NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

“Jadi ini wanita yang akan menjadi istri ku?” Suara nya rendah penuh cemooh. “Ayah benar benar berhasil menemukan wanita yang paling membosankan untuk ku”

Dreven Orsley Dastan, pewaris keluarga Dastan, dikenal sebagai pria kasar, pengacau, sekaligus cassanova yang tak pernah serius pada wanita mana pun. Namun, sebuah kecelakaan membuatnya harus duduk di kursi roda—tanpa sedikit pun mengubah sifat liarnya.

Sampai akhirnya, sang ayah menjodohkannya dengan Elnara Sevana, gadis dingin dan cerdik yang terkenal mampu membungkam siapa pun dengan tatapan dan kata-katanya. Ia bukan wanita yang mudah dipermainkan. Setiap serangan lawan selalu dipatahkan sebelum sempat menjadi ancaman.

Elara diminta untuk melahirkan pewaris untuk keluarga Dastan , dan sebagai gantinya Saham perusahaan.

Elara terkekeh sinis, "Sepertinya tidak adil. Bagaimana jika kesepakatannya begini. Aku rubah putramu menjadi anak anjing penurut dan hadiahnya adalah perceraian untukku. Ini terdengar menguntungkan bagiku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

"Tidak bisa. Aku sedang melukis," tegas Elara kala Dreven menelponnya untuk datang ke rumah sakit sore nanti.

"Bukankah kau minta pemeriksaan kesehatan? Aku sudah mereservasi hari ini. Kau bisa melanjutkan lukisanmu itu besok."

"Lukisanku lebih penting dari apapun. Kau sendiri yang tak bertanya padaku lebih dulu apakah aku bisa atau tidak," ketusnya dengan tajam.

Dreven menyipitkan matanya, tak terbiasa ditolak mentah-mentah seperti itu, apalagi oleh istrinya sendiri. Elara selalu memiliki caranya sendiri untuk menempatkan dirinya di atas segalanya, dan itu semakin membuat Dreven ingin tahu lebih dalam tentangnya.

"Aku jemput setengah jam lagi. Siap tak siap kau akan tetap pergi."

Setelah mengatakan hal itu, Dreven langsung mematikan teleponnya yang membuat Elara merasa kesal.

Tapi karena dia tak bisa meninggalkan lukisannya di tengah jalan, ia tetap memilih melanjutkannya.

Sebuah lukisan terumbu karang yang dihantam ombak laut itu sayang jika ditunda dalam pengerjaannya.

"Persetan dengan pria itu."

Elara mencelupkan kuasnya ke dalam cat biru tua, menggoreskannya dengan tegas di atas kanvas. Tangannya bergerak cepat, seolah sedang melampiaskan kemarahannya pada sapuan warna yang ia ciptakan. Ombak di lukisan itu semakin liar, semakin ganas—seperti perasaannya saat ini.

Dreven selalu saja ingin mengatur segalanya.

Elara menghela napas tajam, berusaha mengabaikan suara di kepalanya yang mengatakan bahwa pria itu bukan hanya sekadar keras kepala. Tidak, Dreven itu lebih dari itu. Ia penuh perhitungan, dan Elara tahu betul bahwa laki-laki itu tidak akan membiarkan sesuatu berlalu begitu saja tanpa alasan.

Lalu, kenapa tiba-tiba ingin pemeriksaan kesehatan bersamanya?

Tangannya terhenti sejenak. Apa dia ingin segera melakukan kontrak mereka?

Elara menggelengkan kepalanya, mencoba fokus kembali pada lukisannya. Namun, sebelum ia bisa menyelesaikan satu sapuan kuas lagi, suara deru mobil terdengar dari luar jendela studionya.

Ia melirik jam di dinding.

Persis setengah jam.

Elara mendecak kesal. Pria itu benar-benar tidak main-main.

Pintu rumah terbuka, suara kursi roda terdengar mendekat menuju ke arahnya. Elara tidak perlu berbalik untuk tahu siapa yang datang.

"Waktunya pergi," suara Dreven terdengar rendah, nyaris seperti sebuah perintah.

Elara tetap diam, matanya masih fokus pada lukisan yang belum selesai. "Aku belum selesai."

"Tinggalkan saja. Lukisan itu tidak akan lari ke manamana," sahut Dreven tanpa ampun.

