NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Penyelamat
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Arif Wicaksono, pewaris ilmu medis kuno dan ketua organisasi rahasia Biro Akasa, turun gunung hanya untuk dihina dan ditolak mentah-mentah saat menagih janji perjodohan dari Keluarga Baskoro. Namun, nasib justru membawanya bertunangan dengan Shinta Liem, gadis bawel berenergi Yin murni penawar racun di tubuhnya, sekaligus memulai perjalanannya membuat orang-orang sombong yang meremehkannya berlutut menangis darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Semua orang yang berlalu-lalang mengenakan pakaian bermerek dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Kehadiran Arif yang memakai baju linen kusam dan sandal jepit kulit langsung menarik perhatian.

Banyak pengunjung yang berbisik-bisik dan menunjuk ke arahnya.

Namun, Arif berjalan dengan punggung tegak dan tatapan lurus, sama sekali tidak merasa rendah diri.

Shinta berjalan menjaga jarak sekitar dua meter di depan Arif karena merasa sangat malu.

"Jangan dekat-dekat denganku, aku tidak mau orang mengira aku kenal denganmu," bisik Shinta.

"Baiklah Nona cerewet," jawab Arif patuh dan memperlambat langkahnya.

Shinta membawa Arif masuk ke sebuah butik pakaian pria merek ternama dari Italia.

Suasana butik itu sangat sepi karena harga satu potong kemejanya setara dengan gaji setahun pegawai biasa.

Seorang pelayan wanita berseragam rapi menyambut Shinta dengan senyum ramah.

"Selamat datang Nona Shinta, ada koleksi jas musim gugur terbaru yang baru saja tiba," sapa pelayan itu.

Jelas sekali Shinta adalah pelanggan VIP yang sangat dikenal di butik mahal tersebut.

Shinta mengangguk pelan dan menunjuk ke arah Arif yang baru saja masuk ke dalam toko.

"Carikan baju yang pas untuk orang ini dari atas sampai bawah," perintah Shinta.

Pelayan itu menoleh ke arah Arif dan senyum ramahnya langsung luntur seketika.

Matanya memindai pakaian lusuh Arif dengan tatapan sangat jijik dan merendahkan.

"Maaf Nona Shinta, apakah dia ini... sopir baru Anda?" tanya pelayan itu ragu-ragu.

"Bukan urusanmu, cepat carikan saja baju yang pas untuk ukurannya," balas Shinta malas.

Pelayan itu tampak enggan melayani Arif dan menghela napas meremehkan.

"Tuan, tolong jangan sentuh pakaian di sana, tangan Anda kotor nanti bajunya rusak," tegur pelayan itu saat Arif melihat sebuah jas.

Arif menatap pelayan itu dengan dingin dan menarik tangannya.

"Harganya seratus juta rupiah, Anda tidak akan mampu membayarnya seumur hidup," tambah pelayan itu makin sinis.

Mendengar ucapan pelayan itu, Shinta yang tadinya sedang duduk main ponsel langsung berdiri.

Meski dia benci pada Arif, tapi pemuda itu sekarang membawa nama Keluarga Liem.

Menghina Arif sama saja dengan menampar wajah Keluarga Liem di depan umum.

Plak!

Shinta memukul meja kasir dengan keras membuat pelayan itu terlonjak kaget.

"Nona Shinta? Ada yang salah?" tanya pelayan itu panik.

"Siapa yang mengajarimu berbicara seperti itu pada pelangganku?" bentak Shinta dengan aura bos besar.

"T-tapi Nona, penampilannya..."

"Penampilannya memang seperti gembel, tapi dia memegang black card Keluarga Liem!" potong Shinta tajam.

Shinta mengeluarkan kartu hitam milik ayahnya dan melemparkannya ke meja kasir.

Mata pelayan itu langsung melotot melihat kartu sakti yang hanya dimiliki konglomerat kelas atas.

"M-maafkan saya Nona, saya sungguh tidak tahu," pelayan itu langsung membungkuk gemetar.

"Kemasi semua pakaian ukuran dia di rak bagian depan itu, semuanya!" perintah Shinta arogan.

"Baik Nona, segera saya siapkan!" pelayan itu langsung berlari ketakutan mengemasi puluhan potong baju.

Arif hanya tersenyum tipis melihat kelakuan gadis judes di depannya ini.

"Ternyata selain berisik, kau juga lumayan galak ya," goda Arif santai.

"Diam kau! Aku melakukan ini demi nama baik keluargaku, bukan membelamu!" bantah Shinta membuang muka.

Wajah gadis itu sedikit memerah karena gengsi ketahuan membela pria yang dibencinya.

Arif tertawa kecil di dalam hati, dia merasa kehidupan barunya di Jakarta tidak akan membosankan.

Sementara itu, di sebuah rumah mewah yang suasananya terasa seperti di dalam neraka.

Prang!

Sebuah vas bunga antik dari dinasti Ming hancur berkeping-keping menghantam dinding.

Hana Baskoro melempar semua barang yang ada di kamarnya sambil menangis histeris.

"Gara-gara gembel sialan itu! Pernikahanku jadi bahan tertawaan seluruh Jakarta!" jerit Hana.

Rizki, suaminya, duduk di sofa sambil memijat pelipisnya yang pusing.

