NovelToon NovelToon
Wasiat Kakak, Suami Pilihan Yang Tak Ku Pilih

Wasiat Kakak, Suami Pilihan Yang Tak Ku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dokter / Romansa
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Putri prisella

"minum obat itu cepat!" Elio berkata dingin, sorot matanya tajam, menunjuk benda persegi panjang kecil yang baru saja ia lempar tepat di samping Kaia yang masih berbalut selimut. "Aku tidak ingin memiliki anak dari wanita sepertimu. Dan jika sampai kamu hamil..." Suaranya menurun penuh penekanan. "Aku tidak akan segan-segan menghilangkannya."

Kaia adalah gadis yang baik tapi sayangnya dia kurang kasih sayang dari ayahnya. saat lulus kuliah dia di desak ayahnya harus menjadi pengantin, menggantikan sang kakak yang bernama Kiara yang meninggal dunia akibat kecelakaan. Dengan Elio, seorang dokter kulit, tunangan kakaknya.

Disisi lain, sejak kecil ayahnya yang menyimpan luka selalu menyalakan Kaia sebagai penyebab kematian istrinya.

Lalu bagaimana saat Kaia tiba-tiba mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung. Haruskah ia pergi dan menyelamatkan nyawa kecil yang sedang tumbuh dalam rahimnya? Atau justru melenyapkannya?

Ikuti kisah Kaia...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri prisella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab : 12 Malam Pertama

Yang single jangan baca bab ini ya... Bab ini berisi 21+ jadi diharapkan pembaca bijak membaca nya. Untuk yang di bawah umur di skip aja bab ini, dan kalau ada yang gak suka di bab ini, di skip aja yah karena berisi21+ udah saya peringatkan yah . Selamat membaca.......

****************

Begitu pintu kamar hotel tertutup, Kaia mengembuskan napas panjang. Rasanya baru kali ini ia benar-benar bisa bernapas lega.

Seharian penuh ia hanya tersenyum tipis, berdiri di atas pelaminan, menyalami ratusan tamu yang datang silih berganti.

Kedua telapak kakinya berdenyut nyeri akibat terlalu lama berdiri dengan sepatu hak tinggi. Bahu dan tengkuknya pun terasa pegal karena beratnya gaun pengantin yang sejak pagi belum sempat ia lepaskan.

Perlahan ia berjalan menuju meja rias. Tangannya mulai melepas veil panjang yang menjuntai dari sanggulnya.

Satu per satu jepit rambut dilepaskan. Rambut bobnya yang semula tertata rapi kini tergerai bebas.

Kaia mengusap tengkuknya pelan. "Uhh... Lega..." gumamnya lirih.

Ia teringat sesuatu. Tadi sore, sebelum resepsi dimulai, saat ia sedang di rias, Sienna sempat masuk ke kamar.

"Kaia, nanti baju gantinya udah aku siapin di lemari ya. Jadi kamu tinggal pakai." Ujar iparnya itu.

Kaia mengangguk kecil saat itu tanpa banyak bertanya dan menaruh curiga. Lalu ia membuka pintu lemari.

Tangannya mulai mencari-cari pakaian tidur yang dimaksud. Namun... keningnya perlahan berkerut.

"Hah?" Ia membuka gantungan satu per satu. "Kok kosong. Dimana piyamanya?"

Yang tergantung justru sebuah lingerie hitam berbahan satin dengan gaun tidur senada. Kaia berkedip beberapa kali.

"Loh..." Ia berjongkok.

Membuka rak bagian bawah. Mungkin saja Sienna salah meletakkannya. Tetapi tetap tidak ada.

"Piyama ku ke mana ini?" Ia berdiri lagi. Kedua tangannya berkacak pinggang. "Apa jangan-jangan masih di koper ya... Kak Nena lupa."

Dengan sedikit harapan, Kaia menarik koper dari sudut ruangan. Resleting dibuka cepat. Namun isi koper itu justru membuat matanya membulat.

Di dalamnya hanya ada pakaian dalam berwarna hitam yang senada dengan lingerie di lemari.

