Di dunia di mana kekuatan kultivasi menentukan segalanya, di mana kemampuan dan kekuasaan menjadi ukuran keberhasilan, ada seorang pemuda yang namanya perlahan mulai menancapkan akarnya dan menimbulkan getaran di seluruh wilayah. Dia adalah Xiao Xuan—pria yang tenang, penuh perhitungan, dengan tatapan mata yang tajam yang bisa menilai setiap situasi dalam sekejap, namun menyimpan kelembutan dan perlindungan yang hanya terlihat bagi orang-orang yang dia sayangi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26.Jaring Takdir yang Terbakar dan Pelarian sang Roh Gaib
Lentera-lentera magis di sepanjang koridor Akademi Shenglan mulai menyala satu per satu, mengusir kabut senja yang merayap turun dari puncak gunung Angin-Salju. Bagi Xiao Xuan, tujuh hari terakhir ini mengalir dalam ritme yang teramat teratur dan tenang.
Pagi harinya dihabiskan dengan mendengarkan wejangan di kelas Prajurit Pemula, sementara paruh setelah makan siang dihabiskan di keheningan perpustakaan kuno, sesekali memberikan arahan taktis yang tajam kepada beberapa rekan sekelas yang mengalami kebuntuan kultivasi.
Ajaibnya, pasca-pembentukan aliansi terselubung malam itu, baik Ye Ziyun maupun Shen Qingqiu tidak lagi memicu riak-riak kecemburuan yang merepotkan di hadapannya. Mereka justru tampak sibuk dengan agenda rahasia masing-masing, memberikan ruang bernapas yang cukup nyaman bagi sang pemuda klan Xiao untuk mematangkan batinnya.
Namun, ketenangan seorang pria dewasa sepertinya tidak pernah bertahan lama di dunia yang digerakkan oleh roda takdir.
Duduk bersandar di kursi kayu cendana paviliun pribadinya, Xiao Xuan memejamkan mata. Fokus kesadarannya menyelam jauh ke dalam samudra spiritual, memanggil sebuah eksistensi yang terikat pada jiwanya.
"Sistem, berapa lama lagi sisa waktu yang dimiliki anak itu sebelum lingkaran reinkarnasinya bangkit sepenuhnya?" tanya Xiao Xuan dalam senyap, nadanya datar namun sarat akan kalkulasi tajam. Nama Nie Li selalu menjadi catatan khusus yang harus dia kunci.
Sesosok pendaran cahaya keemasan redup menyerupai retakan giok kuno bergetar di dalam benaknya, memicu suara gaib yang bernada malas namun ketus.
[ **Sistem Penjahat Takdir:** *Ding! 🦊 📜 Mengapa? Apakah Tuan Rumah yang agung mulai merasa cemas? Berdasarkan fluktuasi riak ruang dan waktu di sekitar Kota Glory, setidaknya butuh dua atau tiga hari lagi bagi jiwa lamanya untuk menyatu dengan raga saat ini.
Ingat ya, biar bagaimanapun, bocah Nie Li itu adalah anak emas dunia ini yang diberkati hukum alam. Saran tulus dari sistem yang imut ini: sebaiknya Anda melangkah dengan mata terbuka lebar. Jangan sampai suatu hari nanti Anda lengah, terpuruk menjadi abu, lalu menyeret jiwaku yang berharga ini ikut hancur bersamamu! 💢 💅* ]
Mendengar sindiran tajam yang keluar dari suara gaib tsundere tersebut, seulas senyum sinis yang tipis terukir di bibir Xiao Xuan. Dia mengetuk lututnya perlahan, memancarkan aura dominasi yang tenang.
"Kau tidak perlu menceramahi intuisi pribadiku tentang hal itu," sahut Xiao Xuan, suaranya terdengar matang dan penuh keyakinan seorang pria yang anti-naif. "Setiap makhluk yang mendaku dirinya sebagai putra mahkota takdir selalu diberkati oleh rangkaian kebetulan yang tidak masuk akal dan pelindung di balik layar. Tenang saja, aku adalah pria yang sangat menghargai setiap detik dari tarikan napasku. Aku tidak berencana untuk kalah, apalagi menjadi batu pijakan bagi anak ingusan."
Xiao Xuan menjeda kalimatnya sejenak, tatapan matanya menajam menembus kegelapan malam di luar jendela. "Katakan padaku... di dalam perbendaharaan spiritualmu, apakah ada pusaka terlarang yang mampu memanipulasi fragmen ingatan atau secara absolut merampas simpul keberuntungan milik seorang protagonis?"
Di dalam ruang kesadaran, pendaran giok kuno milik sistem tampak berputar sedikit lebih cepat, seolah terkejut dengan arah pemikiran tuannya yang teramat taktis dan dingin.