"Tenanglah sayang, marah-marah tidak akan menyelesaikan masalah," bujuk Rizki mencoba sabar.

"Bagaimana aku bisa tenang?! Orang udik itu mempermalukan Ayah di depan Nona Nana!"

"Mulai besok semua majalah gosip pasti akan memberitakan kehancuran pesta kita!" tangis Hana semakin keras.

Rizki berdiri dan memeluk istrinya itu dari belakang untuk menenangkannya.

"Aku sudah menyuruh orang kepercayaanku untuk menyelidiki latar belakang si Arif itu," ucap Rizki licik.

"Begitu kita tahu kelemahannya, aku sendiri yang akan mematahkan kakinya dan membuangnya ke laut."

Mendengar janji suaminya, Hana mulai sedikit tenang dan menghapus air matanya.

"Kau harus memastikan dia mati menderita Rizki, aku tidak mau melihat wajahnya lagi!" desis Hana penuh dendam.

Di saat yang sama, di ruang kerja yang terletak di lantai satu kediaman Baskoro.

Baskoro sedang duduk termenung di kursi kulit mahalnya sambil memegang segelas anggur merah.

Pesta pernikahannya benar-benar hancur berantakan dan tamu-tamu pulang dengan tatapan aneh.

Terutama saat Nana Liem membungkuk hormat pada pemuda lusuh itu, harga diri Baskoro rasanya diinjak-injak.

"Siapa sebenarnya guru tua bangka itu? Dan kenapa pemuda udik itu bisa kenal dengan Keluarga Liem?" gumam Baskoro bingung.

Baskoro meneguk anggurnya habis dalam satu kali tegukan panjang. Dia berusaha menenangkan pikirannya yang kalut dan mencoba melupakan kejadian siang tadi.

"Lima hari? Cih, dia pikir dia siapa berani mengutukku mati dalam lima hari," cibir Baskoro pelan.

"Aku Baskoro, orang terkaya di Jakarta, aku bisa membeli nyawa seratus dokter terbaik di dunia."

Baskoro meletakkan gelas kosong itu ke atas meja dan berniat untuk berdiri.

Namun, tiba-tiba dadanya terasa seperti ditusuk oleh ribuan jarum yang panas.

Deg!

Baskoro langsung memegang dada kirinya dan wajahnya memucat pasi seketika.

Nafasnya mendadak putus-putus seperti orang tercekik tali tebal.

Uhuk! Uhuk!

Baskoro terbatuk dengan sangat keras hingga tubuhnya membungkuk ke depan.

Dia menutup mulutnya dengan telapak tangan kanan untuk menahan batuknya.

Saat rasa sakit itu perlahan mereda, Baskoro membuka telapak tangannya.

Mata Baskoro langsung melebar dan pupilnya mengecil melihat apa yang ada di tangannya.

Darah kental berwarna merah kehitaman menempel di telapak tangannya.

Bau amis dan sedikit busuk menguar dari darah tersebut membuat Baskoro mual.

"D-darah? Kenapa aku batuk darah?" gumam Baskoro dengan suara bergetar ketakutan.

Kepanikan luar biasa langsung menjalar ke seluruh saraf di tubuhnya.

Baskoro buru-buru mengambil tisu di atas meja dan mengelap tangannya dengan kasar.

Dia lalu menekan tombol interkom di mejanya dengan jari yang gemetar.

"P-panggilkan Dokter Pribadi Keluarga sekarang juga! Cepat!" teriak Baskoro panik.

Baskoro bersandar di kursinya dengan nafas memburu dan keringat dingin sebesar biji jagung.

Kata-kata pemuda udik tadi siang tiba-tiba terngiang kembali di kepalanya seperti kaset rusak.

"Karena umurmu, hanya tersisa lima hari lagi."

Baskoro menelan ludahnya yang terasa seperti pasir kasar.

"Tidak, ini pasti cuma kelelahan karena mengurus pesta," batin Baskoro berusaha menyangkal kenyataan.

"Aku tidak mungkin mati secepat ini, aku belum menikmati semua hartaku!"

Namun jauh di lubuk hatinya yang paling gelap, Baskoro tahu bahwa kutukan itu mulai bekerja.

Waktu terus berjalan dan dewa kematian sudah mulai mengetuk pintu rumah mewahnya.

1
Was pray
Shinta itu tipe wanita keras kepala tapi ceroboh dan agak lambat berpikir
Was pray
pemimpin naga hitam jenis biji-bijian kah Thor?
Was pray
gak apa2 Shinta.. anggap aja rekreasi ke pelabuhan tanjung Priok , kamu kan wanita hebat yg gak butuh nasehat orang lain.. 🤭
Was pray
emang Arif dan Shinta kuliahnya di rumah sakit? waduh .. ambil fakultas apaan Arif nanti?
Was pray
kenapa bos preman kalau gak plontos ya botak? gak ada yg ganteng kah si bos preman Thor? 🤭🤭
Was pray
cek cek.... 👎 MC nya kuat sih... tapi mulutnya perlu dipemak ulang
Was pray
kurang didikan Budi pekerti kah Arif?
kayra lubna
Cerita yang sangat unik,ada percintaan,pengobatan,seni bela diri,sangat memuaskan hati untuk dibaca...mantaaaap👍
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!