"Apa-apaan ini?" Ia mengangkat salah satunya dengan wajah antara kesal dan malu. Tanpa perlu berpikir lama, ia langsung tahu siapa pelakunya.

"Pasti ulah Kak Nena..." Ia mengembuskan napas panjang.

Cepat-cepat ia meraih ponsel di atas nakas.

Nomor Sienna yang baru disimpan siang tadi segera dihubungi. Nada sambung pertama. Kedua. Ketiga. Tak ada jawaban.

Baru pada panggilan keempat telepon itu diangkat.

"Halo..." Suara Sienna terdengar serak. Sepertinya perempuan itu sudah berbaring di kamar sebelah. "Kenapa, Kai?"

"Kak..." Kaia langsung protes. "Piyama ku disimpan di mana? Aku cari di lemari nggak ada."

Di seberang sana terdengar tawa kecil. "Ya emang nggak ada. Pakai aja yang udah aku siapin, Kai."

"Tapi, Kak..." Kaia langsung memotong. "Itu..." Wajahnya mulai memanas. "...malu banget."

Sienna justru tertawa semakin keras. "Ya ampun, Kaia.Ini malam pertama kamu sama Elio. Harus spesial dong."

"Aduh tapi..."

Belum sempat Kaia melanjutkan ucapannya, suara Sienna kembali terdengar menggoda. "Pokoknya pakai aja.Selamat malam, pengantin baru."

Tut. Tut. Tut.

Telepon langsung diputus.Kaia menatap layar ponselnya tidak percaya. Ia mengembuskan napas panjang.

"Haish! Sialan betul Kak Nena, suka ngerjain orang." gumamnya pelan.

Akhirnya ia benar-benar tidak punya pilihan. Tidak mungkin tidur dengan gaun pengantin yang berat itu semalaman.

Dengan langkah malas ia mengangkat gaun pengantin yang berat itu agar mudah berjalan, masuk ke kamar mandi.

Air hangat membasuh wajahnya yang mulai lelah. Beberapa menit kemudian ia mengenakan pakaian yang telah disiapkan Sienna. Begitu bercermin, wajahnya langsung memerah.

"Loh..." Kaia refleks menutup bagian depan tubuhnya dengan kedua tangan.

Lingerie hitam itu jauh lebih terbuka dibanding pakaian yang biasa ia kenakan. Lekuk tubuhnya tampak lebih jelas. Ia bahkan tidak berani menatap bayangannya sendiri terlalu lama.

"Ya ampun... Kalau Kak Elio lihat gimana ini..." Kaia mengusap wajahnya berkali-kali. Panik, malu, kesal. Semuanya bercampur menjadi satu.

Begitu keluar dari kamar mandi, ia langsung naik ke atas ranjang. Selimut tebal segera ditarik hingga menutupi tubuhnya rapat-rapat.

"Nggak boleh kelihatan..." gumamnya pelan.

Pandangannya kemudian beralih ke arah pintu.Jam digital di atas nakas menunjukkan pukul 00.15. Sudah lewat tengah malam.

Namun Elio belum juga kembali.Ke mana sebenarnya pria itu pergi?Kaia sempat meraih

ponselnya. Jarinya berhenti di atas nama Kak Elio. Beberapa detik ia hanya memandang layar itu.Lalu menggeleng pelan.

"Nggak usah..."

Ia mengurungkan niatnya. Mungkin... Elio memang sengaja tidak ingin satu kamar dengannya.

Pikiran itu membuat dadanya kembali terasa sesak.Kaia memejamkan mata.Tubuhnya yang lelah perlahan tenggelam ke dalam kasur empuk.

Tak sampai lima menit kemudian, napasnya berubah teratur. Ia tertidur pulas... masih dengan selimut yang membungkus tubuhnya erat, seolah itu menjadi satu-satunya pelindung dari rasa canggung dan asing di malam pertama pernikahannya.

*****

Klik.

Pintu kamar hotel terbuka perlahan. Elio masuk dengan langkah berat. Kemeja putih yang dikenakannya kini tampak kusut.

Dua kancing bagian atas terbuka, lengan digulung sampai siku. Aroma wine begitu kuat menguar dari tubuhnya.

