Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.
siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.
Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11. Kematian Tamrin
Kopsah terbangun dan dia menyadari bahwa sang suami masih belum juga kembali masuk ke dalam kamar, wanita ini segera keluar dari dalam kamar untuk melihat di mana saat ini keberadaan sang suami karena tadi dia melihat bahwa Tamrin seolah sedang banyak pikiran sehingga ada perasaan iba juga di dalam hati wanita ini.
Meski Kopsah adalah wanita yang sangat pandai bergosip dan selalu memburukkan tentang orang lain namun tetap saja bila terhadap sang suami Dia memiliki cinta kasih begitu besar, melihat suami sedih sedikit saja maka dia akan berusaha keras untuk mencari tahu dan bagaimana itu bisa terjadi pada sang suami.
Oleh sebab itu dia segera keluar dari dalam kamar untuk mencari keberadaan Tamrin yang kemungkinan saat ini sedang termenung di luar sana, tidak ada perasaan aneh di dalam hati wanita ini karena dia memang sudah lama tidak mengalami hal-hal buruk atau bahkan hal mistis yang selama ini menghantui desa mereka.
Semua orang sudah percaya kepada Purnama bahwa tidak akan ada setan yang berani menghantui mereka bila masih ada wanita itu, wanita yang merangkap seorang dukun namun dia juga bisa bersikap seperti setan sehingga para warga di sini terkadang bisa mengandalkan namun kadang juga bisa takut kepada Purnama ini, terutama untuk Kopsah juga.
Sebab Kopsah sudah beberapa kali terlibat skandal dengan Purnama sehingga dia harus menjaga sikap dan tidak bisa berbicara sembarangan kepada wanita itu, sekali saja dia salah bicara maka tangan atau kaki Purnama akan melayang di udara untuk memberikan pelajaran yang begitu fatal terhadap orang yang berbicara sembarangan.
"Mas Tamrin." Kopsah memanggil sang suami yang entah ada di mana sekarang.
"Sudah malam begini kok kamu belum masuk kamar, apa ada sesuatu yang bera dalam pikiran kamu?" tanya Kopsah membuka pintu kamar.
Jreeeeeng.
"Ya Allah apa yang terjadi pada kamu, Mas?!" Kopsah menjerit kencang ketika melihat keadaan sang suami.
Tamrin sudah tergeletak begitu saja di atas lantai dengan keadaan penuh darah sehingga Kopsah begitu ketakutan melihat keadaan suami dia sendiri, rasanya dia tadi tidak ada mendengar suara yang aneh namun Kenapa mendadak saja saat ini Tamrin sudah mengalami luka yang cukup parah dan dia dalam keadaan kaku sehingga wanita ini merasa sangat ketakutan.
"Tidak, tidak! Mas kamu tidak boleh mati begini." Kopsah sangat takut sekarang.
"Mas bangun, Mas! aku tidak mau kamu tinggal, hiks." Kopsah menangis dan memangku kepala sang suami.
"Ya Allah Mas Tamrin kenapa kok mendadak meninggal seperti ini? siapa yang sudah jahat pada dia!" jerit Kopsah histeris seketika.
"Huaaaaaa...Mas Tamrin jangan tinggalkan aku." Kopsah semakin tidak terkendali.
"Ibu kenapa?" Fatan keluar dari kamar karena mendengar Kopsah menangis.
"Ayah kamu, Tan! ini Ayah kamu siapa yang membunuh?" isak Kopsah sangat pilu.
"Ayah di bunuh!" Fatan juga syok mendengar itu semua.
"Mas tolong bangun, buka mata kamu sekarang." isak Kopsah semakin menjadi saja.
Seketika pemuda berusia tujuh belas tahun ini terduduk lemas karena dia juga tidak menyangka bahwa nasib buruk akan datang pada keluarga mereka, entah apa sebenarnya sudah terjadi sehingga Tamrin mengalami nasib begitu buruk dan dia meninggal di dalam rumah sendiri dalam keadaan leher yang sudah koyak seperti itu.
