NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:983k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Benar-benar Pergi/ Kuretisasi Tiana Ketahuan

     Beberapa saat setelah kepergian Ardana, Nayra menangis sejadi-jadinya. Sentuhan dan perhatian kecil yang tidak pernah ia rasakan selama ini, tiba-tiba menghampirinya disaat hatinya punya tekad kuat untuk pergi.

     "Jangan buat hati Nayra goyah, Mas? Kenapa tidak kemarin-kemarin seperti ini? Oh...Nay tahu, semua Mas Arda lakukan karena Mas Arda mau menikahi Tiana. Dan, sekarang Mas Arda ingin ambil hati, Nay? Tenang saja Mas, Mas bisa menikahinya bahkan bukan hanya siri."

     Nayra segera bergegas ke atas setelah tangisannya reda. Ia tidak mau tekad dan keputusannya goyah, hanya karena perhatian kecil Ardana tadi. Ia harus sesegera mungkin pergi dari rumah ini.

     Tatap mata Nayra sendu, air matanya kembali menetes deras saat ia menatap rumah itu untuk yang terakhir kali.

     "Selamat tinggal Mas Arda," gumamnya seraya menutup kaca mobil grab yang ia tumpangi.

     Di jok samping teronggok tas jinjing dan koper ukuran sedang yang ia penuhi dengan beberapa potong baju dan barang penting miliknya.

     Mobil itu segera pergi meninggalkan depan rumah Ardana yang menyimpan banyak kenangan. Mungkin hanya kenangan sedih yang Nayra rasakan, sebab selama ini ia merasa tidak pernah dicintai.

     "Selamat tinggal Mas Arda, semoga kamu bahagia," gumamnya seraya mematikan ponselnya untuk menghilangkan jejak.

     Air mata itu kembali turun semakin deras, saat ia mengingat kedua orang tuanya dan orang tua Ardana. Di sini Nayra merasa sangat berdosa, sebab pergi tanpa sepengetahuan mereka.

***

     Ardana tiba di kesatuannya. Setelah apel pagi, ia menuju ruangannya. Di dalam ruangan itu, kesibukan dimulai.

     "Letnan Arda, kemarin sore Komandan memanggil Anda. Sayangnya Letnan sedang bertugas ke RSAU. Sepertinya ada hal penting yang akan disampaikan Komandan," lapor salah satu rekan Ardana berbaju ASN, tidak lupa memberi hormat.

     "Oh ya? Ada hal apa ya?" gumamnya bertanya-tanya.

     "Apakah, saya disuruh menghadap?" tanya Ardana.

     "Sepertinya begitu. Tapi, hari ini Komandan tidak ada," ujar rekan Ardana sembari sibuk dengan lembar kerja di atas mejanya.

     Ardana berpikir keras, ada apa Komandan sampai mencarinya?

     Siangnya setelah jam istirahat, Ardana segera meluncur ke RSAU, masih terkait Tiana. Sebelum ia ke ruangan Tiana, Ardana mampir dulu ke ruangan Dokter Arkana.

     Dokter Arka menyambut Ardana seperti biasa. "Bro, gimana-gimana?"

     Di dalam ruangan dokter Arka, tidak ada lagi suasana formal, mereka menyapa layaknya di luar kantor.

     "Ya...seperti inilah. Aku masih menjalankan tugas dengan baik, termasuk tugas darimu."

     "Bagus. Ini, rekam medis pasien spesialmu, Bro," ujar dokter Arka seraya menyerahkan map rekam medis milik Tiana.

     Ardana membuka map rekam medis milik Tiana, ia sedikit penasaran dengan sakit yang sering Tiana alami terkait reproduksi yang pernah salah satu perawat sampaikan padanya dua hari lalu.

     "Lalu, sakit fisik yang diderita pasien Tiana itu apa?" tanyanya.

     "Kamu bisa cari tahu di dalam rekam medis itu, Bro." Dokter Arka memberi petunjuk seraya tangannya sibuk meraih tumbler minum.

     "Incomplete Abortion?" gumamnya membaca jejak rekam medis Tiana beberapa hari yang lalu. Ardana mengerungkan keningnya heran.

     "Untuk lebih jelasnya tanya saja Dokter Tifany yang cantik itu, hehe," sahut dokter Arka diimbuhi tawa kecil.

     "Alah, kenapa mesti bertanya pada dokter Tifany, kamu juga pasti tahu apa itu incomplete abortion," tukas Ardana kesal.

