Di Nikahi laki-laki dingin dan arogan, yang baru saja bertemu beberapa jam lalu? karena sebuah insiden, sepetinya mustahil. Akan tetapi itu terjadi kepada Crystal. Di selamatkan dan bawa pulang demi sebuah tanggung jawab. Ia malah dinikahi Nervan, karena untuk memenuhi janji pada sang Ibu yang baru saja sadar dari koma.
Bagaimana kisah bab demi bab yang memuat aksi kocak, menjengkelkan, menyedihkan, romantisme, hingga pertengkaran dan permusuhan, mari baca! Terima kasih.
MENDADAK MENIKAH KARENA SEBUAH JANJI.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Malam Pengantin Kita Berdua.
Ba'da Isya,
Setelah Nervan mengantarkan orang tua nya. Kini ia membawa Crystal Kembali ke rumah nya.
"Alhamdulillah, sudah sampai Sayang! mari turun," ajak Nervan pada Crystal.
Dengan tersenyum sempurna Crystal pun mengangguk. Saat Nervan sudah keluar dari mobil, Crystal menatap rumah yang tiga minggu lalu, pernah ia tinggali walaupun hanya untuk satu malam.
Perasaan Crystal amat bahagia, berbeda dengan perasaan nya ketika pertama kali ia datang ke rumah itu, Nervan meninggalkan nya di dalam mobil begitu saja.
"Sayang, koq bengong?" tiba-tiba saja Nervan sudah membuka pintu mobil dan membungkuk menghadap Crystal.
"Eh, maaf Mas! aku ingat saat pertama kali tiba di rumah ini." Jawab jujur Crystal sembari menunduk.
"Maafkan aku! pasti, kamu takut, aku akan berbuat hal menyakitkan itu lagi kan?" tanya Nervan lirih, dengan tatapan sendu nya.
"Ah, tidak Mas, bukan! bukan itu, aku hanya takut, tiba-tiba istri mu Keluar dan memaki aku," Bisik Crystal, mencoba berkelakar untuk mencairkan suasana.
"Ahahaha. Kamu bisa saja sayang, baiklah! mari ke dalam, aku akan memperkenalkan kamu pada Istri ku," Nervan tertawa dan ia membalas Crystal dengan juga berkelakar.
Nervan mempersilakan Crystal turun dari mobil. Namun Crystal merasa terkejut saat baru saja menutup pintu mobil, Nervan mengangkat nya.
"Mas! sekarang aku sudah dapat berjalan, tidak perlu di gendong lagi!" ucap Crystal dengan malu.
"Sssstt .... antisipasi, takut nya saat nanti membuka pintu, di serang Istri ku!" Nervan mengekeh sambil terus berjalan menggendong Crystal. Hingga ke pintu dan Nervan membuka nya perlahan.
"Ya ampun Mas!"
Pekik Crystal dengan menutup mulutnya, menggunakan telapak tangan. Yang membuat Crystal takjub adalah pemandangan di hadapan nya. Begitu pintu di buka, rumah Nervan nampak sudah di hias.
Hamparan kelopak mawar begitu indah. Warna pink,merah dan hitam menghampar di susun apik, nampak indah memanjang hingga ke arah tangga, itu di bentuk seperti jalan sebagai pijakan.
Lilin putih dan aroma teraphy menambah keromantisan suasana di dalam rumah Nervan.
"Ini sengaja aku dekor untuk mu. Anggap saja sebagai malam pengantin kita sayang! maaf, aku belum dapat memberikan lebih untuk mu!" Nervan menatap Crystal penuh penyesalan.
"Mas! terima kasih," Crystal merasa terharu. Sehingga ia tidak dapat bicara apapun lagi, selain mengecup hidung Nervan, lalu memeluk erat leher Nervan dan menyusupkan wajah nya di bahu Nervan serta terisak.
"Sayang! jangan menangis!" pinta Nervan dengan lembut. "Aku terharu, aku bahagia Mas! terima kasih banyak," gumam Crystal.
Nervan tersenyum, mengecup lembut bahu terbuka nya Crystal.
