata berkaca kaca.

"Kenapa lo gak jujur soal perasaan lo sih Rann"

"gua tau. gua orang yg suka berdebat sama lo. tapi lo harus nya tahu gua orang pertama yg gak mau lo sakit apa lagi gara gara gua", dengan meletakkan kembali buku diary nya Damian

membuang nafas nya bangkit dari ranjang menghampiri rani yg masih di balkon.

Terlihat dari tirai putih transparan. Rani duduk sendiri dengan sesekali menyeka air mata nya dengan pandang yg entah kemana.

"Melamun sendirian. kek nya berat banget beban lo"

goda Damian. dengan nada biasa nya kalo sedang mengganggu rani.

"Lo, ngapain lo disini??? pekik Rani yg kaget ada Damian

"gua dari tadi disini"

Damian berjalan mendekati Rani. dan duduk di balkon dengan wajah menghadap ke Rani.

"Gua mau sendiri."

"kenapa, lo mau bunuh diri ya"

"hidup gua terlalu indah buat bunuh diri"

"ehhhmm, jadi ngapain lo nangis disini"

"siapa yg nangis" tegas rani

"ok, lo gak nangis kan",

Damian berjalan mendekati wajah Rani. hingga wajah mereka begitu dekat hanya menyisakan beberapa senti saja.

"Lo mau ngapain??? tanya Rani gugup

dengan mengusap jari nya ke wajah Rani. mata Damian memandang dalam mata Rani. dengan senyuman Damian terus berusaha membuat Rani nyaman di dekat nya.

"Lo bisa bohong sama yg lain. tapi gak sama gua"

dengan nada rendah Damian mengatakan tepat di depan wajah Rani. terasa wangi mint nya di hidung Rani yg membuat nya diam terpaku.

"Maafin gua"

dengan duduk jongkok di depan Rani. Damian menggenggam tangan Rani.

"Lo kesini cuma buat bilang kek gitu"

"enggak, gua juga mau liat keadaan lo"

"tapi gua gak papa"

"tapi waktu lo ninggalin gua dengan tadi pagi sambil marah marah. ada rasa sakit disini Rann"

ucap Damian lirih. dengan mengangkat tangan Rani menyentuh dada nya.

"Maaf, kalau gua kasar tadi pagi" lirih Rani

"gak, lo gak salah tapi gua cuma mau bilang apa pun yg buat lo kecewa sama gua. mulai sekarang lo harus ngomong langsung sama gua. ok" jelas nya pada Rani

"Ehhm" dengan menganggukan kepala nya terlihat Rani yg mulai tersenyum.

"Ayo kita keluar"

"kemana"

"entar lo juga tahu."

"yaudah gua siap siap dulu",

"ok. ayo"

Dengan memberikan tangan nya pada Rani. untuk membantunya bangun dari duduk nya. disambut oleh Rani

Berjalan duluan di depan Damian. mata rani langsung melotot melihat barang barang nya berserakan di ranjang. dengan berlari Rani mendekati ranjang untuk membereskan barang nya

"Itu apa?''tanya amian pura pura tidak tahu

"bukan apa apa"

dengan secepat mungkin Rani membereskan semua nya berharap Damian tidak melihat.

Damian yg melihat gelagat Rani. terus tersenyum. melihat tingkah konyol nya

"Kalau gitu gua tunggu di bawah ya"

"ok, gua mau siap siap."

"lo mau gua bantuin beresin barang lo"

dengan menunjuk ke arah Foto foto yg sempat di lihat nya tadi

"Enggak, gua bisa sendiri"

dengan menyembunyikan di belakang tubuh nya. Rani tersenyum terpaksa pada Damian. berharap Damian cepat keluar.

"Ohh ok."

dengan menutup pintu. Damian menggelengkan kepalanya. tidak percaya dengan tingkah konyol Rani.

*

"Apa sudah baikan??? tanya Kanza yg melihat Rasyi sudah duduk.