Kepalanya berdenyut. Entah karena alkohol... atau karena bayangan Kiara yang tak juga mau pergi dari benaknya.

Ia menutup pintu pelan, lalu bersandar beberapa detik. Lampu kamar hanya menyala temaram. Kelopak-kelopak mawar merah masih berserakan di atas ranjang berjatuhan saat Kaia naik. Lilin elektrik dan diffuser beraroma vanila membuat kamar itu terasa hangat.

Namun membuat dadanya semakin sesak. Semua dekorasi ini... seharusnya menjadi malam pertamanya bersama Kiara. Bukan... bersama perempuan lain.

Tatapannya perlahan beralih ke arah ranjang.

Kaia tertidur pulas.Napasnya teratur, wajahnya tampak begitu lelah setelah seharian menjalani rangkaian pernikahan.

Elio melangkah mendekat.Pandangan matanya yang mulai kabur berhenti pada selimut yang membungkus tubuh Kaia.

Entah dorongan apa yang menguasainya. Tangannya meraih ujung selimut itu dengan sekali tarikan.

Srett...

Selimut itu tersibak. Elio terdiam. Sorot matanya berubah. Lingerie hitam yang dikenakan Kaia membuatnya membeku beberapa detik.

Kontras dengan kulit perempuan itu yang putih bersih.Dadanya naik turun.Alkohol di dalam tubuhnya membuat pikirannya tidak lagi jernih. Seringai tipis muncul di sudut bibirnya.

"Jadi..." Suara beratnya terdengar lirih. "Kamu sengaja menungguku seperti ini? Ingin menggodaku?"

Kaia sama sekali tidak bergerak. Masih tertidur. Namun dalam pandangan Elio yang sudah dipenuhi amarah dan alkohol... diamnya Kaia justru dianggap sebagai persetujuan.

Ia tertawa hambar. "Lucu sekali. Siang tadi menangis. Malam ini malah bersiap menyambut ku. Baiklah jika itu yang kamu inginkan."

Tangannya mulai membuka satu per satu kancing kemeja. Bukan karena cinta melainkan karena luka dan amarah yang ingin ia lampiaskan.

Perlahan ia naik ke atas ranjang. Kasur bergoyang pelan. Gerakan itu membuat Kaia mengernyit. Kelopak matanya terbuka perlahan.

"Kak..." Suaranya masih berat oleh kantuk. "Kak Elio...?"

Begitu melihat posisi pria itu yang sudah berada sangat dekat di atas tubuhnya, rasa kantuknya seketika lenyap.

Ia buru-buru ingin menarik menarik selimut namun ternyata selimut itu sudah berada di pinggir ranjang.

Wajahnya memerah. "Kak.. ." Tatapannya jatuh pada mata Elio yang merah juga sayu. Dan aroma wine yang begitu pekat langsung menusuk indra penciumannya. "Kakak minum?"

Elio tidak menjawab.Tatapannya turun menatap pakaian yang dikenakan Kaia. "Lumayan juga. Kamu ternyata tahu cara menarik perhatian laki-laki."

Kaia langsung menggeleng cepat. "Bu... bukan... Ini bukan seperti yang Kak Elio pikirkan. Ini Kak Sienna yang

"Cukup." Elio memotong dingin. "Aku tidak peduli siapa yang menyuruhmu." Tatapannya semakin tajam. "Kamu sekarang istriku."

Kaia menelan ludah.Jantungnya berdegup semakin cepat. Rasa takut mulai memenuhi dadanya.

Elio mencondongkan tubuh sedikit lebih dekat. Napas hangat bercampur aroma wine menyapu wajah Kaia.

"Dengar baik-baik. Pernikahan ini memang bukan keinginanku. Aku tidak akan pernah mencintaimu."Kalimat itu menghantam dada Kaia.

"Tapi... Sebagai istriku... kamu tahu apa kewajibanmu."Mata Kaia langsung membesar. Air matanya mulai memenuhi pelupuk.

"Kak..." Suaranya bergetar. Namun semua kata terasa tertahan di tenggorokannya.

Tanpa menunggu lama, Elio langsung membungkam bibir Kaia dengan bibirnya, bergerak lincah menikmati manisnya.