Nervan menurunkan Crystal dari gendongan nya. Lalu ia berlutut di hadapan Crystal dengan sebelah kaki.
Crystal memperhatikan dengan seksama kelakuan Nervan. "Crystal Lunara. Masih sudikah memberikan kesempatan dengan ikhlas, untuk suami yang sudah berbuat kurang baik pada mu, sehingga menyebabkan air mata jatuh dari mata indah Istri nya?" tanya Nervan dengan menyodorkan kotak cincin yang berisi dua pasang cincin mas putih dan bertahtakan berlian.
Crystal betul-betul tidak menyangka, Nervan akan memperlakukan nya begitu istimewa.
"Tentu saja Mas!" Setelah diam sejenak, tanpa ragu, Crystal mengiyakan dengan cepat.
"Alhamdulillah!" ucap Kelegaan dari Nervan, lalu ia berdiri dan memasangkan cincin pada jari manis Crystal di hiasi senyuman bahagia Crystal.
Setelah nya baru lah Crystal memasangkan cincin kawin untuk Nervan yang telah di modif satu pasang dengan Cincin Crystal namun beda nya milik Nervan berbahan Silver paladium yang di perbolehkan untuk di pakai kaum laki-laki muslim.
Karena pria di haram kan memakai emas. Sabda Nabi Muhammad SAW:
"Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari umatku, namun diharamkan bagi para pria." (HR. An Nasa'i)
"Nabi Shallallahu 'alaihi Wa sallam melarang cincin emas (bagi laki-laki) (HR. Bukhari- Muslim).
"Terima kasih sayang!" Nervan memeluk Crystal, ia pun terisak untuk sesaat, namun segera menguasai diri. Lalu ia memasangkan tiara yang di bentuk dari rangkaian bunga.
Crystal nampak cantik, Tiara yang di pasang Nervan, kontras dengan dress yang ia kenakan.
"Iya Mas! pantas saja Mas menyuruh ku berganti dress ini, ternyata ini tujuan nya?" tanya lembut Crystal.
"Iya sayang, untuk resepsi sungguhan nanti yah, saat aku sudah bertemu dengan orang tua mu dan aku berharap mereka merestui pernikahan kita ini." Ucap sendu Nervan.
"Insya Allah Mas! aku akan meyakinkan mereka agar merestui pernikahan kita." Balas Crystal.
Nervan Kembali menggendong Crystal dan kali ini Crystal pun tidak menolak. Kini sampai lah mereka di kamar Nervan. Kamar itu pun sudah di hias cantik sebagai kamar pengantin dengan wangi khas hari pernikahan.
"Mas! cantik sekali," ucap Crystal dengan bias mata berbinar.
"Suka sayang?" tanya Nervan.
"Suka Mas!"
"Anggap saja ini malam pengantin kita berdua sayang, terlambat tidak masalah kan daripada tidak sama sekali!" ujar Nervan.
"Baiklah Mas! tidak masalah. Aku tetap suka koq." Balas Crystal menatap Nervan teduh, dengan senyuman tidak luntur dari bibir manis nya.
Cup!
Nervan mengecup bibir itu, lalu menatap kembali Crystal. "Sayang! boleh kah, malam ini, Dek Jhon ku bertemu Nduk Jhen milik mu?" tanya Nervan.
"Mmmm .... boleh Mas!" Crystal tersenyum malu. Hingga Nervan yang sudah mendapatkan izin pun, mengecup Kembali bibir Crystal lebih mendalam.
Kini di antara mereka hening, hanya deru nafas dari kedua nya yang terdengar, mulai berlomba menuju finish rasa bahagia yang berpahala pula.
Nervan membawa Crystal ke arah tempat tidur dan membaringkan Crystal di atas tempat tidur dengan lembut.
Nervan pun mulai menjelajahi tubuh Crystal dengan apik
penuh perhitungan dan hati-hati, ia menikmati sekali saat membuka setiap helai yang melekat pada tubuh Crystal.
Kini Crystal mulai terbuai dengan perlakuan Nervan. Begitupun Nervan yang inti syaraf nya sudah menegang sempurna.