     "Bukan apa-apa, aku takut salah menjelaskan. Lagipula, aku masih sibuk, Bro. Pergilah, temui dokter Tifany," usir dokter Arka.

     Ardana bangkit dan pamit dari ruang Ardana. Ia memang sangat penasaran, dengan kondisi sakit yang pernah diderita Tiana selain kejiwaan.

     Ardana kini sudah di ruangan dokter Tifany. Ia tidak bertanya secara langsung, melainkan berpura-pura memperlihatkan map jejak rekam medis Tiana di depan dokter Tifany.

     "Sakit fisik yang dialami pasien Tiana tempo hari, apakah erat kaitannya dengan kondisi kejiwaannya yang terguncang, Dok?"

     Dokter Tifany meletakkan kursor sejenak, lalu menatap Ardana sekilas.

     "Bisa iya, bisa tidak. Tapi, bisa jadi sakit fisik yang dialaminya penyebab kejiwaannya sedikit terganggu, bisa saja ia trauma karena masalah itu," ujar dokter Tifany, perlahan mulai membuka tabir apa sebenarnya sakit yang dirasakan Tiana beberapa hari ini.

     Ardana masih belum paham, ia mengerutkan kening dalam.

     Dokter Tifany akhirnya menjelaskan sakit yang sering dialami Tiana beberapa hari ini apa.

      "Namanya Incomplete Abortion, kondisi rahim yang belum bersih dari sisa jaringan kehamilan atau janin, baik setelah keguguran spontan maupun prosedur kuretase yang tidak tuntas."

     "Artinya?" Ardana melontarkan pertanyaan dengan nada terkejut.

     "Artinya Nyonya Tiana pernah mengalami keguguran, dan sepertinya tidak dilakukan secara medis sehingga masih meninggalkan sisa kuretisasi yang belum bersih," terang dokter Tifany.

     "Oh ya?" gumam Ardana tidak percaya.

     "Iya. Itu makanya Nyonya Tiana sering mengalami sakit hebat di bawah perutnya," pungkas dokter Tifany mengakhiri perjumpaan mereka di ruangannya.

     "Tiana pernah hamil dan keguguran? Lalu siapa yang menghamilinya sampai ia keguguran?" Sepanjang menuju ruang perawatan kejiwaan, Ardana tidak henti berpikir.

     Ardana sudah tiba di dalam ruang perawatan Tiana. Kondisinya menurut perawat dalam keadaan stabil. Saat ini Tiana terlihat tertidur pulas. Sehingga saat Ardana tiba di sana, ia tidak mengetahuinya.

     "Kalau dia pernah hamil dan keguguran, kenapa tidak pria yang menghamilinya saja yang dipaksa dan diajaknya menikah?"

     "Akhhh...ya ampun...."

     Ardana gelisah. Dia seperti baru saja tersadar dari mimpi yang terlalu lama membuainya.

     "Mas Arda...kamu sudah di sini?" Tiba-tiba Tiana bangun, wajahnya ceria saat melihat Ardana. Tapi Ardan tidak mendekat, dia masih shock dengan penjelasan dokter Tifany tadi.

     "Maaf, Tia. Kamu masih harus istirahat, agar besok pulang sudah sangat baik," tukas Ardana tanpa senyum.

     "Dan...rencana kita itu akan segera terlaksana, kan, Mas?" sambung Tiana sambil tersenyum tipis.

     Ardana menatap Tiana sekilas. "Jangan dulu pikirkan hal lain. Kamu harus segera pulih dan pulang," bujuknya terkesan perhatian. Ardana belum berani mengatakan masalah sakit yang diderita Tiana, sebab takut membuat Tiana stres kembali.

     Jam delapan malam Ardana pulang, ia sedikit lega karena pulangnya kali ini agak siang. Ia bertekad harus menemui Nayra, dan bicara padanya.

     Keadaan rumah sudah benderang dengan lampu. Ardana segera menyusur menuju ruangan favorit Nayra, dia yakin istrinya belum tidur jam segini.

     Tok tok tok.

     Pintu diketuk tiga kali, namun tidak ada jawaban. Ardana belum menyerah. Tapi sayang, masih belum ada jawaban dari dalam.

      "Ok, mungkin kamu sudah tidur dan masih menyimpan kesal padaku. Besok kita harus bicara, mumpung aku libur," gumamnya mengalah, lantas ia bergegas pergi menuju kamarnya.

    Keesokan harinya, dapur yang biasanya tercium harum makanan di jam segini, tapi kali ini harum makanan atau kopi hitam buatan Nayra, belum ada tanda-tanda dibuat.