"sudah" jawab nya parau setelah habis menangis

"apa kau ingin kembali ke rumah"

"sepertinya begitu tuan"

"apa kau ingin aku yg membeli rumah mu''

"tidak tuan, saya tidak ingin terus berhutang budi"

"baiklah, tapi biarkan aku membantu mencari pembeli nya"

Dengan tersenyum melihat ke arah Kanza setelah mendengar kata katanya. ada rasa nyaman dalam diri Rasyi

"Terima kasih tuan"

"baiklah bocah" dengan memainkan kepala Rasyi. Kanza menggoda Rasyi.

"Saya bukan bocah tuan" pekik nya

"jadi aku harus menganggapmu dewasa"

"tentu saja" sewot Rasyi

"tidak ada orang dewasa yg menangis seperti ini"

"siapa bilang"

Kanza yg mulai terdiam dengan perkataan Rasyi. dengan wajah usil nya.

"Apa tuan tidak pernah menangis"

"tentu saja"

"aah, tuan berbohong"

"saya pernah melihat tuan menagis" dengan menunjuk ke arah Kanza Rasyi mengoda Kanza yg membuat Kanza kesal melihat nya.

Kanza memilih bangun meninggalkan Rasyi. karena tidak bisa menanggapi godaan Rasyi.

"Tuan, kenapa pergi apa tuan malu.''

Rasyi pun tertawa melihat wajah Kanza yg lucu menurut nya

"Kau berani menggodaku nona Rasyi"

"aah tidak tidak tuan, maafkan saya"

dengan cengengesan canggung Rasyi tidak ingin mengganggu Kanza lagi. karena takut akan akibat nya.

"Kalau begitu ayo."

ajak Kanza dengan memberikan tangan nya. tapi Rasyi yg terkejut hanya diam memandangi Kanza.

"Ada apa, ayo"

Kanza terus menawarkan tangan nya pada Rasyi. Kanza tahu kalau Rasyi masih ragu padanya. kali ini dengan nada rendah dan senyum tipis nya Kanza kembali meyakinkan Rasyi.

"Ayo, apa kau akan diam berdiri disini terus"

"aah, iya tuan"

Rasyi pun memberikan tangan nya. dengan senyum kemenangan Kanza membawa Rasyi kembali menuju ruangan nya dengan menggenggam erat tangan nya.

Melisa yg melihat Kanza memperlakukan Rasyi lembut. menghentak hentakkan kaki nya kasar ke lantai. karena cemburu melihat nya.

Beda dengan Edo dan Erick yg memandang aneh pada Kanza. yg memegang tangan Rasyi.

"Hey, hey apa yg kalian lakukan" protes Erick

"apa aku harus melaporkan pada mu tentang apa yg terjadi"

"tapi ada apa ini. kenapa kalian berpegangan"

"terserah padaku" ketus Kanza

Terlihat wajah Rasyi yg memerah karena malu. beberapa kali Rasyi mencoba melepaskan tangan nya. namun Kanza tidak melepaskan nya malah menggenggam nya semakin erat.

"Apa kau menyakiti nya?'' tanya Erick serius. melihat ke arah wajah Rasyi yg sembab. Edo yg mendengar juga langsung menatap ke arah Rasyi.

"Apa kau gila !! pekik Kanza

"lalu kenapa dengan wajah nya"

"aku hanya menolak cinta nya"

dengan santai Kanza mengucapkan nya. yg membuat Rasyi tak percaya dengan apa yg di dengar nya.

Dengan geram Rasyi sengaja menginjak kaki Kanza. yg membuat nya memekik kesakitan. yg membuat Edo dan Erick tertawa terbahak bahak. tidak memperdulikan wajah kesal Kanza yg melihat ke arah mereka.

"Kau, apa yg kau lakukan"

tanya Kanza dengan nada kesalnya pada Rasyi. sambil menahan rasa sakit di kaki nya.

"Maaf tuan saya tidak melihat"

ucap nya santai sambil kembali ke kursi nya. yg membuat Kanza makin kesal.

"Rasyi syakilla" teriak Kanza

Rasyi yg hanya menutup telinga nya. akibat teriakan Kanza hanya pura pura tidak mendengar nya. hingga Kanza kembali duduk di kursi tepat di depan nya.

