NovelToon NovelToon
MAHAR UNTUK SANG PELAKOR

MAHAR UNTUK SANG PELAKOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: gendiz

Amira membawa Lista masuk ke hidupnya sebagai sepupu dan sahabat. Namun, Lista justru keluar sebagai pencuri suaminya.

​Diceraikan saat hamil dengan mahar yang menghina, Amira dipaksa pergi dengan tangan hampa. Tapi mereka lupa satu hal: Amira adalah pemilik takhta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gendiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS) BERDARAH

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS) BERDARAH

​Gedung perkantoran berlantai dua puluh di kawasan bisnis Sudirman itu tampak kokoh menjulang. Di lantai paling atas, tepatnya di dalam ruang rapat pleno utama Snack Pratama, atmosfer terasa begitu tegang dan mencekam. Meja oval panjang dari kayu mahoni mahal dikelilingi oleh belasan pria paruh baya bersetelan jas necis—mereka adalah jajaran direksi, komisaris minoritas, dan kepala divisi yang selama bertahun-tahun ini menikmati kenyamanan di bawah kepemimpinan Aris.

​"Ini tidak bisa dibiarkan! Bagaimana mungkin perusahaan sebesar ini diserahkan kepada seorang wanita yang kerjanya cuma di dapur?!" gerutu Pak Baskoro, salah satu direktur operasional senior, sambil menggebrak meja pelan. "Dia itu cuma ibu rumah tangga berkemeja kusam yang tidak tahu apa-apa soal sirkulasi rantai pasok!"

​"Betul! Kita harus ajukan mosi tidak percaya. Aris mungkin ditangkap, tapi kita tidak bisa membiarkan aset kita hancur di tangan amatiran," timpal jajaran direksi lainnya, disambut gumaman setuju yang riuh memenuhi ruangan.

​Brak!

​Pintu ganda ruang rapat pleno tiba-tiba terbuka lebar, menghantam dinding peredam dengan suara yang mengejutkan seluruh isi ruangan. Kasak-kusuk yang semula memenuhi ruangan seketika senyap, berganti keheningan yang membeku.

​Amira melangkah masuk.

​Siang ini, penampilannya benar-benar bertransformasi total. Tidak ada lagi daster pudar atau tatapan mata yang layu penuh ketakutan. Amira mengenakan setelan jas blazer berpotongan asimetris berwarna merah marun pekat—warna keberanian dan kekuasaan—dengan celana bahan senada yang membuat langkah kakinya tampak begitu jenjang dan berwibawa. Rambut hitamnya dicepol rapi ke atas, menampilkan leher jenjang dan wajahnya yang dipulas riasan tegas dengan lipstik merah menyala. Auranya begitu megah, dingin, dan mematikan.

​Di belakangnya, Pak Sanusi berjalan tegap sambil membawa dua tas koper kulit berisi dokumen-dokumen penting, diikuti oleh empat orang pengawal berbadan kekar yang langsung berjaga di setiap sudut pintu ruang rapat.

​Amira berjalan tanpa ragu menuju ujung meja oval—tempat di mana kursi kebesaran Direktur Utama yang biasanya diduduki oleh Aris berada. Tanpa meminta izin atau menyapa siapa pun, Amira langsung menarik kursi kulit mewah tersebut dan duduk dengan anggun, menyilangkan kakinya dengan tenang.

​Pak Baskoro berdeham keras, mencoba mengembalikan wibawanya yang sempat goyah. "Ibu Amira... mohon maaf sebelumnya. Kehadiran Anda di sini memang sah secara hukum perceraian Anda dengan Pak Aris. Namun, memimpin RUPS dan memegang kendali operasional korporasi ini membutuhkan kompetensi, bukan sekadar modal surat wasiat. Kami para direksi merasa—"

​"Merasa apa, Pak Baskoro?" potong Amira, suaranya terdengar begitu renyah, namun memiliki tekanan intonasi yang sanggup membuat bulu kuduk meremang. Ia menatap Baskoro dengan sepasang mata elang yang tajam.

​Amira menjentikkan jarinya ke arah Pak Sanusi. Dengan sigap, pengacara senior itu membuka koper kulitnya dan membagikan seberkas map merah ke hadapan masing-masing jajaran direksi yang duduk di sana.

​"Sebelum Anda mempertanyakan kompetensi saya untuk duduk di kursi ini," Amira memajukan tubuhnya, menumpukan kedua tangannya di atas meja mahoni, "silakan buka halaman pertama dari berkas yang ada di depan Anda."

​Pak Baskoro dan para direksi lainnya bergegas membuka map tersebut dengan dahi berkerut. Dalam hitungan detik, wajah-wajah pria paruh baya yang tadinya angkuh itu seketika berubah menjadi pucat pasi, beberapa di antaranya bahkan mulai mengeluarkan keringat dingin.

​"Itu adalah laporan audit investigasi independen yang saya lakukan secara rahasia selama tiga bulan terakhir, saat saya masih kalian anggap sebagai 'ibu rumah tangga yang cuma tahu urusan dapur'," desis Amira, senyuman sinis terukir di bibir merahnya.

​"Di sana tercatat dengan sangat rapi, Pak Baskoro... bagaimana Anda menerima aliran dana suap sebesar dua ratus juta rupiah dari vendor kemasan plastik fiktif milik kerabat Lista. Dan untuk Anda, Pak Hendra... manipulasi laporan biaya perjalanan dinas dan pengadaan bahan baku fiktif di Jawa Timur."

​Suasana ruang rapat pleno itu mendadak berubah menjadi neraka fajar yang sunyi. Para direksi yang tadinya berniat mengajukan mosi tidak percaya kini hanya bisa menunduk dalam, saling pandang dengan tubuh yang gemetar hebat. Senjata maut yang mereka siapkan untuk menjatuhkan Amira, justru berbalik memenggal kepala mereka sendiri.

​"Siang ini, agenda RUPS Luar Biasa ini hanya ada satu," Amira menegakkan kembali punggungnya, suaranya bergema penuh otoritas mutlak di dalam ruangan yang kedap suara itu. "Bukan untuk mendengarkan pendapat kalian. Melainkan pengumuman dari saya... bahwa menit ini juga, kalian semua saya pecat secara tidak hormat dari Snack Pratama!"

Para direksi senior ternganga, tak percaya bahwa mereka didepak begitu saja oleh wanita yang selama ini mereka remehkan. Pak Baskoro mencoba bangkit dan mengancam akan membawa seluruh sisa manajer dan staf IT untuk memboikot total sistem operasional kantor besok pagi agar perusahaan Amira lumpuh total. Namun, Amira hanya menanggapi ancaman itu dengan tawa dingin yang meremehkan.

1
partini
semua orang kalau udah tersudut bilang nya khilaf
gendiz: ya kaaan kak 🤭
total 1 replies
partini
,👍👍👍👍
falea sezi
sejauh ini muter wae. lahh😕
gendiz: makasih ya sudah mau baca, semoga next bab enggak kerasa muter alurnya
total 1 replies
partini
busettt dari dari bab 1 Ampe yg ini Amira apes Thor, kata jadi Badas eh malah kaya gini
gendiz: makasih ya masukkan nya , semoga nanti next bab alurnya gak membingungkan lagi,🤭
total 3 replies
gendiz
bisa mereka dari segi cerita
gendiz
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!