Wanita desa menjadi tulang punggung keluarga, semenjak Bapaknya meninggal dunia. Hanum tinggal bersama sang ibu. Ibu yang setiap hari menjual sayuran keliling untuk mencukupi hidupnya.
Usai penderitaan Hanum, tapi ia masih berdiri tegar agar ibunya senang.
Namun jalan tak begitu mulus, kini Hanum tengah di nikahi oleh seorang lelaki yang amat ia cintai, seorang anak pengusaha sukses sebagai CEO.
Namun takdir berkata lain, lelaki yang justru di idamkan oleh Hanum tak sesuai harapan.
Menikah hanya sebuah terpaksa, Arkan enggan menyentuh Hanum karena dari keluarga miskin.
Tapi percayalah kedua orangtua pihak lelaki lebih menyayangi menantu dari anak sendiri.
Riswan akan mengangkat derajat Hanum sebagai CEO, setelah apa yang di perbuat anaknya.
Akankah Arkan mengetahui hal tersebut, apakah ada kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Rohimah II, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ragu!
Sebaik apapun manusia hanya dihadapan sang pencipta. Kita bisa menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain dan untuk diri kita.
Alhamdulillah Hanum sudah ditemukan dalam keadaan sehat. Namun, takdirnya Kayla dan pengamen tersebut bekerja sama dengannya.
Keduanya melarikan Hanum ke RS, melihat kondisi Hanum serasa Kayla ingin nangis. Tidak hanya itu, jika kini Kayla juga menunggu kedatangan mertua dari Hanum.
"Gimana dengan Hanum, kok gue lihat dia beda."
"Semoga, Mbak Hanum segera sadar. Tadi saya reflek loh. Kok loh bisa tau rencana busuk, Riana?" ucap Pengamen jalanan yang sudah lama tidak bertemu dengan Kayla.
"Aamiin, bisalah. Secara Riana itu pelakor. Dia itu udah rebut suami orang, bisa-bisanya dia mau jadi istri kedua, Pak Arkan," suara ceplos Kayla sampai terdengar dari bawah tangga. Namun kedatangan keluarga nya sudah sampai saat ini.
Kayla menutup mulutnya rapat-rapat, untung tidak ketahuan. Jika ketahuan pun pasti udah mencari info keberadaan Riana.
Kayla dan pengamen jalanan di luar ruangan, begitu sampai Wanita paruh baya itu memeluk Kayla. Tanda terimakasih sudah menyelamatkan nyawa menantu.
"Yaa Allah, Tante banyak terimakasih sama kamu, Kay. Kalau ga ada kamu, pasti Tante kena bentak suami, Tante."
"Sama-sama, Tante. Ini udah kewajiban saya, karena Saya dan Hanum sahabat sejati. Emang Pak Riswan segalak itu, Tan," ujar Kayla ia sempat menanyakan, namun tak sadar pandangan Hasan bertemu sosok wanita yang sempat menegur Chandra.
Mereka tertawa nyaring, terdengar suara batuk dari Hasan. Seolah Hasan butuh juga disapa.
"Oh, kalau begitu saya dan Aldo balik, Tan. Eh Chandra, ketemu lagi kita."
"Hehe, iya Kak Kay. Oh ya, kado yang tadi belum Chandra buka."
Melihat pandangan Hasan, ia sempat mencubit lengan Hasan. Apa mungkin anaknya jatuh cinta pada Kayla. Tapi, Hasan justru malu-malu, ia tidak ingin melihat iparnya sedih. Ingin melihat Kakanya bahagia, baru Hasan bahagia.
Kayla menunduk seolah mengingat pesan Hanum, jika kita di lirik sama seorang, sebaiknya biarkan saja. Mungkin itu tanda ada kesukaan atau bisa jadi kita paling kan wajah kita.
Kayla tetap memegang tangan Aldo, mereka seperti Kaka beradik yang selalu ada. Mendengar jika Fatimah menanyakan siapa pelaku yang sudah membuat anaknya hilang.
Kayla ingin menjelaskan, tapi Kayla juga sedih jika Riana terasingkan di sebuah tempat gelap. Mungkin digigit nyamuk dan di makan binatang buas.
"Kay, Tante mau tanya siapa yang sudah menculik Hanum?" Tanya Fatimah, pandangan Fatimah jika Kayla sangat takut.
Tidak mungkin Kayla menjawab jika Riana adalah pelakor rumah tangga Hanum, bisa-bisa akan menjadi bumerang dan menjadi sebuah berita viral. Apalagi, Kayla mengetahui jika Anak laki-laki yang bersama dengan mereka adalah adik kandung Riana.
"Hmm, ga tau, Tan!"
Aldo memijak sepatu Kayla, Aldo heran dengan jawaban Kayla yang mendadak bingung. Aldo ga ingin menjadi seorang manusia tidak jujur dihadapan Allah.
