NovelToon NovelToon
ISTRIKU MENDIAMIKU

ISTRIKU MENDIAMIKU

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:233.2k
Nilai: 5
Nama Author: Saskiah Khairani

Setelah Andra menikah lagi, Armila berubah. Ia menjadikan suaminya ini ada, tapi tiada. Sapaan, rayuan dan keberadaanku serupa angin lalu.
Diamnya armila membuat Andra stres.
Pernikahannya dengan resti pun menjadi tidak harmonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saskiah Khairani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PILIHAN

ANDRA

Armila memberiku pilihan sangat sulit. Antara memilih dirinya dan Resti. Bagaimanapun aku tak mau melepas keduanya. Ingin hidup bersama mereka dalam kerukunan hingga ajal saja yang memisahkan..

Aku tahu kesalahan Resti kali ini sangatlah besar, tapi bukan berarti tidak bisa diperbaiki. Kurasa memberi kesempatan sekali lagi adalah hal yang lebih bijak daripada langsung mengakhiri ikatan pernikahan dengannya.

Tapi, pikiran ini tak sejalan dengan apa yang ada di relung akal Armila. Dia tak memberiku kesempatan untuk memberi alternatif solusi. Inginnya salah satu dari mereka diakhiri.

Kurasa itu terlalu kejam.

"Aku beri waktu satu minggu untuk memutuskan siapa yang akan Mas pilih. Maaf, kali ini aku sudah tak bisa mentolelir kejahatan Resti!"

"Sayang, jangan begitu, kumohon. Aku janji akan mendidik Resti lebih keras agar dia bertobat dan berubah menjadi lebih baik."

Sekali lagi aku mencoba peruntungan untuk meluluhkannya. Siapa tahu akalnya tertunjuki dan hatinya melunak jika argumen logis terus dilontarkan.

"Jangan terlalu naif. Mas. Hidup itu harus realistis. Kelakuan buruk Resti bukan kali ini saja, dan kamu selalu menanggapnya angin lalu. Aku curiga jangan-jangan kamu memang senang melihat aku terus dijahati olehnya. Sampai kapan? Sampai aku dan Affan mati?"

Sepertinya persepsi buruk Armila pada Resti sudah terlalu mencengkram. Ia tak bisa lagi membuka sedikit ruang kesempatan. Kalau begitu keadaannya bakal sulit dilepaskan persepsi tersebut

Di pikiran Armila pun sudah menyepakati bahwa aku juga jahat. Terlalu membela Resti dan lemah padanya. Padahal aku hanya ingin kedamaian rumah tangga kami bertiga. Itu saja.

"Tak bisakah kamu melunakkan hati, memaafkan dan bersedią menggandeng tangan Resti untuk bersama-sama menjalani kehidupan yang damai. Ayolah, Mas yakin kamu lebih dewasa hingga tak membuat keputusan yang akan menghancurkan bangunan pernikahan kita!"

Tak kusangka Armila malah tertawa. Ia kemudian menempelkan tubuhnya padaku, lalu berkata dengan nada mengejek sambil meletakkan telunjuknya di dadaku.

"Yang mengawali prahara ini siapa?

Yang membawa racun dalam kehidupan kita siapa? Yang mengobarkan api permusuhan siapa? Yang ingin meruntuhkan bangunan siapa? Yang disalahkan kenapa aku? Hebat, hebat! Pernyataanmu ini makin membuatku yakin jika Mas tak bisa mengambil keputusan, aku yang akan memutuskan. Aku dan kamu end!"

Armila meninggalkan suami yang tengah mematung. Rasa frustrasi telah menguasai diri ini sekarang. Wanita itu sudah tak bisa diluluhkan. Hatinya telah lebih keras dari batu.

Inilah badai yang telah kuciptakan sendiri. Meski ego menolak untuk mengakui, Armila benar, akulah yang mengawali keruntuhan bangunan pernikahan kami. Sekarang, hanya bisa pasrah ketika mahligai yang kami dirikan, ambruk dalam kejapan mata.

*

Berita kehamilan Resti membuat tekad bulat untuk menceraikannya luluh lantak. Adalah kejam melepas wanita yang di rahimnya telah ada benihku begitu saja. Rasanya tak sepadan hukuman yang diberi dengan kesalahannya.