Namun saat ia merasa Kaia hanya diam saja, Elio melepaskan ciumannya. "Balas Kaia!" Suaranya rendah nyaris seperti geraman.

Ia kembali menyatukan bibirnya. Dengan gerakan amatir dan kaku, Kaia membalas ciuman itu.

Dan saat Elio sedikit menggigit bibir bawahnya. Secara reflek Kaia membuka mulutnya seolah memberi jalan untuk lidah Elio menjelajahi ke dalam rongga mulutnya.

"Eeugh..." Kaia tanpa sadar melenguh. Saat lidah Elio bergerak di dalam mulutnya.

Suara itu membuat Elio semakin terbakar, bibirnya yang basah melepas pagutan itu, mencium pipi halus Kaia. Lalu lidahnya bergerak di telinga.

Bulu kuduk Kaia meremang.Ini adalah pengalaman pertamanya. Ia tidak pernah berhubungan sejauh itu.

"Emmhh... Kak..."

_____Skip_______

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di luar kamar... Jakarta telah larut dalam sunyi. Sementara di dalam ruangan itu... dua orang yang sama-sama terluka memulai pernikahan mereka dengan cara yang tidak pernah mereka inginkan.

**********

* Bersambung *

* Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar*

*Vote, like dan tambahkan favorit/subscribe yaa All juga hadiahnya 💝*

*Terimakasih🙏*

*Salam manis dari AUTHOR ☺️*

*ig@putri_miceela.*

1
Fadillah Ahmad
Sinopsis Novelnya bagus sekali Kak... Aku suka. 😂😂😂 Aku jadi penasaran di buatnya... 😂😂😂 Covernya juga bagus... 🙏🙏🙏😁

Aku boleh mampir kan, Kak? 🙏🙏🙏😁
Putri Anggraini: boleh banget dong🤭
total 1 replies
Marini Suhendar
Elio dulu hanya mendengarkan dr 1 pihak tanpa dia cerna kembali..klo tau sebenarnya mungkin tak kan memperlakukan kaia seperti ini..kenapa kaira dulu ingin menikahkan mereka karena mungkin tau yg sebenarnya kaia
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Kaia, sehat selalu buat si kembar
Ariany Sudjana
Neo sebaiknya jangan beritahu Elio, biarkan saja dia menanggung akibat dari perbuatannya sendiri
Ariany Sudjana
kenapa kamu harus sibuk mencari Kaia? bukannya selama ini Kaia selalu kamu acuhkan Elio? sudahlah biarkan Kaia memulai hidup baru di negara lain bersama si kembar
Ariany Sudjana
good decision Kaia, kamu akan memulai kehidupan baru di Slovenia dengan si kembar
Putri Anggraini
cerita sangat bagus sayang kalau gak di baca😍
Nazira Kania: Hai Kak 😊 Saya dari tim redaksi Perkasa Satu. Naskah Kakak di Noveltoon menarik dan layak diterbitkan menjadi buku. Saat ini kami membuka Program Terbit Gratis Edisi September untuk 10 naskah tercepat, dengan Free ISBN dan buku yang diterbitkan dapat masuk Gramedia digital maupun offline (s&k). Fasilitas lainnya: editing, desain cover, sertifikat penulis, promosi, serta royalti 20–30%. Tertarik? Hubungi Admin 📱 083197323183.
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus Kaia, segera kamu bercerai dengan laki-laki yang masih ga bisa move on dari masa lalunya, apalagi kamu lagi hamil dan Elio kan ga mau punya anak dari kamu, jadi lebih baik kamu pergi ke LN, kamu cari kerja di LN untuk menghidupi kamu dan juga bayi dalam kandungan kamu
Ariany Sudjana
pasti si tukang foto ini suruhan si Mak Lampir (mama kandung Kiara)
Ariany Sudjana
sebaiknya kamu tinggalkan saja Elio itu kaila, percuma mau kamu jungkir balik berusaha jadi istri yang baik, di mata Elio kamu tetap bukan siapa-siapa
falea sezi
lanjut bahaya jg elio😒
Putri Anggraini: MLM ini kita lanjut lagi ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!