Elara mengepalkan tangannya, tapi akhirnya menaruh kuasnya dengan kasar di palet. Ia berbalik, menatap Dreven dengan tatapan tajam.

"Oke, tapi aku bersiap dulu. Tunggu di mobil."

Dreven mengangguk, "Oke."

Dan dengan begitu Elara pergi ke kamarnya dan berganti pakaian dengan pakaian yang sangat tertutup. Bahkan dia mengenakan topi bundar yang bisa menutupi wajahnya. Tak lupa juga dia mengenakan masker dan kacamata hitam.

"Kau yakin berpakaian seperti ini untuk pergi ke rumah sakit?" kata Dreven begitu melihat Elara keluar dari pintu rumah.

Elara mengabaikan pertanyaan itu. Ada alasan dia mengenakan ini semua, karena wajahnya tak bisa terekspos dengan mudah sekarang. Jika mata-mata ibu tirinya dari Astreo Group mengetahui keberadaannya, maka semua rencananya akan hancur.

"Jadi pergi atau tidak?" tanya Elara dengan dingin.

Dreven menatapnya beberapa detik dari kursi rodanya sebelum akhirnya mengangkat bahu dan memberi isyarat pada supir untuk membuka pintu mobil untuknya. "Tentu saja kita pergi."

Elara masuk tanpa sepatah kata pun, lalu duduk di kursi penumpang dengan tenang. Dreven dibantu oleh supirnya untuk naik ke dalam mobil dengan kursi roda yang sudah dimodifikasi khusus. Begitu mesin mobil menyala, suasana di dalam terasa begitu hening.

Namun, bukan Dreven namanya jika ia membiarkan sesuatu berlalu tanpa pertanyaan.

"Kau seperti seorang artis yang menghindari media. Kau sedang dikejar seseorang?"

Elara menoleh sedikit, menatapnya dari balik kacamata hitam. "Aku sedang tak ingin mendengar banyak pertanyaan."

Dreven akhirnya diam. Dan saat mereka sampai di rumah sakit, Elara tak menunggu pria itu keluar dari mobil dengan kursi rodanya tapi langsung cepat masuk.

Dreven mengangkat alis, melihat bagaimana Elara bergegas masuk tanpa menunggunya. Wanita itu benar-benar penuh misteri. Dan semakin dia menghindar, semakin Dreven ingin tahu apa yang sebenarnya disembunyikan.

Dengan kursi rodanya, Dreven menyusulnya ke dalam rumah sakit. Seperti biasa, begitu ia masuk, beberapa staf langsung mengenalinya dan memberi salam hormat. Namun, matanya hanya tertuju pada satu orang—Elara, yang berjalan cepat menuju bagian resepsionis.

Elara berbicara sebentar dengan petugas sebelum diberikan sebuah formulir. Dreven mendekatinya tepat saat ia hendak mengisinya.

"Tidak perlu terburu-buru," ucapnya pelan dari kursi rodanya.

Elara hanya melirik sekilas sebelum melanjutkan menulis, seolah mengabaikannya.

"Apakah cukup satu jam untuk pemeriksaan menyeluruh?" tanya Elara dengan serius pada perawat di depannya.

Perawat itu tersenyum sopan. "Untuk pemeriksaan dasar, satu jam sudah cukup. Tapi jika ingin pemeriksaan lebih mendetail, biasanya memakan waktu lebih lama, tergantung tes yang dilakukan."

Elara mengangguk pelan, lalu melirik Dreven yang tampak tenang di sampingnya di kursi roda. Pria itu tidak mengatakan apa pun, hanya mengamati dengan mata tajam seperti sedang menganalisis setiap gerakannya.

"Aku hanya ingin pemeriksaan dasar," kata Elara akhirnya.

"Kau yakin? Bukannya kau takut aku terkena HIV? kita harus melakukan pemeriksaan lebih detail," kata Dreven dengan serius.

Elara menatap perawat di depannya dengan tegas. "Aku ingin pemeriksaan menyeluruh, bukan hanya pemeriksaan dasar."

Perawat itu tampak sedikit terkejut dengan ketegasan dalam suara Elara, tetapi tetap tersenyum profesional. "Tentu, Nyonya. Pemeriksaan menyeluruh meliputi tes darah lengkap, pemeriksaan organ dalam, serta skrining penyakit menular. Apakah Anda ingin menjadwalkan tes tambahan?"

