Leerant Quan adalah mahasiswa S2 paling njelehi sedunia. Dia tidak mau menyelesaikan tugas akhir akibat pundung sama dosen pembimbingnya ditambah nilai bahasa Inggris nya D gara2 dosennya tua! Akibatnya, ayahnya Timothy Quan ( dr triad Quan Taiwan ) mengultimatum harus lulus dalam waktu kurang dari setahun. Leerant harus kuliah lagi bahasa Inggris dan ternyata dosennya ... Katerina Reeves. Gadis yang empat tahun lebih tua darinya mampu membuat Leerant jungkir balik. Segala cara dilakukan agar putri Kaivan Reeves itu mau dengannya. Sementara Katerina tidak suka pria malas dan njelehi ditambah dia sudah punya pacar. Leerant pun berusaha menikung meskipun harus adu senjata.
Gen 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bersabar
Leerant hanya bisa menatap Sora dengan menekan perasaannya. Bagaimana sepupu Katerina itu tahu kalau dia ada misi terselubung untuk mendekati Katerina.
“Hyung, aku … oke, aku akan jujur padamu,” ucap Leerant pada akhirnya karena tidak mungkin bisa berkelit di bawah tatapan tajam Sora. “Aku memang sudah suka dengan Kate sejak pertama kali bertemu sekitar enam tahun lalu saat dia menjadi dosenku.”
“Lalu?” tanya Sora.
“Aku memang berusaha mendekati Kate tapi dia sudah bersama Tristan. And for your information, aku tidak pernah dekat dengan Tristan. Bertemu secara langsung juga tidak pernah.” Leerant menyesap kopi yang diberikan Miu Wai. “Meskipun aku sempat kepikiran menjadi perebut kekasih orang.”
Sora tersenyum smirk. “Kamu kalau waktu itu berani merebut Kate, habis kamu!”
Leerant mengusap tengkuknya. “Yeah, aku tahu.”
Sora menghela napas panjang. “Lee, aku tahu kamu masih suka dengan Kate tapi kamu harus ingat. Kate sangat mencintai Tristan dan dia baru saja kehilangan suaminya secara tragis. Jadi, jangan terlalu ambisius dan agresif mengejar Kate. Kamu tahu kan seorang wanita bisa menjadi single parent tanpa ada keinginan untuk menikah lagi, apalagi kalau suami sebelumnya sangat hutan hijau. Jika kamu memang ada jodoh dengan Kate, bersabarlah. Yang penting kamu tulus dan bisa menerima Yelena serta bisa melindungi mereka berdua. Itu saja sih pintaku sebagai kakak laki-laki Kate. Boleh dibilang aku menjadi perwakilan Aleksei.”
Leerant mengangguk. “Boleh aku tanya sesuatu?”
“Apa?”
“Benarkah Kate diusir dari rumahnya di Seoul oleh mantan mertuanya?” Tanya Leerant.
Sora menghembuskan napasnya kesal. “Itu benar. Rumah yang dibeli Tristan diambil oleh keluarga Ma karena Kate bukan warga negara Korea Selatan dan bukan orang Korea asli. Meskipun Yelena memegang paspor Korea Selatan selain Rusia, tetap tidak menjadi kuat hukum karena masih di bawah umur.”
“Oom Kai tidak membawa ke ranah hukum? Yudho-ge? Dae-hyun Hyung?” Cecar Leerant.
Sora menggelengkan kepalanya. “Kate yang minta untuk tidak memaksa karena Yelena juga tidak mau tinggal di Seoul. Yelena tidak mau ibunya ditekan oleh kakek dan neneknya dari pihak Tristan.”
Leerant mengusap wajahnya kasar. “Kurang ajar!”
Sora hanya menyesap kopinya. “Baru kelihatan aslinya mereka itu.”
“Hyung, apa jangan-jangan kecelakaan Tristan bukan kecelakaan biasa? Mereka naik mobil apa sih?” Leerant menatap horor ke Sora.
“Mereka pakai mobil listrik.”
Leerant terdiam. “Hyung ….”
“Masih diselidiki pihak kepolisian Kuwait bersama dengan Dominic dan Liam.” Sora tersenyum. “Kalau dua mantan anggota Navy Seals itu turun gunung, pasti ada masalah berat.”
***
Jakarta
Katerina terkejut saat tahu Dominic O’Connor dan Liam Dorsett berada di Kuwait seminggu ini. Aleksei yang bilang saat datang ke rumah orang tuanya bersama Katrina dan putranya Alger. Hari ini libur nasional dan Alger ingin bermain dengan adik sepupunya, Yelena. Bocah yang hendak masuk SMP itu sudah siap dengan permainan buat anak cewek.
“Mas Dom dan Bang Liam ngapain ke Kuwait?” Tanya Katerina bingung.
“Mencari tahu kenapa mobil kamu bisa kecelakaan. Payahnya, pihak pabrikasi seolah tidak mau membuka penyebab malfunction di mobil kamu. Sejujurnya, Daddy juga tidak terlalu suka mobil listrik karena salah setting, bubar semuanya,” jawab Kaivan.