"Aku berani bertaruh, cuma gadis ini yg berani menentang nya" bisik Erick pada Edo.

"Aku sudah tahu"

dengan senyum mengejek nya. mereka kembali ke pekerjaan masing masing. melupakan Kanza dengan wajah masam nya.

Satu harian membantu Kanza dan Edo membuat Rasyi merasa kelaparan. namun Rasyi malu untuk bicara. setelah merapikan meja Rasyi buru buru ingin keluar dari ruangan Kanza

"Kau mau kemana"

"saya mau pulang tuan, pekerjaan sudah beres kan"

"sapa bilang"

"haah"

"kau temani aku makan malam"

"ta-tapi tuan"

Belum selesai Rasyi bicara. Kanza sudah menggeret nya menuju lift. Rasyi yg tak bisa melawan hanya pasrah diseret Kanza hingga berlari kecil mengikuti langkah Kanza

"Apa tidak bisa jalan pelan pelan saja tuan"

keluh nya sambil memegang kaki nya. yg mulai terasa sakit

"Apa sakit"

"sedikit" ucap Rasyi

Kanza yg sudah jongkok di depan Rasyi melihat licet akibat hels yg di pakai Rasyi.

"Apa masih bisa berjalan"

"bisa tuan" jawabnya gugup dengan tangan di pundak Kanza karena Kanza mengangkat salah satu kaki nya.

"Sebaiknya tuan bangun saja. itu hanya luka ringan"

imbuh Rasyi yg mulai tidak enak.

"Apa kau malu"

namun Rasyi yg tidak menjawab hanya melihat ke sembarang tempat. yg membuat Kanza gemas.

Pintu lift terbuka. Kanza membantu Rasyi berjalan menuju mobil nya dengan memberikan tangan nya. yg disambut Rasyi

"Duduk lah" perintah nya

namun Rasyi yg enggan untuk duduk. karena merasa tidak sopan dengan pakaian nya.

Kanza yg paham membuka jaz nya nya dan menutupi sebagian kaki jenjang Rasyi. yg membuat Rasyi senang akan perhatian Kanza.

"Ternyata tidak buruk" bisik nya dalam hati. namun nata nya melotot saat Kanza kembali jongkok di depan nya. dan meletakkan kaki Rasyi di paha nya.

"Biar saya lakukan sendiri tuan"

"duduk lah dengan tenang atau aku akan mengikat mu"

"tapi tuan, ini masih di kantor orang lain akan salah paham"

"siapa yg berani bercerita tentang ku" kalau pun ada berarti orang itu memiliki nyawa lebih dari satu"

Rasyi langsung menelan kasar saliva nya. karena ucapan Kanza mengingat diri nya bahkan berani mengutuk Kanza di depan orang kepercayaan nya.

"Ada apa dengan wajah mu??

"hehe, tidak ada tuan" Rasyi menjawab gugup namun berusaha menutupi rasa takut nya.

"Sudah, ayo kita pergi"

"kita akan kemana tuan"

"kau akan tahu nanti"

"baiklah"

Rasyi pun duduk diam di bangku depan sebelah dengan Kanza yg menyetir. tapi di tengah perjalanan Kanza menghentikan mobil di tepi jalan.

"Ada apa tuan"

namun Kanza tidak menjawab hanya mendekat yg membuat Rasyi makin mepet ke jendela.

Kanza yg melihat Rasyi tidak memakai sitbell. menghentikan mobil nya ke tepi.

"Apa yg kau pikir kan"

"ti-tidak ada"

"apa kau mengharap kan yg lain"

dengan memainkan rambut Rasyi. Kanza menggoda nya yg membuat Rasyi memerah karena malu.

"Baiklah, aku tidak ingin mengganggu bocah"

ucapnya sambil kembali ke posisi duduk nya untuk menyetir kembali.

Membawa Rasyi ke hotel bintang lima. Kanza mengajak nya makan malam private karena ini merupakan salah satu aset Kanza. namun tidak semua orang tahu jadi mudah bagi nya untuk menemukan room nya sendiri.