Elara mengangguk. "Ya, sertakan semua tes yang bisa memastikan kesehatan seseorang secara keseluruhan, terutama penyakit yang menular melalui hubungan fisik."

Dreven yang duduk di kursi rodanya menatapnya dengan ekspresi datar, tetapi sorot matanya mengandung ketertarikan. "Kau benar-benar serius soal ini," komentarnya, suaranya terdengar setengah mengejek.

Elara menoleh, menatapnya dingin. "Tentu saja. Aku tidak mau mengambil risiko."

Dreven tersenyum miring, lalu menyandarkan tubuhnya di kursi roda. "Sudah ku bilang aku tak bermain dengan sembarangan wanita. Kapan kau akan percaya padaku?"

Elara langsung menatapnya sinis, "Percaya? dengan modelan pria sepertimu? Cih,"

Dreven bukannya tersinggung malah tertawa melihat nada sinis Elara yang begitu lucu.

"Apa yang lucu?" tanyanya ketus.

Dreven mengangkat bahu santai dari kursi rodanya. "Kau. Kau terlalu serius soal ini, seolah aku pria paling bejat yang pernah kau temui."

Elara mendengus. "Bukankah memang begitu? Reputasimu cukup jelas. Aku hanya memastikan aku tidak ikut terlibat dalam masa lalumu yang... menarik."

Dreven menatapnya dengan mata berbinar penuh hiburan. "Menarik? Aku suka cara kau mendeskripsikannya."

Elara memutar bola matanya, enggan melanjutkan pembicaraan. "Sudahlah, aku ingin segera menyelesaikan ini."

Perawat yang sejak tadi menunggu akhirnya kembali bicara. "Baik, kalau begitu silakan ikut saya ke ruang pemeriksaan."

Elara segera melangkah, meninggalkan Dreven yang masih tersenyum di belakangnya di kursi roda. Namun, sebelum ia benar-benar masuk ke ruangan, Dreven sempat berbisik tepat di telinganya dari kursi rodanya.

"Aku akan membuktikan padamu bahwa aku jauh lebih dari sekadar pria yang kau pikirkan, Elara."

Elara terdiam sejenak, tetapi ia tidak menanggapi. Ia hanya berjalan lebih cepat, tak memperdulikan Dreven yang gila.

Bersambung....

1
Muft Smoker
hati2 elara ,, Galileo pria yg berbahaya ,,
Muft Smoker: 😱😱😱😱😱🤭🤭
total 2 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
Alia Chans: siap kl🤭
total 1 replies
Muft Smoker
hihihi sbar yx dreven🤭🤭😂😂
Miranda.
kek anak kecil yang lagi bujuk emaknya wkwk
Alia Chans: Dreven nya caper🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Miranda.
akting ga sih ini? biar dapet perhatian dari sang istri?/Doge//Doge/
Miranda.
apa sih kek bocil aja lu, Ren, Ren😂😂
Miranda.
daren aja duduk dikursi. masa bisa ngebalik kursi lain ups—
Muft Smoker
lanjuut kak ,,
Miranda.
jangan bilang BU pliss. si perantara bakalan ngejual harga miring itu nantinya😭😭
Alia Chans: 🤣🤣🤣🤣 gimana ya kak..
total 1 replies
Miranda.
untung ga dikhianati sm dja/Smile/
Miranda.
agak jahat sih. memanfaatkan rasa seseorang
Miranda.
sebuah perintah, atau ramalan nih?🤔
Alia Chans: tannya orang nya langsung 🙄🙄
total 1 replies
Mingyu gf😘
bisa saja draven sebenarnya sudah bisa berjalan, tapi hanya pura pura saja
Alia Chans: bisa jadi sih🤭🤭
total 1 replies
Mingyu gf😘
nahhb semakin curiga sama draven
Mingyu gf😘
jangan jangan draven itu mafia
Mingyu gf😘
waduhhh😭😭prontal banget woyy
Muft Smoker
jgn2 ni ulah Galileo Galilei 🤔🤔🤔



🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker: 🤭🤭🤭😁😁😁😁
total 2 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
emm serem tapi oke🤭🤭
Alia Chans: wow... semoga suka ya☺
total 1 replies
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
aaaaw so sweet
꧁𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱𝓡𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲꧂
Wanita yang dia maksud adalah istrinya sendiri
Alia Chans: 🤣🤣🤣 biasa Dreven nyari kesempatan🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!