“Dombret dan Liam kan sudah jadi tech engineering di Jang Corp. Mereka penasaran. Yah bisa dibilang kasih tekanan dikit deh ke pihak brand mobil kamu,” timpal Aleksei.
Katerina menatap semua anggota keluarganya. “Apa kalian pikir … kecelakaan itu ….”
“Tidak wajar,” potong Kaivan.
Katerina ternganga. “Daddy … tidak bercanda kan? Iya kan?”
“Kate, Daddy adalah orang yang paling tukang penasaran kenapa bisa terjadi karena kita semua tahu, Tristan was a Good driver. Apalagi kalian ada Yelena yang sudah pasti duduk di belakang dengan baby seat yang super safety. Makanya Daddy tidak percaya saat awal polisi bilang Tristan ngebut.”
“Saat itu, Tristan bilang kalau mobil kami tidak bisa dikendalikan. Sudah pencet rem baik secara digital maupun fisik, tidak bisa berfungsi dan ….” Katerina terdiam karena baru sekarang dia membicarakan kejadian saat kecelakaan itu terjadi.
“Sayang, kalau Kate belum sanggup bercerita, jangan kamu paksa,” pinta Anastasia ke Kaivan. Anastasia tidak mau, trauma Katerina muncul lagi karena mengingat saat itu.
Kaivan mengangguk. “Maafkan Daddy kalau membuat kamu teringat masa itu.”
“Tidak apa-apa Daddy. Aku tahu pasti cepat atau lambat aku harus menceritakan kronologisnya bukan, bagaimana situasi di dalam saat itu,” jawab Katerina.
“Kalau kamu tidak bisa sekarang, tidak usah dipaksa ya,” ucap Anastasia.
Katerina mengangguk. “Iya Mommy.”
***
Kuwait
Dominic O’Connor bersama Liam Dorsett dan kepala kepolisian kota Kuwait, mempelajari situasi yang terjadi saat kecelakaan itu terjadi. Meskipun sudah dua minggu, tapi tetap saja pihak kepolisian belum bisa memastikan kenapa Tristan tidak bisa mengendalikan mobilnya. Dominic dan Liam berterima kasih ke kepala polisi untuk tetap menyimpan bangkai mobil itu tanpa ada campur tangan dari brand mobil secara langsung. Hanya pihak forensik yang menyentuhnya.
“Kami sudah memeriksa CCTV dari awal mobil Mr Ma keluar parkiran restauran.” Kepala polisi itu memperlihatkan rekaman CCTV dan kedua mantan anggota Navy Seals itu memperhatikan dengan seksama.
Mobil itu berjalan dengan santai bahkan Tristan mengambil jalur lambat dan tidak mengebut sama sekali. Dominic memperkirakan kecepatannya hanya sekitar 60km/jam.
“Aku paham kenapa Tristan jalan di jalur biasa, bukan kencang karena bawa Yelena,” ucap Liam.
Mereka lalu melihat bagaimana mobil Tristan mulai oleng dan tiba-tiba mengebut. Dominic dan Liam tidak melihat ada lampu rem menyala. Mobil itu terus mengebut membuat jalannya zig zag dan Dominic tahu kalau Tristan berusaha mengendalikan mobilnya. Tapi tidak ada tanda-tanda rem atau apapun. Hingga terus melaju dan Liam bisa melihat dari alat yang dipasangkan ke layar monitor, mobil Tristan melaju di kecepatan 180km/jam tanpa ada usaha pengereman. Ketiga orang itu terkesiap saat mobil Tristan akhirnya bisa berhenti setelah dibelokkan ke jalur penyelamatan dan menabrak tumpukan pasir di sana. Mobil itu pun terbalik akibat hantaman keras dari kecepatan tinggi.
Hati Dominic merasa ngilu karena dia melihat Katerina bisa merangkak keluar dari mobil lalu berusaha membuka pintu belakang. Tak lama bantuan datang dan ambulans pun tiba. Ketiganya dibawa ke rumah sakit dan mereka pun tahu akhirnya bagaimana. Dominic menghela napas panjang sementara Liam tampak berpikir.
“Ada apa Liam?” Tanya Dominic ke sahabatnya.
“Sebentar … sepertinya ada yang membuatku penasaran.” Liam memutar kembali rekaman itu dan matanya melihat sosok yang membuatnya penasaran. “Lihat Dom … ada yang mendekati mobil Tristan saat di lampu merah. Dia seperti sedang menempelkan sesuatu di mobil adikmu.”
Dominic melihat rekaman itu dan ada seorang pengendara sepeda motor berhenti di sebelah mobil Tristan. Tangannya seperti melakukan gerakan relaksasi usai memegang setir motor tapi dia secara tersamar menempelkan sesuatu di badan mobil Tristan. Dominic menoleh ke kepala polisi. “Kita harus melihat bangkai mobil!”
***
Yuhuuu up malam yaaa gaeeesss
Thank you for reading and support Author
Don’t forget to like vote and gfit
Tararengkyu
ada romantis ny ada plenger ny bikin nyanxu baca ny
emng udh dr sono'nya sih....😁😁😁...
manusia purba bhayangkara dan ikan teri😅😅😅