"Maaf ya Tan, bukan Aldo ikut campur tapi yang namanya pelakor itu tetap pelakor. Yang menculik Mbak Hanum adalah Riana."
Aldo terus terang, Kayla merasa ingin menjelaskan namun Kayla malah mendapat cubit pinggang oleh Aldo.
"Maksudnya gimana?" Pelakor."
"Iya, Tan. Tante pernah liat cewe ini, gak. Dimana gitu?" sambil mengambil ponsel dari kantung celana jeans dan ia memberikan foto Riana kepada Fatimah.
Shock berat, namun Hasan mengerti jika wanita itu pernah menginjak rumahnya. Ia juga tak habis pikir, bisa-bisanya Kakanya melakukan pengkhianatan dalam rumah tangga. Hasan tak perduli, ia pergi dan ingin memberi perhitungan pada Kakanya.
Fatimah mengejar Anaknya, namun tetap saja tidak bisa. Emosi semakin panas, Hasan tetap bertindak. Bagi Hasan, siapapun yang menyakiti hati perempuan, dia akan bangkit. Lagi pula perempuan itu ada bersamanya yaitu Mama mereka.
Kayla mendadak heran, sikap Hasan tiba-tiba ingin Arkan tahu jika ia tak bisa menjaga hubungan baik dengan istrinya.
"Tuh kan, jangan bilang gini. Emosi banget tuh, anak Tante," ucap Kayla, ia juga ingin mengejar Hasan namun ditahan oleh Aldo.
"Lepasin! Ini semua gara-gara loh, Al. Kalau tadi loh tahan, tuh anak ga gitu. Ga abangnya adiknya sama saja."
Aldo sambil merasa bersalah, bingung tapi tidak dengan ucapannya. Aldo bergerak dan ingin mengejar Hasan. Kayla yang menjaga Fatimah, takut Fatimah pingsan tak sadarkan diri.
...----------------...
Sudah lama Rina didalam gudang, tidak ada Riana juga Chandra. Namun keinget anaknya yang dulu ia hina, benci dan menuduh semua apa yang ia lakukan. Kini Rina menyesal setelah banyak ia lalui, tapi ia merindukan sosok Chandra.
"Chand, ibu kangen sama kamu. Kamu dimana?" Tolong ibu, ibu disini gelap. Ibu lapar."
Rina semakin tak kuat teriak, perutnya perih. Sudah seminggu berada di gudang . Namun tak lama ada orang lain yang membuka pintu gudang tersebut.
Ternyata Satpam yang merasa kasihan, tapi perbuatan Rina sudah keterlaluan. Sampai emas dan uang habis di curi, jika bukan Rina menerima Riana di tempat sampah, dan Rina ingin menginginkan anak perempuan ia tak seperti ini.
Apakah ia menyesal, tapi benar hatinya menyesal telah mengikuti jejak buruk Riana. Tapi sampai sekarang, Riana tak kunjung balik untuk menyelamatkan nyawa ibunya.
Satpam masuk, ia sengaja membeli nasi goreng pesanan grab. Karena ia juga memiliki seorang ibu yang tengah sakit di rumah nya. Tidak ada jalan lain, selain ia bekerja sebagai seorang satpam.
Satpam tersebut menunjukkan ada video mengenai dan suara Riana saat ingin kabur. Rina mendengarnya langsung Shok berat, jika selama ini Riana bukanlah anak kandungnya.
"Makan, Bu?" Maafkan saya, saya tak ingin ada orang lain yang mencuri di rumah Pak Riswan."
Rina segera memungut nasi goreng yang beraroma enak. Sangking enaknya, Rina menghabiskan nasi goreng tak tersisa. Melihat kondisi Rina, Satpam itu sedih. Membayangkan bahwa jika ada diposisi ibunya, apakah ia sanggup melihat ibunya kelaparan?
"Terimakasih!" Saya mengaku bersalah. Tapi saya datang niat kesini untuk bekerja."
"Sama-sama, Bu. Serius?" Tanya Satpam ia memang merasa kasihan, tapi ia masih tidak yakin dengan sikap Rina disampingnya.
Banyak orang secara di kasihani, tapi ia malah modus untuk kabur dari rumah tersebut. Sayangnya, Satpam belum menyakinkan dirinya untuk menerima tawaran dari Rina.
Satpam pun meninggalkan Rina di gudang, masih ada keraguan di benaknya.
...----------------...
Hasan tetap ingin mencari kakanya, tapi ia lupa jika Kakanya sedang dalam situasi berat. Arkan di pecat dari jabatan CEO oleh Papanya sendiri. Karena keteledoran sikapnya, sampai karyawan mengamuk dan ingin segera di gaji.
Begitu sampai diluar, Aldo berusaha mengejar Hasan. Ucapan Aldo sungguh keterlaluan, ia bahkan tidak tahu jika Hasan adalah anak dari keluarga Riswan.