     Ardana heran, lalu segera ke dapur. Namun, konsisi dapur lengang. Tidak ada makanan dan kopi pahit kesukaannya.

     "Nay...Nayra...kamu di mana?" carinya menuju taman belakang.

     "Nay, Nayraaaaa," ulangnya lebih kuat. Namun sayang, Nayra tidak menyahut, membuat Ardana bingung, di mana Nayra.

1
PNC
klo sy lbh milih ga bersama lg
maaf ini sy pribadi
utk anak tetap boleh dekat
tp tdk hrs bersama lg
itu klo sy
Lina Zascia Amandia: Iya Kak. Pilihan ada di masing2 kita.... 🙏🙏... lanjut ya Kak...
total 1 replies
PNC
lagian demi kemanusiaan kenapa manggil si mantan sayang
penting ya menyembuhkan dengan manggil panggilan ditambah sayang
PNC
dokter kok jadi saraf juga
psikolog apa itu
edi edi 123
lanju6
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya sayang banget Tiana ga happy ending sm Setyadi padalah kalo nikah bisa namain anaknya Setiana hehe
Lina Zascia Amandia: Heheh.. iya bnr ya Kak? Beneran nih Kakak mau kisah Tiana dan Setyadi? Nanti sy siapin deh. Asal mampir ya... 😄😄🙏🙏
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Jadinya nama nya Setyadi ya bukan Sutikno 😆
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwkkwk
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah kok jd Setyadi wkwk perasaan waktu itu namanya Suktino, inget banget aku sampe komentar : dia selingkuh dr Ardana ke Sutikno 🤣 sekarang malah Setiyadi 🤣 kamu selingkuh berapa kali Tia 😆
Lina Zascia Amandia: Ah yg bnr, biar sy cek. Gini nih kalo nulis gak sy catat nama pemerannya di buku. Suka kelupaan.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kasian juga si nepa 3 taun bantu ngurusin mbak nya yg stress mana hubungan persahabatan nya juga jd renggang 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dih, cemburu sama tama.. tama bukan tiana ya yg stress wkwk tama bisa dikasitau baik2 ga kayak tiana dikit2 tantrum 😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
disini nih kak bi neni nya wkwk
Lina Zascia Amandia: Wah... nanti sy revisi deh ya... makasih atas ketelitiannya.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
perasaan di atas nama nya bi neni jd bi ratni 🤣
Lina Zascia Amandia: Siap, nanti sy revisi ya.
total 3 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya temen situ juga sangat mengecewakan dipikir jd nayra selama tiga taun ga banyak makan ati apa 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
setelah ku pikir2 nama tokoh nya trah Ar-ana semua ya wkwk Ardana, Arkana, Aryana cuma beda huruf ketiganya doang 😆
Lina Zascia Amandia: Hehehe... iya Kak..... 🤭🤭
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah mama nya arda ganti nama wkwk perasaan karina kok jd kirana 😂
Lina Zascia Amandia: Karina Kak. Wah... kayaknya sy salah tulis. Nanti direvisi ya...
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wah belum tau dia, perempuan kalo pergi dengan kemarahan & kecewa bisa tiba2 jd mandiri, apalagi kalo ada duit bisa tiba2 ke paris padahal kalo di dalem kota aja gatau mana utara selatan barat sm timur 😂🙏
Lina Zascia Amandia: Betul.. mm
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk lu kata nayra jin apa ya di suruh muncullah 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
HAHAHA kena deh 🫵🏻😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
harusnya kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr awal dia bisa langsung kasitau ardana kalo mbak nya stress wkwk tp gpp walaupun terlambat untung si nepa masih waras ga pro ke pelakor 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini nepa ga di kenalin sm ardana juga sama si nayra? ga dateng di nikahannya nayra kah? kok pas ketemu ardana di rs dia ga ngenalin ardana juga sebagai suami sahabatnya.. kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr lama kan pas di rs dia tau tuh kalo mbak nya berusaha ngejebak dan di nikahin ardana harusnya bisa kasitau ardana dr awal kisah mbak nya jd rumah tangga ardana sm nayra ga gugur bunga 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
aku masih bingung ini nepa temenan sm nayra udah lama kan ya? apa cuma temen nongkrong yg kadang2 aja? kok bisa ga tau kakak nya si nepa udah tahunan temenan 🙄 aku kalo udah temenan bertahun tahun apalagi udah sampe main ke rumah pasti sedikit banyak tau kakak/adeknya temen trus ortunya slnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!