Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Tevani & Penghiatan
POV AYU..
Hatiku terus saja berdebar debar karena nanti malam untuk pertama kalinya aku di perkenalkan di keluarga besar sebastian stelle, aku yakin dalam acara itu akan ada orang orang penting yang akan datang, dan aku adalah salah satu aktris utama di acara tersebut.
Mana aku harus berperan sebagai perusak suasana acara itu, dan yang jelas yang akan aku lawan adalah stevani, wanita cantik, berkelas, smart, kaya dan yang jelas dia adalah mantan istri Alvin yang masih dia cintai...
Alvin pun sudah menjelaskan semua yang harus aku lakukan nanti, yang jelas identitas ku sekarang berbeda..
Namaku masih sama, namun aku sekarang adalah wanita dengan gelar S2 lulusan universitas ternama di jogja, singel, dan juga berasal dari keluarga kaya raya..
"Tenang ayu.. Kamu bisa.. Kamu harus bisa.. " Kataku dalam hati untuk menenangkan diriku yang sangat cemas, sampai sampai telapak tanganku sedikit berkeringat..
"Sudah siap?? " Tanya Alvin tiba tiba terdengar karena sekarang aku sedang di make up oleh penata rias yang cukup terkenal di kota..
"Sebentar lagi tuan.. "
"Baiklah aku tunggu di luar... " Lanjutnya sambil berlalu meninggalkanku..
"Anda sangat cantik nona.. " Ucap penata riasku ketika dia melihat wajahku dari cermin di depanku..
"Apakah benar? Jujur aku sekarang sedang nervous aku takut aku kurang cantik dan itu akan mempermalukan calon suamiku, karena ini acara yang cukup penting baginya... "
"Anda sangat cantik, apalagi dengan perhiasan dan pakaian yang akan anda kenakan nanti, aku yakin Anda akan semakin cantik.. "
"Terima kasih telah menenangkanku... "
Setelah selesai dengan make up, aku segera mengganti pakaianku menjadi gaun resmi yang sudah di persiapkan..
Long dress berwarna hitam tanpa lengan membuatku terlihat sangat seksi, kulitku yang putih bersih tanpa noda sama sekali, tubuhku yang tinggi semampai, body ku yang sangat ideal bak model bahkan sekarang wajah dan make up yang sangat mendukungku hingga membuat aku bak nyonya besar.
Perhiasanku yang aku kenakan juga menyempurnakan keindahan kecantikanku saat ini.. Rambutku aku buat tergerai panjang nan indah agar terlihat kesan seksi...
High heels yang dipilihkan Alvin kemarin juga aku pakai.. Dan sempurnalah peran pura pura ayu sebagai calon istri dari duda kaya raya bernama Alvin sebastian stelle ini..
Setelah selesai aku segera keluar..
"Sayang... " Panggil ku pada Alvin, dan ketika dia melihat ke arahku, tatapannya sungguh takjub melihat ke arahku, bahkan matanya berkedip kedip dengan cepat seolah dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini..
"Sayang, Apa aku cantik?? "
Dia lalu mendekat ke arahku, dan tiba tiba mendekatkan tubuhku ke tubuhnya..
"Your beautiful my queen..aku yakin, stevani akan sangat marah ketika aku melihatmu nanti.. "
CUP.. dia mengecup bibirku di hadapan para pegawai... Dan itu membuatku sangat malu..
"Sayang.. Jangan disini.. " Kataku lirih...
"Ehemm.ehemm.. Maaf....Mari tuan putri.. Permainan kita akan di mulai.. "
Alvin yang memakai tuxedo berwarna hitam senada dengan warna gaun ku membuat kami nampak sangat serasi..
**
"Apakah bram akan datang?? " Tanyaku pada Alvin yang sedang fokus mengemudikan mobilnya..
"Kenapa kamu menanyakan bram? " Jawabnya ketus..
"Karena akan ada teman walau cuma dia, bisa membuatku tenang, itu membuatku tidak merasa sendiri.. "
"Em... " Singkatnya...
Aku tunggu beberapa lama namun tak ada jawaban yang pasti..
Di perjalanan, rasa cemas ku kembali lagi.
"Aku takut... " Ucapku..
"Tenang, aku akan selalu di sampingmu, kamu juga dulu orang kaya kan, jadi sedikit banyak tahulah pesta orang kaya.. "
"Em.. Namun ini berbeda, ada nama besarmu yang akan ku bawa.. "
"Tenang.. " Kata Alvin sambil menggenggam tanganku..
"Kamu cantik sekali sayang, bahkan lebih cantik dari stevani.. Aku yakin kamu mampu menjalankan peran ini.. "
Aku tersenyum ke arahnya, begitupun juga dia.. Dan itu cukup menenangkanku..