"Baca Doa dulu Mas!" pinta Crystal. "Baik sayang! Bismika Allah huma Ahya waa amuut," ucap Nervan dan sudah siap mengantarkan Dek Jhon berjumpa Nduk Jhen.
"Mas! itu doa untuk tidur bukan doa senggama!" pekik Crystal saat menyadari doa yang Nervan lafalkan salah alamat.
Nervan pun bingung, karena ia lupa doa nya apa. Dengan nyengir aneh Nervan bertanya "Masa sih sayang, itu salah?"
"Iya Mas, itu doa untuk tidur. Hihi," Crystal tertawa kecil.
"Aku lupa! baca Bismillah saja yah!" Ucap Nervan dengan nyengir kuda nya kembali.
"Yo wis lah, sa karep mu! tapi lain kali harus hafal!" ucap Crystal manyun.
"Baiklah sayang ku!" Nervan kembali memposisikan tubuhnya di atas Crystal dengan posisi nyaman nya.
Setelah membaca Bismillah, ia kembali mencoba untuk membuat Dek Jhon dan Nduk Jhen bersatu. Crystal yang mulai gentar pun memejamkan mata, tubuh nya sedikit bergetar dan perasaan nya gelisah takut.
Namun dahi Crystal di buat sedikit mengkerut saat Nervan tidak juga mengeksekusi Nduk Jhen milik nya. Bahkan kini tubuh Crystal terasa ringan dan sapuan dingin nya air conditioner menyapu kulit tak ber sampul nya.
"Mas!"
panggil Crystal.
"Yah!"
jawab Nervan.
"Mas pergi ke mana?" tanya Crystal kembali. Masih dengan mata terpejam.
"Aku di sisi mu sayang!" jawab Nervan. Crystal pun membuka matanya. Lalu ia menoleh, betul saja Nervan sedang berbaring di sisi nya dengan memejamkan mata.
Entah kapan Nervan turun dari atas tubuh nya, karena Crystal sibuk menenangkan diri nya karena nervous, maka ia pun tidak menyadari kalau Nervan sudah berbaring di atas tempat tidur.
"Mas, ada apa? Mas tidak menginginkan nya?" tanya lirih Crystal.
"Tentu ingin sayang! namun nyali ku ciut mendadak, aku merasa berdosa kepada orang tua mu!" jawab Nervan.
"Mas! aku mengerti, namun aku ini istri mu! kamu berhak atas aku, tidak perlu merasa berdosa seperti itu," bujuk Crystal merebahkan kepalanya pada dada telanjang Nervan.
"Aku tahu! namun rasa nya tidak adil, jika aku menodai seorang putri, saat belum ada restu dari orang tua nya." Ujar Nervan.
"Mas!"
Crystal memeluk Nervan. "Nanti saja ya sayang! saat orang tua mu sudah merestui kita." Ucap Nervan kembali dengan lirih.
"Aku menghargai keputusan mu Mas!" ucap lembut Crystal, dengan tambah mengeratkan pelukan nya.
"Terima kasih. Aku harap orang tua mu akan kembali secepatnya."
"Mudah-mudahan Mas!"
Nervan menarik Crystal jauh lebih merapat pada tubuh nya. Mereka memilih untuk tidur, Karena rasa berdosa, maka nyali syahwat menggebu nya Nervan, kini sirna begitu saja.
Namun Ada debaran dan rasa hangat luar biasa, di dalam hati Nervan juga Crystal. Apakah itu perasaan cinta?
Bersambung ....
tlng tmn" bantu cari kejelekan sifat papi harsyal yaaa...
truma apa itu...lagian cysa juga sprti perempuan murahan...sangat mudah di tipu dgn kata" rayuan evan...keenakan evan...cuna segitu aja penolakan cysa...
terserah lah thor...
hahaha....emang enak di cuekin lu van...hahaha
ini kejahatan..kok bisa sih...
hadddeeeeeuuh
ga apa" cysa,nti ada saatnya kamu bls perbuatan evan...sabaaar