Aku benar-benar dalam posisi dilema. Satu sisi sangat takut Armila pergi, di sisi lain kasihan pada Resti jika dicerai dalam kondisi hamil.

Akhirnya kuputuskan untuk meminta Resti menghadap Armila dan memohon pada kebijaksanaannya. Awalnya dia menolak, setelah kuberi penjelasan, Resti bersedia.

"Nah, gitu, dong. Kita harus siap minta maaf atas kesalahan yang dilakukan. Ingat, setelah ini jangan melakukan hal aneh lagi. Kasihan bayi kita kalau harus kehilangan papa gara-gara ulah mamanya!"

"Iya, Sayaaang! Aku bakal berubah, janji!"

Aku memeluk wanita yang berjanji akan berubah. Aku yakin Armila akan luluh dengan perubahan Resti ke arah lebih baik.

Dada ini sedikit lega setelah ada solusi. Meski belum jelas apakah Armila akan menerima atau tidak, aku tetap akan berupaya merukunkan mereka.

Hari ini aku membawa Resti ke rumah Armila. Untuk menjamin tak ada huru-hara aku kembali mengingatkan padanya bahwa Jangan bertindak bar-bar di sana. Jangan pula memanasi dan menyulut api permusuhan kembali.

Resti dengan mantap mengatakan bahwa tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Dia sudah menyadari bahwa apa yang dilakukan selama ini salah. Demi anak yang sedang ada dalam kandungan, dirinya mau berkorban.

Di rumah Armila, kami disambut dingin olehnya. Ia sama sekali tak melarik satu senyuman. Aku berusaha tetap bersikap lembut dan netral di hadapan mereka. Namanya juga wanita, pastilah lebih mengedepankan perasaan.

"Saya minta maaf pada mba Armila atas kesalahan selama ini. Saya rela dihukum apapun, asal mba tidak minta mas Andra menceraikan saya. Saya sedang hamil, a, saya butuh suami mendampingi dalam masa kehamilan ini. Mba pasti tahu rasanya hamil'kan. Bayangkan kalau suami tak ada. "

Resti bicara sambil sesekali mencucurkan air mata. Aku merasa ini tulus, bukan drama. Semoga saja seperti itu keadaannya.

Kentara sekali keterkejutan di wajah Armila mendengar penjelasan Resti.

Mungkin ia tak menyangka kalau wanita itu tengah mengandung.

Semoga nurani kewanitaannya tersentuh sebab yang namanya hamil.

1
Rati Nafi
🥰🥰🥰🥰🥰
falea sezi
🤣🤣 najis bgt ini ae mila masih mau ma batangan satu kecil bekas lacur🤣🤣. bodoh kali kayak. gk ada. laki. lain. aja
Heny
Cerita nya hampir sm dng aku ingin bahagia
Maul 123
ngeselin
Maul 123
lambat sekali ambil keputusan
Maul 123
asyikk💪💪💪
Maul 123
adaa dukunnya woooii
Maul 123
🤣🤣🤣🤣🤣egois lu tong
Maul 123
jurig 🤭
Maul 123
bab ini membagongkan, tiba2 kondangan
Maul 123
dungu
Titien Prawiro
Dasar keluargs gk pendidikan omong tanpa fikir dulu, nanti kamu keluar dari penjara badan dan muka kamu sdh bonyok, tdk laku lagi.
Titien Prawiro
Nah benarkan jadi buron, makanya jadi tuh jangan jahat, terus kalian mau lari kemana? ini sepertinya polisi masang strategi, kalau bekal sdh habis baru polisi bergerak. memang enak jadi buron.
Titien Prawiro
ada keajaiban Antin sadar
Titien Prawiro
Istri Rafael sakit setiap hari diracun sama Rafael. semoga ada keajaiban Angin sadar dan sehat segar bugar, dan balas dendam pada Resti dan Rafael, biar pada masuk penjara.
Maul 123
💪💪💪💪💪💪
Maul 123
💪
Titien Prawiro
Andra kamu harus belajar bela diri atau bayar bodyguard. buat jaga keluargamu dan kamu sendiri. si Resti gila, keluarganya kere, makanya dia silau melihat uang banyak
Titien Prawiro
Buat Resti dan keluarganya hancur thor mereka kan preman pasar, berantas saja tuh preman2 meresahkan.
Maul 123
di goblok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!