Sebuah musibah merenggut keluarganya dan dia ditolong oleh seorang pendekar yang pernah jaya dimasanya. Yuk kita sama sama melihat jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tio Bukilsum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Luar biasa
"Hehehe. Kalian sudah menyerangku dan sekarang giliran aku menyerang kalian" Ucap sosok bertopeng babi itu, terlihat tangannya berubah menjadi warna merah dan langsung dilesatkan kearah Su Kong. Tapi, tiba-tiba dari arah atas udara juga melesat catu cahaya ungu menghadang.
Blarrrrrrr....
"Boooom!"
Terdengar suara ledakan keras ketika dua sinar cahaya berlainan warna bertemu dan tempat itu laksana dipanggang dalam lautan bara api sangat panas.
Sosok bertopeng babi terlempar jauh kearah belakang dan kemudian hilang bagaikan ditelan bumi.
"Sial, sial benar. Orang itu ternyata melarikan diri lagi!" Gumam Tio Buki melihat sosok bertopeng babi tidak ada ditempatnya lagi.
Tio Buki segera saja turun dari tempat persembunyiannya dan menghampiri kearah tiga orang itu.
"Kalau boleh tau siapakah pendekar gagah ini?" Tanya Sui Cin bergetar hatinya melihat ketampanan wajah penolong mereka.
"Aku Tio Buki! Maaf, karena aku terlambat turun tangan untuk menolong saudara kalian" Jawab Tio Buki seraya tersenyum ramah.
"Sudahlah, jangan dipikirkan. Ini sudah kehendak Thia, dia mati ditangan sosok bertopeng babi itu" Ucap Sui Cin.
Lebih baik kalian pergi saja dari tempat ini, kalau tidak ingin bernasib sepertinya saudara kalian itu" Ucap Tio Buki.
Ketiga saudara seperguruan itu saling memandang, mereka sekarang baru sadar. Apa yang diucapkan oleh Tio Buki benar adanya. Kemampuan mereka belum cukup untuk berurusan dengan kelompok penculik itu.
"Apa ada diantara kalian yang mengenal sosok bertopeng babi itu?" Tanya Tio Buki menatap kearah tiga orang yang ada didepannya. Dia berharap ada diantara mereka yang mengenalnya.
Kami tidak mengenalnya Tio, tapi kami sangat yakin bahwa sosok bertopeng babi itu salah satu dari kelompok penculik banyak perempuan yang terjadi akhirnya akhir ini" Jawab Su Kong.
"Oh begitu ya! Jadi sekarang kemana tujuan kalian?" Tanya Tio Buki begitu.
"Kami akan akan segera pulang membawa mayat kakak seperguruan kami dan menghadap guru kami" Jawab Su Kong.
"Oh ya Koko Tio Buki! Kalau ada kesempatan singgahlah ditempat kami di gunung Lousan. Gunung berkabut" Ucap Sui Cin tersenyum begitu manis.
"Baiklah, aku pasti akan singgah di tempat kalian suatu saat nanti dan juga ingin berkenalan dengan guru kalian" Ucap Tio Buki lalu segera pergi menghilang dari tempat tersebut meneruskan lagi perjalannya.
Ketika Tio Buki tiba di suatu celah sempit, dia melihat seberkas cahaya begitu terang diantara banyak batu batu besar.
Karena rasa penasaran dan ingin tau, Tio Buki melangkah diantara celah batu batu besar itu dan semakin dia mendekat, cahaya itu tampak lebih terang.
Ketika hampir sampai, dia melihat tebing yang curam, ada sebuah goa banyak batu batu runcing didepan goa itu.
"Goa apa ini!" Membatin Tio dalam hati, kok nampak begitu aneh???
Dia kemudian melompat diatas batu runcing itu, ternyata batu itu sangat tajam. Dengan mengerahkan tenaga kearah telapak kakinya, perlahan-lahan dia berjalan diatas batu runcing itu hingga sampai didepan goa.
Dengan ilmu Dewa ungu yang ada ditangannya, dia mulai memasuki kedalam goa itu. Semakin jauh masuk kedalam, cahaya itu semakin tampak terlihat.
Tiba-tiba dia sungguh terkejut, diujung goa itu terlihat seorang kakek tua begitu kurus, seperti mayat hidup.
Tangan dan kakinya sudah tidak ada, matanya juga juga sudah tidak ada. Sudah di congkel. Sungguh sangat mengerikan. Terlihat dua buah rantai terpasang diantara dua rusuk kiri kanan.
Bersambung ke episode selanjutnya....