"Cepat datangi rumah Pak RT dan Pak Lurah untuk memberi kabar pada mereka." Kopsah menyuruh sang anak untuk keluar.
"I..iya, aku akan segera mendatangi rumah mereka kalau begitu." Fatan sedikit gugup dan dia segera menyambar kunci motor.
"Ya Allah aku tidak mau ditinggal seperti ini oleh dia." Kopsah kembali menangis karena hati dia begitu hancur.
Kehilangan sosok suami adalah hal yang sangat tidak dia sangka-sangka sehingga untuk menerima hal ini tentu saja membutuhkan kesabaran yang begitu besar, padahal dia tadi baru saja berbicara kepada sang suami namun saat ini malah sudah ditinggal menghadap yang maha kuasa terlebih dahulu.
...****************...
"Kok malam ini terasa aneh ya memang, apa karena Ayah baru meninggal?" batin Fatan sambil mengendarai motor.
Wuuusssh.
Wuussssh.
"Tidak pakai jaket pula tadi, karena buru buru dan sedih aku jadi lupa." keluh Fatan dalam hati karena memang malam ini terasa sangat dingin.
Wuuusssh
Cekiiiiiit.
"Apa itu tadi?!" kaget Fatan setelah mengerem mendadak.
Jelas di mata Fatan bahwa tadi ada bayangan yang melintas di dekat pohon pisang itu sehingga mau tidak mau dia harus mengerem secara mendadak, bila saja kaki dia tadi tidak panjang maka pasti sudah tergelincir jatuh karena motor yang dia bawa juga cukup besar.
"Tidak ada apa-apa tapi ya." Fatan bingung sendiri karena tadi dia memang melihat bayangan yang melintas.
"Ya Allah ini pasti karena pikiran aku sedang gundah sehingga apa saja terasa begitu seram." keluh Fatan dan segera menghidupkan motor untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah Pak RT.
Namun baru beberapa meter motor ini berjalan maka terasa begitu berat sekali sehingga pemuda ini merasa bingung, padahal tadi tidak ada yang aneh dengan motor tersebut dan setelah dia melihat bayangan maka baru muncul keanehan demi keanehan sehingga Fatan menoleh ke belakang untuk memastikan terlebih dahulu apakah ada seseorang yang sedang duduk di boncengan.
"Tidak mungkin ada karena kan aku memang sedang sendirian mau kerumah Pak RT." Fatan membantah apa yang sempat terpikir di dalam otak dia.
Jreeeeng.
"Allahu Akbar!" Fatan kembali mengerem mendadak karena dia melihat dari spion ada seseorang yang duduk di boncengan belakang.
"Hahhh!" pemuda ini menarik nafas panjang dengan jantung berdebar kencang.
Saat dia sudah ada turun dari motor maka tidak ada yang aneh di boncengan itu dan wanita yang tadi tempat dia lihat sama sekali tidak ada, Fatan semakin panik dan dia merasa keanehan demi keanehan terus berdatangan dalam hidup ini sehingga untuk bergerak maju terasa begitu berat sekali.
"Ya Allah tolong lindungi aku karena aku tidak pernah melakukan kesalahan kepada para setan." Fatan berdoa di dalam hati dan segera tancap gas.
"Ayah yang meninggal namun Kenapa yang menjadi arwah gentayangan justru wanita aneh itu, Kenapa dia niat sekali ingin menghantui aku?" Fatan sangat bingung karena dia juga sama sekali tidak tahu.
Ini mendadak saja ada setan yang datang dan mengganggu dia seperti itu sehingga wajar bila pemuda ini merasa aneh dan kebingungan, padahal sebelumnya Fathan adalah pemuda yang di kenal sangat pemberani dan tidak pernah bertemu secara langsung dengan yang namanya setan sehingga dia bisa di katakan tidak mempercayai tentang hal itu.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
ga nyangka si pocong patah hati bs gelut jg👻
calon mantu pangeran ular itu,
ada yg datang ngk sich nolong Digo bisa mampus tu anak orang