NovelToon NovelToon
The Gods World

The Gods World

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Raja Tentara/Dewa Perang / Kultivasi
Popularitas:511
Nilai: 5
Nama Author: Dyo Erdika

Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.

Shen Hao Feng.

Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.

Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.

Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Dia kembali Dewa Fana sejati!

Malam Kota Benteng Yanhu. Shen Hao Feng duduk berkultivasi namun pikirannya pergi kemana-mana. "Kenapa iblis Gong Mo berpikir harus aku bergabung dengan Sekte Utara? Dan sampai sekarang kartu identitasku sendiri belum di kembalikan." matanya terbuka melihat bulan di luar.

"Iblis Gong Mo.... Ranah Dewa puncak. Dia adalah wujud superior sekaligus penguasa tertinggi disini. 4 Klan kuat salah satunya Klan Hei pun ketakutan di hadapannya."

"Tunggu." Alis Shen Hao Feng berkerut saat memikirkan sesuatu. "Kalau Iblis Gong Mo sekuat itu lantas kenapa Kekaisaran masih bisa bertahan selama itu? Sampai gelombang serangan Ke-IV sekalipun..." Shen Hao Feng berpikir apakah ada sosok kuat lainnya yang menunggu perintah untuk saling membunuh?.

"Dunia ini jauh berbahaya dari pada dengan Benua Zhanxi atau lainnya."

"Tok tok." bunyi pintu di ketuk.

"Ya, siapa?." Shen Hao Feng tidak langsung membuka sebab waspada apakah ia musuh atau bukan.

"Ini adalah perintah dari Tuan Gong Mo." suara gadis di balik pintu membuyarkan waspada Shen Hao Feng. "Kau harus pergi ke Gerbang Timur sebelum jam 12 malam. Ingat gunakan sesuatu untuk menyamarkan karena kita akan pergi ke suatu tempat."

Anehnya Shen Hao Feng merasa akrab dengan suara gadis di luar. "Ya aku mengerti aku akan kesana sekarang juga." ia melirik ke jam dinding. "Tepat sekali sudah hampir 12 malam." ia juga berdiri. "Sepertinya iblis itu sengaja membuatku pergi tengah malam."

Shen Hao Feng memakai jubah hitam lalu membuka pintu dan dirinya tepat berhadapan dengan gadis yang tadi.

Mata Shen Hao Feng menatap diri dia yang pendek dari padanya. "Sudah siap berangkat atau cuma berdiri diam disini?."

"Hm, ayo." iblis perempuan itu berbalik pergi diikuti Shen Hao Feng setelah mereka keluar dari penginapan ia membawa Shen Hao Feng pergi ke Gerbang Timur secara diam-diam tapi cepat.

Setibanya di Gerbang Timur sudah terdapat 4 iblis berdiri menunggu kehadiran mereka. "Akhirnya kau sampai juga Xin Lia."

Shen Hao Feng terkejut saat gadis yang mengantarnya di panggil Xin Lia. "Xin Lia?..."

Xin Lia membuka tudungnya dan menghadap Shen Hao Feng, wajahnya di selimuti kesedihan mendalam. "Maaf tuan Shen Niu saya terpaksa menipu anda. Jujur saja saya adalah anggota fraksi Kekaisaran." tegasnya bercampur kelemahan. "Tuan Shen Niu saya tidak mau jika anda bergabung ke Sekte Utara."

"Apa?." alis Shen Hao Feng berkerut ke bawah. "Apa maksudmu Xin Lia- tunggu sejak awal sebenarnya siapa kau ini."

Xin Lia menghela nafas menyesal, ia membuka topengnya dan tubuh nya yang ia pakai sekarang luntut seperti cairan dan lahir tubuh baru seorang perempuan dengan tanduk domba di sisi kepalanya. Wajah yang cantik dan tubuh kecil putih mata yang lentik dan lembut.

"Saya Xin Lia ras iblis Domba Mimpi anggota Fraksi Kekaisaran." mencoba menatap Shen Hao Feng tegas. "Kapten tim pengintai Xin!."

"Kapten pengintai?... Itu artinya." Shen Hao Feng melihat ke-4 iblis yang tertutup jubah di Benteng Timur.

"Ya." Xin Lia mengisyaratkan mereka untuk membuka jubah. Ke-4 iblis itu mematuhi perintah Xin Lia dan menunjukan bahwa mereka juga ras Iblis Domba Mimpi.

"Mereka adalah anggota timku." Xin Lia sedikit cemas melihat wajah gelap Shen Hao Feng. "Aku membawa tuan Shen Niu kemari karena ingin mengatakan bahwa Sekte Utara- tidak. Tapi semua sekte itu jahat!."

"Xin Lia.... Aku sudah mencurigaimu sejak lama. Ternyata benar ya kau adalah mata-mata karena itu bahkan serangan terkuat Kota Benteng Yanhu pun tak bisa merebut Kota Cushu." suara Gong Mo mengejutkan Xin Lia bahkan ke-4 rekan timnya.

"Sial kita ketahuan!."

"Cepat lari!." salah satu dari mereka hendak lari.

"Bodoh jangan gegabah-

Namun itu terlambat, tubuh orang itu remuk menjadi debu darah. Mata Xin Lia termasuk ketiga rekan tersisa melebar.

Shen Hao Feng sendiri ikut terkejut dan langsung mengeluarkan pedang Naga kegelapan. "Apa ini tuan Gong Mo kau membuhuh iblis tanpa mempertanyakan alasannya?."

"Kenapa kau begitu terkejut Shen Niu?." suara Gong Mo muncul di susul dua iblis berjubah hitam lain melesat melewati Shen Hao Feng dan membunuh ke-3 iblis Domba Mimpi dengan cepat.