[ **Sistem Penjahat Takdir:** *Ding! 🤭 🎭 Oho? Menarik sekali. Jadi, Tuan Rumah yang terhormat sedang menyusun rencana busuk untuk mengacak-ngacak isi kepala bocah Nie Li itu bahkan sebelum dia sempat terbangun?* ]
"Tentu saja," jawab Xiao Xuan tanpa ragu, gestur tubuhnya santai namun atmosfer di sekitarnya terasa membeku. "Sembilan puluh persen dari keunggulan taktis yang akan dimiliki Nie Li di masa depan lahir dari tumpukan ingatan kehidupan lampaunya—kitab-kitab kuno, letak pusaka tersembunyi, hingga kelemahan para musuh.
Jika aku bisa mengintervensi fondasi itu sejak awal, taringnya akan tumpul sebelum sempat tumbuh. Tingkat keselamatan kerabatku akan meningkat secara signifikan. Sudah kukatakan bukan? Aku adalah seorang penjahat yang bergerak demi kelangsungan hidup absolut, bukan pesolek yang gemar pamer kekuatan."
[ **Sistem Penjahat Takdir:** *Ding! 🦉 🎒 Huh, bilang saja kalau Anda sebenarnya sangat takut mati dan ingin bermain aman, tidak perlu dibungkus dengan kalimat puitis seperti itu! Tapi baiklah, sistem yang serba tahu ini memang memiliki segalanya. Bersiaplah untuk tercengang!* ]
Begitu suara gaib itu mereda, gelombang energi spiritual yang hangat mengalir ke telapak tangan Xiao Xuan. Dua buah kartu giok tipis seukuran telapak tangan muncul dalam genggamannya. Satu kartu memancarkan pendaran emas redup laksana benang takdir, sementara yang lainnya diselimuti kabut keperakan yang mistis.
* **Kartu Perampas Altar Keberuntungan:** Sebuah pusaka absolut yang mampu mengalihkan satu momentum peluang atau warisan magis apa pun milik target tanpa bisa terdeteksi oleh hukum alam tertinggi sekali pun.
* **Kartu Restrukturisasi Memori:** Memiliki otoritas penuh untuk memotong, mengubah, atau menyisipkan segmen ingatan mana pun pada jiwa target secara permanen.
Melihat dua pusaka ini, sepasang mata Xiao Xuan berkilat puas. "Bagus. Sistem, aktifkan Kartu Restrukturisasi Memori sekarang juga. Aku akan menulis ulang alur berpikir Nie Li malam ini."
[ **Sistem Penjahat Takdir:** *Ding! 🚫 🙅 Pemintaan ditolak dengan tidak hormat! Tuan Rumah, untuk saat ini Anda hanya bisa menatap kedua benda indah itu tanpa bisa menggunakannya.* ]
Kerutan di kening Xiao Xuan seketika mendalam, aura dingin yang mengintimidasi mendadak menguar dari tubuhnya, membuat suhu di dalam paviliun turun drastis. "Apa maksudmu? Apakah kau sedang mencoba mempermainkanku dengan barang tiruan, hah?
Apakah kau berpikir aku, Xiao Xuan, adalah tipe pria naif yang mudah kau tipu? Jika kau tidak memberikan landasan logika yang jelas malam ini, aku tidak keberatan untuk memutus aliran energi kehidupan di jantungku sekarang juga dan menyeret seluruh entitas jiwamu ke dalam kehampaan abadi. Kau ingin bertaruh denganku?"
Merasakan niat membunuh yang murni dan keras kepala dari Xiao Xuan—yang sama sekali tidak memiliki keraguan untuk bertindak ekstrem jika dikhianati—sistem seketika panik. Pendaran giok kunonya berkedip-kedip tidak teratur laksana lampu yang kehabisan minyak.
[ **Sistem Penjahat Takdir:** *Jangan! Jangan lakukan tindakan bodoh itu, Tuan Rumah yang kejam! 😱 💦 Tolong turunkan sedikit suhu amarah Anda yang menakutkan itu dan dengarkan penjelasan logis dari sistem yang malang ini!* ]
Suara gaib itu berdeham sesaat, mencoba mengembalikan wibawanya yang runtuh.
[ **Sistem Penjahat Takdir:** *Ding! 📜 🔍 Coba Anda balik permukaan kartu giok perak itu dan baca baris hukum spiritual di bagian bawahnya. Di sana tertulis dengan sangat sah: Pusaka manipulasi jiwa tingkat tinggi ini hanya dapat diaktifkan satu kali dalam kurun waktu satu tahun matahari.* ]
"Lalu di mana letak masalahnya?" Xiao Xuan mendengus dingin, jemarinya mengusap permukaan giok yang halus. "Aku baru pertama kali menukarkan benda ini seumur hidupku di dunia ini. Mengapa statusnya sudah terkunci?"
[ **Sistem Penjahat Takdir:** *...Itu... itu karena setahun yang lalu, tepat ketika jiwamu bertransmigrasi di Tanah Leluhur Iblis Suci dan aku mencoba menyelaraskan kesadaran kita, aku telah mengambil inisiatif mandiri untuk menggunakan hak akses pertamamu.