"Ayo" ajak Kanza

Rasyi pun mengekor di belakang Kanza sampai menuju lift.

keluar dari lift Kanza menggandeng Rasyi menuju restoran di lantai 15. terlihat paparan lampu ibukota dari sudut jendela Rasyi langsung mengembangkan senyum nya.

"Kau suka"

"i-iya" jawab nya antusias

"bagus lah. ayo duduk"

sambil mendorongkan kursi untuk Rasyi duduk.

"Tuan"

"iya"

"boleh kita duduk disana saja" tunjuk nya melihat meja yg tepat di balkon yg bisa merasa kan angin langsung dari luar.

"Tapi kau akan masuk angin nanti"

"tidak papa tuan, aku mau disana- ya"

pintanya dengan wajah melas nya. yg membuat Kanza tidak mampu menolak nya.

"Baiklah ayo"

"terima kasih" Rasyi pun langsung berlari seperti anak kecil saat mendapatkan keinginginan nya.

Kanza yg sudah duduk di kursi nya. dengan memegang gelas minuman nya melihat ke arah Rasyi yg tersenyum lebar melihat suasana malam dari pinggir balkon.

"Ku harap aku alasan senyum mu"

dengan nada rendah Kanza mengucapkan dengan pandangan yg tak lepas memandang Rasyi.

"Tuan ayo lihat kemari" ajak Rasyi ke Kanza

Kanza bangkit dari kursinya. melangkah mendekat ke Rasyi sambil membuka jaz nya. Kanza berdiri di belakang Rasyi dengan memakaikan Rasyi jas nya dengan sedikit memeluk Rasyi.

"Tuan"

"pakailah agar kau tidak masuk angin"

Rasyi yg tidak menolak hanya menerima perlakuan Kanza.

"Apa tuan tahu. kita seperti shoting film saja"

"film" dengan meletakkan dagunya di pundak Rasyi

"iya, kita melihat suasana malam seperti ini bukan kan seharusnya ini terlihat romantis"

"Ehm, entah lah aku tidak pernah melihat film"

"a-apa, tuan tidak pernah lihat film"

dengan memiringkan kepalanya ke arah Kanza.

"Aku bahkan tidak ada waktu untuk menikmati hidup ku"

ucap Kanza sedikit terdengar lirih ditelinga Rasyi.

"Apa begitu kesepian nya dirimu"

bisik Rasyi tidak tega dalam hati nya.

"Kalau begitu. ayo kita nonton film bersama."

ajak nya dengan memegang tangan Kanza yg sudah melingkar di perut nya.

"Tentu"! jawab nya singkat.

Rasyi membiarkan Kanza memeluk nya dari belakang. dengan menikmati suasana malam di balkon. hingga pelayan datang mengantar kan makanan mereka.

Mereka pun memakan makanan nya. hingga tidak terasa waktu hampir tengah malam. Kanza pun mengajak Rasyi untuk pulang.

happy reading😊

terus dukung author ya. untuk follow dan sukai setiap part nya jangan lupa tinggalkan komentar ya. terima kasih🙏😊🥰

1
MINDEULLE
Hai kak ceritanya bagus.

mampir juga yuk keceritaku
RAIN BUKAN HUJAN

terimakasih
Tania Saputri
lanjut thoorrr
Erna Mae
mampir thorr ..
Isam Amoy
di tunggu lanjut cerita nya thour
Isam Amoy
lanjut
Isam Amoy
God God God
Isam Amoy
next
Isam Amoy
curi kesempatan kanza pake remas"
Isam Amoy
lanjut lagi
Isam Amoy
next
Isam Amoy
tegang baca nya
Isam Amoy
foto siapa y
Isam Amoy
cepat nikah kan aja thour
Isam Amoy
keren keren
Isam Amoy
next next next lagi baca nya
Isam Amoy
💪💪💪💪💪
Isam Amoy
so sweit
Isam Amoy
lanjutin
Isam Amoy
lanjut
Isam Amoy
next next next next next next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!