NovelToon NovelToon
Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vea Vivie

Andriana Arnova harus menyaksikan pengkhianatan suaminya dengan kakak iparnya sendiri.
Namun bukan marah, minta cerai yang ia lakukan, melainkan membalasnya dengan kegilaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Rasa sakit, kecewa dan dendam di dadanya telah merubah dunianya.
Demi membalas dendam atas pengkhianatan suaminya, ia rela mengorbankan karir yang selama ini ia bangun dengan susah payah.
Baginya setiap kerugian harus ada bayarannya dan setiap rasa sakit harus ada pembalasan yang akan lebih menyakitkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vea Vivie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Sonia dan Arnold duduk di ruangan besar dengan beberapa bangku di sana. Tempat yang besar, luas namun tidak ada apa apa di sana, hanya beberapa kardus terbengkalai dan sarang laba-laba.

" Sonia, sekarang pikirkan apa yang akan kita lakukan!" Gertak Arnold dengan tatapan tajam dan aura membunuh yang kuat.

"Hmph, kita tambah kompensasi saja buat dokter Diana agar tutup mulut "

Arnold mengernyitkan keningnya mendengar jawaban Sonia yang menurutnya tidak masuk akal.

"Tapi dokter Diana bukan orang yang kekurangan uang" Imbuh Sonia sambil menatap wajah Arnold.

Arnold tersenyum tipis " Sepertinya aku tahu caranya dia bisa tutup mulut selamanya ".

"Bagaimana caranya?".

"Nanti aku kasih tahu, sekarang pastikan saja dokter Diana tidak berubah pikiran, kalian adalah teman ngumpul dan teman arisan sudah pasti dia punya rasa sungkan padamu. Apalagi kamu pernah berjanji untuk memberitahu siapa anak kandungnya" Ucap Arnold dengan penuh percaya diri.

"Ehem, sekarang yuk kita ke hotel?" Ajak Sonia dengan senyum tipis dan cubitan nakal ke perut Arnold.

Arnold mengangguk dan berjalan di samping Sonia keluar dari dalam gudang kosong yang baru saja mereka sewa untuk dijadikan markas rahasia.

***

Dua hari setelah kejadian berturut turut itu, Devan dan Andriana akhirnya bisa bernafas lega, karena apa yang mereka inginkan akan segera terwujud. Dokter Diana akan mengakui telah melakukan operasi pencangkokan jantung tanpa standard dari IDI dan dengan organ jantung ilegal.

Andriana masih berada di dalam apartemen milik Devan dan tidak diijinkan keluar demi keselamatannya.

Berhari hari tinggal sendirian di sana membuatnya bosan, karena Devan sedang mengurusi proyek di perusahaan barunya jadi membuat laki laki itu terkadang pulang larut malam bahkan sering tidak pulang.

Andriana duduk di sofa sambil membaca novel kesukaannya, tiba tiba ponselnya berdering.

"Hallo"

(Jangan dikira kamu bisa sembunyi dariku sayang!)

"Hah siapa ini!"

(Tidak perlu tahu siapa aku, aku hanya inginkan dirimu).

Andriana membulatkan matanya " Katakan siapa kamu!" Andriana mulai ketakutan lalu mematikan ponselnya.

Ia berlari ke kamarnya dan duduk di sudut ruangan. Tangan dan kakinya mulai dingin dan keringat pun mulai bercucuran, serta tubuhnya bergetar.

Tak lama kemudian terdengar suara pintu dibuka membuat Andriana semakin ketakukan, ia bersembunyi di balik dipan dengan nafas seperti terhenti di tenggorokan.

Ceklek

"An"

Andriana memejamkan matanya sampai lupa dengan suara lembut yang setiap hari bersamanya.

Devan melangkah untuk mencari Andriana, dia pun mulai panik setelah tidak menemukannya di ruangan mana pun.

Hingga akhirnya Andriana sadar kalau yang datang itu adalah Devan, ia mulai menjulurkan kepalanya, lalu beranjak dan mencari keberadaan Devan.

Begitu tiba di balkon, Andriana melihat sosok dari belakang dengan punggung kokoh itu dan memanggilnya dengan lembut " Devan?"

Devan pun memutar tubuhnya lalu tersenyum tipis dan merentangkan kedua tangannya, Andriana berhambur ke pelukan Devan.

Tangisannya pecah di sana di dalam dekapan hangat sang kekasih hati.

"Sayang, ada apa?"

"Van aku takut"

"Iya takut apa?"

"Ada yang meneleponku katanya menginginkanku dan akan tetap mencariku"

Devan menarik nafas panjang dan mempererat dekapannya.

Setelah semua tenang, Andriana pun berhenti menangis, Devan mengedarkan pelukannya, membawanya duduk di kursi dan mengambilkan segelas air putih, memintanya untuk tenang tanpa memikirkan macam macam.

"Tapi Van, bagaimana kalau mereka tetap mengejarku dan menginginkan jantungku "

''Tidak An, bukannya mereka sudah mengambil jantung Saskia?"

