NovelToon NovelToon
Detective Wasabi

Detective Wasabi

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Mata-mata/Agen / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Chicklit / Tamat
Popularitas:419.9k
Nilai: 5
Nama Author: Virus

Wasabi seorang mahasiswa pintar dan tampan. Ketika berumur 12 tahun, dia menjadi bahan bullyan karena namanya. Saat itulah, Ia menemukan kekuatan aneh yang tiba-tiba muncul dalam dirinya yaitu dapat berteleportasi, berpindah dari suatu tempat ke tempat lain.

Kedua orang tuanya seorang detektif. Kematiannya mencurigakan. Tampak seperti dibunuh. Tapi tak ada bukti, tak ada saksi kasus pun ditutup.

Orang tuanya meninggal saat dia berumur 12 tahun. Sejak saat itulah Wasabi menjadi seorang yang dingin dan terobsesi menjadi detektif untuk mengungkap misteri kematian orang tuanya.

Akankah Wasabi dapat mengungkap misteri kematian orang tuanya?

Dan dapatkan ia menjadi Detektif muda yang terkenal?

Dari manakah kekuatannya berasal?

Misteri demi misteri akan terungkap di tangan Wasabi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertambahnya Dugaan Pelaku

Di Rumah Fika

Banyak orang berduka datang menghampiri rumah Fika. Sepenggal kepala Fika masih berada di rumah sakit untuk di autopsi sedangkan potongan tubuh Fika yang lain belum diketahui keberadaannya. Polisi masih dalam penyelidikannya.

Sore itu Joy sampai di rumah Fika. Orang yang datang untuk berduka sudah mulai berkurang, namun pintu rumah terbuka lebar untuk orang-orang yang datang melayat. Ibunya Fika menangisi nasib anaknya itu, sementara Ayahnya sedang perjalanan dari luar kota menuju Jakarta.

Joy masuk ke dalam rumah yang sudah tergelar karpet serta tikar untuk para tamu yang ingin melayat. Wanita itu menghampiri ibu Fika yang sedang menangis di sudut dinding ruangan

"Sore, Nyonya Franco," sahut Joy kemudian ia mengulurkan tangannya untuk mencium punggung tangan Ibunya Fika.

"Saya Turut berduka atas meninggalnya Fika," Ucap Joy setelah mencium punggung tangan Ibu Sahabatnya.

"Hiks....kenapa bisa joy, Kamu sahabatnya! Harusnya kamu tau kenapa dia bisa seperti itu," sahut Nyonya Franco

Ya sahabat sih sahabat tapi kan kita gak selalu 24 jam bersama, batin Joy

"Dia dirumah kamu 3 hari yang lalu. Dia pamit nginap di rumah kamu, dia juga bawa peralatan buat kemah. Setelah itu dia belum pulang sampai sekarang..hiks.. Pasti kamu kan kamu yang membunuhnya!" Pekik Nyonya Franco diakhir perkataanya

"Astaga... Nyonya Franco, Anda tidak bisa menuduh saya seperti itu. Dan juga apa buktinya kalau saya membunuh?" ucap Joy

"Potongan kepalanya ada di loker kamu!" hardik Nyonya Franco

Seketika suasana riuh, para tamu yang datang membacakan doa-doa sedikit terganggu karena ucapan Nyonya Franco, namun mereka tetap meneruskan membaca Alkitab

"Fika itu sahabat saya juga. Atas dasar apa jika saya membunuhnya...Saya tidak ada motif! Saya juga tidak tahu bagaimana orang lain mendapatkan kunci loker saya," Joy membela diri dengan suara berbisik tetapi penuh penekanan

"Saya kesini untuk berduka, saya ingin membacakannya doa-doa bukan untuk berdebat dengan anda.. saya juga bersedih nyonya," ucap Joy, ia berusaha untuk berbicara pelan dan tetap sopan, meski dia kesal dituduh membunuh sahabatnya sendiri

"Hah saya menyesal mengijinkan Fika berteman dengan wanita licik seperti kamu," ucap

"Apa..!" Joy ingin marah tapi dia tahan. Licik dari segi apa? Karena tidak ingin mengganggu kenyamanannya para tamu yang datang, akhirnya Joy memilih pulang.

"Maaf, saya sudah mengatakan yang sebenarnya. Terserah anda mau percaya atau tidak. Saya permisi," pamit Joy

"Sana pergi saja ke neraka," usir Nyonya Franco sembari sesegukan saat Joy sudah pergi menjauh.