Beberapa saat kemudian sampailah kami di sebuah rumah nan megah dengan pekarangan sangat luas, dengan eksterior gaya eropa dan juga sudah terparkir banyak mobil mobil mewah disana..
"Aku takut... " Kataku kembali
"Tenang sayang.. Tenangkan dirimu dulu, kita tidak akan turun sebelum kamu tenang, karena jika kita sudah keluar, kamu harus selalu tenang, karena jika panik kacau semuanya... "
Kata Alvin sambil terus menggenggam tanganku yang sedikit bergetar..
Dok dok dok.
Tiba tiba kaca mobil Alvin ada yang mengetuk ..
Alvinpun segera membuka kaca mobilnya..
"Kenapa tidak segera turun, semua tamu sudah datang,.. " Kata bram..
"Ayu takut.. " Ucap Alvin singkat
"What!!. No jangan sekarang.. "
Dia lalu berjalan ke arahku ..
"Ayu.. Look at me.. Tenangkan dirimu, ada aku dan Alvin yang akan selalu di sampingmu... "
"Aku takut aku mengecewakan kalian.. "
"No.. Keluarlah.. Aku lihat seberapa cantik dirimu.. "
Aku sedikit menghela nafas dan keluarlah aku dari dalam mobil..
Dan ketika aku turun dan berada di depannya.. Ekspresi wajah bram seketika berubah menjadi ekspresi kekaguman yang mendalam..
"Bagaimana?? "
"Wow... Wowww.... Wowwww... Kamu terlalu wow malam ini ayu... Its beautifull girls... "
"Benarkah??? "
DUG..
"Aww... " Jerit bram ketika kaki bram di tendang oleh Alvin..
"Aku menyuruhmu melihatnya, bukan terpesona padanya..malam ini akan aku perkenalkan dia ke dunia.. Mari sayang... " Kata Alvin dengan menyuruhku untuk menggandeng tanganya.. Dan berjalanlah kami ke panggung sandiwara kami...
**
"Tuan.. Tuan Alvin sudah datang... " Ucap Albert salah satu pembantu di rumah keluarga sebastian..
"Baik " Jawab Thomas sebastian..
" Alvin sudah datang, aku harus terlihat anggun agar dia terpesona melihatku, " Ujar stevani dalam hati karena dia sangat yakin Alvin tidak mungkin membawa wanita lain karena hati dan jiwa Alvin masih miliknya sepenuhnya...
" Siapa wanita cantik yang di bawa Alvin itu, sangat cantik sekali.. " Kata segerombol tamu yang melihat kami berjalan masuk ke dalam.
"Mereka semua menatap kita,.. " Kataku lirih sambil berjalan anggun di samping Alvin, dan tangan kami bergandengan...
"Tenang, lihatlah wajah mereka, itu wajah kegaguman sayang... " Jawab Alvin lirih berbisik..
Aku menghela nafas panjang ku ketika aku melihat keluarga besar sebastian berjalan mendekati kami,namun yang jelas stevani dengan wajah agak muram..
"Selamat datang di acara ku kakak.. " Salam Cristian sambil mengajak pelukan Alvin..
Dan alvinpun dengan wajah agak terpaksa meladeni pelukan Cristian.. Dan stevani yang berada di samping Cristian memandangku dengan tatapan sinis..
Dia menatapku dari atas sampai bawah tanpa berkedip sama sekali..
"Siapa gadis cantik ini? " Tanya seorang laki laki yang sudah cukup berumur namun masih sangat tampan dan gagah dan dia adalah Thomas sebastian..
"Perkenalkan ayu gendhis prameswari, calon istriku.. "
"Dia calon istriku??" Terkejutnya Cristian, stevani, Thomas dan salah satu wanita lagi yang di sebelah Thomas dan aku tau dia maria sebastian stelle setelah alvin memperkenalkan aku sebagai calon istrinya..
Akupun segera bersalaman kepada mereka semua..
Melihat hal itu cukup membuatku dan Alvin puas...
"Kami akan segera menikah bulan depan.. "
"Secepat itukah? " Tanya Thomas terkejut
Dan itu membuat seisi ruangan sedikit bergemuruh karena gunjingan terhadap keluarga sebastian..
Dan yang paling aku suka ekspresi stevani yang saking geramnya dia sampai meremas gaunnya karena aku tahu dia sekarang sedang sangat marah..
"Ok.. Selamat untuk rencananya.. Dan mari kita mulai saja acaranya.. " Kata tuan Thomas..