"Tapi tetap saja mereka itu penjahat dan pembunuh, Van tolong urus perceraianku dengan bajingan itu, aku tidak mau sama dia" Racau Andriana.

Devan tersenyum tipis lalu mengacak kasar rambut Andriana karena gemas "Sudah marah marahnya? Tanpa kamu minta pun aku sudah mengurusnya kamu tenang saja sayang, tapi ngomong ngomong ada imbalannya kan?"

Andriana mengeryitkan keningnya " Maunya apa?".

Devan beranjak dan mengulurkan satu tangannya ke arah Andriana " Nona Andriana, maukah anda menjadi pasangan selingkuhku?"

Andriana menautkan kedua alisnya sebelum ikut tersenyum lalu mengangguk perlahan dan berhambur ke pelukan kekasihnya itu.

Dan di setiap kegundahan serta rasa takut, Devan selalu memiliki cara tersendiri untuk menyenangkan hati kekasihnya yaitu dengan genjotan liar dan nakalnya.

***

Diana hendak membuka pintu mobil, tanpa jaz kebesarannya karena hari ini ia akan memenuhi janjinya untuk menyerahkan diri ke pihak kepolisian serta memberikan laporan atas kejahatan yang dilakukan keluarga Wijaya.

Namun belum sempat ia membuka pintu mobilnya tiba tiba beberapa orang datang dan membekapnya dengan obat bius.

Diana pun dibawa ke sebuah tempat yang cukup luas dan bersih hampir mirip seperti gudang tapi lebih bersih dan rapi.

Diana dibaringkan dengan posisi terlentang di atas sebuah meja dengan ukuran cukup besar.

Bruaks....

Tiba tiba pintu gudang didobrak dari luar.

Devan datang di waktu yang tepat, ia menodongkan senjata api membuat keempat laki laki itu panik mencari perlindungan.

Buks ...

Buks...

Tiba tiba seseorang menyerang Devan dari belakang, untungnya ia sigap menangkisnya dan terjadilah baku hantam.

Keempat laki laki itupun bersama sama menyerang Devan.

Buks...

Buks ..

Dor...

Akhirnya Devan benar benar melepaskan peluru dari senjata apinya, membuat semua orang terdiam membeku penuh ketakutan.

Devan tersenyum tipis dengan senjata masih di tangannya.

"Tante Diana kemarilah!"

Diana pun berjalan ke arah Devan "Van, tolong tante Van".

"Iya tante tenang saja" Jawab Devan.

"Bagus bagus, kamu selalu menggagalkan rencanaku Devan Collin! Tapi kali ini kamu mati di tanganku!" Teriak Arnold yang datang sambil menodongkan senjata api ke arah Devan dan Diana.

Deg

Devan terdiam tanpa melepaskan senjatanya, ia tersenyum miring " Akhirnya kamu tunjukkan batang hidungmu Arnold, o iya lama kita tidak berjumpa, bagaimana kabarmu?".

Arnold pun tersenyum tipis lalu berjalan mendekatinya Devan

" Kamu bisa lihat sendiri Devan aku masih punya pesona dan tetap menjadi idaman para wanita" Jawab Arnold sambil merangkul pinggang Sonia dengan satu tangannya.

Devan mengernyitkan keningnya" kamu yakin? Lalu bagaimana dengan istrimu?".

"Brengsek kamu Devan! Kembalikan Andriana padaku!"Gertak Arnold yang mulai emosi dengan menarik pelatuknya setengah jari.

"Sampai mati pun aku tidak akan menyerahkan Andriana pada bajingan sepertimu"Jawab Devan yang juga menarik setengah pelatuknya membuat semua orang yang melihatnya gemetar dan berdebar.

Diana pun mulai takut keduanya akan mati mengenaskan karena keduanya saling menodongkan senjata api ke arah masing-masing.

Bruaks...

Dorrr.....

Diana mendorong tubuh Arnold, membuatnya tanpa sengaja menekan pelatuknya dan menyalakan senjata api di tangannya.

Seketika itu Devan menendang perut Arnold membuat senjata apinya terlempar jauh darinya.

Dan tanpa ampun Devan menghajar Arnold yang sudah babak belur.

Saat itu pula polisi datang bersama Andriana dan membekuk semua penjahat termasuk Sonia dan nyonya Rosa yang berada di sana yang duduk di kursi roda.

1
Uthie
Cerita yg menarik diawal membacanya.. dan masih berlanjut menyimak 👍👍👍
Uthie
Lanjut Thor 👍👍👍
Uthie
Lohhh.. itu bukan si Saskia?!??
evana gusani
baru mampir
Uthie
Andriana kah??
Uthie
lanjuuttttt
Uthie
lanjut menyimak 👍
Uthie
mampir 👍
Adinda
seharusnya direkam dulu buat dijadiin bukti kalau mau cerai
Vea Vivie: dah gak sempat ,😅
total 1 replies
Della Ivva
Good
Della Ivva
Ehmmmm lanjut
Arra Bella
gass saja van
Arra Bella
lanjut kak, seru nichh.... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!