"Hemmh aneh...Fika tidak pulang sejak 3 hari yang lalu. Dan menurut keterangan Ibunya, Si Fika ini juga membawa peralatan kemah. Sementara Joy tidak ikut kemah karena Maag. Bisa jadi si Fika ini membohongi Ibunya dengan alasan kemah lalu kemana dia setelah itu. Dirumah Joy atau ke tempat lain?" Wasabi berpikir dalam hatinya

"Joy adalah orang yang terakhir ditemui. Aku harus tahu pastikan jam berapa dia keluar. Tapi sebelumnya aku harus ke kamar Fika. Siapa tau ada petunjuk," pikirnya lagi

Wasabi yang tidak terlihat dengan mata telanjang itu berkeliaran dirumah fika Di carinya kamar yang telah di penuhi dengan petugas penyidik

Wasabi masuk dan ikut mencari petunjuk

Kamar yang benar2 rapi, puji Wasabi dari dalam hatinya

"Tiba2 petugas itu selesai memeriksa dan saat mereka bergegas keluar, hampir menabrak wasabi yang sedang memakan kekuatannya yang tidak terlihat.

"Huft untung saja. Saatnya beraksi, mumpung tidak ada orang," pikir Wasabi

Wasabi menelusuri rak buku, ia ingin mencari sebuah album foto untuk mengenali siapa saja yang dekat dengan Fika selain Joy dan Riyan. Tetapi barang yang ia cari tidak ada di rak buku.

Dia lalu membuka laci belajar.

Bingo!

Sebuah album kecil dengan cover berwarna hitam ada di laci tersebut. Dibukanya laci itu lebih lebar dan pelan-pelan dikeluarkannya. Tak lupa Wasabi menyentuhnya dengan memakai sarung tangan karet.

"Hemhh Fika cantik juga dan menarik. Lebih cantik dari Joy," Wasabi tidak tertarik dengan Joy di awal pertemuannya.

Saat Wasabi membuka foto lembar terakhir dia mengamati dengan pasti.

Kalung yang sama, yang aku foto tadi. Dan laki-laki disampingnya yang merangkul Fika itu adalah Riyan. Apakah kalung yang aku foto di salon tadi adalah kalung milik Fika? batin Wasabi

Bruk

Ada yang menjatuhkan sesuatu di luar kamar. Wasabi cepat-cepat memasukkan album foto itu ke laci.

Saat hendak melangkah keluar wasabi menginjak sesuatu. Untung dia memakai sepatu. Di ambilnya barang yang terinjak tersebut.

"Cincin?" serunya dalam hati seraya mengamati benda tersebut.

Batu cincin itu sepertinya satu paket dengan kalung yang ada di salon Riyan tadi. Hemh aku harus meminjamnya dahulu, batin Wasabi

Duh lupa fotonya harus diambil sebagai bukti, seru Wasabi dalam hatinya

"Ish sial.. Tiap hari ke sekolah bawa buku banyak banget. Bisa-bisa aku jadi bungkuk tiap hari bawa beban gini," protes seorang gadis yang masuk ke kamar Fika, gadis itu masih memakai seragam sekolah

"Gak bisa kah pemerintah ngasih IPAD gitu buat masukin semua pelajaran ke Aplikasi apa gitu. Sekarang jaman modern gitu loh," celetuknya sendiri

"Ahh. bete banget nih hari, tidur dulu ah!" kesalnya

Wasabi bertanya-tanya siapa perempuan dengan seragam SMA ini. Keluarganya sedang berkabung kenapa dia tak ada perasaan sedih sedikitpun. Bahkan sore ini dia baru pulang sekolah. Seharusnya dia bisa ijin sekolah pagi tadi saat dikabarkan saudaranya menjadi korban pembunuhan dan meninggal.

Saat gadis itu tadi masuk, Wasabi sempat mencermati label nama yang tertera di bagian kanan sebelah kantong.