Mata Xin Lia bergetar karena takut dan perasaan lainnya. "T-teman-teman?."

"Huh."

"Ini terlalu mudah."

Kedua iblis itu mengibas senjata mereka masing-masing serta tersenyum mengejek. Shen Hao Feng menaikan alisnya marah serta tatapannya muncul niat membunuh yang tak pernah ia tunjukkan kepada siapapun.

"Gong Mo!." teriaknya disertai tebasan Pedang Naga kegelapan ke belakang. Gong Mo di kejauhan bersama ratusan prajurit Kota berdiri di langit. Gong Mo menahan serangan itu tanpa bergerak sedikitpun hanya perisai energi yang memantulkannya.

Shen Hao Feng mendecik. "Situasinya lebih buruk dari yang aku duga terutama saat ini keadaan Xin Lia..." melirik Xin Lia yang syok. "Aku harus lari serta membawa Xin Lia!."

Shen Hao Feng berpindah ke belakang dua iblis sebelumnya dan bertarung singkat sampai mereka mati. "Xin Lia cepat ikuti aku lari!."

Xin Lia termenung sebentar lalu tersadar lagi. "T-tuan Shen Niu!." ia bergegas mengikuti Shen Hao Feng.

Shen Hao Feng menarik tangan Xin Lia keluar dari Kota Benteng Yanhu. Sebelum dia benar-benar pergi matanya menatap datar Gong Mo dan mengatakan sesuatu yang tidak dapat di dengar Gong Mo namun Xin Lia bisa mendengarnya. Dan reaksi Xin Lia yakni sangat terkejut.

"Cepat kejar mereka!."

"Jangan biarkan mereka lolos!."

Gong Mo sama sekali tak melarang pasukannya mengejar Shen Hao Feng. "Sayangnya kamu masih belum paham tentang Benua kegelapan ini, Shen Niu."

"Sisanya yang tak mengejar kedua iblis itu segera atur serangan gelombang ke-IV! Aku ingin kita berangkat saat 4 hari lagi ketika bulan purnama!."

"Siap- baik!." jawab ribuan pasukan nya.

Gong Mo pergi terbang cepat untuk kembali ke tempatnya. Sedangkan Jing Li mengawasi sejak tadi menjadi tak senang dengan Gong Mo. "Sebenarnya ini bukan urusanku tapi aku tidak bisa menahan diri untuk tidak membantu Shen Niu." Jing Li tersenyum licik. "Oke sudah kuputuskan!." Jing Li bergegas mengikuti mereka dari belakang.

....

"Jangan lari!."

Shen Hao Feng terus membawa Xin Lia pergi dan juga tak khawatir walau di ikuti ratusan pasukan. "Xin Lia aku ingin kau ceritakan semua padaku tapi sebelum itu aku harus membereskan masalah kecil ini."

Xin Lia mengangguk lemah. "Aku mengerti aku akan mengatakan segala yang aku tahu kepadamu."

Shen Hao Feng tersenyum lega kemudian meletakkan Xin Lia di dekat danau. Setelah itu Shen Hao Feng memakai zirah Maharaja serta pedang Naga Shen (emas) nya.

Kapten ganas dari 100 pasukan kiriman Gong Mo menunjuk Shen Hao Feng. "Serahkan gadis itu pada kami sekarang atau kau akan di cap sebagai pemberontak! Kami akan pertimbangkan anggotamu sebagai Sekte Utara kalau menyerahkannya."

Shen Hao Feng mendengus ringan. "Kalau aku tidak mau? Apa kau akan melakukan hal yang ekstrem padaku?." ejeknya. "Karena jumlah kalian banyak sekali dan aku hanya membawa satu jangan kalian kira aku tidak bisa melawan." energi Dewa Fana tahap 2 Shen Hao Feng meledak.

Tentu saja 100 iblis merasa tertekan, ketakutan, panik, dan ada yang berani. "Dewa Fana belaka jangan mengira kau tidak terkalahkan!."

"Memang..." jawab Shen Hao Feng langsung di depan wajah iblis barusan. "Entitas..." Shen Hao Feng mengjilang. "Bencana..."

Langit malam muncul warna kemerahan dan saat mereka menatap atas mereka tak berkutik saat batu api besar akan jatuh mengenai mereka. Shen Hao Feng berdiri di atas batu tersebut.

"Sekarang kalian akan mati disini..." Shen Hao Feng menyerang lagi secepat kilat hingga pertarungan pun tak terhindarkan.

Xin Lia merasa syok mendengar kalimat Shen Hao Feng dari telinganya. Saat batu api besar itu melewati atas nya. Sapuan angin keras itu menyadarkannya dan bergegas berdiri.

"Tuam Shen Niu!." jeritnya cemas. "Andai saja aku bisa bertarung sepertinya. Tapi aku..." tangannya mengepal. "Aku hanya ranah Langit puncak yang menyedihkan!."

"Hm!! Ruang Semesta!." suara besar Shen Hao Feng yang agung terdengar di susul Xin Lia masuk ke dalam ruang semesta.

"A-apa ini... Dimana aku." ia melihat sekelilingnya dengan panik tapi di atasnya sebuah tangan energi emas meraih beberapa puluh iblis yang tersisa dan meremasnya seperti debu. "I-inikah sosok asli tuan Shen Niu?." ia meneguk ludah melihat sosok energi besar.

"Melawanku sama saja cari mati... Selanjutnya Gong Mo." matanya yang memancarkan api emas memandang Xin Lia. "Mulai sekarang aku adalah Iblis dari Kekaisaran. Xin Lia aku memina bantuanmu untuk seterusnya."

"Eh... Apa? Eh?." Mata Xin Lia berkedip beberapa kali karena merasa salah dengar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!