Akhirnya acaranya pun di mulai, dari acara perkenalan, tukar cincin bahkan berdansa nya dua insan itu, aku dan Alvin sedikit puas karena kami berhasil merusak mood stevani..karena Sangat terlihat kekesalanya di wajahnya...
"Kamu berhasil sayang.. " Ucap Alvin lirih berbisik di telingaku...
"Kamu berhasil ayu.. " Ucap bram yang juga berada tepat di samping kursiku..
Dan akupun sendiri bangga telah memuaskan hati Alvin atas balas dendamnya.. .
Ada beberapa tamu yang dengan sengaja duduk di meja kami bertanya tanya tentangku, dan aku menjawab seperti yang sudah kami rencanakan tadi, dan ternyata aku aktis yang hebat karena aku bisa melewatinya dengan sangat bagus dan sempurna..
Dan tibalah Cristian dan stevani bergabung di meja kami..
"Boleh tahu siapa calon kakak iparku ini? " Tanya Cristian sambil melihat intens menatapku, aku tahu dia sangat terpesona padaku karena sinar matanya sangat berbinar binar..
"Aku ayu gendhis prameswari.. "
"Cantik, secantik wajahmu.. " Goda Cristian..
Namun telapak tanganku segera di genggam Alvin, stevani yang melihat itu wajahnya merah padam..
"Bagaimana kamu merencanakan pernikahan tanpa memberi tahu kami..? "
"Aku takut ada yang merusak rencanaku.. "
Seketika Cristian terdiam dan raut wajahnya seketika berubah..
"Ya sudah akan aku temui tamu kami dulu, selamat menikmati acaranya.. " Ucap Cristian..
Aku, Alvin, dan bram saling melirik lalu tersenyum...
1 jam acara sudah berlangsung, tuan Thomas dan nyonya Thomas pun sekarang berada di meja ku dan Alvin, kami berbincang bincang namun dari raut wajah, nonya Thomas sepertinya tidaak menyukai kehadiranku..
Dan ketika asik berbincang, dokter David pun datang..
"Wow.. Katanya ini calon istrimu?? " Tanya David pada Alvin..
"Benar, perkanalkan ayu calon istriku.. "
Dia tersenyum namun ada sedikit kebencian terlihat di matanya...
"Iya kalau boleh tahu asal kamu dari mana? " Tanya tuan Thomas padaku..
"Saya dari jogja, putri pertama dari bapak broto.. "
"Broto..? Sepertinya aku sudah pernah mendengar, apakah dia pengusaha yang cukup terkenal di jogja..? "
" Bukan besar cuma usaha kecil kecilan.. "
"Hhahaha.. Jangan merendah, keluargamu cukup di perhitungkan di jogja, kemarin aku juga akan tanam saham di sana namun belum aku realisasikan, mungkin kita besok bisa bertemu sebagai pengusaha bukan sebagai calon menantu dan mertua.. "
"Baiklah tuan.. "
"Jangan panggil aku tuan, panggil aku papa.. "
"Baik.. Papa.. " Seketika semua tertawa namun beda dengan nyonya Thomas yang hanya tersenyum miring...
"Brengsek Alvin.. Ternyata dia sudah melupakanku dan bercinta dengan wanita itu... " Geram Stefani di dalam toilet melihat Alvin sangat mesra dengan wanita itu, dan yang membuatku sangat geram dia sangat cantik..
"Aku tidak rela jika Alvin di ambil oleh wanita itu, Alvin adalah milikku, hanya MILIKKU... "
Duarrrrr...
Kaca kamar mandi pecah karena Stevani melemparnya dengan parfumnya, amaranya tak bisa aku tahan lagilagi, Stevani cemburu...
"Katanya dia belum sembuh, kenapa dia berani memperkenalkan calon istrinya di sini! " Bentak maria pada david. Kami berdua sedang di kamarku sedangkan semua sedang berada di ruang pesta..
"Entahlah sayang, aku juga tidak tahu. Kemarin aku kesana Alvin bilang semakin parah.. " Katanya sambil membelai bibirku..
"Lepaskan, Aku sedang tidak mood untuk melakukan itu... "
"Kan aku urus Alvin nanti, aku ingin memelukmu sekarang sayang.. "
" Jangan lupa, aku membayarmu sangat mahal untuk menghancurkan masa depan Alvin.. Mengerti!! Aku ingin semua harta sebastian jatuh ke Cristian... "
"Baiklah.. Akan aku buat suplemenya semakin keras, agar cepat merusak tubuhnya, agar Alvin cepat mati....namun peluklah aku dulu sayangku, lalu Aku ingin __"..." Kata david dan kamipun akhirnya berciuman ketika semua orang sedang berpesta di bawah..