Reaksi anak ini, sama persis seperti Joy. Bedanya Joy masih terlihat bersedih dan ketakutan. Aku bisa liat reaksi ketakutannya yang tanpa di buat-buat saat di loker tadi. batin Wasabi

"Mawar, sehabis ganti baju, antarkan mama ke kantor polisi. Mama tidak terima Kakakmu di bunuh dengan cara tidak wajar. Mama mau menggugat Joy. Pasti dia ada hubungannya," Terdengar suara ibunya Fika dari lantai bawah, berteriak memanggil penuh emosi

"Aduh ma... Mawar capek baru pulang. Gak bisa nanti sore atau besok aja," balas Mawar tak kalah berteriak

Terdengar Ibunya Fika menaiki anak tangga

Wasabi berjalan menuju pintu kamar. Belum sempat keluar, Ibu Fika sudah hendak masuk. Lagi-lagi dia hampir bertabrakan

"Ini kan sudah sore. Mama tahu kamu tidak akur dengan kakak kamu, Fika. Tapi apa kamu tidak bersedih sama sekali. Kakak Kamu meninggal! Dia dibunuh!" ucap Ibunya dengan nada penekanan di akhir kalimat.

"Mawar sedih ma. Tapi ya mau gimana lagi, badan Mawar lemah. Banyak kegiatan sekolah. Mama juga harus ngertiin perasaan mawar," keluh Mawar

"Ahh pokoknya Mama mau kamu temani Mama ke kantor polisi sekarang. Mama tunggu dibawah," ucap Ibunya

"Hemmh menarik kini semakin bertambah dugaan tersangka," ucap Wasabi dalam hati.

"Tapi aku terpaku dengan sebuah nama..Joy. Dia berpacaran dengan Riyan di belakang Fika. Mungkin itulah yang menjadi alasan Riyan atau Joy untuk membunuh Fika, karena cinta segitiga. Atau Mawar yang telah membunuh Fika karena mereka tidak akur, berat kasih sayang sebelah dan terjadilah iri dengki. Ditambah, kenapa Mawar berada di kamar milik Fika, bukan di kamarnya sendiri," Wasabi mulai menganalisa sementara

"Aku sebaiknya turun dan bertanya sebagai seorang detektif. Aku butuh kepastian waktu yang tepat, kapan dan jam berapa Fika keluar," ujar Wasabi.

1
🎧Reo Ruari Onsiwasi
akhirnya sampai bab akhir juga. selamat untuk karya-karyanya thor🎉🎉🎉
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐: yeayyyy makasih 😍😍😍😍
total 1 replies
🎧Reo Ruari Onsiwasi
hah new case🤔🤔🤔🤣🤣🤣💪💪💪di hari pernikahan
🎧Reo Ruari Onsiwasi
menikah di hari yang sama🤔🤔🤔
🎧Reo Ruari Onsiwasi
siapa lagi ini🤔🤔🤔
🎧Reo Ruari Onsiwasi
jadi teringat almarhum Yu Meng Long🙏🙏🙏
🎧Reo Ruari Onsiwasi
Diterima, sah🤭🤭🤭
🎧Reo Ruari Onsiwasi
100 tahun ke depan? wah🤔🤔🤔
🎧Reo Ruari Onsiwasi
hahaha🤣🤣🤣
🎧Reo Ruari Onsiwasi
dari mana pisau lipatnya🤔🤔🤔
🎧Reo Ruari Onsiwasi
mungkin pelakunya memang OB yang dibayar 🤔🤔🤔
🎧Reo Ruari Onsiwasi
Menghindar lebih baik. dari pada memberi harapan palsu ya, kan setya🤣🤣🤣
🎧Reo Ruari Onsiwasi
coba cari tahu siapa anak itu🤔🤔🤔
🎧Reo Ruari Onsiwasi
Kebobolan bisa disebabkan karena sabotase. siapa? tentu lebih mudah dilakukan oleh orang dalam🤔🤔🤔
🎧Reo Ruari Onsiwasi
Ayah wasabi sudah lebih dewasa, jadi mencari pasangan yang pola pikirnya dewasa juga. kalau sill tidak bisa bersikap dewasa, setya juga nanti yang repot🤔🤔🤔
🎧Reo Ruari Onsiwasi
Sill jangan begitulah. kenapa kamu seperti anak kecil yang merajuk karena tidak dapat permem🤣🤣🤣
🎧Reo Ruari Onsiwasi
kenapa petunjuknya mengarah ke sill?
🎧Reo Ruari Onsiwasi
jahilnya wasabi untuk mendapatkan ibu baru🤣🤣🤣
🎧Reo Ruari Onsiwasi
lalu kenapa tidak dipecat?🤔🤔🤔
🎧Reo Ruari Onsiwasi
karena minuman?🤔🤔🤔
🎧Reo Ruari Onsiwasi
sepertinya memang semuanya berkaitan🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!