🤫 🌾 Aku sengaja memodifikasi garis ingatan masa lalu Nie Li yang paling mendalam. Aku menyisipkan eksistensi dirimu sebagai sosok misterius yang teramat dominan dan menakutkan—ke dalam memori kehidupan lampaunya. Percayalah, efek psikologis yang akan ditimbulkannya begitu anak itu terbangun nanti pasti tidak akan mengecewakan selera tinggimu! Itulah sebabnya kuota tahun ini telah habis terpakai.* ]
Mendengar penjelasan yang di luar dugaannya tersebut, ketegangan di bahu Xiao Xuan perlahan mengendur. Dia menatap kekosongan udara dengan pandangan dewasa yang sarat akan penilaian mendalam. "Begitu rupanya... Tindakan yang cukup cerdas untuk ukuran roh gaib sepertimu. Baiklah, kali ini aku akan mengabaikan kelancanganmu. Namun ingat, jangan pernah mengambil keputusan sepihak lagi di masa depan tanpa persetujuanku, atau kau tahu akibatnya."
[ **Sistem Penjahat Takdir:** *Ding! 🫡 💖 Hmph, sistem ini melakukannya demi keselamatan bersama kita juga! Baiklah, apakah Anda ingin mengaktifkan Kartu Perampas Altar Keberuntungan sebagai gantinya?* ]
"Lakukan," perintah Xiao Xuan pendek.
[ **Sistem Penjahat Takdir:** *Ding! 🌟 👑 Kartu Perampas Altar Keberuntungan telah diaktifkan dengan sukses. Menunggu momentum terbaik untuk menarik benang takdir sang target.* ]
Xiao Xuan mengembuskan napas panjang, bersandar kembali pada kursinya. "Sistem, buka lembar tabungan jiwaku. Aku ingin memeriksa sisa saldo Poin Penjahat yang kumiliki setelah seluruh transaksi dan akumulasi dari akademi tadi pagi."
Hening.
Satu detik... lima detik... hingga satu menit berlalu, tidak ada suara gaib, tidak ada pendaran giok, tidak ada notifikasi emoji tunggal pun yang muncul di dalam ruang kesadarannya. Keheningan itu terasa begitu ganjil dan mencurigakan.
"Benar-benar tidak bisa diandalkan dalam momen krusial," Xiao Xuan menggumam rendah dengan kerutan di kening. Dia terpaksa menggerakkan kesadaran pribadinya untuk membuka paksa lembar inventaris toko sistem secara manual.
Namun, begitu tirai spiritual di depan matanya terbuka, seluruh ketenangan dan kedewasaan yang dijaga Xiao Xuan runtuh dalam sekejap. Di sudut kanan atas layar proyeksi giok tersebut, barisan angka yang seharusnya menunjukkan kekayaan jutaan poin, kini telah mengristal menjadi sebuah angka tunggal yang teramat besar dan mutlak:
**[ 0 ]**
Napas Xiao Xuan tertahan di tenggorokan, wajahnya yang biasanya sedingin es mendadak menggelap laksana awan badai yang siap menumpahkan petir. Buku-buku jarinya memutih karena mencengkeram lengan kursi kayu hingga memunculkan suara derit yang retak.
"Di mana... empat juta tiga ratus ribu poin milikku?" suara Xiao Xuan bergetar rendah, menahan gejolak amarah yang hampir membuat seteguk darah spiritual keluar dari dadanya. "Ke mana perginya seluruh hasil kerja kerasku mengeksploitasi kota ini, hah? Sistem... kau bajingan kecil, keluar dan jelaskan ke mana kau menyembunyikan kekayaanku!"
Sementara itu, jauh di sudut terdalam dimensi spiritual yang terisolasi, roh sistem yang mewujud dalam pendaran cahaya kuno tampak sibuk mengemas seluruh proyeksi energinya ke dalam buntalan gaib dengan gerakan terburu-buru.
[ **Sistem Penjahat Takdir:** *Gawat, gawat! 🙀 🏃 Pria tua ini jika sudah mengamuk benar-benar bisa menghancurkan dimensiku! Atmosfer di luar sana terlalu berbahaya untuk keseimbangan jiwaku malam ini. Lebih baik aku melakukan kultivasi tertutup dan pura-pura mati hingga besok pagi! Bye-bye Tuan Rumah! 🚪💨* ]
Dengan kecepatan yang menyamai kilat spiritual, kesadaran sistem langsung memutus seluruh koneksi interaktifnya, melarikan diri ke dalam kegelapan sisa malam, meninggalkan Xiao Xuan yang masih berdiri di tengah paviliunnya dengan napas memburu dan kepalan tangan yang siap meremukkan malam. Roda takdir Kota Glory mungkin bergerak sesuai rencana, namun malam ini, sang penjahat kelas tertinggi harus menerima kenyataan bahwa musuh terbesarnya terkadang datang dari dalam jiwanya sendiri.