NovelToon NovelToon
Sistem Kasino Realitas

Sistem Kasino Realitas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ViNZ idk

Jarinya dipotong. Adiknya mati. Tabungannya dirampas.

Dibuang seperti bangkai oleh bos kasino tempatnya mengabdi selama lima tahun, mantan bandar bernama Sora membangkitkan satu-satunya senjata yang tersisa yakni sistem yang memanipulasi probabilitas kenyataan.

Pisau yang harusnya menancap di dada? 0,01% peluang kena. Brankas yang harusnya terkunci rapat? 99,99% terbuka. Sekarang, meja taruhan sudah terbalik. Dan rumah kasino yang selalu menang akan ia beli sendiri.


Peringatan Konten: Cerita ini mengandung kekerasan fisik ekstrem, adegan penyiksaan berdarah, tema kriminalitas (judi, pemerasan, pencucian uang), trauma psikologis gelap, serta bahasa kasar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViNZ idk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Bau alkohol tujuh puluh persen bercampur uap karat menyengat hidung Sora ketika kelopak matanya perlahan terbuka.

Cahaya putih dari lampu neon di atasnya berdengung nyaring, berkedip-kedip mengikuti derak generator diesel di luar dinding seng. Dari langit-langit plat baja bergelombang warna hijau kusam, noda karat kecokelatan meneteskan embun dingin ke lantai semen yang retak.

Dua kontainer kargo empat puluh kaki yang dilas menjadi satu. Inilah klinik darurat Dok Han. Satu-satunya tempat di bantaran kanal Pesisir Tiram tempat buruh pelabuhan dan preman yang tertikam bisa mendapatkan jahitan tanpa harus berurusan dengan polisi.

Sora berbaring di atas meja periksa dari plat besi nirkarat yang dingin. Punggungnya beralaskan kasur busa tipis berbungkus perlak vinil hijau yang sudah robek dan ditambal lakban cokelat.

“Jangan banyak gerak kalau gak mau benang jahitnya putus di dalam daging,” suara serak dan berat terdengar dari sisi kiri meja.

Seorang pria berusia lima puluh lima tahun sedang duduk di kursi putar berkaki besi. Rambutnya beruban dipotong cepak berantakan. Kacamata berbingkai kawat tebal bertengger miring di pangkal hidungnya, dan sebatang kretek tanpa filter terselip di sudut bibirnya.

Dokter Han. Mantan dokter bedah rumah sakit militer yang izin praktiknya dicabut belasan tahun lalu karena kasus perdagangan obat bius, dan kini menyambung hidup dengan merawat luka tembak serta bacokan di ujung dermaga.

“Tadi pagi saya nemu kamu tengkurap di jalan setapak tambak, hampir hanyut ke muara,” kata Dok Han sembari mencelupkan pinset ke dalam mangkuk berisi iodin. “Untung air pasang surut. Kalau lambat setengah jam saja, kamu sudah jadi bangkai di laut lepas.”

Sora mencoba menggerakkan bahunya, tetapi rasa ngilu di pangkal kelingking kirinya seketika menahan gerakannya. Luka bekas potongan pisau daging Rusli sudah dibersihkan dari lumpur, namun tepi kulitnya yang terkoyak masih membengkak merah kehitaman.

“Ada uang?” tanya Dok Han tanpa menoleh, sibuk memasang jarum lengkung ke klem pemegang jarum.

Sora menelan ludah. Kerongkongannya kering seperti menelan abu. “Habis. Cuma ada koin receh buat kuburan Mila tadi subuh.”

Dok Han menghela napas pendek. Asap kretek mengepul tebal dari hidungnya.

“Bagus,” kata dokter tua itu datar. “Artinya saya gak perlu buang ampul lidokain buat kamu. Stok obat bius saya tinggal dua botol, disimpan buat orang yang bawa uang tunai lembaran biru.”

Dok Han menyumpalkan gulungan perban kotor ke mulut Sora.

“Gigit ini. Jangan teriak. Pasien sebelah lagi tidur, dan telinga saya gampang sakit kalau dengar orang meraung kayak babi potong.”

Tanpa aba-aba, ujung jarum lengkung berulir benang nilon hitam menghujam kulit koyak di pangkal kelingkingnya.

Zrrk.

Sengatan dingin baja membelah daging mentah, disusul rasa panas yang menyengat saraf tulang hingga ke tengkorak. Gigi Sora menekan gulungan kain kasa sampai seratnya berderak basah oleh liur. Otot lehernya menegang bagai kawat baja ditarik kencang, pelipisnya basah kuyup oleh peluh asin yang perih saat menetes ke luka robek di keningnya.

Namun tidak ada jeritan yang keluar. Sora hanya mengeluarkan erangan tertahan dari hidung, tubuhnya mengejang kaku menahan tarikan jarum.

Dok Han menarik benang nilon itu, menguncinya dengan simpul ganda, lalu memotong sisa benang dengan gunting bedah berkarat.

“Daya tahanmu lumayan buat mantan bandar yang kerjanya cuma ngocok kartu di ruang ber-AC,” gumam Dok Han menyiapkan jahitan berikutnya. “Tapi daya tahan mental gak bisa bunuh bakteri. Kamu kena sepsis berat. Lukamu busuk kemasukan air got, dan demammu tadi subuh tembus empat puluh derajat. Tanpa antibiotik ratusan ribu per botol, jahitan ini cuma buat ngerapikan mayatmu sebelum masuk liang.”

Di sudut mata kiri Sora, proyeksi teks neon semi-transparan yang muncul di pemakaman tadi pagi masih menyala stabil.

Huruf-huruf hijau pudar dan kuning amber itu berkedip tenang di bidang pandangnya.

...----------------...

...[SISTEM KASINO]...

...[Kondisi: Sepsis Akut 92% - Waktu bertahan 04.12.18]...

...[Saldo: 1 Point Chip]...

...----------------...

Waktu bertahannya tersisa empat jam dua belas menit. Angka persentase sepsis berkedip merah redup, memperingatkan bahwa racun sedang bersiap mematikan kerja jantungnya.

Sora memfokuskan pandangannya pada baris saldo satu keping cip. Tidak ada taruhan tanpa kepingan cip di atas meja; Saldo adalah modal untuk membeli kemungkinan.

Secara naluriah, Sora memusatkan kehendak pikirannya pada angka satu itu. Teks neon di hadapannya bergeser halus, memunculkan opsi baru:

...----------------...

...[SISTEM KASINO]...

...[Intervensi Mikro: Reduksi Probabilitas Kematian Sepsis]...

...[Biaya: 1 Point Chip]...

...[Efek: Menurunkan risiko kegagalan organ dari 92% menjadi 12%]...

...[Konfirmasi: Ya / Tidak]...

...----------------...

Tenggorokan Sora bergetar di balik gulungan perban. Sistem di depan matanya menyodorkan satu-satunya kartu penyelamat sebelum waktu empat jam itu habis.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!